<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1335694336556267037</id><updated>2012-02-14T18:35:59.503+07:00</updated><category term='Writership'/><category term='Go Green'/><category term='Puisi'/><category term='Personal Note'/><category term='Kuali Kenangan'/><category term='Award'/><category term='Studi di Belanda'/><category term='Kompetiblog'/><category term='Meditasi'/><category term='Artikel'/><category term='Introspeksi'/><category term='Film'/><category term='Lemari Buku'/><category term='Cerita-Cerita'/><category term='Prosa'/><category term='Proses Kreatif'/><category term='Writer&apos;s Hope'/><category term='Jejak Langkah'/><category term='Green Guide'/><category term='June Blogging Series'/><category term='Blogging'/><title type='text'>The Writer's Journal</title><subtitle type='html'>Buku. Film. Musik. Fotografi. Traveling. Passion. Ide. Ekspresi Diri. Karya.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://adieriyanto.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1335694336556267037/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adieriyanto.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1335694336556267037/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Adie Riyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06465449405250198684</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/-5PdaIiunQcU/TZByeps3XRI/AAAAAAAAAqw/meKszx5FhgE/s220/IMG_1819.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>109</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1335694336556267037.post-5950718244283487986</id><published>2012-01-26T17:35:00.007+07:00</published><updated>2012-01-26T18:45:00.832+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Personal Note'/><title type='text'>Spesial 25</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-QqW4OmITPEA/TyEs2MQzkvI/AAAAAAAAA9E/O4wYd5VHeOo/s1600/310720092577.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-QqW4OmITPEA/TyEs2MQzkvI/AAAAAAAAA9E/O4wYd5VHeOo/s400/310720092577.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5701887912744030962" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Belum bisa disebut pagi, tapi ayam sudah antri untuk berkokok. Tak saya sadari bahwa hari itu merupakan hari jadi bagi saya. Tak pernah selintas di pikiran saya untuk mengharapkan sebuah ucapan selamat ulang tahun, apalagi sampai mengharapkan kado dari seseorang. Memang, dalam keluarga saya, tak pernah ada acara ulang tahun. Apalagi sebuah pesta. Tak diperlukan semua hiruk pikuk hanya untuk berbahagia atas lenyapnya beberapa detik jatah waktu kita menghirup udara bumi. Tak ada artinya pula sebuah ucapan selamat yang terucap tepat di pukul 00.00 WIB. Tapi, saya hanya bisa diam membatin. Sesuatu yang menurut saya tidak penting, mungkin akan dianggap istimewa. Sekalipun itu biasa saja.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Malam itu, keheningan malam saya terusik dengan sebuah pesan singkat yang masuk ke dalam ponsel saya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;"&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;Adie, Selamat ulang tahun ke-25. Semoga panjang umur, sehat-sehat, dan rejeki lancar, tercapai yang dicita-citakan. Bapak ibuk hanya beri kado doa. Cium selamat dari jauh. Amin.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Ibu. Siapa lagi kupikir. Beliau selalu menjadi orang pertama yang memberikan ucapan selamat. Dan itu hampir selalu diucapkan tepat setelah jarum jam berdentang dua belas kali. Apakah tepat kalau dikatakan sebagai ucapan. Toh, jarak yang terbentang seakan menciptakan spasi di antara kita. Tapi saya yakin bahwa doanya sanggung menjembatani hati kita berdua. Bukti nyata bahwa apa yang saya anggap tinggak penting, bisa menjadi hal yang istimewa bagi orang lain. Sesuatu yang saya anggap sederhana, justru bisa jadi dianggap luar biasa oleh orang yang menyayangi kita. Kembali, saya kembali terdiam gugu. Tak sanggup merangkum semua anugerah Tuhan Yang Maha Baik dan Bijak, yang tak lelah-lelahnya untuk mengingatkan saya bahwa ada sejuta cinta yang menunggu untuk disambut di luar sana, ada asa yang harus dicita, dan banyak harapan dari orang-orang terdekat untuk segera diwujudkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Belum terbebas dari rasa kantuk, saya akhirnya berniat untuk berbagi kebahagiaan dalam tulisan untuk siapa saja yang berulang tahun di hari yang sama dengan hari jadi saya. Anggap saja sebagai kado virtual bagi siapa saja yang menganggap bahwa hari ulang tahun adalah hari istimewa yang patut dikenang dan diisi dengan selusin pesta. Saya hanya menulis sebuah postingan berjudul &lt;/span&gt;&lt;a style="font-family: georgia;" href="http://adieriyanto.blogspot.com/2009/12/selamat-ulang-tahun.html"&gt;Selamat Ulang Tahun&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;. Semoga yang berulang tahun selamat. Dunia dan akhirat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Kalau orang berdoa sambil menutup lilin tanda mulai dikirimnya doa seiring mengepulnya asap lilin, saya justru berdoa dalam keheningan tanpa cahaya. Saya pikir, cukuplah saya dan Tuhan saja yang tahu apa yang saya minta. Permintaan. Saya sebenarnya sungguh malu karena harus selalu meminta kepada Tuhan. Tapi, saya pikir, itulah makna bahwa Tuhan itu Maha Kaya. Sehingga, siapapun makhluk melata di dunia, tak perlu meminta ke mana-mana kepada selainNya. Dan saya pun pulas, terhanyut dalam alam mimpi, sampai pagi tiba.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Pagi yang akan mengawali hari yang 'luar biasa' .....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;..... tapi sebenarnya biasa saja. Sungguh, saya memang bukan manusia pesta. Saya tak pernah tahu kalau di kantor disambut dengan sebuah 'perayaan' kecil dan sejumlah ucapan sederhana dari beberapa teman dekat. Mungkin itu adalah perayaan ulang tahun yang pertama dalam sejarah hidup saya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Sebuah kue mungil dan setangkai mawar putih. Tak tahu maksudnya apa. Yang jelas, itu mungkin dianggap sebagai sebuah apresiasi untuk menghormati dan menghargai saya ... apa adanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-iz1qx1tE4dk/TyEyEjLh01I/AAAAAAAAA9Q/_vy_SPR3HqI/s1600/310720092574.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-iz1qx1tE4dk/TyEyEjLh01I/AAAAAAAAA9Q/_vy_SPR3HqI/s320/310720092574.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5701893656972219218" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-EaPtgHIyNqs/TyEyWDaqygI/AAAAAAAAA9c/QXKSf7WR9_k/s1600/310720092573.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-EaPtgHIyNqs/TyEyWDaqygI/AAAAAAAAA9c/QXKSf7WR9_k/s320/310720092573.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5701893957683431938" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Kembali saya termenung. Saya merasa keberadaan saya di sini memang 'ada'. Senang, bahagia, bercampur haru. Saya tak sanggup mengungkapkan perasaan berdebar yang pertama kali dalam hidup saya. Seakan baru saja menerima beasiswa sekolah di Belanda, sesuai harapan saya. Diberkahi secuil nikmat berupa perhatian dari orang-orang terdekat, meski dipisahkan jarak, membuat saya merasa malu. Malu belum dapat menjadi seperti apa yang mereka kira. Malu karena hingga kini jarang bisa bersua dalam waktu yang agak lama. Malu karena belum bisa membalas jasa dan kebaikan mereka semua. Tapi, di luar itu semua, saya hanya ingin mencintai mereka apa adanya secara sederhana, dengan cara yang menurut saya istimewa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Saya mungkin tak punya banyak harta karena memang bukan (anak) orang kaya. Tapi saya hanya berharap bisa terus maju bersama-sama dengan orang-orang tercinta. Melaju dalam hidup yang terasa baru setiap hari. Belajar memberi makna dalam setiap jeda. Dan, tak lupa melayangkan sejumput doa, melului momen hening yang penuh doa puja. Kamu semua yang di sana, saya hanya bisa berucap terima kasih, untuk semua kenangan istimewa yang pernah terjadi atau akan terjadi dalam episode hidup kita selanjutnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Terima kasih untuk doa dan 'pesta' sederhana dan mampu mengejutkan saya. Saya angkat topi untuk kalian semua.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Salam Cinta,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;~Adie~&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;*Postingan ini diikutsertakan dalam lomba posting di &lt;/span&gt;&lt;a style="font-family: georgia;" href="http://dblogger.blogdetik.com/"&gt;dBlogger&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/%E2%80%9Dhttp://dblogger.blogdetik.com/%E2%80%9D"&gt;&lt;img alt="Ekspresi" seru="" deblogger="" src="http://dblogger.blogdetik.com/files/2012/01/esdogger.jpg" /&gt; &lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1335694336556267037-5950718244283487986?l=adieriyanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adieriyanto.blogspot.com/feeds/5950718244283487986/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adieriyanto.blogspot.com/2012/01/spesial-25.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1335694336556267037/posts/default/5950718244283487986'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1335694336556267037/posts/default/5950718244283487986'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adieriyanto.blogspot.com/2012/01/spesial-25.html' title='Spesial 25'/><author><name>Adie Riyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06465449405250198684</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/-5PdaIiunQcU/TZByeps3XRI/AAAAAAAAAqw/meKszx5FhgE/s220/IMG_1819.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-QqW4OmITPEA/TyEs2MQzkvI/AAAAAAAAA9E/O4wYd5VHeOo/s72-c/310720092577.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1335694336556267037.post-3824087351061413636</id><published>2012-01-25T11:45:00.006+07:00</published><updated>2012-01-25T12:52:08.840+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Personal Note'/><title type='text'>Sekeranjang Tanya Untuk Dee</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-RgcVfSXKs-E/Tx-JaJQExbI/AAAAAAAAA84/Hq3J5jgAQvQ/s1600/IMG_5597.JPG"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-RgcVfSXKs-E/Tx-JaJQExbI/AAAAAAAAA84/Hq3J5jgAQvQ/s400/IMG_5597.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5701426735527282098" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="font-family: georgia;" href="http://www.mizan.com/"&gt;Untuk Blog Kontes Mizan.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dear&lt;/span&gt; Mbak Dee,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Dua kali kita bersua sepertinya selalu meninggalkan sejumlah pertanyaan. Ingin rasanya bertanya tentang proses kreatif dan membahas &lt;/span&gt;&lt;a style="font-family: georgia;" href="http://www.mizan.com/"&gt;novel&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;mu, tapi selalu saja, harus saya sadari sepenuhnya bahwa kita selalu dibatasi oleh ruang dan waktu. Saya tak mungkin mendominasi dan memborong semua jatah kesempatan bertanya saat ada acara &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;book signing&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;. Pun, membahas karyamu di linikala 140 karakter juga hanya menyisakan jawaban tanpa deskripsi yang memuaskan. Sepertinya, diperlukan bercangkir-cangkir kopi untuk membahas karyamu, lebih dari sekadar ngobrol biasa. Tapi, sekali lagi, saya harus sadar akan batasan ruang dan waktu, sekalipun disadari atau tidak, kita sebenarnya 'bertetangga'.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Mungkin lucu juga mengingatnya, perkenalan (pertama kali) dengan karyamu justru bukan di toko buku. Tapi di sebuah kompetisi Olimpiade Kimia Tingkat Provinsi di Malang, Jawa Timur. Sementara saya sibuk menghafal rumus-rumus kimia, mata saya sekilas menangkap seseorang sedang menenteng buku kecil biru bersampul 'aneh': Supernova, Ksatriya, Puteri, dan Bintang Jatuh. Sepertinya buku itu memang memberi kesan intelek bagi siapa saja yang membawanya, sama seperti kesan puitis yang ditimbulkan saat remaja Jakarta mulai membawa-bawa Aku-nya Sumandjaja, sesaat setelah film Ada Apa dengan Cinta &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;booming&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; di bioskop.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Semakin ke sini, seiring dengan terbitnya karyamu berikutnya, saya mulai tergerak untuk rajin menulis lagi. Kebiasaan menulis yang sempat mati suri karena sibuk sekolah dan kuliah, akhirnya 'menyala' kembali saat saya menemukan blog Dee Idea. Saya menemukan media baru untuk berekspresi. &lt;/span&gt;&lt;a style="font-family: georgia;" href="http://adieriyanto.blogspot.com/2009/09/perahu-kertas-bukan-kisah-cinta-biasa.html"&gt;Kunjunganmu&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; yang tak saya sangka-sangka sungguh membuat saya semakin tergerak untuk melahirkan karya juga. Meski berbeda jenis, beberapa tulisanmu juga menginspirasi saya untuk menulis &lt;/span&gt;&lt;a style="font-family: georgia;" href="http://kisahhantulaut.blogspot.com/"&gt;catatan perjalanan&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;. Semoga dalam waktu dekat juga bisa lahir dalam bentuk buku. Semoga saja.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Satu hal yang saya pelajari tentang proses kreatif menulis darimu, yaitu pentingnya belajar tata bahasa. Penggunaan tanda baca, diksi, kerunutan kalimat, dan penggunaan bahasa baku membuat karyamu jarang mendapat 'cela' dari saya. Belakangan saya juga sadar untuk tidak meninggalkan Kamus Besar Bahasa Indonesia, buku 'sakti' yang jarang dimiliki dan digunakan oleh penulis masa kini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Seperti yang saya katakan di atas, kita memang selalu dibatasi oleh ruang dan waktu. Sekelumit cerita saya ini, mungkin bisa Mbak Dewi jadikan acuan, bahwa di luar sana, banyak juga orang yang menunggu-nunggu karyamu berikutnya. Entah karena tak tahan untuk memuji atau 'mencaci'. Yang saya yakini, mereka itu sebenarnya hanya berniat untuk mengapresiasi. Jadi, mohon jangan terlalu lama untuk mengulur jeda dalam berkarya karena saya sadar bahwa bahasamu sederhana, namun mampu mengundang tanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Terima kasih untuk semuanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Salam,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Adie Riyanto&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Untuk: &lt;/span&gt;&lt;a style="font-family: georgia;" href="http://www.mizan.com/"&gt;Mizan.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1335694336556267037-3824087351061413636?l=adieriyanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adieriyanto.blogspot.com/feeds/3824087351061413636/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adieriyanto.blogspot.com/2012/01/sekeranjang-tanya-untuk-dee.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1335694336556267037/posts/default/3824087351061413636'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1335694336556267037/posts/default/3824087351061413636'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adieriyanto.blogspot.com/2012/01/sekeranjang-tanya-untuk-dee.html' title='Sekeranjang Tanya Untuk Dee'/><author><name>Adie Riyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06465449405250198684</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/-5PdaIiunQcU/TZByeps3XRI/AAAAAAAAAqw/meKszx5FhgE/s220/IMG_1819.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-RgcVfSXKs-E/Tx-JaJQExbI/AAAAAAAAA84/Hq3J5jgAQvQ/s72-c/IMG_5597.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1335694336556267037.post-5119556992676080140</id><published>2011-09-30T15:58:00.000+07:00</published><updated>2011-09-30T16:24:26.987+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Arisan dan Reuni</title><content type='html'>&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr align="left"&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr align="left"&gt;&lt;td style="text-align: left;"&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-aVSUOYmVgQA/ToQQDQqR2PI/AAAAAAAAA0A/lbhaPl72pdY/s1600/IMG_4114.JPG" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://3.bp.blogspot.com/-aVSUOYmVgQA/ToQQDQqR2PI/AAAAAAAAA0A/lbhaPl72pdY/s200/IMG_4114.JPG" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Salah satu film favorit saya ;-&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Film Arisan karya Nia diNata merupakan salah satu film Indonesia favorit saya. Film ini selain jalan ceritanya menarik juga membuka 'mata' saya akan gaya hidup dan cara bersosialisasi yang 'lain' di semesta bernama Jakarta. Saat masih tinggal di daerah, arisan yang saya kenal adalah arisan-arisan yang biasa diikuti oleh ibu saya. Memang sih, walaupun jenisnya juga macam-macam tapi tak semewah arisan yang populer di kalangan orang kaya ibukota tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Yang saya tahu sih ada arisan panci, arisan Pon, arisan PKK, arisan Dharma Wanita, dan arisan motor. Dinamakan arisan panci karena pesertanya berharap untuk mendapatkan barang-barang keperluan rumah tangga seperti panci, rantang, wajan, dan lain-lain dari arisan tersebut. Arisan Pon dilakukan mengikuti kesepakatan hari bayarnya bersamaan dengan hari pasaran. Arisan PKK dikenal karena ibu saya eksis menggalang keterampilan ibu-ibu di kelurahan. Ibu saya (terpaksa) ikut arisan Dharma Wanita karena beliau seorang guru (baca: pegawai negeri). Kalau arisan motor saya tahu dari para tetangga yang (tiba-tiba) kaya dan (mendadak) punya motor gara-gara ikut arisan, padahal tidak punya sawah.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Tak pernah sebelumnya saya mengenal jenis arisan seperti arisan cantik, arisan kolektor jam, arisan pecinta kucing, arisan kolektor tas, arisan tujuh belas, arisan dua empat, arisan tiga empat, dan arisan perhiasan 'bling-bling'. Belakangan saya baru tahu ada juga yang namanya arisan 'cowok'. Gak usah dibahas ah. Tak seperti di desa yang pesertanya cuek bebek soal penampilan, arisan di ibukota terbilang 'wah di mana pesertanya punya kostum khusus sesuai dengan tema yang ditetapkan.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Intinya, arisan merupakan media ibu-ibu untuk bersosialisasi dan sejenak melupakan kesibukan rumah tangga. Eh, begitu saya di Jakarta, baru tahu kalau arisan ternyata juga diikuti oleh bapak-bapak. Kalau bukan karena terkait kerjaan, sebenarnya saya males ikut arisan. Selain ajang untuk bersosialisasi, arisan digunakan untuk bertukar informasi, berbagi pengalaman, dan tak lupa, pamer sesuatu. Ini yang bikin males.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Saya jadi ingat dengan acara reuni-reuni yang saya ikuti di Jakarta. Walaupun gak ada arisannya, suasananya mirip sekali dengan suasana arisan. Kumpul-kumpul, makan-makan, foto sana-sini, gosipin ini-itu, dan pamer ini-itu. Kadang males juga mau ikutan. Paling malesnya justru bukan pada bagian bertemu dengan teman lama atau klien-klien baru. Tapi lebih pada capeknya menuju dan pulang dari lokasi diadakannya reuni. Selain itu, saya juga males kalau ada pesertanya yang suka pamer kekayaan baik itu hasil dari uang panas maupun dikumpulkan dari 'uang dingin'.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-lTE0TNHxnV4/ToWIRZYKGlI/AAAAAAAAA0E/T72-5leferk/s1600/DSC03281.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://3.bp.blogspot.com/-lTE0TNHxnV4/ToWIRZYKGlI/AAAAAAAAA0E/T72-5leferk/s320/DSC03281.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Kadang saya jadi kepikiran untuk mengadakan arisan &lt;i&gt;turis &lt;/i&gt;saat reuni atau ngumpul dengan teman di mana pesertanya adalah orang-orang yang suka jalan-jalan dan kalau narik, uangnya harus digunakan untuk jalan-jalan ke suatu tempat. Pulangnya, peserta tersebut harus membuat laporan atau menulis catatan perjalanannya sebagai oleh-oleh dan bekal untuk berbagi informasi di acara arisan atau reuni berikutnya. Biar ngobrolnya gak melulu pamer kekayaaan, tapi pamer foto (narsis) dan segepok pengalaman berharga selama jalan-jalan.