I'm so sorry for not updating this blog for so long. Bukannya saya malas atau apa, tapi untuk saat ini saya sedang disibukkan oleh beberapa hal kecil yang mengasyikkan dan lumayan menyibukkan. Pertama, mimpi saya untuk menerbitkan buku sedang mendapatkan angin segar. Saat ini saya sedang mencicil untuk menyelesaikan proyek tersebut. Bukan sesuatu hal besar. Cuma menulis tentang catatan perjalanan saya keliling Indonesia. Kata teman-teman saya sih, mereka ingin sekali mengetahui cerita-cerita yang saya alami selama jalan-jalan.
Ada yang mengira saya sombong karena jarang bersosialisasi. Beberapa teman lama juga pada nanyain ke mana saya. Tapi, bukankah sudah ada jejaring sosial yang membuat kita tetap keep in touch? Karena jarak dan keterbatasan waktu, untuk teman-teman yang jauh, saya hanya bisa berhubungan dengan telfon atau melalui facebook dan tweeter saja. Kadang saya juga harus memberi tahu bahwa pada suatu saat, ada kalanya bagi kita untuk menikmati me time. Hal ini bukan berarti saya anti sosial atau lupa pada teman lama, tapi lebih kepada menciptakan hal baru agar tidak melulu pada hal-hal yang biasa. Ada kalanya juga kita perlu 'usaha' untuk membuat keinginan kita tercapai.
Tapi jangan khawatir, saya juga akan memposting beberapa tulisan saya di blog ini. Saya sudah kangen sekali untuk segera menulis secara periodik di sini. Kangen dengan interaksi di kolom komentar atau mendapatkan perasaan senang kala tulisan saya dikunjungi oleh orang-orang yang saya kagumi.
Kedua, karena sibuk dengan acara kondangan, maka akhir pekan lebih banyak saya habiskan di jalan. Tapi, saya ngaku, sembari kondangan yang hanya beberapa jam itu, biasanya saya melipir ke tempat lain yang ada di dekat situ untuk jalan-jalan. Maksudnya sih ya sekalian menghemat biaya. Kan sayang sudah jauh-jauh naik bus atau angkutan umum buat kondangan, eh begitu acara selesai langsung pulang, padahal liburan masih sehari lagi. Bener kan?
Tapi kadang saya juga meniatkan untuk pergi ke suatu tempat. Bukan apa-apa, kan bosan juga tiap akhir pekan cuma makan tidur saja di rumah. Liburan itu bagus untuk kesehatan. Tapi bisa jadi gak bagus buat kantong. Intinya ya, kalau mau jalan-jalan ya musti mau nabung. Kan mau enak, ya harus mau 'susah' dulu. Itulah yang saya alami sampai saat ini.
Banyak yang mengira saya orang yang tajir melintir sehingga (katanya) sering 'ngabur' tiap akhir pekan. Padahal kan tidak setiap sabtu minggu saya jalan-jalan. Ada kalanya saya hanya tidur gak jelas seharian. Ada juga kalanya hari libur saya habiskan di mal untuk nonton dan makan. Saya rela nabung untuk beberapa bulan demi ikut trip yang (saya pikir) akan menghabiskan sejumlah uang. Bagaimanapun juga, saya selalu memilih tarif termurah untuk menuju suatu tempat. Bukannya tidak kuat bayar, tapi lebih kepada mengalokasikan uang untuk sesuatu yang 'benar'. Masak kita harus bayar mahal sebuah kamar hotel kalau hanya untuk tidur beberapa jam. Bahkan pernah waktu trip di Bali, saya hanya tidur dua jam saja. Sisanya ya saya habiskan untuk keliling pulau.
Mengenai cerita-cerita tentang jalan-jalan memang tidak semuanya akan saya posting di sini. Kata si produser, biar ada surprice untuk pembaca buku. Saya sih asyik-asyik saja. Cuma masalah saya adalah sedikit suka jadi pemalas. Kadang waktu seharian hanya saya habiskan untuk tidur padahal seharusnya saya bisa mendapatkan 5-6 lembar tulisan untuk memenuhi 150 halaman yang ditargetkan.