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Jadi, modelnya seperta nabung dulu, terus begitu narik langsung bisa dipakai untuk modal jalan-jalan. Sebenarnya arisan model begini sudah diterapkan oleh pengelola-pengelola 'arisan' untuk memberangkatkan peserta umroh dan naik haji. Pesertanya kan sebenarnya diharuskan untuk melakukan perjalanan jauh dengan biaya yang tidak murah. Makanya pakai arisan dulu untuk ngumpulin duitnya. Bisa dicontoh tuh untuk para &lt;i&gt;backpacker&lt;/i&gt;, yang mau jalan baik ala gembel atau dengan gaya juragan.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Yang menyenangkan dari acara arisan plus reuni adalah ngumpul-ngumpulnya. Makan bareng, cerita-cerita lucu, ngomongin orang yang dianggap nyebelin, tukar informasi tentang banyak hal seperti siapa sekarang gandengan si Anu, tempat makan yang enak dan murah, &lt;i&gt;sale&lt;/i&gt; barang-barang lucu, dan pertanyaan menyebalkan tentang kapan mau menikah. Di acara arisan atau reuni biasanya juga ada yang jualan barang-barang dan makanan. Mereka bawa sampel barang untuk ditunjukkan ke peserta lain dengan embel-embel 'harga promosi' khusus teman. &lt;i&gt;Eng ing eng&lt;/i&gt;.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Biasanya saya sih menyempatkan diri untuk datang di acara-acara tersebut. Tidak dipungkiri, saya memang butuh bersosialisasi. Kalau pesertanya saya rasa &lt;i&gt;happening&lt;/i&gt; dan punya &lt;i&gt;pace&lt;/i&gt; yang sama dengan saya, &lt;i&gt;wih&lt;/i&gt; pantang untuk dilewatkan. Tapi, akhir-akhir ini saya agak selektif menerima undangan bersosialisasi walaupun dengan embel-embel arisan, reuni, kumpul-kumpul, temu kangen, atau apalah itu. Apalagi kalau yang ngundang adalah teman lama yang udah jarang ketemu, klien lama yang tiba-tiba pengen kerjasama lagi, atau sahabat yang mendadak menggebu-gebu kangen pengen ketemu.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Memang sih, awalnya acaranya ngobrol-ngobrol tentang pengalaman dan 'kangen-kangenan'. Ngajak makan dan memuji keberhasilan pencapaian. Mendengarkan dengan sabar obrolan kita yang paling tidak penting sekalipun. Tapi setelah agak bosan ngobrol, mulailah inti dari undangan tersebut terkuak: nawarin MLM. Ih males. ;-P&amp;nbsp; &amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1335694336556267037-5119556992676080140?l=adieriyanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adieriyanto.blogspot.com/feeds/5119556992676080140/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adieriyanto.blogspot.com/2011/09/arisan-dan-reuni.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1335694336556267037/posts/default/5119556992676080140'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1335694336556267037/posts/default/5119556992676080140'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adieriyanto.blogspot.com/2011/09/arisan-dan-reuni.html' title='Arisan dan Reuni'/><author><name>Adie Riyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06465449405250198684</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/-5PdaIiunQcU/TZByeps3XRI/AAAAAAAAAqw/meKszx5FhgE/s220/IMG_1819.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-aVSUOYmVgQA/ToQQDQqR2PI/AAAAAAAAA0A/lbhaPl72pdY/s72-c/IMG_4114.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1335694336556267037.post-1519552206104079654</id><published>2011-06-09T17:16:00.000+07:00</published><updated>2011-06-09T17:16:52.008+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Women Travel Writers</title><content type='html'>&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-KvwUvVZVVv0/TdXLtoGcTYI/AAAAAAAAAwA/h4I5pmKl67w/s1600/IMG_2376.JPG"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://1.bp.blogspot.com/-KvwUvVZVVv0/TdXLtoGcTYI/AAAAAAAAAwA/h4I5pmKl67w/s1600/IMG_2376.JPG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Travel books from female traveler&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Memperingati Hari Kartini seperti hari ini sepertinya sudah terlalu klise jika membahas mengenai emansipasi perempuan ditinjau dari kisah bagaimana seorang Kartini memperjuangkan hak-hak kaum hawa. Pun juga sudah sangat biasa jika saya membahas mengenai bagaimana di setiap tempat Hari Kartini diperingati sebagai hari berkebaya yang menurut saya justru dipertanyakan mengapa Kartini selalu diidentikkan dengan kebaya. Sepertinya, menjadi 'perempuan' Indonesia yang modern dan berpikiran maju seolah terdistorsi dengan keharusan untuk selalu berpenampilan ala Kartini di masa lalu.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Karena senang dengan dunia kreatif tulis-menulis, mau tak mau saya selalu 'terusik' dengan fenomena munculnya penulis-penulis perempuan dalam ranah sastra Indonesia pada dasawarsa terakhir. Dalam karya-karya mereka terdapat semacam pendobrakan terhadap kelaziman yang terjadi dalam masyarakat. Kelaziman ini bisa berarti memang 'benar' adanya, atau juga suatu hal itu memang 'salah' namun didiamkan dalam jangka waktu yang lama sehingga dianggap menjadi benar. Hal-hal yang dulunya dianggap tabu dan 'putih' mulai juga dipertanyakan eksistensinya melalui pertanyaan-pertanyaan filosofis yang tak jarang menuntut para pembaca untuk juga ikut andil mempertanyakan fenomena kehidupan tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Di lain pihak, dunia perbukuan di Indonesia saat ini juga diwarnai dengan semaraknya penerbitan buku-buku traveling. Jalan-jalan atau tamasya sepertinya sudah mulai menjadi sebuah gaya hidup bagi sebagaian orang di dunia, termasuk juga di Indonesia. Ketika saya bertandang ke toko buku dan berada di rak buku-buku traveling, saya juga mendapati fenomena bahwa kebanyakan dari buku-buku traveling tersebut ditulis oleh perempuan. Apakah ini juga membuktikan bahwa jumlah traveler perempuan lebih banyak daripada traveler laki-laki?&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Saya pikir tidak juga. Pernah dalam suatu kesempatan, saat saya mengikuti &lt;i&gt;workshop&lt;/i&gt; penulisan kisah perjalanan, ada seorang panelis perempuan yang berkata bahwa 'mengapa banyak sekali traveler perempuan daripada traveler laki-laki adalah hanya karena perempuan lebih 'tidak punya tanggungan' daripada laki-laki. Idealnya kalau laki-laki (yang kelak menjadi suami atau kepala rumah tangga) lebih punya tanggung jawab untuk menghidupi perempuan (yang menjadi istrinya). Sehingga laki-laki (sepertinya) harus punya persiapan yang lebih baik, persediaan tabungan yang lebih banyak, dan kemampuan 'menanggung' yang lebih baik daripada seorang perempuan. Seorang laki-laki punya 'beban' yang sedikit lebih berat jika dibanding perempuan, sehingga urusan traveling atau liburan menjadi urusan ke sekian dan bukan menjadi prioritas atau gaya hidup.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Sebenarnya pandangan ini saya juga kurang setuju. Jumlah traveler laki-laki banyak juga. Cuma, menurut saya, jumlah laki-laki (traveler) yang rajin menulis kisah perjalanannya itu yang jumlahnya (mungkin) lebih sedikit daripada traveler perempuan sehingga kesannya banyak sekali traveler perempuan atau malah acara jalan-jalan didominasi oleh kaum hawa. Tengok saja rak buku-buku travel yang ada di toko-toko buku. Hampir 80% didominasi oleh penulis (traveler) perempuan. Sepertinya, mereka lebih telaten untuk menghitung, mempersiapkan dengan matang, dan menceritakan detail-detail suatu kejadian atau peristiwa yang dialami selama traveling. Mereka menulis dengan rinci tentang akomodasi, baik tiket bus, pesawat, kereta api, hotel hostel, tarif karcis masuk museum, yang jelas sangat jarang bagi seorang laki-laki untuk mengurusinya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt;Melihat fenomena tersebut saya juga iri sekaligus bangga. Bahwa banyak sekali penulis-penulis itu begitu kreatifnya merekam jejak petualangan mereka dalam kisah yang menghibur dan bahkan menginspirasi. Saya juga jadi ngiri karena beberapa dari mereka juga produktif sekali dalam berkarya, memiliki kemampuan analisis bercerita di atas rata-rata, dan berani mengambil resiko dengan menjelajah negeri 'antah-berantah' sendirian. Rasa-rasanya, saya lebih melihat rekam jejak Kartini dari orang-orang yang merasa nyaman dan OK untuk menikmati dan mensyukuri hakikat keperempuanannya sehingga tidak perlu harus menunjukkan identitas dengan atribut-atribut seperti kebaya, memasak, dan 'urusan perempuan' yang lain yang justru menunjukkan kepalsuan yang fana.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1335694336556267037-1519552206104079654?l=adieriyanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adieriyanto.blogspot.com/feeds/1519552206104079654/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adieriyanto.blogspot.com/2011/06/women-travel-writers.html#comment-form' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1335694336556267037/posts/default/1519552206104079654'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1335694336556267037/posts/default/1519552206104079654'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adieriyanto.blogspot.com/2011/06/women-travel-writers.html' title='Women Travel Writers'/><author><name>Adie Riyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06465449405250198684</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/-5PdaIiunQcU/TZByeps3XRI/AAAAAAAAAqw/meKszx5FhgE/s220/IMG_1819.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-KvwUvVZVVv0/TdXLtoGcTYI/AAAAAAAAAwA/h4I5pmKl67w/s72-c/IMG_2376.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1335694336556267037.post-3850154190247193415</id><published>2011-04-15T17:57:00.008+07:00</published><updated>2011-05-19T19:27:52.990+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Studi di Belanda'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kompetiblog'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Agama, Keterbukaan, dan Ketenangan Hidup</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/--l4OmCWxo6k/TdR59Ufi15I/AAAAAAAAAvg/e0Abs4u_g7g/s1600/IMG_0059.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/--l4OmCWxo6k/TdR59Ufi15I/AAAAAAAAAvg/e0Abs4u_g7g/s400/IMG_0059.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5608241530363107218" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Saat berada di gerbong kereta Bima di Stasiun Gambir, Jakarta, mata saya tak beralih melihat kemegahan Gereja Immanuel yang berdiri gagah di seberang stasiun. Pun, ketika berada di Semarang, saya juga terpesona dengan Gereja Blenduk yang terdapat di Kompleks Kota Tua Semarang. Pikiran saya melayang ke deskripsi dari Pramoedya Ananta Toer melalui tetralogi Pulau Buru-nya yang mendunia. Saya membayangkan, seperti apa jemaat gereja itu, dulu. Sereligius itukah bangsa Belanda?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Kalau dilihat dari sejarah, selama berabad-abad sebenarnya kepercayaan yang dianut bangsa Eropa adalah pra-Kristen. Islam juga jadi bagian dari peradaban Eropa dari abad 8 sampai dengan 15. Sementara agama Kristen baru masuk Eropa pada abad 12, saat kekaisaran Turki Ottoman mengalami kehancuran. Hal itu diimbangi dengan adanya penjagaan perlindungan bangunan gereja sebagai bagian dari warisan budaya dan penghancuran masjid karena tak satupun yang dijadikan situs warisan budaya. Terbukti, dengan banyaknya bangunan berarsitektur Eropa yang bernafaskan nuansa Kristen yang kental. Namun demikian, bagaimanakah Belanda dewasa ini?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" style="font-family: georgia;" href="http://4.bp.blogspot.com/-LJZ31ebo_FQ/TdR5q2dmCqI/AAAAAAAAAvY/nLhKKgkHSqc/s1600/27092008054.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-LJZ31ebo_FQ/TdR5q2dmCqI/AAAAAAAAAvY/nLhKKgkHSqc/s320/27092008054.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5608241213064219298" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Kebanyakan warga Belanda ternyata adalah atheis, kedua terbanyak adalah Kristen, selanjutnya Islam, dan Budha. Betapa uniknya keanekaragaman tersebut. Dan betapa tenangnya menjalani kehidupan pribadi sebagai individu baik dalam kaitannya sebagai makhluk pribadi maupun sebagai makhluk Tuhan (atau bahkan tak berTuhan). Hal itu karena pemerintah Belanda menjunjung tinggi kebebasan hak asasi warganya dalam menjalani kehidupan sesuai dengan keadaan 'ideal' yang ingin dirasakan oleh setiap individu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Masyarakat pun terbuka menerima segala perbedaan yang ada dan menganggapnya sebagai sesuatu yang lumrah adanya. Pun hal itu ditunjukkannya dengan mengakui keberadaan orang-orang yang dianggap 'berbeda' di negara lain. Tak heran Belanda dianggap sebagai sebuah surga bagi orang yang mempunyai pikiran terbuka dan konsep hidup yang ekstrimnya 'radikal' di negara lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Kelompok masyarakat yang mempunyai orientasi seksual berbeda (&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: georgia;"&gt;lesbian, gay, biseksual, dan transgender&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;) bisa hidup nyaman berdampingan dengan mereka yang 'normal'. Bahkan Belanda dianggap 'berkhianat' bagi 'negara beragama' karena melegalkan perkawinan sejenis. Kalau saya pikir, adanya &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: georgia;"&gt;Sex Museum, Homomonument, Red Light District&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;, pelegalan konsumsi ganja di &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: georgia;"&gt;coffee shop&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;, gerakan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: georgia;"&gt;Dolle Mina&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt; yang menuntut pil KB sebagai salah satu paket asuransi kesehatan adalah bukti dari pewadahan ekspresi kebutuhan  warga masyarakat yang disediakan dan dilindungi pemerintah. Sekularisasi masyarakat tersebut timbul dari pemikiran bahwa setiap individu bertanggung jawab terhadap individu itu sendiri, menghargai perbedaan orang lain tanpa suatu penghakiman (bahkan pemaksaan) atas keyakinan tentang konsep hidup yang diyakini paling benar dan nyaman untuk dijalani individu masing-masing.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Pendidikan yang merata juga mendorong pemikiran terbuka tentang konsep pornografi, bahwa tidak semua yang berhubungan dengan ketelanjangan dan seksualitas itu porno. Dalam suatu kesempatan Riri Riza, sutradara kenamaan Indonesia pernah berkata kalau dirinya senang ikut festival film di luar negeri (terutama Rotterdam International Film Festival) karena di situlah karya filmnya utuh tanpa sensor tak beralasan, apalagi bermuatan politis.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Keterbukaan Belanda menawarkan liberalisasi kehidupan yang bertanggung jawab inilah justru yang unik. Di mana, agama di tempatkan sebagai sebuah pilihan dan individu diberi kebebasan memeluk (atau tidak memeluk) serta melindungi secara penuh pilihan tersebut. Mingkin, jenis kehidupan seperti inilah yang dapat menciptakan ketenangan hidup di setiap hati warganya sehingga selalu optimis menjalani kehidupan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;NB: artikel ini diikutkan dalam Kompetiblog Studi di Belanda 2011 yang diadakan oleh Neso Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1335694336556267037-3850154190247193415?l=adieriyanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adieriyanto.blogspot.com/feeds/3850154190247193415/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adieriyanto.blogspot.com/2011/04/agama-keterbukaan-dan-ketenangan-hidup.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1335694336556267037/posts/default/3850154190247193415'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1335694336556267037/posts/default/3850154190247193415'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adieriyanto.blogspot.com/2011/04/agama-keterbukaan-dan-ketenangan-hidup.html' title='Agama, Keterbukaan, dan Ketenangan Hidup'/><author><name>Adie Riyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06465449405250198684</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/-5PdaIiunQcU/TZByeps3XRI/AAAAAAAAAqw/meKszx5FhgE/s220/IMG_1819.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/--l4OmCWxo6k/TdR59Ufi15I/AAAAAAAAAvg/e0Abs4u_g7g/s72-c/IMG_0059.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1335694336556267037.post-1727673908993492239</id><published>2011-03-11T16:44:00.007+07:00</published><updated>2011-05-19T18:56:10.065+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Studi di Belanda'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kompetiblog'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Merasakan Kenyamanan Belanda dari Batavia</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-yjTmbx3hxuc/TdR0md2w63I/AAAAAAAAAvI/9YbzkwnReVE/s1600/090520091958.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-yjTmbx3hxuc/TdR0md2w63I/AAAAAAAAAvI/9YbzkwnReVE/s200/090520091958.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5608235640181287794" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Membaca beberapa berita tentang hasil survey lembaga internasional bahwa Belanda (selalu) masuk dalam sepuluh besar sebagai negara paling nyaman untuk ditinggali membuat saya bertanya benarkah demikian adanya? Karena belum pernah menginjakkan kaki di negara tanah rendah tersebut, saya mencoba mengidentifikasikannya melalui jejak Belanda yang ditinggalkan di Batavia (nama Jakarta tempo dulu).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Tak dapat dipungkiri, penjelajahan samudera yang mengantarkan pada berdirinya misi gereja di berbagai belahan dunia, pada akhirnya mendorong Belanda untuk melakukan kolonialisasi sehingga memberi modal besar untuk membangun dan memajukan bangsanya. Belajar dari keadaan negerinya, Belanda selalu berusaha menciptakan 'kenyamanan' di tempat yang akan ditinggali. Konon, Batavia merupakan 'kelinci percobaan' untuk model pembangunan kota New York.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="font-family: georgia;" href="http://3.bp.blogspot.com/-CNA-rvM7Do0/TdRw8mDefKI/AAAAAAAAAu4/EuoP1G67pgk/s1600/090520091988.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-CNA-rvM7Do0/TdRw8mDefKI/AAAAAAAAAu4/EuoP1G67pgk/s200/090520091988.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5608231622292700322" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Kalau kita lihat, secara umum konsepnya hampir sama. Pusat pemerintahan yang terletak di Kota Tua Jakarta mengingatkan saya pada Dam Square di mana terdapat lapangan luas yang dikelilingi oleh gedung-gedung sebagai pusat pemerintahan yang memudahkan dalam pengorganisasian segala hal. Bangunan-bangunannya pun berarsitektur dengan nuansa Eropa yang bisa dikenali bergaya Art Deco, Art Nouveau, dan Gothic yang kental dengan agama Kristen Eropa. Konon, gaya arsitektur dan ornamen dari gedung-gedung tersebut dipengaruhi oleh isi dari Al-Kitab. Hal ini menunjukkan bahwa agama dapat mendorong terwujudnya suatu peradaban pada semua kegiatan yang bersifat 'dunia' dilakukan untuk mencapai kedamaian hidup dengan bersinergi pada bagian ritual keagamaan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Batavia sebagai kota yang bertanah rendah juga kerap diterjang banjir. Tinggal di kota yang keadaannya hampir sama dengan negerinya, membuat Belanda berpikir untuk menanggulangi permasalahan tersebut dengan mengelola sistem tata air melalui pengaturan debit air dan mengalirkannya melalui resapan serta kanal-kanal yang terintegrasi dengan volume debit air dari daerah hulu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="font-family: georgia;" href="http://3.bp.blogspot.com/-QzkB6rKLLwE/TdRwrPIwu8I/AAAAAAAAAuw/C-jEN9HcpYM/s1600/IMG_0978.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-QzkB6rKLLwE/TdRwrPIwu8I/AAAAAAAAAuw/C-jEN9HcpYM/s320/IMG_0978.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5608231324083076034" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Saya jadi ingat &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: georgia;"&gt;quote&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt; yang mengatakan bahwa &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: georgia;"&gt;necessity is the mother of invention&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;. Belanda yang serba 'kekurangan' mendorongnya untuk berpikir keras menciptakan 'dunia' yang nyaman bagi dirinya. Proyek besarnya membangun dam raksasa disertai storm barrier (pelindung badai) di seantero Belanda yang dinamakan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: georgia;"&gt;Delta Works&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt; dan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: georgia;"&gt;Zuiderzee Works&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt; membuatnya terhindar dari ancaman banjir melalui suatu sistem yang menjaga keseimbangan antara badai yang menerpa dengan ketinggian air laut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="font-family: georgia;" href="http://2.bp.blogspot.com/-bX1h5349nnM/TdRv1rqtECI/AAAAAAAAAuo/oKn1n9-PB0c/s1600/Delta-Works-150.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 150px; height: 100px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-bX1h5349nnM/TdRv1rqtECI/AAAAAAAAAuo/oKn1n9-PB0c/s200/Delta-Works-150.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5608230404028698658" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Tentu, untuk menciptakan inovasi dan 'keajaiban' tersebut diperlukan usaha keras yang berkesinambungan. Pemerintah Belanda melalui universitas-universitasnya membiayai riset dan program pengembangan ilmu pengetahuan selain untuk mencari solusi atas kebutuhan negerinya, juga menjawab tantangan untuk membuat negerinya bertahan dari perkembangan zaman. Pemerataan dan kemudahan akses pendidikan mendorong terciptannya masyarakat yang terdidik dan terpelajar sehingga bisa kritis dan teratur demi mendukung program pemerintah dalam mewujudkan konsep kesejahteraan hidup yang merata.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="font-family: georgia;" href="http://4.bp.blogspot.com/-M-4aPG16zTo/TdRu-F_RjVI/AAAAAAAAAug/GKZvgFUiFiM/s1600/IMG_0863.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-M-4aPG16zTo/TdRu-F_RjVI/AAAAAAAAAug/GKZvgFUiFiM/s200/IMG_0863.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5608229449021623634" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Selain itu, saat berada di Rumah Sakit Cikini, Jakarta Pusat, saya juga merasakan 'kesenyapan' suatu bangunan rumah sakit yang ternyata masih mengadopsi sebuah pelayanan kesehatan dari zaman Belanda dengan sistem pengasuhan, artinya menerima pasien dari semua kalangan masyarakat dengan sistem subsidi silang. Di Belanda sendiri, berdasarkan informasi yang saya peroleh dari teman yang sedang studi di sana, pelayanan kesehatan pun sudah dikonsep terbuka untuk semua kalangan dari berbagai macam latar belakang termasuk penghilangan diskriminasi dalam hal keyakinan yang dianut pasien.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Melihat  kenyataan tersebut, 'kenyamanan hidup' di Belanda itu memang sengaja diciptakan, bukan hanya karena sebuah keinginan, tapi lebih kepada memaksimalkan anugerah HIDUP dari Tuhan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;NB: artikel ini diikutkan dalam Kompetiblog Studi di Belanda 2011 yang diadakan oleh Neso Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1335694336556267037-1727673908993492239?l=adieriyanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adieriyanto.blogspot.com/feeds/1727673908993492239/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adieriyanto.blogspot.com/2011/03/merasakan-kenyamanan-belanda-dari.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1335694336556267037/posts/default/1727673908993492239'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1335694336556267037/posts/default/1727673908993492239'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adieriyanto.blogspot.com/2011/03/merasakan-kenyamanan-belanda-dari.html' title='Merasakan Kenyamanan Belanda dari Batavia'/><author><name>Adie Riyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06465449405250198684</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/-5PdaIiunQcU/TZByeps3XRI/AAAAAAAAAqw/meKszx5FhgE/s220/IMG_1819.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-yjTmbx3hxuc/TdR0md2w63I/AAAAAAAAAvI/9YbzkwnReVE/s72-c/090520091958.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1335694336556267037.post-9119164298653949618</id><published>2011-02-23T11:18:00.004+07:00</published><updated>2011-05-18T18:43:18.316+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jejak Langkah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Personal Note'/><title type='text'>Bertamu di Rumah Allah</title><content type='html'>&lt;table class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-vUZVasXxrC4/TaZtOcyIkPI/AAAAAAAAAts/mbs1OG4CMNM/s1600/IMG_7723.jpg" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img src="http://4.bp.blogspot.com/-vUZVasXxrC4/TaZtOcyIkPI/AAAAAAAAAts/mbs1OG4CMNM/s200/IMG_7723.jpg" width="200" border="0" height="133" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;MASJID BAYUR, MANINJAU &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Setiap kali berkunjung ke suatu daerah, saya hampir selalu menyempatkan diri untuk sholat di masjid yang terkenal di daerah tersebut. Bukannya apa-apa, tapi bagi saya, masjid yang paling 'utama' di suatu tempat, dalam asumsi saya merupakan masjid yang paling beragam pengunjungnya. Banyak orang yang bukan penduduk setempat melakukan ibadah di tempat yang sama. Dan bagi saya pribadi, pemandangan orang (asing) yang lalu lalang, terlihat heterogen, dan tak saling mengenal satu sama lain, namun terhubungkan dengan satu kodifikasi bahasa dalam ritual pemujaan kepada Sang Khalik merupakan bentuk keindahan hakiki yang menunjukkan bahwa persamaan kedudukan manusia di hadapan Tuhannya merupakan sesuatu yang mutlak dan tak terbantahkan. Hanya tingkat ketakwaannya saja yang menjadi pembeda antara satu dengan yang lainnya.Ketika melihat suatu jamaah sholat sedang khusuk menegakkan tiang agama, saya kadang berpikir, seandainya hidup yang kita jalani mendasarkan diri pada filosofi sholat, maka betapa harmonisnya jenis kehidupan yang tercipta di muka bumi. Perasaan takjub sekaligus prihatin kerap saya rasakan saat berkunjung ke masjid-masjid tersebut. Ada satu perasaan yang hadir namun sulit terbahasakan dengan sempurna saat melihat jamaah, datang dalam berbagai warna kehidupan, berbeda latar belakang, menggunakan atribut pakaian yang bermacam-macam, duduk dan bersujud dalam satu bahasa yang sama, serta mengamini doa sang imam. Namun, rasa miris juga teralami saat tahu, paska kekhusukan yang baru saja dilakukan dalam sederet doa dan permohonan yang dilantunkan harus berbayar hilangnya sepasang sandal atau tertukarnya barang di tempat penitipan. Saya kadang ikut prihatin jika melihat mereka-mereka yang baru saja kehilangan dan harus rela pulang tanpa alas kaki. Lebih miris lagi, saat saya bertandang ke Provinsi Sumatera Barat, saya melihat banyak sekali masjid didirikan hingga saya tak pernah merasa kesulitan untuk mencari masjid. Namun, di sisi yang lain, masjid-masjid tersebut sepi 'pengunjung'. Pertanyaannya, untuk apa didirikan banyak masjid, dengan kapasitas yang tidak tanggung-tanggung mampu menampung ratusan bahkan ribuan jamaah namun secara rutin hanya 'dihuni' oleh beberapa orang, termasuk takmir masjidnya? Apakah ini sebuah bentuk kemubaziran? Atau hal ini merupakan ekses dari banyaknya materi yang tak tersalurkan dengan efektif. Entahlah, saya hanya berusaha mereka-reka saja kemungkinan yang ada.&lt;/span&gt;&lt;table class="tr-caption-container" style="float: right; margin-left: 1em; text-align: right; font-family: georgia;" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-CnS_nIWv5Fc/TaZwaprlITI/AAAAAAAAAtw/q-rd4Jis_sQ/s1600/IMG_0021.JPG" style="clear: right; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/-CnS_nIWv5Fc/TaZwaprlITI/AAAAAAAAAtw/q-rd4Jis_sQ/s200/IMG_0021.JPG" width="200" border="0" height="150" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;MASJID AGUNG  JAWA TENGAH &lt;table class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;       &lt;/table&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Umumnya, masjid yang saya kunjungi merupakan bangunan yang terintegrasikan dengan gedung untuk hajatan. Orang dapat menyewa tempat tersebut untuk beberapa saat sehingga tahapan acara seperti pernikahan dapat dilaksanakan dengan menghemat waktu dan biaya. Akad nikah bisa dilakukan di dalam bangunan masjid sementara untuk resepsi diadakan di gedung yang letaknya bersebelahan dengan masjid tersebut. Beberapa kali saya menghadiri pernikahan teman yang letaknya di masjid model seperti itu. Tapi, dibalik efektifitas tersebut tentu saja menunggu sebuah harga yang variatif, tergantung dari model dan tingkat kemewahan dari gedung dan pesta yang diadakan. Untuk mesjid dengan 'aula' yang kapasitasnya terbatas tentu berbeda dengan gedung yang dengan daya tampung seperti lapangan sepak bola. Dan pemilihan mesjid dengan kapasitas daya tampung aulanya di satu sisi juga menunjukkan 'kelas' dari orang-orang yang sedangan mempunyai hajat. Saya pernah merasakannya saat berkunjung dan datang di acara nikahan teman kantor yang diadakan di Masjid Agung Jawa Tengah, Semarang. Dan saya juga menanti-nanti acara nikahan kakak saya Bulan Juni nanti yang rencananya akan diadakan di aula Masjid Agung Jawa Timur, Surabaya.Lain masjid lain pula ceritanya. Saat waktu sholat sudah hampir habis, sementara kita masih di jalan, masjid 'seadanya' yang jadi pilihan. Dan karena saya sedang tugas di daerah Jakarta Pusat, saya langsung meminta supir mengarahkan mobil ke Mesjid Cut Mutia. Sebenarnya saya sudah lama tahu keberadaan masjid ini dan sudah lama ingin sholat di dalamnya. Tapi, saat lewat masjid ini, saya sudah sholat dan waktu sholat berikutnya masih lama, sementara saya harus segera berada di tempat lain untuk urusan pekerjaan.Alhasil, keinginan itu belum pernah tersampaikan sampai saat saya merasa 'kebelet' sholat.&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center; font-family: georgia;"&gt;&lt;table class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;" align="center" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-EdwY3UJkc-w/TbZzqBq3jKI/AAAAAAAAAt8/dcCopXp8YSA/s1600/IMG_0874.JPG" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/-EdwY3UJkc-w/TbZzqBq3jKI/AAAAAAAAAt8/dcCopXp8YSA/s320/IMG_0874.JPG" width="320" border="0" height="240" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;MASJID CUT MEUTIA, JAKARTA&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Sebenarnya tak ada yang istimewa dari masjid ini selain merupakan masjid dengan arsitektur &lt;/span&gt;&lt;i style="font-family: georgia;"&gt;art deco&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt; gaya Belanda dengan jendela dan pintu yang tinggi-tinggi. Ada kesan mewah berbalut klasik sekaligus 'angkuh' karena merupakan warisan kolonial. Namun di sisi yang sama, masjid ini kelihatan terlalu kecil jika dilihat dari letaknya yang berada di kawasan elitis Menteng. Kadang, pantas juga masjid ini tidak terlalu besar (tidak ada penambahan kapasitas daya tampung) karena mungkin (sekali lagi saya katakan mungkin) orang sini jarang yang sholat jamaah di masjid ini. Yang saya lihat justru kebanyakan sopir taksi banyak sekali yang menggunakannya sebagai tempat melepas lelah dan beberapa pengunjung malah terlihat tidur dengan pulasnya. kalau tidak percaya, datanglah ke masjid ini sekitar pukul dua siang. Lantainya akan penuh dengan orang tidur dengan nyenyaknya. Pertanyaannya, apakah di masjid ini tidak ada larangan untuk tidur di dalam masjid?&lt;/span&gt;&lt;table class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center; width: 432px; height: 383px; font-family: georgia;" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-MqCyfwfMQjA/TceKQZyOrnI/AAAAAAAAAuE/YU4Nh43Dst8/s1600/Copy+of+IMG_1489.JPG" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/-MqCyfwfMQjA/TceKQZyOrnI/AAAAAAAAAuE/YU4Nh43Dst8/s400/Copy+of+IMG_1489.JPG" width="400" border="0" height="343" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:x-small;"&gt;MASJID RAYA MEDAN&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Masjid yang ingin sekali saya datangi sejak SD adalah Masjid Raya Medan. Saya ingin mengunjunginya hanya karena masjid tersebut merupakan gambar sampul dari buku-buku Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam yang saya miliki waktu SD dulu. Rasa-rasanya masjid tersebut kelihatan megah sekali sampai saya ingin merasakan untuk sholat di dalamnya.Memang sih, kalau kita lihat dari luar masjid ini tampah megah dan indah. Tapi coba datang ke sini pas hari Jumat. Entah karena cuek atau kasihan, banyak sekali kesemrawutan yang terlihat di halamannya. Pertama, tentu banyaknya pengemis ini sungguh membuat miris dan prihatin. Setiap saya ke mesjid di suatu daerah untuk sholat Jumat, biasanya pengemis-pengemis itu duduk berderet di sisi luar (kanan kiri) pintu masuk, bukan di halaman masjid. Tapi di sini justru duduknya di pelataran masjid. Jadi, pemandangannya seperti orang lagi jualan sesuatu gitu padahal yang didasarkan adalah kantong-kantong untuk tempat sedekah. Yang kedua, adanya preman penitipan sandal yang mengganggu ketenangan ibadah. Di tempat saya tinggal, sandal atau sepatu di letakkan di sebarang tempat aman-aman saja artinya kecil kemungkinannya untuk dicuri. Tapi kalau di sini, lebih baik Anda membayar uang Rp. 1000,00 rupiah kepada preman atau anak-anak kecil penjaga sandal itu daripada pulang dengan kaki telanjang. Yang ketiga soal kamar mandi dan tempat wudhu. Untuk ukuran sebuah Masjid Raya, masjid ini memiliki toilet dan tempat wudhu yang menyusahkan bagi pengunjung, baik karena keadaannya yang memprihatinkan maupun letak bangunannya yang tidak terintegrasi dengan bangunan masjid. Saya jadi berpikir, betapa tidak nyamannya kalau tiba-tiba saja ada jamaah yang batal wudhunya karena kentut.Satu lagi masjid yang ingin saya datangi sejak kecil. Masjid itu adalah masjid Istiqlal di Jakarta. Masjid ini ingin saya kunjungi karena saya nonton acara video klip adzan magrib di televisi. Rasanya teduh sekali bisa sujud di dalam masjid ini.&lt;/span&gt;&lt;table class="tr-caption-container" style="float: right; margin-left: 1em; text-align: right; font-family: georgia;" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-NIq_ntM-AI0/TbZx5D_eokI/AAAAAAAAAt4/Za5MykwbahU/s1600/IMG_1139.JPG" style="clear: right; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/-NIq_ntM-AI0/TbZx5D_eokI/AAAAAAAAAt4/Za5MykwbahU/s200/IMG_1139.JPG" width="200" border="0" height="150" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;MASJID ISTIQLAL, JAKARTA&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Dan benar saja, masuk ke masjid ini pertama kali untuk sholat dhuhur, seperti merasakan oase di tengah padang gurung. Rasanya sejuk setelah ditimpa panasnya kota Jakarta.Masjid Istiqlal itu unik, saya tak melihat ada AC di dindingnya, tapi arsitektur bangunannya mengondisikan tempat tersebut memang didesain untuk menciptakan kenyamanan bagi pengunjungnya untuk beribadah tanpa memikirkan betapa panasnya keadaan di luarnya. Tapi, yang membuat tercengang adalah bangunan ini bersebelahan dengan gereja Katolik terbesar di Indonesia. Ini menunjukkan kalau toleransi beragama benar-benar dijunjung tinggi. Kepentingan ibadah kepada Sang Khalik merupakan kepantingan individu yang sesuai dengan keyakinan yang dianut. Tidak boleh ada intervensi, tekanan, atau pemaksaan dari siapapun juga.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Sebenarnya, banyak sekali masjid yang sudah saya kunjungi namun tidak saya sebutkan di sini. Beberapa di antaranya karena 'tak sengaja' saya datangi saat batas akhir waktu sholat segera tiba. Tapi saya juga punya sedikit harap, kalau punya umur panjang dan diberi kesempatan, saya ingin sekali mengunjungi Masjid Agung Surabaya, Masjid Raya Banda Aceh, Masjidil Haram, Masjidil Aqsha, masjid-masjid di Turki, dan masjid-masjid yang lain. Sepertinya berada di masjid tak ubahnya seperti mencecap surga kecil yang damai. Mungkin, sesederhana itulah kenikmatan surga bagi saya, saat berada di suatu tempat dalam wujud penghambaan kepada Sang Khalik tanpa diliputi perasaan was-was atau ketergesaan. Tapi sebuah perasaan tenang yang menenteramkan hati, membawa ketenangan jiwa.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1335694336556267037-9119164298653949618?l=adieriyanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adieriyanto.blogspot.com/feeds/9119164298653949618/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adieriyanto.blogspot.com/2011/02/bertamu-di-rumah-allah.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1335694336556267037/posts/default/9119164298653949618'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1335694336556267037/posts/default/9119164298653949618'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adieriyanto.blogspot.com/2011/02/bertamu-di-rumah-allah.html' title='Bertamu di Rumah Allah'/><author><name>Adie Riyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06465449405250198684</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/-5PdaIiunQcU/TZByeps3XRI/AAAAAAAAAqw/meKszx5FhgE/s220/IMG_1819.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-vUZVasXxrC4/TaZtOcyIkPI/AAAAAAAAAts/mbs1OG4CMNM/s72-c/IMG_7723.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1335694336556267037.post-937213807534405888</id><published>2011-02-07T10:44:00.004+07:00</published><updated>2011-02-08T16:50:19.228+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Blogging'/><title type='text'>This Blog is Still Alive</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;I'm so sorry for not updating this blog for so long&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;Bukannya saya malas atau apa, tapi untuk saat ini saya sedang disibukkan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;oleh beberapa hal kecil yang mengasyikkan dan lumayan menyibukkan. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pertama&lt;/span&gt;, mimpi saya untuk menerbitkan buku sedang mendapatkan angin segar. Saat ini saya sedang mencicil untuk menyelesaikan proyek tersebut. Bukan sesuatu hal besar. Cuma menulis tentang catatan perjalanan saya keliling Indonesia. Kata teman-teman saya sih, mereka ingin sekali mengetahui cerita-cerita yang saya alami selama jalan-jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang mengira saya sombong karena jarang bersosialisasi. Beberapa teman lama juga pada nanyain ke mana saya. Tapi, bukankah sudah ada jejaring sosial yang membuat kita tetap &lt;span style="font-style: italic;"&gt;keep in touch&lt;/span&gt;? Karena jarak dan keterbatasan waktu, untuk teman-teman yang jauh, saya hanya bisa berhubungan dengan telfon atau melalui&lt;span style="font-style: italic;"&gt; facebook&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;tweeter&lt;/span&gt; saja. Kadang saya juga harus memberi tahu bahwa pada suatu saat, ada kalanya bagi kita untuk menikmati &lt;span style="font-style: italic;"&gt;me time&lt;/span&gt;. Hal ini bukan berarti saya anti sosial atau lupa pada teman lama, tapi lebih kepada menciptakan hal baru agar tidak melulu pada hal-hal yang biasa. Ada kalanya juga kita perlu 'usaha' untuk membuat keinginan kita tercapai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi jangan khawatir, saya juga akan memposting beberapa tulisan saya di blog ini. Saya sudah kangen sekali untuk segera menulis secara periodik di sini. Kangen dengan interaksi di kolom komentar atau mendapatkan perasaan senang kala tulisan saya dikunjungi oleh orang-orang yang saya kagumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kedua&lt;/span&gt;, karena sibuk dengan acara kondangan, maka akhir pekan lebih banyak saya habiskan di jalan. Tapi, saya ngaku, sembari kondangan yang hanya beberapa jam itu, biasanya saya melipir ke tempat lain yang ada di dekat situ untuk jalan-jalan. Maksudnya sih ya sekalian menghemat biaya. Kan sayang sudah jauh-jauh naik bus atau angkutan umum buat kondangan, eh begitu acara selesai langsung pulang, padahal liburan masih sehari lagi. Bener kan?