Selain itu, saya juga agak sering merasa sakit kepala. Kayaknya sih karena keseringan di depan komputer atau keseringan ngetik di laptop. Tapi setelah saya pijit-pijit sendiri, saya sadar bahwa saya bukan robot yang punya tenaga ekstra secara stagnan. Saya juga perlu istirahat agar kegiatan utama saya tidak terganggu. Untuk saat ini, saya hanya berharap bahwa draft buku tersebut segera selesai akhir bulan ini sehingga bisa langsung di submit ke editor bulan Maret.
Mungkin ini saja sekelumit cuap-cuap (pembuka) saya setelah lama tidak ngeblog. Bener-bener kangen dengan dunia kreativitas menulis. Karena buku saya akan berkisah tentang jalan-jalan, maka tak ada salahnya kan kalau saya mau jalan-jalan juga. Berangkattt!!! ;=)
Bulan Mei sebentar lagi berakhir. Dan saya mulai bertanya-tanya tentang kegiatan saya dalam ber-ngeblog ria sampai saat ini. Beberapa hal yang sudah (pernah) saya dapatkan, termasuk di antaranya penghargaan, hadiah berupa bingkisan, pujian, dan kritikan sepertinya menguap tanpa arti. Memang, segala hal yang telah tergerus waktu seperti tanpa arti yang dapat menjentik untuk menerbitkan semangat baru.
Saya menyadari bahwa akhir-akhir ini, kehidupan dan kreativitas saya dalam menulis blog seperti stagnan alias jalan di tempat. Saya merasa postingan saya dalam satu bulan tidak mengalami peningkatan. Hal ini menunjukkan bahwa saya adalah blogger yang tidak produktif dalam menulis blog. Ingin rasanya hati ini untuk selalu setia menulis di blog sesibuk apapun dan sesempit apapun waktu yang saya punyai.
Untuk itu, bulan Juni nanti (berarti mulai besok) saya akan membuat sebuah tantangan untuk diri saya. Tantangan itu berupa kegiatan untuk menulis blog seproduktif atau sesering mungkin selama 30 hari nonstop. Artinya dalam satu bulan, setiap harinya saya harus membuat paling tidak satu tulisan. Dalam satu hari, boleh diisi beberapa tulisan. Jadi, jika dihitung secara kasar, maka di akhir program yang akan menjadi tantangan saya dalam 30 hari ke depan adalah saya akan mendapatkan paling tidak 30 tulisan.
Lalu, apa yang mendasari saya untuk membuat tantangan menulis di secara rutin selama 30 hari ini. Hal yang paling penting tentu saja adalah masalah produktivitas. Dan produktivitas ini tidak akan muncul jika tidak 'dipaksa'. Saya membuat tantangan ini supaya saya mempunyai suatu disiplin diri untuk tetap menulis walaupun saya sedang sibuk atau waktu yang saya miliki sangat sedikit. Maka dari itu, saya dituntut untuk pandai-pandai membagi waktu dan pikiran, mencari bahan tulisan yang sekiranya cocok untuk ditulis cepat dan informatif, dan mampu menyelesaikan tugas-tugas pokok saya di kantor sebagai seorang karyawan yang tentunya mempunyai seorang bos dan tugas-tugas yang harus dipertanggungjawabkan.
Tak ada alasan lain yang mendasari niat saya ini selain memberikan stimulus bagi diri pribadi untuk membentuk suatu sikap disiplin dalam menulis. Saya tidak mau memikirkan bahwa tulisan saya nantinya tidak akan dibaca oleh orang banyak. Yang terpenting, saya hanya ingin menulis dan menulis. Menumbuhkan sikap kreatif saya dan terus-menerus menggali ide-ide yang selama ini luput dari pengamatan saya.
Topik-topik yang akan saya tulis mungkin adalah topik-topik yang tidak terlalu berat. Bahkan mungkin hal-hal sederhana yang ada di sekitar kehidupan pribadi saya. Bisa jadi saya akan menulis banyak tentang cerita pengalaman dan pengamatan saya selama berangkat atau pulang kantor. Saya akan menuliskan pengalaman dan pengamatan saya tersebut yang sekiranya menjentik pemikiran (setidaknya menurut pemikiran saya).