&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TVCRg4asfjI/AAAAAAAAAow/Mmos5qo4g0E/s1600/air%2Bterjun.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TVCRg4asfjI/AAAAAAAAAow/Mmos5qo4g0E/s400/air%2Bterjun.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5571112733143498290" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Tapi kadang saya juga meniatkan untuk pergi ke suatu tempat. Bukan apa-apa, kan bosan juga tiap akhir pekan cuma makan tidur saja di rumah. Liburan itu bagus untuk kesehatan. Tapi bisa jadi gak bagus buat kantong. Intinya ya, kalau mau jalan-jalan ya musti mau nabung. Kan mau enak, ya harus mau 'susah' dulu. Itulah yang saya alami sampai saat ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Banyak yang mengira saya orang yang tajir melintir sehingga (katanya) sering 'ngabur' tiap akhir pekan. Padahal kan tidak setiap sabtu minggu saya jalan-jalan. Ada kalanya saya hanya tidur gak jelas seharian. Ada juga kalanya hari libur saya habiskan di mal untuk nonton dan makan. Saya rela nabung untuk beberapa bulan demi ikut trip yang (saya pikir) akan menghabiskan sejumlah uang. Bagaimanapun juga, saya selalu memilih tarif termurah untuk menuju suatu tempat. Bukannya tidak kuat bayar, tapi lebih kepada mengalokasikan uang untuk sesuatu yang 'benar'. Masak kita harus bayar mahal sebuah kamar hotel kalau hanya untuk tidur beberapa jam. Bahkan pernah waktu trip di Bali, saya hanya tidur dua jam saja. Sisanya ya saya habiskan untuk keliling pulau.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Mengenai cerita-cerita tentang jalan-jalan memang tidak semuanya akan saya posting di sini. Kata si produser, biar ada &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: georgia;"&gt;surprice&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt; untuk pembaca buku. Saya sih asyik-asyik saja. Cuma masalah saya adalah sedikit suka jadi pemalas. Kadang waktu seharian hanya saya habiskan untuk tidur padahal seharusnya saya bisa mendapatkan 5-6 lembar tulisan untuk memenuhi 150 halaman yang ditargetkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Selain itu, saya juga agak sering merasa sakit kepala. Kayaknya sih karena keseringan di depan komputer atau keseringan ngetik di laptop. Tapi setelah saya pijit-pijit sendiri, saya sadar bahwa saya bukan robot yang punya tenaga ekstra secara stagnan. Saya juga perlu istirahat agar kegiatan utama saya tidak terganggu. Untuk saat ini, saya hanya berharap bahwa draft buku tersebut segera selesai akhir bulan ini sehingga bisa langsung di &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: georgia;"&gt;submit&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt; ke editor bulan Maret.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TVCOIVGkAlI/AAAAAAAAAoo/o8eAqQ4X8FU/s1600/Presentation1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TVCOIVGkAlI/AAAAAAAAAoo/o8eAqQ4X8FU/s400/Presentation1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5571109012812071506" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Mungkin ini saja sekelumit cuap-cuap (pembuka) saya setelah lama tidak ngeblog. Bener-bener kangen dengan dunia kreativitas menulis. Karena buku saya akan berkisah tentang jalan-jalan, maka tak ada salahnya kan kalau saya mau jalan-jalan juga. Berangkattt!!! ;=)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1335694336556267037-937213807534405888?l=adieriyanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adieriyanto.blogspot.com/feeds/937213807534405888/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adieriyanto.blogspot.com/2011/02/this-blog-is-still-alive.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1335694336556267037/posts/default/937213807534405888'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1335694336556267037/posts/default/937213807534405888'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adieriyanto.blogspot.com/2011/02/this-blog-is-still-alive.html' title='This Blog is Still Alive'/><author><name>Adie Riyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06465449405250198684</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/-5PdaIiunQcU/TZByeps3XRI/AAAAAAAAAqw/meKszx5FhgE/s220/IMG_1819.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TVCRg4asfjI/AAAAAAAAAow/Mmos5qo4g0E/s72-c/air%2Bterjun.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1335694336556267037.post-4442895620394168248</id><published>2010-06-25T08:04:00.022+07:00</published><updated>2010-12-09T07:15:45.240+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jejak Langkah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Writership'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='June Blogging Series'/><title type='text'>Episode #30: Meet and Greet with Trinity (The Naked Traveler)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TPxId4cCNjI/AAAAAAAAAnY/uRi69Ou5-lo/s1600/240620103862.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TPxId4cCNjI/AAAAAAAAAnY/uRi69Ou5-lo/s400/240620103862.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5547388519216985650" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Jalan-jalan. Apa enaknya sih?&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; Tadinya saya memang sudah suka jalan-jalan. Tapi acara jalan-jalan saya masih sebatas jalan-jalan biasa. Maksudnya tidak dengan gaya &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;backpacking&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;, tidak seperti seorang&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt; traveller&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;, dan jauh sekali dikategorikan sebagai sebuah acara petualangan. Paling banter jalan-jalannya masuk dalam kategori rekreasi yang lazimnya dilakukan oleh siswa SMP atau anak kuliah yang mengadakan acara karyawisata. Begitu masuk dalam &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;kejam&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;nya dunia Jakarta, tahulah saya beberapa orang yang suka jalan-jalan dalam arti yang lebih menarik, lebih ada tantangannya, dan lebih punya seni.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Dan saya sudah beberapa kali jalan-jalan ala itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Seninya jalan-jalan bukannya dalam bentuk bisa menikmati pemandangan indah, menginap di hotel mewah, atau naik transportasi kelas eksekutif. Yang dimaksud seninya jalan-jalan di sini adalah pengalaman-pengalaman yang tidak bisa didapat kalau kita ikut paket &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;tour&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;. Jadi, jalan-jalan yang dilakukan di sini adalah jalan-jalan independen yang musti kita siap-siapin semuanya sendiri. Mulai dari reservasi tiket, penginapan, dan lain-lain. Kejadian yang dialami pun juga macam-macam. Kadang kejebak macet, pesawat yang &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;delay&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;, dapat hotel dengan harga yang miring, makan di tempat yang murah meriah tapi enak, kenal dan bercengkarama dengan orang yang sama sekali asing sebelumnya, atau mengalami pengalaman pahit seperti ketemu hantu, dicopet, dan lain-lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Selain karena &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;sharing&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; pengalaman dengan teman-teman sesama penyuka jalan-jalan, saya membaca buku &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;The Naked Traveller&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; karya &lt;/span&gt;&lt;a style="font-family: georgia;" href="http://naked-traveler.com/"&gt;Trinity&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;. Dari buku ini, banyak sekali ide atau keinginan untuk mengunjungi tempat-tempat yang pernah dikunjungi oleh Trinity dengan gaya jalan-jalannya yang unik dan 'lucu' saat diceritakan. Eh, setalah 3 bulan saya beli bukunya, tiba-tiba ada pengumuman dia akan datang dalam acara &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;sharing&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; jalan-jalan di Teras Kota, BSD, Serpong, Tangerang Selatan. Wah daerah jajahan itu. Asik asik asik. Akhirnya pada Kamis sore tanggal 24 Juni 2010 saya meniatkan untuk datang di acara tersebut. Selain pengen tahu pengalamannya langsung tentang jalan-jalan, tanda tangan di bukunya, saya juga pengen minta foto buat nyirik-nyirikin teman-teman yang kenal dengan Trinity juga.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Sore menjelang, kerjaan kantor selesai. Pas banget buat capcus ke tkp. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;But, too bad. It was rainy outside&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;. Akhirnya ditunda dulu. Sholat magrib dan 'dandan' dikit karena memang gak sempet mandi. &lt;/span&gt;&lt;a style="font-family: georgia;" href="http://1.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TPxDQlvw_CI/AAAAAAAAAnA/9LMEB2FQFCM/s1600/240620103858.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TPxDQlvw_CI/AAAAAAAAAnA/9LMEB2FQFCM/s200/240620103858.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5547382793303030818" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; (kayaknya gak ada yang tahu soal ini). Setelah hujan reda, akhirnya sampai juga. Seperti biasa Teras Kota sudah ramai dengan pengunjung. Tapi, setelah saya perhatikan, ternyata kebanyakan adalah anak-anak ABG usia SMU. Yah, pantesan, ini kan ada acara Terakustik, acara musik anak-anak BSD di Teras Kota. Ditambah pula ada nobar Piala Dunia. Wah asik banget jadinya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Setelah itu, daripada bete sendiri, saya memutuskan untuk ikut dalam euforia acara anak-anak ABG ini. Yah, berasa tuir sih, secara yang ada di sini (kebanyakan setelah saya perhatikan) anaknya menye-menye gitu dan heboh kalau ketemu ama temen-temen se-gengnya. Lah, padahal tadi kan baru ketemu di sekolah. Capek deh banget kan nglihatnya. Dengan pasang muke gaul saya ikutan menghambur di kerumunan sambil sesekali cekrak-cekrek kalau ada 'objek' bagus. Dan kalau musiknya lagi asik dan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;break dance&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;nya asik, badan seperti gerak-gerak sendiri buat ikutan nge-&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;dance&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;. Musiknya &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;happening&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; sekali untuk acara-acara kayak gini. &lt;/span&gt;&lt;a style="font-family: georgia;" href="http://4.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TPxCVUwc6eI/AAAAAAAAAm4/PJqyCasNUnM/s1600/240620103860.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TPxCVUwc6eI/AAAAAAAAAm4/PJqyCasNUnM/s200/240620103860.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5547381775130225122" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Berasa seperti ada di dalam diskotik. Begitu kira-kira ada 4 peserta yang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;perform dance&lt;/span&gt; mereka, acara diselingi dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;talkshow&lt;/span&gt;. Inilah sebenarnya yang saya tunggu-tunggu. Ternyata Trinity tidak sendirian. Ada beberapa orang &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;backpacker&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; yang juga ikut &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;sharing&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: georgia;"&gt;dalam acara ini&lt;/span&gt;. &lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Tapi maaf, saya lupa namanya. Terlalu sibuk dan terpesona dengan anak-anak muda yang meskipun dingin dan berhujan gini, masih juga gaya pakai&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;tanktop&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; dan celana pendek&lt;/span&gt;. Saya saja pakai pakaian lengkap plus jaket &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;jeans&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;. Acara berlangsung lancar, setelah acara-acara &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;dance&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; yang kata orang-orang 'acara gak jelas' (tapi saya suka kok), acara &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;talkshow&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; mungkin agak lebih '&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;down&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;' secara &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;sharing&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;nya adalah kegiatan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;backpacker&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;. Bagi anak-anak kota ini, menurut saya ini, jarang banget yang punya keinginan kuat untuk jalan-jalan dengan cara itu. Kebanyakan lebih suka jalan-jalan rame seperti rekreasi atau tamasya keluarga yang &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;fun&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; dan gak mau capek. Sebenarnya kalau boleh mengulang waktu, saya ingin memulai acara &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;backpacker&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;an ketika masih muda (usia sekolah &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;at least&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; SMU) karena lebih banyak waktu luang dan belum banyak masalah yang perlu dipikirkan. Yang diperlukan saat &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;backpacker&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;an sebenarnya hanyalah niat dan kemauan untuk langsung jalan saja tanpa banyak pemikiran ini itu. Soalnya kalau banyak sekali pertimbangannya, saya yakin kegiatan tersebut justru tidak akan terlaksana. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Dan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;surpraise&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; dari acara ini, begitu giliran Trinity akan diajak ngobrol, hujan tiba-tiba datang dengan derasnya. Perabot panggung dan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;sound system&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; dipindah ke dalam ruangan. Panelis diungsikan ke tempat yang lebih nyaman. Dan penonton yang budiman disuruh mencari tempat berteduh sendiri-sendiri. Ya elah. Tadinya saya udah jiper aja kalau sampai gak dapet foto dan tanda tangan Trinity, secara saya sudah bela-belain datang, bisa terlambat nonton bola, yang mana kalau nyampai rumah sebelum jam 9 malem, alamat tv bakal &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;on line&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; dengan sinetron. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;Oh no&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;. Hujan masih bergulir deras. Para penonton masih asik gosip sana gosip sini. Dan saya semakin terasa jadi orang aneh di antara alien-alien ABG ini. Saya perhatikan, Trinity sedang bercengkerama dengan sepasang suami istri Tionghoa sambil tak henti-hentinya ngebul. Hahaha. Menjelang acara piala dunia mulai, belum ada tanda-tanda hujan reda dan acara akan di mulai. Panitia sepertinya sibuk untuk meng&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;arrange&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; ulang acara untuk dipindahkan ke dalam ruangan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Saya yang mulai bete, akhirnya mulai mencari-cari cara supaya dapat tanda tangan dan foto-foto agar pulang tidak dengan tangan hampa. Saya mencari-cari panitia yang kelihatan paling sibuk, itu saya anggap sebagai koordinator acara atau ketua panitia. Kebetean saya mulai bertambah saat Trinity diungsikan ke dalam Hotel Santika. Yah bisa batal foto-foto dong. Akhirnya, saya samperin satu orang yang belakangan saya tahu namanya &lt;/span&gt;&lt;a style="font-family: georgia;" href="http://allaboutedwin.blogspot.com/"&gt;Edwin&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;. Saya minta diantarkan ke dalam untuk minta tanda tangan. Dengan muka &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;welcome&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; si Ebing (panggilan si Edwin) mengajak saya masuk ke Hotel Santika yang ternyata menuju ke ruang rapat di &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;basement&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; (bukan di kamar hotel, yailah). Dan di situlah sodara-sodara saya ketemu dengan yang namanya Trinity &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;Traveller&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; itu. Horay.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Pertanyaan standar pun di sampaikan. Dari mana tahu acara ini, bagian buku mana yang paling menarik, dan blablabla. Karena saya sendirian di sini (semuanya panitia soalnya) jadi agak sedikit gugup jawabnya, padahal sih karena kedinginan dan belum makan dari siang. Kalau saya perhatikan Trinity memang -maaf- gendut, udah jelas dong. Saya jadi teringat dengan tokoh kartun favorit saya, Baby Huey. Tapi, memang saya akui pintar. Kelihatan dari bahasanya. Dan satu hal, mandiri. Biasanya orang-orang seperti ini menyukai tantangan dan jarang disepelekan oleh orang lain, bicaranya ceplas-ceplos, dan gaul. Saya juga merasa nyaman berada di antara orang-orang ini karena (sepertinya) tidak menye-menye, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;well in education&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;, dan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;easy going&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;. Setelah acara tanda tangan di kedua buku &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;The Naked Traveller&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; dan foto-foto (saya belum punya buku Duo Hippo Dinamis, saya gak suka komik), semua orang keluar dari ruangan sempit ini menuju Teras Kota. Sedianya acara akan dilanjutkan di dalam ruangan, tapi karena acara piala dunia juga sudah mulai, maka panitia memutuskan mengganti acara serupa di kemudian hari.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TPxHtY5UjLI/AAAAAAAAAnQ/rd4BTqvqJkg/s1600/240620103861.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TPxHtY5UjLI/AAAAAAAAAnQ/rd4BTqvqJkg/s400/240620103861.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5547387686116166834" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Saya dan Trinity&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div  style="text-align: left;font-family:georgia;"&gt;Bagi saya acara ini gak sia-sia. Saya sudah dapet foto bareng, tanda tangan, dan sedikit &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sharing&lt;/span&gt; tentang pengalaman ber&lt;span style="font-style: italic;"&gt;backpacker&lt;/span&gt;an. Karena acara piala dunia sudah mulai, saya langsung melesat ke &lt;span style="font-style: italic;"&gt;hall&lt;/span&gt; utama Teras Kota, mencari tempat paling nyaman buat nonton, dan ikut dalam euforia piala dunia. Wah bakal seru ni, secara yang maen Slovakia vs Italia. Asik asik asik. Walaupun begitu, setelah Slovakia menang 3-2 atas Italia, saya pulang dengan hati riang. Gak papa deh Italia kalah, yang penting udah ketemu Trinity (lho?).