Bisa jadi apa yang saya angkat dalam tulisan-tulisan saya selama 30 hari mendatang merupakan tulisan yang sangat membosankan dan tidak menarik untuk dibaca. Dan seperti saya katakan di awal niatan saya untuk memulai proyek ini, tantangan ini saya niatkan untuk menumbuhkan daya kreativitas dan kedisiplinan dalam menulis. Semoga apa yang menjadi niatan saya bisa menjadi modal dasar yang baik untuk membentuk suatu sikap hidup berkreativitas yang berdisiplin dan juga bisa diikuti oleh semua orang yang mempunyai niatan serupa. Karena saya yakin bahwa kreativitas itu bisa tumbuh dari ilham yang muncul tiba-tiba, bisa juga timbul karena suatu proses pembelajaran yang dilakukan secara terus-menerus dan berulang-ulang secara rutin.
Salam semangat. Semoga kreativitas senantiasa mendatangi orang-orang yang giat berlatif dan selalu mengeksplorasi kemampuan diri.
Blog seperti apa yang menurut Anda baik sehingga layak untuk menyandang predikat Blog Terbaik? Baru-baru ini saya melihat pengumuman tentang blog-blog terbaik dari kompetisi blog yang berpusat di Jerman. Sebelumnya, saya juga mengikuti lomba ini. Berangkat dari iseng-iseng, saya mencoba peruntungan dengan mengikuti lomba ini, berharap bisa jalan-jalan ke Jerman untuk memenuhi hasrat jalan-jalan. Namun, apa daya, berdasarkan keputusan dewan juri yang tidak dapat diganggu gugat itu (sebenarnya saya sangat tidak suka dengan poin aturan ini), blog saya tidak dapat masuk ke tahap yang lebih tinggi.
Memang, pengalaman saya dalam ngeblog mungkin masih bisa dikatakan amatir. Saya akui bahwa saya aktif menulis di blog baru sekitar setahun yang lalu. Jika dihitung dari jumlah postingan, tiap bulan sangat sedikit jumlah postingan yang bisa saya tampilkan di blog ini. Hal itu karena saya hanya menulis tentang segala sesuatu yang menarik minat saya saja. Dan juga, jika kesibukan pekerjaan memang menuntut saya untuk bekerja ekstra, otomatis kegiatan menulis blog sudah selayaknya digeser untuk diganti dengan tidur.
Berangkat dari kebiasaan blogwalking (istilah yang digunakan untuk menjelaskan aktivitas berkunjung dari satu blog ke blog yang lain), saya jadi mempunyai pandangan sendiri tentang apa itu konsep blog yang baik. Bagi saya, blog paling baik tetap saja blog saya ini (narsis dikit boleh kan hehehe). Blog yang baik adalah blog yang mempunyai keunikan tersendiri, tidak terlalu neko-neko tapi berisi, tidak terlalu mencolok tapi bisa menarik perhatian, tidak terlalu rumit dilihat, dan tidak terlalu rame ini itu. Maksudnya rame ini-itu adalah bentuk blog yang rame di design, ada banner bertabur bintang, gambar-gambar menyala, atau apapun yang disertakan di blog walaupun niat awalnya adalah untuk mempercantik atau membuat blog menarik, tapi jatuhnya malah membuat blog tersebut sangat membosankan untuk dikunjungi. Saya pernah tidak sengaja tersasar ke blog demikian. Dan anehnya juga blog tersebut menang di kompetisi blog yang diadakan oleh salah satu perusahaan rokok besar di Indonesia.
Kalau beberapa orang menganggap bahwa blog yang banyak komentarnya itu sangat menarik, saya justru menganggapnya biasa saja. Hal itu karena tujuan untuk menulis blog adalah untuk membagi informasi. Walaupun tulisan tersebut tak banyak komentarnya, namun jika isi tulisannya berbobot, saya akan lebih memilihnya sebagai blog yang baik. Contohnya adalah blog wartawan Metro TV dan wartawan Sindo ini. Kebetulan keduanya merupakan teman 'ketemu di facebook' saya. Namun, saya selalu menilai tulisan seseorang bukan dari sosoknya, tapi dari tulisan-tulisan yang dihasilkannya.
Blog yang unik dan menurut saya baik (khususnya di Indonesia) adalah blognya:
Raditya Dika karena blog ini memiliki konsep yang jelas akan blognya. Pertama adalah untuk menuangkan ide-ide dan kegiatan yang dilakukannya sehari-hari dengan dibumbui unsur komedi dan kekonyolan dari penulisnya. Selain itu juga digunakan untuk 'jualan' karya-karyanya yang sudah dicetak menjadi sebuah buku. Silakan intip dan Anda akan mendapati bahwa blognya justru tidak menginginkan adanya komentar.
Ndoro Kakung. Saya tidak tahu apakah Anda familier dengan nama ini. Yang jelas, beliau ini termasuk blogger yang sudah mendapat nama di kalangan para blogger di tanah air. Dan lihat saja bentuk desain blognya. Sangat sederhana. Dan itu yang membuat saya sangat appreciate dengan blog beliau, bahwa blog yang baik sebenarnya tidak ditentukan oleh seberapa rame atau unik tamplate dari blog, tapi tetap saja dari isi yang membuat blog itu dianggap menarik.
Dewi 'Dee' Lestari. Ini merupakan salah satu blog favorit saya. Entah mengapa saya menyukainya. Mungkin karena tatanan bahasanya menarik, isinya bagus, tertata rapi, dan kalimatnya rancak. Isu-isu yang menjadi topik tulisannya pun sangat khas dan 'in' dengan apa yang ada di masyarakat.
Hal itu merupakan salah sedikit contoh dari blog yang secara periodik saya kunjungi entah hanya untuk sekadar 'pelesiran' atau malah untuk brainstorming. Blog lain yang menurut saya menarik dan unik linknya sudah saya tautkan di bagian samping kiri blog ini. Beberapa dari blog tersebut saya mengenal dengan baik pemiliknya. Memang kriteria blog bagus yang saya pasang linknya di samping itu sangat subyektif (sesuai dengan kesukaan saya) tapi saya yakin cukup mewakili untuk kriteria blog bagus. Jika Anda mempunyai blog menarik, silakan saja tulis tautannya di kolom komentar. Jika ternyata memang unik dan 'lain' maka tidak segan-segan saya akan dengan senang hati menaruh linknya di blog saya ini.
Kembali ke topik blog terbaik versi pemenang kompetisi. Saya jadi sedikit banyak beranalisis mengenai pemenang blog terbaik versi pilihan juri. Jika jurinya itu orang Indonesia, maka banyaknya jumlah komentar akan menjadi salah satu pertimbangan. Ini katanya membuktikan bahwa blog tersebut populer. Saya kira pendapat ini tidak selalu tepat. Bahkan seperti saya katakan di atas, blog yang jarang komentarnya bukan tidak menarik, bahkan kadang isinya jauh lebih bermutu. Saya sempat agak mual ketika tidak sengaja kesasar di blog salah satu artis terkenal ibukota. Blognya sangat tidak bermutu, bahasanya kacau, dan bener-bener unrecomended blog to read pokoknya. Tapi, sekalinya dia memosting tulisan, komentar yang mengikutinya bisa ratusan. Benar-benar sampah buat mata saya.
Dan jika jurinya adalah orang luar (negeri) maka jumlah komentar dalam setiap postingan ini bukan pertimbangan. Tapi yang menjadi poin pentingnya adalah tetap isi postingan itu sendiri. Contohnya adalah blognya Ushahidi, blog terbaik tingkat dunia versi The BOBs Blog Award. Silakan tengok blognya maka Anda akan mendapati bahwa tulisan yang dipostingnya hanya akan mendapat respon sedikit saja. Tapi mengapa blog ini yang ditetapkan sebagai pemenang? Ya karena blog ini memenuhi kriteria sebagai blog terbaik seperti yang saya jelaskan di awal tulisan ini. Dan bandingkan dengan pemenang Blog Terbaik Indonesia versi The BOBs blog Award ini. Walaupun, sama-sama berdesign sederhana, namun tetap saja jumlah komentar menjadi poin utama dari kriteria penilaiannya. Bandingkan pula dengan blog terbaik dari sejumlah negara yang diakomodasi untuk mengikuti kompetisi ini di sini.