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa tahu suatu saat bisa nonton bola langsung di daratan Eropa dan foto-foto sama pemain-pemain bola dengan tahu caranya jalan-jalan asik. Siapa tahu kan? hehehe ;=)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center; font-family: georgia;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TPxG9blUAHI/AAAAAAAAAnI/71zXEkcwBZ4/s1600/240620103863.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TPxG9blUAHI/AAAAAAAAAnI/71zXEkcwBZ4/s320/240620103863.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5547386862203830386" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Suasana nonton bareng Piala Dunia 2010 di Teras Kota, BSD, Serpong&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a style="font-family: georgia;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TPxAIfmFo_I/AAAAAAAAAmw/-UFD4R2Yqoc/s1600/240620103865.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TPxAIfmFo_I/AAAAAAAAAmw/-UFD4R2Yqoc/s400/240620103865.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5547379355677991922" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Narsis dulu saat &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;break&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;. yahay ;=)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1335694336556267037-4442895620394168248?l=adieriyanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adieriyanto.blogspot.com/feeds/4442895620394168248/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adieriyanto.blogspot.com/2010/06/episode-30-meet-and-greet-with-trinity.html#comment-form' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1335694336556267037/posts/default/4442895620394168248'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1335694336556267037/posts/default/4442895620394168248'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adieriyanto.blogspot.com/2010/06/episode-30-meet-and-greet-with-trinity.html' title='Episode #30: Meet and Greet with Trinity (The Naked Traveler)'/><author><name>Adie Riyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06465449405250198684</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/-5PdaIiunQcU/TZByeps3XRI/AAAAAAAAAqw/meKszx5FhgE/s220/IMG_1819.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TPxId4cCNjI/AAAAAAAAAnY/uRi69Ou5-lo/s72-c/240620103862.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1335694336556267037.post-5431051365866798127</id><published>2010-06-24T07:20:00.021+07:00</published><updated>2010-12-06T10:52:00.545+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jejak Langkah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='June Blogging Series'/><title type='text'>Episode #29: Cerita dari Bilik Toilet (1)</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TPYQMapMKoI/AAAAAAAAAmQ/vsF9P35V4Mg/s1600/IMG_1126.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 267px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TPYQMapMKoI/AAAAAAAAAmQ/vsF9P35V4Mg/s400/IMG_1126.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5545637796649904770" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: georgia;font-family:georgia;" &gt;Pergi ke manapun saya ketika sedang trip, tempat pertama yang saya cari adalah toilet. Mau berangkat ke terminal, stasiun, atau bandara biasanya ke toilet dulu. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Begitu sampai di tempat-tempat tersebut, setelah cek tiket, jadwalnya ya ke toilet. Setelah naik moda transportasinya, biasanya sih begitu sampai musti ke toilet juga. Haduh. Sepertinya hidup ini tak mau jauh-jauh dari toilet.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Berangkat dari blusak-blusuk di bermacam-macam toilet, mulai toilet stasiun, terminal, bandara, pom bensin, hotel, rumah penginapan, bus, kereta, warung, sampai di mal, bioskop, losmen, rumah orang gak kenal, saya jadi mengenal macam-macam toilet. Ada toilet nyaman yang membuat saya jadi gak nyadar kalau kelamaan di kamar mandi. Ada juga toilet bau dan jorok yang membuat saya gak jadi melakukan 'tugas' saya di situ. Kalau lagi jalan ke rumah, kontrakan, kos-kosan, atau ke mana gitu biasanya sih yang saya lihat toiletnya dulu. Kalau toiletnya bersih, ya berarti orang yang punya juga rajin dan cinta kebersihan. Kalau kotor berarti ya ... gitu deh.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Toilet yang pernah saya pakai terbilang unik-unik. Ada yang bak penampungannya tinggi sehingga musti usaha kalau ambil air pas jongkok, ada juga yang bak penampungannya ceper (baca: rendah) sehingga musti hati-hati agar kalau pipis gak nyiprat ke bak. Ada yang kamar mandinya luas seukuran kamar saya di rumah, ada pula yang ukurannya kecil kayak gudang tempat menyimpan sapu. Ada yang berair asin dan rata-rata berair pam. Ada yang 'sepi', ada pula yang berhantu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Toilet berhantu kan kedengarannya serem ya. Tapi sebenarnya kalau kita gak bikin ulah dan bersikap wajar, makhluk di alam lain itu juga gak bakalan ganggu kok. Ceritanya begini, beberapa teman trip saya ada yang mempunyai kemampuan untuk melihat makhluk-makhluk halus seperti itu. Entah dari mana mereka belajar mengasah kemampuan supranaturalnya saya tak begitu paham. Dan dari merekalah cerita-cerita toilet 'berpenghuni' mulai sedikit mengganggu trip saya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: georgia;"&gt;Pertama&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;, waktu liburan di Pulau Belitung, kita menginap di salah satu hotel yang langsung menghadap pantai. Alasannya supaya kalau pagi dan sore bisa &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: georgia;"&gt;jogging&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt; tak jauh-jauh dari kamar. Katanya sih hotel itu milik anak salah satu mantan presiden RI. Wadeh, pantesan bagus. Dan tarifnya selangit. &lt;/span&gt;&lt;a style="font-family: georgia;" href="http://1.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TPd5a1QArzI/AAAAAAAAAmg/PMg6-5sQRpY/s1600/DSC03793.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TPd5a1QArzI/AAAAAAAAAmg/PMg6-5sQRpY/s200/DSC03793.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5546034968007847730" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Untung kita rame-rame, jadi harganya bisa dibagi rame-rame pula. Kasurnya memang empuk, saya yang kecapekan kelayaban seharian langsung tepar waktu nyium aroma bantalnya. Dan yang paling membuat nyaman adalah kamar mandinya yang seluas ruang keluarga dengan atap yang sebagian membuka langsung ke langit. Jadi, kalau kita mandi di &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: georgia;"&gt;shower&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;nya, serasa mandi telanjang di lapangan terbuka. Namun demikian, pas malam datang, tiba-tiba si Ari bilang 'pren, temenin gue ke toilet, gue gak berani pipis sendirian.' Saya dan teman-teman langsung pada ketawa-ketiwi dong, secara dia udah tuwir masak takut pipis sendiri. Apa mau dipegangin coba. Ternyata, setalah selesai ditemenin, dia bilang 'di toilet itu ada hantunya. hantunya cewek, taringnya panjang, ada tanduknya, udah gitu di ujung bibirnya ada darah ngalir kayak iler, rambutnya panjang. yang bikin ngeri bukan itu, tapi matanya. Matanya awas terus gak berkedip mengarah ke sini. ke aku maksudnya'. Lah dalah. Uka-uka ini namanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Padahal niatnya nginep di sini kan mencari sedikit kenyamanan. Udah gitu semua pada jiper ketakutan ke toilet. Tapi untungnya hantu iblis wanita itu cuma ada di kamar si Ari. Di kamar yang saya tempati bebas hantu. Hahaha. Secara raja hantunya nginep di sini. Si Bambang maksudnya, si hantu laut. Namun begitu, setiap kali mau ke toilet biasanya semua lampu saya nyalakan, suara tivi saya besarkan, dan selalu ngobrol dengan teman walaupun ketutup ama pintu dan tembok. Duh. Dan segala sensasi uka-uka itu akan berakhir setelah tepar tidur semua dan tak lama kemudian pagi menjelang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Trip Uka-uka versi hantu toilet yang &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: georgia;"&gt;kedua&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt; saya alami saat trip ke Pulau Tidung, Kepulauan Seribu. Waktu trip ke situ memang kita gak ikut paket &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: georgia;"&gt;tour&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;. Jadi berangkat dari rumah langsung ke Tidung via Muara Angke. Gak jelas mau nginep di mana pokoknya kalau sampai gak dapet penginepan, kita mau tidur di masjid atau di pelabuhan. Tapi, pas di perahu, saya ngobrol dengan salah satu penumpang yang ternyata penduduk asli Tidung. Setelah ngobrol ngalor-ngidul, saya tanya apakah saya dan teman-teman boleh nginep di rumahnya. Ternyata rumahnya sudah penuh, tapi ada rumah saudaranya yang &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: georgia;"&gt;available&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;. Begitu sampai, melihat rumahnya, dan ternyata harganya cocok dengan kantong kita, akhirnya kita &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: georgia;"&gt;check&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt; in.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Dan mulailah acara 'keajaiban-keajaiban' itu. Waktu kita lagi ngobrol di depan tv, si Bambang melihat kemasan air mineral 1 liter mulai bisa berdiri dengan miring. Tapi dia diam saja. Dia kucek-kucek matanya takut salah lihat eh setelah dilihat lagi, botolnya tetep saja berdiri dengan miring. Busyet. Setelah malam menjelang, tiba-tiba si Bambang bilang '&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: georgia;"&gt;entar jangan pada tidur dulu ya sebelum gue tidur. trus lampu ruang tamu jangan dimatiin&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;'. Semua pada mikir kenapa si Bambang tiba-tiba jadi aneh. Karena semua sudah pada ngantuk, jawabannya baru kami ketahui keesokan harinya. Di pojokan deket kulkas yang menuju kamar mandi, ada cewek yang nglihatin terus. Ciri-cirinya juga gitu, mata melotot, bertanduk, bibir ngiler darah di ujungnya, dan tak henti-hentinya menahan kedip. Mampus. Dia naik turun menyusuri dinding sambil melotot ke arah kita. Bagus deh. Nanti kalau mau ke kamar mandi biar ditemenin sekalian.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Yang sial kalau masalah hantu-hantuan tetap saja si Bambang. Semua sudah pada tidur, termasuk Bambang sudah mimpi indah lengkap dengan suara ngoroknya yang bising kayak bajaj. Tiba-tiba saja, Suhaidi merasa kedinginan. Ia gak bisa tidur karena kipas anginnya menyala terus dan lampunya terlalu terang. Diam-diam dia matikan kipas angin dan lampu ruang tamu. Barulah Suhaidi bisa tidur pulas sampai pagi. Di sisi yang lain, Bambang musti tidur dalam lampu terang dan kipas angin menyala. Karena kepanasan (dosanya keluar ini hahaha) si Bambang tiba-tiba kebangun. 'Sial' katanya. Kalau sudah bangun dia susah tidur lagi. Apalagi yang lain-lain sudah tepar semua. Itulah saat-saat si Bambang 'main mata' bareng si hantu. Eh selidik punya selidik dia tidak tidur sampai anak-anak bangun keesokan paginya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Untung acara trip keburu selesai, setelah mandi dan rapi, kita cepat-cepat balik ke Jakarta karena ada salah satu anggota trip yang harus ibadah. Yah, Tuhan memberkati. Hehehe. ;=)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;PS: Baru nyadar, hantu-hantu pada gentayangan soalnya yang trip hantu laut semua.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1335694336556267037-5431051365866798127?l=adieriyanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adieriyanto.blogspot.com/feeds/5431051365866798127/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adieriyanto.blogspot.com/2010/06/episode-29-cerita-dari-bilik-toilet-1.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1335694336556267037/posts/default/5431051365866798127'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1335694336556267037/posts/default/5431051365866798127'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adieriyanto.blogspot.com/2010/06/episode-29-cerita-dari-bilik-toilet-1.html' title='Episode #29: Cerita dari Bilik Toilet (1)'/><author><name>Adie Riyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06465449405250198684</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/-5PdaIiunQcU/TZByeps3XRI/AAAAAAAAAqw/meKszx5FhgE/s220/IMG_1819.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TPYQMapMKoI/AAAAAAAAAmQ/vsF9P35V4Mg/s72-c/IMG_1126.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1335694336556267037.post-8106506539357583957</id><published>2010-06-23T08:19:00.024+07:00</published><updated>2010-11-27T17:22:37.741+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jejak Langkah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='June Blogging Series'/><title type='text'>Episode #28: Trip Bareng Bule (2)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TOTRdn3Q4KI/AAAAAAAAAmA/vA89_Ot80EY/s1600/IMG_3396.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 267px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TOTRdn3Q4KI/AAAAAAAAAmA/vA89_Ot80EY/s400/IMG_3396.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5540783748419739810" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Pada tanggal 06 November 1999, tiga orang Indonesia bernama Andrew Darwis, Ronald, dan Budi berhasil membuat situs forum komunitas maya yang diberi nama Kaskus. Berawal dari kasak-kusuk (asal nama forum ini), kaskus awalnya dibuat karena hobi dan berawal dari komunitas kecil di kalangan teman-teman mereka. Kini, kaskus merupakan komunitas maya terbesar di Indonesia, dengan anggota lebih dari 1.620.000 orang, tidak hanya tinggal di Indonesia tapi juga di mancanegara, berasal dari berbagai kalangan, mulai dari remaja hingga orang dewasa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Dan berawal dari kasak-kusuk juga, setelah lama tidak jalan-jalan saya ditawari oleh teman saya untuk &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;sailing trip&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; dari Mataram, Lombok ke Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur. Informasi ini dia peroleh juga dari kaskus. Setelah saya cek, dari segi waktu dan harga sepertinya sesuai dengan kantong saya yang bisa mengakomodasi trip kelas &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;backpacker&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;, maka saya mengiyakan saja ajakan tersebut. Waktu itu saya tidak tanya, siapa saja yang bakalan ikut &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;sailing trip&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; ini. Mengingat rute yang akan ditempuh cukup jauh, saya yakin yang ikut adalah manusia-manusia tahan banting juga. Dan saya juga mengira kalau yang ikutan kebanyakan adalah orang Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Begitu sampai di &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;meeting point&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; daerah Senggigi, barulah saya nyadar. Yang senang dengan jenis &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;traveling sail adventure&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; kayak gini justru orang bule. Teman saya si Bambang tiba-tiba nyeletuk 'wah kok yang ikut bule semua ya, mana orang Indonesianya'. Karena kami pikir yang bakal ikutan trip adalah orang Indonesia juga, jadi tak perlu khawatir masalah semuanya. Eh ternyata bareng bule. Si Bambang udah jiper duluan karena gak bisa bahasa Inggris. Si Jefry milih melihat situasi daripada ikutan panik. Saya, wah senang sekali akhirnya bisa trip bareng bule. Mana di sini bulenya cantik-cantik, ganteng-ganteng, bersih, masih muda lagi (kelihatannya sih usianya gak jauh beda). Berbeda dengan bule yang ada di perahu saya, bule-bule di perahu sebelah udah tua-tua, gembrot, bulu-bulu di tubuhnya awut-awutan, hahaha, wah senangnya dapat perahu yang ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Jadi, setelah acara &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;shock&lt;/span&gt; pertama tripnya bareng bule, si Bambang mau tidak mau mulai pasang aksi bete takut dicuekin. Tapi tenang saja, saya dan Jefry tak akan nyuekin teman sendiri. Kami akhirnya berangkat dari Senggigi ke Labuan Lombok memulai trip kita ke Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur. Beranggotakan 11 orang, kami serasa keluarga dari beragam bangsa. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Unity in Diversity&lt;/span&gt;. &lt;/span&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TOTOr_D12oI/AAAAAAAAAl4/cvRDCii_CGA/s1600/IMG_3397a.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 200px; height: 134px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TOTOr_D12oI/AAAAAAAAAl4/cvRDCii_CGA/s200/IMG_3397a.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5540780696629795458" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Terdiri dari 3 orang Indonesia (saya, Jefry Hutapea, dan Bambang Dwi Sampurno), 4 orang Inggris (Jamie Hernon, Emily Thomas, Joe Heron, dan Dena Bembridge), 2 orang Perancis (Biebie dan May), dan 2 orang Kanada (Mitchell Jay dan Andre Bagel). Baru kali ini saya 'hidup' bareng orang asing dan belajar banyak tentang kebudayaan mereka termasuk bahasa, kebiasaan, sifat-sifat, dan mulai terbiasa dengan segala sesuatu yang awalnya sangat asing atau hanya saya tahu dari buku, film, berita di televisi, dan surat kabar. Bagaimana tidak, kami akan ada di perahu ukuran 4 x 12 meter ini selama 4 hari bersama. Mengarungi laut dengan ombak yang tak terprediksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untungnya, bule-bule di sini ramah-ramah. Mereka senang berbagi pengalaman dan pengetahuan. Tentang tempat-tempat yang pernah dikunjungi, tentang keadaan negeri masing-masing berikut pandangannya terhadap negara asal. Tentang makanan, tentang hobi, dan kesukaan dalam hidup. Dan yang paling membuat saya senang, mereka-mereka ini memiliki kebiasaan dan kesukaan yang hampir sama dengan saya yaitu sama-sama suka baca buku. Jenis buku yang dibaca pun tak jauh beda. Wah klop banget jadinya. Jadi, begitu malam datang, setelah acara makan malam, kita semua sibuk dengan dunianya masing-masing, tenggelam dalam dunia buku yang dibawa dari rumah. Acaranya membaca dan membaca. Semua sibuk membaca, kecuali dua setan sialan teman saya dari Jakarta (Benk dan Jefry) yang sudah siap ngorok begitu sudah tidak ada yang perlu dikerjakan. Paling banter, mereka berdua akan maen kartu remi sebagai pembunuh waktu.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Trip bareng bule kali ini juga terbilang unik, mengingat ini adalah pertama kalinya kita hidup bersama dalam ruang sempit perahu ketinting. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;Pertama soal makanan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;. Karena trip ini memang 'dijual' untuk pangsa pasar bule, maka tak heran jika semua-muanya hampir-hampir adalah untuk mengakomodasi kehidupan bule sehari-hari&lt;/span&gt;. &lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TOTN2sguwwI/AAAAAAAAAlw/pnRgQNi9rq0/s1600/makan%2Bmalam%2Bbareng.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TOTN2sguwwI/AAAAAAAAAlw/pnRgQNi9rq0/s200/makan%2Bmalam%2Bbareng.