Itulah sekelumit pandangan saya tentang kriteria blog yang baik. Apapun bentuk designnya, apapun warna tampilannya, blog yang baik tetap saja blog yang sederhana dalam tampilan tapi nendang dalam isi. Blog-blog seperti ini saya kira yang akan tetap mendapat tempat bagi pelancong dunia maya. Dan di atas semuanya, blog yang baik adalah blog yang dimiliki oleh orang yang selalu semangat menulis dan berkreatif di blog. Jadi, jangan menyerah dan patah semangat jika mendapati bahwa blog Anda tidak lebih menarik daripada blog ini atau blog yang saya beri linknya di tulisan ini. Berlatihlah terus dan selalu percaya bahwa suatu saat, Anda akan menemukan titik 'aha' yang menunjukkan bahwa blog Anda merupakan blog yang layak disebut sebagai Blog Terbaik. Setidaknya dari Anda sendiri.
Buku agenda belum selesai ditutup. Kalender belum tuntas melewati hari terakhir. Terompet juga belum mulai ditiup. Namun, germerlap kembang api telah membuncah dalam diri saya saat pagi tadi mendapatkan ucapan selamat dari beberapa teman di blog, email, facebook, dan jejaring sosial lainnya. Hari ini saya mendapati blog ini terpilih sebagai penerima penghargaan Internet Sehat Blog Award 2009 periode minggu kelima Desember 2009 untuk kategori inspiring blog.
Sebenarnya saya agak kaget karena terus terang saya sedang fokus dengan pekerjaan kantor yang memang menumpuk di meja kerja akibat cuti minggu lalu. Saya iseng mengirimkan email ke panitia blog award saat istirahat siang karena hari Senin lalu diberitahu oleh rekan kerja saya bahwa blog temannya berhasil mendapat penghargaan dari Internet Sehat Blog Award 2009. Ternyata, keinginan untuk mencoba-coba itulah yang mengantarkan saya mendapatkan penghargaan ini.
Saya akrab dengan dunia blog sejak setahun yang lalu. Niat awalnya memang tidak untuk diikutkan kompetisi. Blog bagi saya lebih seperti teman berbagi. Sahabat yang asyik diajak ngobrol sambil minum kopi. Media yang nyaman untuk menuangkan gagasan dan tempat untuk berlama-lama menghadirkan diskusi. Sampai saat saya menulis catatan ini, pada dasarnya saya ingin menciptakan sebuah ruang dialog. Terutama dialog dengan diri pribadi. Sebuah komunikasi dua arah dalam satu tubuh melalui dunia maya. Sebuah perjalanan ke dalam diri untuk mendapatkan pengalaman berintrospeksi. Menemukan jati diri. Selain itu, saya tidak ingin segala sesuatu yang berkecamuk dalam pikiran saya hilang tanpa jejak, menguap tanpa bekas, dan terlupakan begitu saja. Di atas semuanya saya hanya ingin berbagi. Memberi sekelumit ide sederhana ini untuk meramaikan sesi diskusi.
Ada saat-saat dalam hidup di mana keinginan untuk membuktikan diri berlabuh dengan penghidupan potensi. Keinginan untuk menulis di blog muncul saat saya berencana belajar menulis sebuah buku. Blog hadir sebagai media untuk berlatih, di mana setiap orang bebas hadir dan pergi, meninggalkan komentar atau hanya mengintip sejenak. Saya tidak terlalu banyak berharap bahwa blog saya akan dibaca oleh banyak orang. Saya bukan artis atau seorang figur publik. Saya hanya ingin menulis dan menulis. Karena menulis membuat saya senang. Kepuasan batin ini terasa nyata saat sebuah tulisan selesai saya tulis dan saya puas dengan hasil akhirnya. Paling tidak menurut saya jika tulisan tersebut dimuat di media, tak banyak yang akan mengkritik dan tak banyak pula yang akan menganggapnya bagus. Sampai suatu ketika, salah satu penulis favorit saya, Dewi 'Dee' Lestari hadir di blog ini dan memberi sedikit komentar. Selain itu, beberapa teman dekat dan saudara saya juga turut andil dalam memberikan semangat dan apresiasi terhadap tulisan-tulisan saya. Dari situ saya yakin bahwa semangat ngeblog dalam diri saya tumbuh seiring dengan semakin banyaknya buku-buku yang saya lahap dan semakin seringnya saya nimbrung dalam beberapa acara diskusi buku.
Blog bagi saya akhirnya berkontemplasi sebagai media yang secara sadar dihadirkan untuk bahan diskusi, arena pembagian ide dan pemikiran, lahan pengungkapan pendapat, dan tentu saja, ajang untuk mengekspresikan diri. Beberapa penyesuaian akhirnya sedikit diterapkan. Bebarapa tulisan yang memang ditulis asal-asalan diseleksi untuk masuk blog jurnal. Tulisan-tulisan yang memang ada tujuannya dan berpotensi untuk diapresiasi hadir di blog ini. Saya sengaja untuk mempertahankan desain blog yang sederhana ini. Saya yakin bahwa blog yang bagus hadir bukan karena 'baju'nya yang semarak tapi karena isinya yang berpotensi menimbulkan impresi bagi siapa saja yang membacanya. Blog yang bagus berisi karya orisinal yang dapat dipertanggungjawabkan dari penulis blog atau pemuatan karya orang lain sesuai dengan kaidah dan etika tentang hak cipta. Blog yang bagus juga menyediakan tautan di mana seseorang yang tidak sengaja kesasar ke blog kita akhirnya bertemu dengan tongkat penunjuknya melalui link yang kita sajikan.
Soal isi bisa variatif. Blog ini sebenarnya tidak melulu membahas tentang isu-isu pemanasan global. Ada banyak hal lain yang menarik minat saya untuk menulis di blog. Pada dasarnya saya menyukai buku, film, musik, dan fotografi. Kisah-kisah dan mozaik kehidupan, nyanyian kemanusiaan, dan apresiasi terhadap kebermaknaan hidup hadir di blog ini baik berupa artikel, puisi, resensi buku, prosa, atau tulisan-tulisan lain yang tak ada pakemnya sehingga sulit sekali diberi nama. Saya memilih hal-hal tersebut karena memang hal tersebut saya rasa dekat dengan setiap orang, penting untuk ditulis, dan saya senang menuliskannya. Ada sedikit alasan yang terbersit untuk membagi segala sesuatu yang luput teramati oleh orang kebanyakan akibat terlalu sederhananya suatu persoalan sehingga mudah untuk dilupakan. Bukankah setiap kita mudah sekali untuk melupakan hal remeh-temeh? Mungkin, tulisan-tulisan di blog ini semacam remeh-temeh sederhana yang mengajak kembali ke ingatan semula.
Penghargaan sebagai inspiring blog dari Internet Sehat Blog Award 2009 merupakan semacam katalis bagi saya untuk lebih semangat lagi dalam menulis dan senantiasa memperbaiki kualitas dan keanekaragaman topik tulisan. Jujur, saya terkejut karena yang biasa berkunjung ke blog ini adalah teman-teman dekat saya, orang yang saya minta datang berkunjung, atau mereka-mereka yang secara tidak sengaja tersesat ke sini akibat arahan tuan Google. Hari ini saya perhatikan dari penanda mata-mata, blog saya diintip lebih dari 200 pengunjung dalam sehari, dikunjungi baik dari dalam negeri hingga luar negeri, dari Eropa hingga Australia, dari Afrika Selatan hingga Amerika, dari Nganjuk hingga London. Sungguh suatu kehormatan mendapatkan kesempatan bagi blog ini untuk sejenak melintas di hadapan pembaca sekalian.
Terima kasih kepada Tim Internet Sehat yang telah memilih blog ini sebagai pemenang Internet Sehat Blog Award 2009 periode minggu kelima Desember 2009. Sungguh sebuah kejutan akhir tahun yang tak diduga-duga sebelumnya. Terima kasih juga kepada teman-teman atas semua kunjungan, komentar, kritikan, saran, dan segala bentuk apresiasi atas tulisan-tulisan di blog ini baik melalui sms, email, facebook, twitter, dan lainnya. Suatu kehormatan dan penghargaan bagi diri saya untuk bisa berbagi dengan kalian semua. Mari kita hiasi dunia maya ini dengan coretan-coretan. Kita ramaikan semaraknya perayaan beride dan berpendapat. Kedepankan etika dan penuhi tanggung jawab moral atas setiap karya yang kita postingkan di blog. Karena ketika suara tak lagi didengar, usul tak lagi mendapatkan tempat, dan pendapat tak lagi diapresiasi di dunia nyata, blog hadir sebagai sebuah oase yang menggiringmu ke alam diam, sambil menyalak nyaring dalam dunia kata. Seperti hal yang selalu saya yakini bahwa kata-kata yang diramu dan disusun menjadi suatu padanan yang apik dapat menimbulkan sensasi permenungan dan meninggalkan impresi yang membekas di hati. Kata-kata berpotensi mengandung sihir yang lebih kuat untuk memprovokasi, mengandung energi untuk menggerakkan, dan membawamu bertamasya dalam diam. Menyelami setiap makna dan mengambil jejak yang tertinggal dalam sebuah keindahan bahasa. Keajaiban Kata.