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5540779781117625090" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Sebelum berangkat mbak-mbak operator trip ini bilang, lebih baik bawa bekal roti atau apa daripada nanti gak cocok makanannya, secara perjalanan ini jauh, bakalan ada di perahu terus, dan gak akan nemui warung kecuali sudah merepet di Labuan Bajo. Kalau bisa, nyetok air mineral juga karena air tawar yang disediakan juga sedikit. Kebiasaan yang sudah-sudah, bule-bule kampret itu suka makai air tawar buat bilasan. Si Bambang kembali jiper mendengar penjelasan tersebut. Dia yang orang Sunda mendadak bisa nyletuk dalam bahasa Jawa '&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;waduh, kalo tripnya bareng buleh sih gue gak masalah, tapi kalau menunya menu londo semua, wah bisa budhal kabeh isi wetengku&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;'. Akhirnya, daripada salah langkah, kita beli beberapa bungkus roti, biskuit, dan air mineral. Yah, kok jadi rempong gini ya jadinya. Tapi karena tidak terlalu berat, akhirnya saya bawa kantong plastik penuh cemilan ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Ketika menjemput salah satu rombongan di daerah Lombok Timur pun , orang-orang pada beli perlengkapan lain, termasuk kartu remi, obat-obatan seperti obat flu,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt; lotion&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; anti nyamuk, antimo, dan tentu saja, beberapa kaleng bir bintang sebagai penghangat. Hohoho. Dan itu yang membuat saya agak kaget di perahu. Secara saya gak minum-minum begituan, melihat semua kru pada minum bir kayak minum air mineral saja jadi agak jiper juga. Yang saya agak kagumi adalah si Jamie bisa buka tutup botol bir dengan sandalnya. Seperti sebuah atraksi akrobatik, semua pada tercengang, bagaimana bisa dia melakukan itu dengan mudahnya. Yang lebih membuat saya &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;shock&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; (&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;lebay mode on&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;) adalah Emily yang katanya guru SD itu minum bir dari botol kayak minum cocacola saja. Gubrak. Guru SD minum bir. Kalau di Indonesia bisa dapat komentar macam-macam itu. Kalau saya sih ya sudah. Maksudnya, urusan minum bir kan urusan pribadinya. Dan itu dilakukan di luar dunia kerjanya kok. Lah, kalau dia minum-minumnya di dalam kelas itu baru musti mutilasi. Hehehe.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;Kedua adalah kebiasaan dalam hal tidur&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;. Cuaca ketika kita&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt; sailing trip&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; berubah-ubah. Kadang-kadang cerah, sinar matahari menyapa hangat dibarengi angin sepoi-sepoi. Kadang-kadang hujan lebat disertai ombak yang bergelombang. Hidup mati sepertinya tergantung pada nahkoda perahu kita. Suhu pun berubah-ubah secara drastis. Siang panasnya minta ampun sampai-sampai kasur jadi lembab dan bau keringat. &lt;/span&gt;&lt;a style="font-family: georgia;" href="http://4.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TOTMvTOQyuI/AAAAAAAAAlo/nCtjl9_0YCQ/s1600/IMG_5230.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 200px; height: 134px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TOTMvTOQyuI/AAAAAAAAAlo/nCtjl9_0YCQ/s200/IMG_5230.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5540778554558565090" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Jika malam, dinginnya sampai menusuk tulang. Saat jam tidur sudah mulai (jam berapa ya itu?), saya sudah siap makai pakaian lengkap. Karena suhunya duingin banget (pernah sampai mencapai suhu 18 derajat Celcius), saya pakai kaos plus jaket, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;training&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;, dan selimut sampai menutupi ujung kaki. Untuk kepala saya pakai tudung kepala, itu pun muka musti ditutupin ke sela-sela tas karena emang duingin banget. Begitu sudah ngambil posisi nyaman, saya pun mulai tidur. Tapi, dinginnya malam bener-bener membuat kami agak kurang nyaman saat tidur. Saya tengok kanan kiri. Buset. Si bule-bule itu malah pada telanjang. Hampir semuanya tidurnya cuma pakai kolor doang. Kulitnya jadi berubah kemerahan semua seperti orang biduran. Hahaha. Sebelah kiri saya si Benk (wah pemandangan gak sedap ini) dan sebelah kanan saya si Dena (xixixixi &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;yummy&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;). Tapi kita hampir-hampir gak pernah saling menatap. Soalnya pada merem semua, lampu kalau malem dimatikan. Paling pol saya bisa menatap punggungnya (dan mereka-reka apa yang ada dibaliknya hehehe. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;Naughty&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;). &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Mungkin inilah momen yang bagi mereka agak aneh untuk orang Asia, khususnya Indonesia. Bagi kita mungkin tidur dengan pakaian lengkap sudah menjadi hal yang wajar, tapi bagi mereka tidur ya musti harus menanggalkan baju. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;At least&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; pakai kolor doang. Kalau saya sih pada suhu segitu jelas gak kuat kalau musti &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;shirtless&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; pas tidur. Kalau di Jakarta dengan suhu yang puanas (di malam hari sekalipun) mungkin masih rasional saya gak pakai baju (cuma pakai sarung doang ternyata enak lho, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;sriwing-sriwing&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; hehehe). Suatu pagi Emily bilang ke saya, bagi orang Inggris, suhu segini sudah termasuk hangat. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;What the hell&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;? Ya Allah, berkatilah kami. Terima kasih karena tinggal di negeri yang disapa sinar matahari setiap hari. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Ketiga adalah masalah &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;bladder problem&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;. Karena tak biasa dengan suhu dingin terus-menerus, kami memang punya masalah dengan kemauan untuk pipis melulu. Mengingat akan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;sailing trip&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:georgia;"&gt;dalam waktu yang lama, setiap sore saya mencoba untuk&lt;/span&gt; me&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;ngatur agar pas malam tiba (dengan ombaknya yang gedhe itu), saya tidak merasa perlu untuk ke kamar mandi. Fyi, kalau mau ke kamar mandi musti merangkak melewati bule-bule yang lagi leyeh-leyeh, plus lampu mati, plus musti pegangan erat-erat biar gak jatuh. Udah gitu letak kamar mandinya ada di ujung buritan, kecil pula, dan ada di dek bawah. Menyiksa diri bener (lebih lengkapnya akan saya tulis di postingan tersendiri). Kalau masalah toilet-toiletan, paling sial si Beng. Saya sudah menyelesaikan 'tugas' saya pas sore. Jadi aman. Si Benk bilang 'kok gue belum ngrasa kudu buang air besar ya'. Dan begitu malam tiba (pukul 1 malem kalau gak salah), saat ombaknya gedhe banget, si Benk mulai terasa harus menjalankan 'tugas'nya. Baggooosss. Gak kebanyang Benk yang segede gajah musti merangkak di antara bule plus duduk di toilet 'setengah badan' dalam keadaan terguncang-guncang. Pasti asyik sekali. ;=)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang bangunnya paling pagi adalah si May, bule Perancis yang seksi itu. Jam 4 pagi dia sudah bangun buat pipis. Habis itu, setengah jam kemudian baru saya, karena harus sholat subuh. Lainnya karena memang berbeda agama (atau juga gak memeluk salah satu agama) ya bangunnya setelah matahari udah sepenggalah. Inilah mungkin yang sudah saya kenal dari kebiasaan bule saat saya trip ke Bali. Malamnya dugam-dugem, minum-minum, dan ngobrol-ngobrol sampai &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;tipsy&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;, habis itu molor sampai siang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Yang paling menyenangkan dari trip dengan bule adalah orangnya sangat efektif dan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;on time&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;. Mereka tidak berusaha mencampuri urusan orang lain. Tahu banget kapan waktunya bersosialisasi dan paham benar bahwa orang lain juga punya saat '&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;me time&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;' dalam satu hari yang dijalaninya. Jadi, pas maen bareng ya kita haha hihi bareng, tapi begitu sibuk dengan dunianya sendiri seperti baca buku, menulis &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;notes&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; di catatan masing-masing, main-mainin laptop, ya masing-masing dari kita tidak berusaha untuk mencari tahu apa yang dilakukan apalagi sampai menginterupsi, yang bisa disangka mengusik kebebasan orang lain. Untungnya, semua orang di sini sudah 'tahu sama tahu'. Dan semua berjalan secara wajar. Keramahan disampaikan sesuai dengan porsinya. Bukan ramah rajin menjamah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Kadang-kadang teman senasib seperjalanan seperti ini bisa menjadi lebih baik daripada sahabat atau saudara yang jauh. Karena hampir kemana-mana bareng, makan bareng, tidur bareng, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;hiking&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; bareng, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;tracking&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; bareng, waktu &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;sailing trip&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; yang cuma seminggu jadi tak terasa saat perahu kita merapat di dermaga Labuan Bajo karena kita musti berpisah untuk melanjutkan trip kita masing-masing. Yang paling membuat saya terngiang, pas mau balik ke Jakarta via pelabuan Sape, salah satu kru bilang bahwa kita dicariin sama bule-bule itu pas &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;gathering&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; malam sebelumnya di Gardena. Yah, karena itu malam terakhir kita di Labuan Bajo, gak asik dong kalau cuma makan-makan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;seafood&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; di restoran. Kita punya agenda lain sendiri yang lebih asyik tentunya. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;Thawaf&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; keliling kota, sambil mencicipi setiap lokasi 'asyik' di kota yang jadi gerbang masuknya Taman Nasional Komodo.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Trip sama bule jika dapatnya teman yang 'sehati' seperti ini memang mengasyikkan. Saya jadi ingin sekali trip atau tinggal di luar negeri untuk beberapa waktu. Yah, semoga kesampaian dalam hidup saya kelak. Makanya, gak ada salahnya kok belajar bahasa Inggris, maen-maen &lt;span style="font-style: italic;"&gt;facebook&lt;/span&gt; atau &lt;span style="font-style: italic;"&gt;twitter&lt;/span&gt;, atau kaskus. Ya siapa tahu juga, berawal dari kasak-kusuk di blog ini, tiba-tiba ada yang ngajak buat trip ke Eropa. Ngarep. Yayay ;=)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TOTI-5doqJI/AAAAAAAAAlg/OIqImTcxRu8/s1600/IMG_5229.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 267px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TOTI-5doqJI/AAAAAAAAAlg/OIqImTcxRu8/s400/IMG_5229.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5540774424475117714" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Saya dan teman-teman saat &lt;span style="font-style: italic;"&gt;tracking&lt;/span&gt; di Pulau Rinca&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Nusa Tenggara Timur&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;(&lt;span style="font-style: italic;"&gt;great honour to Benk and Jefry for taking a nice picture&lt;/span&gt;)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1335694336556267037-8106506539357583957?l=adieriyanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adieriyanto.blogspot.com/feeds/8106506539357583957/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adieriyanto.blogspot.com/2010/06/episode-28-trip-bareng-bule-2.html#comment-form' title='9 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1335694336556267037/posts/default/8106506539357583957'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1335694336556267037/posts/default/8106506539357583957'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adieriyanto.blogspot.com/2010/06/episode-28-trip-bareng-bule-2.html' title='Episode #28: Trip Bareng Bule (2)'/><author><name>Adie Riyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06465449405250198684</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/-5PdaIiunQcU/TZByeps3XRI/AAAAAAAAAqw/meKszx5FhgE/s220/IMG_1819.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TOTRdn3Q4KI/AAAAAAAAAmA/vA89_Ot80EY/s72-c/IMG_3396.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>9</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1335694336556267037.post-6574530222490364100</id><published>2010-06-22T14:11:00.011+07:00</published><updated>2010-11-22T08:50:28.580+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jejak Langkah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='June Blogging Series'/><title type='text'>Episode #27: Trip Bareng Bule (1)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TOST8a6DySI/AAAAAAAAAlY/oZqQJJmhz7g/s1600/IMG_0672.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 267px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TOST8a6DySI/AAAAAAAAAlY/oZqQJJmhz7g/s400/IMG_0672.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5540716107796826402" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Apa menariknya sih trip bareng bule? Dulu, waktu masih SMP, teman-teman saya tamasya ke Jogja, mengunjungi Borobudur, Keraton Jogja, Prambanan, dan begitu sudah masuk sekolah lagi dibawalah beberapa foto kenangannya bareng bule. Waktu SMU juga gitu. Teman-teman saya ke Bali dan begitu udah masuk sekolah lagi, dengan bangganya bilang 'ini lho foto-foto saya bareng bule'.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Hah, apa menariknya coba? Dulu waktu masih sekolah keinginan untuk kenal bule hampir-hampir gak ada. Pertama, karena dulu belum bisa bahasa Inggris. Kedua, karena (katanya) bule itu bau. Begitu saya 'menjajah' Jakarta dan mulai menginvasi mal-mal, mulailah saya tahu macam-macam bule, dari bule ganteng sampai bule cantik, dari yang kaya sampai yang kere, dari yang pebisnis sampai yang turis semua ada dan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;tumplek blek&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; di Jakarta. Wah, teman-teman saya bisa ngiler foto ama bule nih? pikir saya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Anyway, tadinya tidak kepikiran hidup saya bakal berhubungan dengan bule. Tapi sejak senang jalan-jalan dan menyadari bahwa kemampuan bahasa Inggris itu penting, mau gak mau saya musti sekali-kali ngobrol dengan bule untuk melatih kemampuan speaking dan listening.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Waktu ke Belitong, saya belum begitu berani ngobrol dengan bule. Cuma 'say hey' saja. Pas ke Bali baru agak berani. Berangkat dengan teman-teman akhirnya nyampai juga saya ke Pulau Dewata. Sejak di bandara Soekarno-Hatta, saya tertarik dengan sekelompok anak muda yang unik-unik (wajahnya mirip dengan boneka barbie). Selidik punya selidik, ternyata mereka berasal dari Jerman. Pantas saja. Bangsa Arya memang selalu &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;perfecto&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; untuk tampilan fisik. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Selama di Bali pun, entah bagaimana, yang paling sering jalan bareng kami adalah bule Jerman. Di hotel tempat kami menginap pun banyak bule Jermannya. Ceritanya suatu pagi saat sarapan nasi goreng bareng teman-teman, ada cewek Jerman cantik duduk sendirian dengan anggunnya. Dari gelagat dan 'tanda' matanya sih mengundang saya untuk join ke mejanya. Setelah terjadi beberapa kali kontak mata dan lempar senyum, saya berniat menghampiri mejanya. Tapi, begitu saya mau beranjak, tiba-tiba dia menguap dengan mulut selebar kuda nil. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;Huuuaaahhhh&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;. Glek. Bener-bener kebo. Langsung deh saya konsentrasi dengan telor mata sapi yang terhidang di depan saya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Malam di Bali bisa lain lagi. Di sinilah saya pertama kali lihat orang ciuman sampai denger bunyinya. Plok. Hehehe. Saking kerasnya bibirnya bertabrakan. Haduh, jontor gak tuh bibir ampe bunyi gitu. Legian menjadi jalan penuh bule, dengan mayoritas orang Australia yang merajai setiap diskotek di sepanjang jalan. Mereka sudah seperti pemilik area itu saking seringnya nongkrong di situ. Sampai-sampai pas saya mau foto di depan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;welcome board&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;-nya Paddy's Club, si bule Australia gak mau menyingkir barang sebentar. Padahal saya sudah meminta dengan sopan lho. Lengkap dengan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;please&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; di belakangnya. Huft. Dasar bule Australianya sengak banget, akhirnya saya yang milih menyingkir duluan. Eh, begitu kita mau &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;off&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; ke hotel (waktu itu jam 2 pagi WITA), ketemu lagi sama bule-bule Jerman yang ketemu di Soekarno-Hatta kemarin. Wah kuat bener tu bule dugemnya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Banyak bule saya temui di Bali. Bule India bahasanya relatif mudah dimengerti. Mungkin karena orang Asia, jadi dialeknya gak jauh beda dan bahasanya kedengaran seperti Singlish (Singapore English). Paling jorok menurut saya adalah bule Korea. Mungkin pas saya trip ke Bali bertepatan dengan liburnya orang Korea sampai-sampai mau ke mana-mana yang menuhin adalah orang-orang Korea. Saya katakan jorok karena kalau pas bilasan habis berenang, air kerannya diputer paling gedhe. Jadi airnya melimpah ke mana-mana di kamar ganti. Udah gitu, kalau ganti baju, pintunya jarang ada yang ditutup. Yah &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;naked&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; gitu. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;Nggilani&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; pol. Pengen muntah bener saya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Kisah saya dengan bule Jerman rupanya belum berakhir. Sepulang dari Bali, dua minggu kemudian saya trip ke Pangandaran, Jawa Barat. Di situ saya ketemu lagi dengan bule Jerman. Kita berenang bareng sambil ngobrol-ngobrol di Pantai Batu Karas yang lautnya lumayan tenang. Awalnya sih saya di pinggir. Mungkin karena keasyikan ngobrol, tak terasa ban yang saya tumpangi terbawa arus hingga ke tengah. Mampus. Saya gak bisa berenang pula. Dengan tersengal-sengal saya berusaha mencari bantuan. 'Tolong tolong, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;help help, somebody help me&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;'. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Parahnya orang yang paling deket adalah si bule Jerman itu. Saya minta tolong ke dia untuk ditarik ke pinggir karena gak bisa berenang. Dan tau gak ekspresinya gimana? Datar dan biasa saja. Kampret. Dia bilang saya becanda gak bisa berenang. Hah, udah megap-megap gini masih dikira becanda. Akhirnya saya teriak lagi manggil-manggil teman saya yang lagi asyik latihan surfing. Untunglah bantuang datang. Si Amir yang pandai berenang itu menggeret saya ke pinggir dengan kakinya yang bau, lengkap dengan tawa terbahak-bahak akibat dicuekin si bule Jerman. Penderitaan saya belum berakhir. Begitu sampai ke pinggir, ban yang saya tumpangi terbalik. Saya jatuh terjungkal dengan kepala di dalam air dan kaki nyangkut di ban. Bagus deh. Air laut masuk semua ke kuping dan mulut. Yah nasib. Untung saya gak norak pengen foto bareng bule segala. Bisa tambah malu ni muka hehehe. ;=)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1335694336556267037-6574530222490364100?l=adieriyanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adieriyanto.blogspot.com/feeds/6574530222490364100/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adieriyanto.blogspot.com/2010/06/episode-25-trip-bareng-bule-1.html#comment-form' title='5 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1335694336556267037/posts/default/6574530222490364100'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1335694336556267037/posts/default/6574530222490364100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adieriyanto.blogspot.com/2010/06/episode-25-trip-bareng-bule-1.html' title='Episode #27: Trip Bareng Bule (1)'/><author><name>Adie Riyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06465449405250198684</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/-5PdaIiunQcU/TZByeps3XRI/AAAAAAAAAqw/meKszx5FhgE/s220/IMG_1819.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TOST8a6DySI/AAAAAAAAAlY/oZqQJJmhz7g/s72-c/IMG_0672.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1335694336556267037.post-6835106646857159961</id><published>2010-06-22T13:52:00.012+07:00</published><updated>2010-11-22T08:50:01.190+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jejak Langkah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='June Blogging Series'/><title type='text'>Episode #26: Pengalaman Pertama Naik Pesawat</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TLzkBN-iQLI/AAAAAAAAAkQ/SoDtrsbGyW4/s1600/090120103349.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TLzkBN-iQLI/AAAAAAAAAkQ/SoDtrsbGyW4/s400/090120103349.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5529545152087081138" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Sesuatu yang dilakukan pertama kali dalam hidup, biasanya mendatangkan perasaan campur aduk. Misalnya, pertama kali saya belajar naik sepeda, dada ini rasanya berdebar-debar, antara bahagia bisa naik sepeda seperti teman-teman dan deg-degan karena takut jatuh dan nabrak pagar tetangga. Pas pertama kali belajar sepeda motor juga seperti itu. Perasaan deg-degannya lebih besar daripada saat belajar naik sepeda. Kali ini karena bahagia akhirnya bisa naik motor sambil mainin klakson &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sak enak udele dewe&lt;/span&gt; dan paling takut kalau simpangan ama mobil.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Perasaan deg-degan karena melakukan sesuatu pertama kali dalam hidup seperti itu muncul lagi saat mau naik pesawat terbang. Sudah lama saya menjadi bulan-bulanan teman-teman karena belum pernah naik pesawat terbang. Kebanyakan teman kuliah saya sudah pernah naik pesawat terbang. Teman-teman kantor saya juga sudah banyak yang sudah. Kedua orang tua dan saudara saya semuanya sudah pernah naik pesawat terbang. Cuma saya yang masih setia naik bus atau kereta api kalau ke mana-mana. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Adalah Ari Subagya, salah satu teman di kantor yang tiba-tiba saja mengajak saya naik pesawat. Dia adalah orang yang nantinya membuat saya jadi ketagihan jalan-jalan walaupun sendirian. Berbekal pengalaman yang sama, dikumpulkanlah 6 orang yang sama-sama belum pernah naik pesawat. Alasannya sederhana: biar tidak saling mengejek gara-gara baru naik pesawat. Halah. Gak penting banget. Setelah itung-itung budget, saya akhirnya mengiyakan ajakan Ari untuk mencoba naik pesawat. Dan tujuan kita pertama kali adalah Pulau Belitong.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Mengapa Pulau Belitong dipilih pertama? Karena film yang lagi &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;happening&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; saat itu adalah Sang Pemimpi, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;ringtone handphone&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; saya adalah Komidi Putar-nya Bonita (salah satu&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt; soundtrack&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Sang Pemimpi&lt;/span&gt;)&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;, dan karena salah satu teman kantor kita (namanya Suhaidi) lagi pulang kampung di Belitong sana. Pas kan, jadi gak perlu ada acara-acara nyasar segala jika ada &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;guide&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:georgia;"&gt;penduduk setempat&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Setelah tiket pulang pergi Jakarta-Tanjung Pandan-Jakarta di tangan (saya naik Sriwijaya Air, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;the one and only&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; pesawat ke Belitong waktu itu), entah bagaimana berita saya mau 'terbang' jadi bocor ke semua orang (aargghh ini yang paling saya benci). Ke mana-mana saya jalan, pertanyaan seperti 'waduh, mau jalan-jalan ya', 'wadew, mau naik pesawat ya', dan pertanyaan sejenis mulai terlontar. Gangguan mulai datang. Yang paling parah 3 hari sebelum berangkat saya sudah mulai gak bisa tidur (lebay.com). &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Itu sih belum seberapa. Dua hari sebelum berangkat, mulai tambah lagi parno saya. Ibu-ibu yang hobi gosip mulai membuat 'masalah'. Dengan bijaknya menasihati saya, 'Adie, kamu mau jalan-jalan naik pesawat ya? Udah ijin ama ibumu belum? Ijin dulu dong, kan mau pergi jauh, naik pesawat pula, orang kan gak tau, sekarang cuaca lagi buruk kayak gini. Hujan terus tiap hari, mana petirnya gedhe-gedhe lagi'. Busyet. Kesannya kayak mau mati aja waktu mau naik pesawat. Udah gitu temen-temen lain yang seumuran pada ngledekin lagi 'Adie, udah nulis surat wasiat belum, siapa tau diperlukan'. Hahaha. Sepertinya doanya kok jelek-jelek amat ya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Akhirnya hari H datang juga. Subuh menjelang dan saya pun berangkat ke bandara. Ternyata sudah ramai sekali, padahal jam 6 pagi belum juga berdentang. Setelah cek tiket akhirnya &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;boarding&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; juga. Dan sebelum masuk pesawat, keluar dong penyakit norak saya. Foto di depan pesawat. Wajib dong hukumnya. Secara ini kan penerbangan pertama saya hehehe. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Setelah di dalam pesawat, apa yang saya lakukan. Berdoa, berdoa, dan berdoa. Dan ini menjadi kebiasaan (wajib) saya saat bepergian naik transportasi apapun. Cuma kalau di pesawat, selain doa sendiri biasanya saya baca buku doa yang tersedia di&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;kursi. Saat komat-kamit sendiri, si Ari dan gerombolannya ketawa cekikikan gara-gara tingkah parno saya. Pesawat tingkat landas dengan mulus dan hati tenang sentosa. Pas kira-kira di atas kepulauan Seribu agak ke utara dikit tiba-tiba saja pesawat goyang-goyang gara-gara nabrak awan. Hadewh. Tangan saya refleks pegangan kursi dan mulut komat-komit kayak dukun. Hahaha. (Si Ari dan kawan-kawan cekikikan lagi di seberang ngliatin saya, kampret bener). Dan setelah beberapa kali acara 'nabrak awan' dan komat-kamit, akhirnya kami mendarat dengan sempurna di Bandara H. AS. Hanandjoeddin, Tanjung Pandan. Alhamdulillah. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="font-family: georgia;" href="http://1.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TMTPNjw8e2I/AAAAAAAAAkY/tBxQ-fBoHRc/s1600/IMG_0885.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 134px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TMTPNjw8e2I/AAAAAAAAAkY/tBxQ-fBoHRc/s200/IMG_0885.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5531774074163592034" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Seperti juga acara jalan-jalan yang membuat candu, naik pesawat pun bikin saya ketagihan untuk mencoba lagi dan lagi. Sama ritualnya seperti sebelumnya, cuma setelah-setalahnya saya jadi agak tidak parno lagi kalau naik pesawat. Saya sudah mulai mahir &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;booking&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; tiket, jadi rajin &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;searching&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; tiket promo, mulai bisa relaks saat menikmati &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;delay&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; jadwal keberangkatan, mulai relaks saat melihat pramugari-pramugari yang cantik-cantik itu memeragakan alat bantu darurat atau menawarkan suvenir, dan mulai tau momen yang pas kapan harus foto di depan pesawat. Hehehe. Dan paling parah ni, pas penerbangan yang terakhir saya lakukan, saya sudah mulai berani main kartu di dalam pesawat di ketinggian 36.000 kaki. (Gimana mainnya coba? &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;I just knew it&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; ;=P ) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Ah, ngomongin naik pesawat, saya jadi ingin sekali naik Airbusnya Garuda Indonesia. Kapan ya kira-kira? ;=)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1335694336556267037-6835106646857159961?l=adieriyanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adieriyanto.blogspot.com/feeds/6835106646857159961/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adieriyanto.blogspot.com/2010/06/pengalaman-pertama-naik-pesawat.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1335694336556267037/posts/default/6835106646857159961'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1335694336556267037/posts/default/6835106646857159961'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adieriyanto.blogspot.com/2010/06/pengalaman-pertama-naik-pesawat.html' title='Episode #26: Pengalaman Pertama Naik Pesawat'/><author><name>Adie Riyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06465449405250198684</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/-5PdaIiunQcU/TZByeps3XRI/AAAAAAAAAqw/meKszx5FhgE/s220/IMG_1819.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TLzkBN-iQLI/AAAAAAAAAkQ/SoDtrsbGyW4/s72-c/090120103349.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1335694336556267037.post-6828639890049674049</id><published>2010-06-21T09:19:00.010+07:00</published><updated>2010-11-22T08:49:29.677+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='June Blogging Series'/><title type='text'>Episode #25: I Love Indonesia</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TKAvy3TER_I/AAAAAAAAAkI/t0O3Y1VmziA/s1600/I+LOVE+INDONESIA.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 274px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TKAvy3TER_I/AAAAAAAAAkI/t0O3Y1VmziA/s400/I+LOVE+INDONESIA.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5521465694040115186" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=";font-family:georgia;font-size:100%;"  &gt;Dengan cara apa sebenarnya yang paling efektif untuk mengekspresikan bentuk kecintaan kepada Indonesia tercinta? Pertanyaan ini sebenarnya lebih tepat dilontarkan saat refleksi peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia. Tapi, beberapa waktu lalu saya mendengar teman-teman saya sedang sibuk menjelajah Indonesia dalam rangka Program Aku Cinta Indonesia yang diselenggarakan oleh Detik.com.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senang sekali rasanya bisa jalan-jalan. Apalagi salah satu mimpi saya adalah bisa keliling Indonesia. Syukur-syukur bisa gratis. Tapi kalau tidak dapat gratisannya ya semoga diberi rezeki yang cukup supaya bisa tetap jalan-jalan. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Lalu, apakah yang membuat kegiatan jalan-jalan bisa menumbuhkan rasa cinta kepada negeri Indonesia tanah air tercinta.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Suatu ketika saya sempat berkenalan dengan buku berjudul Eat Pray Love karya Elizabeth Gilbert. Buku ini tentang pelepasan seseorang terhadap simbol-simbol kesuksesan yang biasa dialami orang dalam hidup baik meliputi karir, keluarga bahagia, harta melimpah, dan derajat yang tinggi di masyarakat untuk kemudian melakukan pencarian jati diri di Italia (eat = makan-makan enak dan menikmati kuliner Italia yang memang sangat kaya), India (pray = beribadah, mengenal Tuhan melalui suatu pengasahan spiritual dalam yoga), dan Indonesia (love = pencarian cinta yang 'konon' memang tumbuh subur dalam 'surga-surga' kecil di Indonesia).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Buku tersebut sempat membuat saya bangga bahwa suatu tempat di muka bumi yang katanya merupakan sarang teroris disebut sebagai tempat untuk mencari cinta. Cinta di sini saya artikan bukan dalam arti hubungan lelaki perempuan tapi lebih kepada kasih kepada sesama. Saya pernah berkunjung ke Bali dan berdasarkan pada apa yang saya rasakan, ada tempat-tempat di Bali yang dapat membawa ketenangan batin bagi saya untuk sejenak melupan rutinitas, rehat sejenak dari keruwetan ibukota, dan berusaha berada di 'titik nol' dalam diri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Mungkin bukan itu yang disebut sebagai menemukan diri. Tapi merasakan sejenak jiwa dan fisik kita jauh dari segala kepenatan hidup cukup untuk membawa semangat baru saat kembali beraktivitas dan bergelut dengan rutinitas. Saya tak tahu pasti, apakah itu efek liburan. Saat sebelum liburan dimulai, biasanya darah ini gampang sekali mendidih, saya menjadi mudah tersinggung dan marah-marah, lebih banyak cemberut, dan badan terasa membawa karung bermuatan tiga ton. Namun, setelah pulang liburan biasanya saya jadi murah senyum, semangat untuk menerima tantangan, dan berusaha mengerjakan tugas dengan sebaik-baiknya tanpa merasa perlu marah-marah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Mungkin itu juga yang membuat saya berpikir bahwa kecintaan kepada negeri Indonesia tercinta bisa tumbuh dari mana saja. Melihat wilayah Indonesia dari dekat, ke tempat-tempat yang belum pernah kita kunjungi sama sekali, kadang-kadang bisa mendatangkan perasaan syukur bahwa sebenarnya apa yang sudah kita punya merupakan madu yang layak untuk dinikmati, bukan untuk dicela gara-gara melihat ada tempat lain yang (mungkin) menurut orang lain lebih menarik daripada Indonesia. Selain itu, melihat dari dekat wilayah-wilayah di Indonesia bisa mendatangkan perasaan bahwa ternyata Indonesia itu luas, makanya jangan biarkan sekalipun orang-orang asing menguasai sejengkal wilayah di Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Memang kalau kita lihat, masih banyak kesenjangan antara wilayah Indonesia Barat dengan wilayah Indonesia Timur. Infrastruktur dan pembangunan sumber daya (alam maupun manusia) masih belum merata. Ini merupakan PR bagi bangsa kita di masa ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Sebagai orang Indonesia, entah mengapa sampai saat ini saya belum merasa tertarik untuk travelling ke luar negeri selain untuk sekolah. Teman-teman saya sudah berusaha mendorong-dorong saya untuk membuat paspor supaya bisa berangkat ramai-ramai ke Singapura atau Pucket. Tapi, saya kok lebih suka jika diajak keluyuran ke wilayah-wilayah di Indonesia saja. Jika ada waktu, dana, dan ajakan teman, saya lebih suka memasukkan tempat-tempat seperti Sikuai, Danau Toba, Derawan, Kakaban, Tana Toraja, Wakatobi, Bunaken, Raja Ampat, Kelimutu, dan Rote dalam daftar tunggu acara jalan-jalan saya berikutnya daripada ke Singapura atau Kuala Lumpur.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Yang jadi permasalahan saya sebagai orang Indonesia yang masuk kategori 'biasa-biasa' saja, menjadi agak berat jika datang ke wilayah Indonesia yang kebanyakan didatangi oleh para bule. Karena charge-nya bisa pakai dolar atau euro. Jalan-jalan ala gembel pun bisa terasa males kalau ternyata jatuhnya bakal mahal juga biayanya. Tapi walaupun begitu, jalan-jalan itu penting. Manfaatkan cuti. Tidak ada salahnya mencoba mencari, melihat, dan mengamati kehidupan orang-orang yang jauh dari keseharian kita dan ambil nilai-nilai kehidupan yang tersaji di dalam perjalanan itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Indah, jelek, bagus, cantik, hijau, biru, subur, gersang, terang, gelap. Itu semua mungkin akan kamu temui. Dan sadarkah dirimu kalau itu adalah negerimu tercinta Indonesia. Mulailah menikmatinya. ;=)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Gambar dipinjam dari &lt;/span&gt;&lt;a style="font-family: georgia;" href="http://herry.blogs.or.id/2010/02/13/indahnya-bahasa-indonesia/"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1335694336556267037-6828639890049674049?l=adieriyanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adieriyanto.blogspot.com/feeds/6828639890049674049/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adieriyanto.blogspot.com/2010/06/episode-23-i-love-indonesia.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1335694336556267037/posts/default/6828639890049674049'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1335694336556267037/posts/default/6828639890049674049'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adieriyanto.blogspot.com/2010/06/episode-23-i-love-indonesia.html' title='Episode #25: I Love Indonesia'/><author><name>Adie Riyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06465449405250198684</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/-5PdaIiunQcU/TZByeps3XRI/AAAAAAAAAqw/meKszx5FhgE/s220/IMG_1819.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TKAvy3TER_I/AAAAAAAAAkI/t0O3Y1VmziA/s72-c/I+LOVE+INDONESIA.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1335694336556267037.post-7604902854621387472</id><published>2010-06-20T06:46:00.032+07:00</published><updated>2010-11-22T08:49:11.920+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Personal Note'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='June Blogging Series'/><title type='text'>Episode #24: Sex</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TGiN9QHhq8I/AAAAAAAAAjY/Vf5nIvEgAwY/s1600/dutch-kiss.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 266px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TGiN9QHhq8I/AAAAAAAAAjY/Vf5nIvEgAwY/s400/dutch-kiss.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5505806627898502082" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;This year lebaran will be a very boring moment cos full of questions about marriage. I don't like to speak it too much. Cos, right now, I'm happy with my own life-my single status. I don't know why, in Indonesia, especially in Java community, gossiping someone or making a chat with each other means a duty. Fortunately, if the topic is about marriage, a crowd of women can take a several time to forget their duty to serve their own family. Cuih, so boring and yikes to know abaut this phenomenon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Actually, I don't care about what people says, but as a social climber, I have to take a part in some of public event, not only in my job's world, but also in my 'real life'. This makes me so hard to ignore on how people think about something. Naturally, I'm a carring people. But, I don't like to be point of view in this crazy world. You know, I just want to be a free people. Trully free from something else that not really closed to me.