Buku. Film. Foto. Musik. Beberapa yang menjadi kesukaan saya. Bukan hanya sekadar hobi, tapi lebih kepada kebutuhan. Membaca. Menulis. Yang pertama sudah tumbuh dan berkembang menjadi sebuah kebutuhan hidup layaknya makan, minum, dan buang air. Yang belakangan baru saja lahir dari sebagai ekses positif dari kebiasaan membaca yang diinjeksikan sejak kecil oleh orang tua. Berjalan perlahan-lahan tanpa ada yang mengetahui kecuali keluarga dan teman-teman dekat. Blog. Sebuah media yang saya kenal sejak tahun 2008, mampu memberikan sarana yang cukup menarik untuk menyimpan memori yang terlintas dalam otak--yang bahkan belum tergali secara maksimal--untuk sekadar menumpahkan segala uneg-uneg, pemikiran, atau sekadar keinginan yang tiba-tiba muncul untuk menulis.
Karena saya tahu bahwa energi kreatif saya selalu mengalami pasang naik dan turun, tidak setiap hari energi tersebut meletup-letup untuk segera menuntut sebuah pelampiasan dalam menuliskannya. Butuh sebuah pengendapan atau serentet alasan tidak jelas yang hampir selalu mewarnai setiap waktu di mana saya seharusnya duduk manis dan mulai menulis. Dan melalui blog inilah rasanya saya berusaha untuk menjaga kekonsistenan dalam jadwal menulis yang sudah saya buat.
Blog mungkin bagi sebagian orang menjadi semacam batu loncatan untuk memasuki karier berikutnya dalam dunia tulis-menulis yaitu menerbitkan buku. Tidak jarang penulis-penulis lahir dari orang-orang yang dahulunya adalah seorang blogger. Dan tak jarang pula, buku-buku lahir sebagai sebuah kompilasi dari isi yang dahalunya terserak di dalam blog. Walaupun hal-hal tersebut bukan merupakan sebuah aib atau semacam dosa besar, bagi saya kedudukan blog dan buku sama saja. Saya ingin menjadikan media blog maupun media buku sebagai suatu perjalanan karier menulis saya secara beriringan menjadi semacam paket produk karya yang saya buat.
Saya sering kali membaca blog-blog yang ada di internet, dari berbagai macam penyedia layanan blog. Kebanyakan dari blog-blog yang saya temukan tersebut merupakan blog yang berisi kata-kata tidak penting, catatan harian yang dibuat serampangan, atau blog-blog yang isinya dibuat dengan intensitas yang boleh dibilang 'sambil lalu'. Setelah membaca blog-blog tersebut saya jadi bertanya-tanya, mengapa mereka tidak sekalian menulis secara serius di blog yang mereka buat? Bukankah ketika nge-blog, mereka juga mengeluarkan energi, memakai waktu yang sebenarnya bisa mereka manfaatkan untuk hal-hal yang lebih berguna, tentu saja?
Berangkat dari hal-hal tersebut di atas, saya berusaha untuk membuat tulisan di blog saya semaksimal mungkin karena bagi saya mutu tetap nomor satu. Jadi dua buah media dengan isi yang tergarap maksimal, tak peduli kemasan yang penting isi yang tergarap dengan maksimal dan penuh intensitas dalam setiap pengerjaannya.
Blog. Blog. Dan Blog. Saya berharap dengan nge-blog tidak lantas menjadi go-blog
Sendirian di Uchisar Castle
-
.: Kastil Batu Karang Uchisar 🍁🍂 :.
Sewaktu berada di bukit belakang penginapan untuk menikmati panorama *Cappadocia
*dengan balon udara yang melayang...