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And if you want to know abaut my marital status, I still single. But don't worry about this, I want to be a good husband someday. But not now. I'm not ready enough to be a part of a small new family cos I think this is the time that my old family, I mean, my parents, my brother, my cousins, my uncle, my aunt, and my friends feel that I'm not alone. And I want to enjoy my single status right now. The important thing should you know (espicially for cute, beautiful, young, smart, and good in religion girls), I'm trying to find you, a good choise for me to build a good, small, and happy family to create a big and warm love from a small part of our effort.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But I don't want to marry you right now. Maybe two or three years later. Time flies honey. It doesn't matter to me if you don't agree with my choise. But, everyone, not just me, must have a good plan to get a great happiness and meaningfull in their life. Hohoho, why I suddenly speak about marriage. It must be because lots of my friend have just married. They said that their life after getting a marital status was very happy than single life. In my mind (and also theirs mind), it source to one thing: sex.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maybe it's very unpolite to speak about sex in this uncommon forum. But my blog is so personal for me. One more time, if you don't like its content, you can leave this blog without reading or even leaving some comments. But, I'm very greatfull if you wanna speak to me abaout your own experience when you build your marital status. I just want to learn as much as I can about this subject.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yes, sex is one of the most important thing to say and speak about. But, lots of people would be very shy to speak about this lovely subject. Maybe, because in Indonesia, this is very unpolite if you speak abaut sex when you still underage. It's so silly. Your voice can't be count not because of your competency but from your own unidentified sign.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Back to our subject: Sex. Someday, I have been reading a book about sex. The title of this book is Marriage for Happiness (Menikah untuk Bahagia, in Bahasa). This book of sex guide is base on Islamic way of life. I read this book coz, just like I said before, I want to learn this subject, start form the theory of course, and then, if Allah said yes, two or maybe three years later, I will marry a lovely girl who match with me. Cheerfully to think about that lovely moment. Yayay. As I read this book, the theory is so closed to our life. We can identify of a girl or a man who may match to our choise by seeing some sign in their body language. So much smile to enjoy this funny and useful book. I recommend this book to you who still single and in the way to find your groom.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;But, in my opinion, after I read this book, sex itself, has some purpose. I don't mention one by one coz I don't try to be a f*cking spoiler. Just read it by yourself. When I identify, some poeple have a big desire and some other have a small. A happy marriage one should choose an equal between them to their relation. I don't know the detail but this opinion is quite logic. If you have a great desire on sex activity, choose your girl or boy who may related to you. Don't choose 'the wrong' relation if you want to get the greatest satisfaction on sex.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;On the other hand, I see some people unmarriage. I think they choose their own life. And I see the poeple who love to be alone, even in their old living, is the most independent people at all. They never be a paracit not only to their friend but also to their family. And they are so happy. In Indonesia, when your age was 30 years old and you haven't yet marriage, your neighbor will take you to the hottest topic to speak about to their lovely and pleasant gossip time. The most important think I want to ask is Does he/her need a sex? When they need to express their sex desire, where will they express their big desire? I don't let you to think a yikes topic, but this is just my curiousity itself of this topic. Hehehe, you can see how funny and so seriously to speak about sex.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ok, while I find and read farther information about sex, I think this is enough for this note. Don't do sex in front of your parent and your own camera. It's very dangerous. And, don't do it when you still unmarriage. Sex before marriage is strictly prohibited.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;The picture is taken from &lt;/span&gt;&lt;a style="font-family: georgia;" href="http://aramalia.wordpress.com/2010/07/19/fun-weekend-photography-project-4/"&gt;this site&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1335694336556267037-7604902854621387472?l=adieriyanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adieriyanto.blogspot.com/feeds/7604902854621387472/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adieriyanto.blogspot.com/2010/06/episode-22-sex.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1335694336556267037/posts/default/7604902854621387472'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1335694336556267037/posts/default/7604902854621387472'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adieriyanto.blogspot.com/2010/06/episode-22-sex.html' title='Episode #24: Sex'/><author><name>Adie Riyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06465449405250198684</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/-5PdaIiunQcU/TZByeps3XRI/AAAAAAAAAqw/meKszx5FhgE/s220/IMG_1819.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TGiN9QHhq8I/AAAAAAAAAjY/Vf5nIvEgAwY/s72-c/dutch-kiss.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1335694336556267037.post-6471321651230112405</id><published>2010-06-20T06:44:00.006+07:00</published><updated>2010-11-22T08:48:50.264+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='June Blogging Series'/><title type='text'>Episode #23: Absurdnya Sebuah Ucapan Selamat</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Situs jejaring sosial seperti &lt;span style="font-style: italic;"&gt;facebook&lt;/span&gt; sepertinya telah menjadi semacam candu bagi saya sampai-sampai pas kebangun tidur pada tengah malam, hal yang pertama dilakukan adalah melihat jam dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;up date&lt;/span&gt;-an status. Kebiasaan yang tidak baik memang. Dan saya sudah berusaha mengubahnya dengan meletakkan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;handphone&lt;/span&gt; biasa (artinya tidak bisa untuk koneksi internet) di samping bantal saya selain setumpuk buku yang jadi pengantar tidur. Membaca status-status tak penting itu kadang saya juga agak jengah. Pasalnya hal-hal remeh temeh saja harus ditulis layaknya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;infotainment&lt;/span&gt; melansir berita tak penting para artis ibukota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain melihat status biasanya saya juga mengecek siapa yang sedang berulang tahun di hari itu. Tapi, melihat teman saya yang jumlahnya ribuan itu kok jadi males juga jika yang berulang tahun dalam hari itu banyak. Pasalnya, bukan apa-apa, tapi karena dari sekian ribu itu hanya beberapa saja yang saya pernah bertemu langsung dengan manusianya. Lainnya maya. Paling males lagi jika tahu tulisan di &lt;span style="font-style: italic;"&gt;wall&lt;/span&gt; teman yang rajin sekali memberi ucapan selamat sejak pagi-pagi sekali. Sepertinya ada satu poin istimewa yang membuatnya menjadi semakin 'lain' jika menjadi orang pertama yang mengucapkan selamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ucapan biasa atau standar ucapan selamat di &lt;span style="font-style: italic;"&gt;facebook&lt;/span&gt; adalah kalimat seperti 'hi, selamat ulang tahun ya, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;wish u all de best&lt;/span&gt;', 'met ultah ya, WUATB', dan ucapan-ucapan sejenis yang serupa dengan itu. Bagi mereka itu biasa. Bagi saya kok ya basi banget ya. Maksudnya, kalau Anda membaca ucapan yang sama, dari orang yang sama, selama berhari-hari dalam satu tahun, tidakkah Anda berpikir kalau ucapan itu hanya penuh basa-basi belaka. Dan itulah yang sangat tidak saya sukai di dunia ini. Hidup penuh basa-basi, biar kelihatan bagus di luar tapi masam di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan untuk kasus saya, mengucapkan selamat ulang tahun kepada teman di &lt;span style="font-style: italic;"&gt;facebook&lt;/span&gt; merupakan hal yang luar biasa. Kalau memang tidak terlalu kenal biasanya saya tidak mengucapkannya, apalagi jika yang ulang tahun adalah seorang figur publik. Mending di balas, di baca pun kadang tidak. Jika melihat banyak ucapan seperti itu, paling-paling cuma menulis status 'temans, terima kasih ya ucapannya, maaf tidak bisa dibalas satu-satu'. Begitulah biasanya. Sebiasa ucapan yang dilontarkan seperti kebiasaan. Nyaris tak meninggalkan jejak makna sedikitpun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maaf, mungkin ada sebagian yang tidak setuju dengan pendapat saya ini. Tapi itulah yang saya rasakan. Bagi saya, memberikan ucapan selamat ulang tahun itu layaknya menghadiahi seseorang sebuah doa di hari (yang dianggap) istimewa. Jadi harus dilakukan dengan wajar, penuh dengan khidmat, dan tidak palsu. Ucapan yang ditulis nyaris sama kepada semua orang yang sedang berulang tahun menunjukkan bahwa ucapan tersebut hanya mandeg sebatas menjadi formalitas penyedab atau bumbu pertemanan. Lainnya itu nonsense.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah suatu ketika terbersit niat untuk menghilangkan tanggal kelahiran di &lt;span style="font-style: italic;"&gt;facebook&lt;/span&gt;. Alasannya supaya mata saya tidak terganggu membaca status atau ucapan yang sangat biasa itu. Tapi niat itu hanya sebatas niat. Belum saya laksanakan hingga saat ini. Dan saya pun masih menjalankan kebiasaan lama saya untuk tidak mengucapkan selamat ulang tahun kepada sembarang orang jika memang tidak terlalu kenal. Selain biar tidak dikira SKSD, ya biar tidak kecanduan untuk melakukan sesuatu yang tidak perlu. Dan inilah saya, seseorang yang mulai belajar menjadi pribadi yang efektif dan berusaha berkreatif sesuai dengan jalan pikiran yang menurut keyakinan saya benar. Selamat berhari Minggu. ;=)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1335694336556267037-6471321651230112405?l=adieriyanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adieriyanto.blogspot.com/feeds/6471321651230112405/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adieriyanto.blogspot.com/2010/06/absurdnya-sebuah-ucapan-selamat.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1335694336556267037/posts/default/6471321651230112405'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1335694336556267037/posts/default/6471321651230112405'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adieriyanto.blogspot.com/2010/06/absurdnya-sebuah-ucapan-selamat.html' title='Episode #23: Absurdnya Sebuah Ucapan Selamat'/><author><name>Adie Riyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06465449405250198684</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/-5PdaIiunQcU/TZByeps3XRI/AAAAAAAAAqw/meKszx5FhgE/s220/IMG_1819.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1335694336556267037.post-8144241440981278117</id><published>2010-06-19T11:36:00.007+07:00</published><updated>2010-11-22T08:48:27.886+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Personal Note'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='June Blogging Series'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Introspeksi'/><title type='text'>Episode #22: Sebuah Pertanyaan</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Tuan Pos datang pagi tadi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Mengantar surat beramplop putih&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Satu pertanyaan sederhana menantiku di depan pintu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Jika Tuhan memberimu 'kunci' surga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Akankah kamu masih beribadah kepadaNya?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Akupun diam seribu bahasa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Sambil tak hentinya menangisi pertanyaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;yang tak bisa kueja jawabannya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Jadi selama ini&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Ibadah ini untuk siapa?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Tuhan ...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;atau&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;....... SURGA!!!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1335694336556267037-8144241440981278117?l=adieriyanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adieriyanto.blogspot.com/feeds/8144241440981278117/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adieriyanto.blogspot.com/2010/06/episode-20-sebuah-pertanyaan.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1335694336556267037/posts/default/8144241440981278117'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1335694336556267037/posts/default/8144241440981278117'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adieriyanto.blogspot.com/2010/06/episode-20-sebuah-pertanyaan.html' title='Episode #22: Sebuah Pertanyaan'/><author><name>Adie Riyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06465449405250198684</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/-5PdaIiunQcU/TZByeps3XRI/AAAAAAAAAqw/meKszx5FhgE/s220/IMG_1819.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1335694336556267037.post-228913354444983748</id><published>2010-06-18T08:36:00.005+07:00</published><updated>2010-11-22T08:47:33.851+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Proses Kreatif'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='June Blogging Series'/><title type='text'>Episode #21: Belajar Bahasa Inggris</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Sepertinya sudah mendekati titik nadir bahwa belajar bahasa Inggris memang mutlak diperlukan dalam hidup saya. Ada beberapa kejadian dan alasan yang saya alami selama satu tahun ke belakang sehingga membuat saya berpikir 'inilah saatnya bahasa Inggris harus menjadi bagian dari bahasa sehari-hari dalam hidup saya'. Sudah bukan saatnya pula menganggap bahwa penggunaan bahasa Inggris hanya untuk sok-sokan. Biar dikata orang modern, sok &lt;span style="font-style: italic;"&gt;wertern&lt;/span&gt;, tidak menghargai bahasa sendiri, atau sebutan lain, mulai saat ini saya akan tutup telinga saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian yang memaksa untuk belajar bahasa Inggris adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Traveling&lt;/span&gt;. Karena suka jalan-jalan, persoalan bahasa merupakan masalah yang biasanya kerap saya hadapi saat &lt;span style="font-style: italic;"&gt;traveling&lt;/span&gt;. Pesan tiket, bahasa dalam kertas tiket, buku-buku petunjuk &lt;span style="font-style: italic;"&gt;traveling&lt;/span&gt;, blog-blog para &lt;span style="font-style: italic;"&gt;traveler&lt;/span&gt; kebanyakan berbahasa Inggris. Pas ke Bali, hampir semua informasi, pamflet, brosur, menu makanan menggunakan bahasa Inggris. Di sana pun, seperti surganya para turis asing. Saya sempet barengan pas naik pesawat dan dugem dengan para bule Jerman dan India.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau bertemu teman jalan sama bule-bule gitu, biar komunikasi lancar, bahasa Inggris harus OK biar tidak terlalu banyak eee eee eee kalau pas ngobrol dengan bule. Catatan: bule kebanyakan tidak akan merespon obrolan orang terlalu lama mencari kata-kata. Itu dianggapnya bahwa orang yang gagap bahasa Inggris dianggap tidak menghormati lawan bicara. Nah lo? Saya pernah mengalaminya saat berenang di laut selatan di Pantai Pangandaran. Waktu itu ban yang saya tumpangi terseret ombak ke tengah. Karena saya belum bisa berenang, makanya saya minta tolong ke bule-bule Jerman yang saya ajak ngobrol pas saya masih di pantai tadi. Dan (bodohnya saya) karena bahasa Inggris saya kurang lancar, si bule merasa apa yang saya omongkan itu merupakan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;jokes&lt;/span&gt; garing ala remaja. Mulai saat itu saya mulai merasa bahasa Inggris penting bagi hidup saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Membaca&lt;/span&gt;. Sepertinya saya sudah sering membahas topik ini. Tapi, mungkin &lt;span style="font-style: italic;"&gt;interest&lt;/span&gt; saya terhadap buku sedikit bergeser. Untuk memenuhi hasrat yang besar akan bahasa Inggris, mulai sekarang sedikit demi sedikit saya mulai membeli buku-buku berbahasa Inggris. Selain untuk koleksi, sekalian untuk belajar dan memperbanyak kosakata juga. Ya memang sih, jika dilihat dari harga, buku-buku berbahasa Inggris memang harganya lebih mahal secara di Indonesia masih merupakan buku impor. Jikapun, buku bahasa Inggris itu terbitan Indonesia, harganya juga ikut-ikutan harga buku impor. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sigh&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sekolah&lt;/span&gt;. Cita-cita saya dari dulu adalah bisa sekolah di luar negeri. Negara-negera yang ingin sekali saya kunjungi banyak sekali. Melihat mahalnya biaya untuk bisa ke sana, beasiswa sepertinya adalah jalan satu-satu yang terpikirkan saat ini karena saya bukan (baca: belum termasuk orang kaya), bukan anak orang kaya, dan belum memiliki uang dalam jumlah besar untuk membiayai keinginan saya tersebut. Berbekal dari pengalaman teman-teman saya yang saat ini (cukup beruntung) bisa sekolah di luar negeri, sepertinya bahasa Inggris merupakan jembatan bagi siapa saja yang berniat menjalin atau mencari hubungan dengan dunia internasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Menulis&lt;/span&gt;. Hobi menulis juga merupakan alasan mengapa saya harus belajar bahasa Inggris. Selain karena kemampuan tulis-menulis dalam bahasa Inggris merupakan kemampuan yang harus dimiliki jika ingin belajar di luar negeri, jika kamu ingin blogmu dibaca oleh orang asing, akan lebih baik jika tidak mengandalkan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;google translator&lt;/span&gt; untuk menerjemahkan tulisan-tulisan kita. Terakhir jika tahu dengan &lt;a href="http://andrea-hirata.com/sedikit-kisah-tentang-dwilogi-padang-bulan/"&gt;rencana Andrea Hirata&lt;/a&gt; berikut seabreg &lt;a href="http://andrea-hirata.com/sedikit-kisah-tentang-dwilogi-padang-bulan/"&gt;&lt;/a&gt;agendanya adalah mengikuti festival sastra di forum internasional dan ikut kelas &lt;span style="font-style: italic;"&gt;writing program&lt;/span&gt; di &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Iowa University, Amerika, &lt;/span&gt;saya merasa perlu belajar bahasa Inggris secara sungguh-sungguh sebagai persiapan jika tahun depan saya bisa ikut &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Summer Course&lt;/span&gt; di Belanda. Sepertinya menyenangkan jika tulisan-tulisan kita bisa dibaca oleh beragam kalangan, berbagai tingkat usia, bermacam-macam bangsa, di seantero penjuru dunia. Kapan ya saya bisa seperti itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Nonton film&lt;/span&gt;. Salah satu kesukaan saya yang lain adalah menonton film. Beberapa bulan terakhir saya mulai mencoba menikmati suatu film tanpa tergantung pada teks yang biasa menyertai suatu adegan. Bukannya sok aksi, tapi belajar listening kan harus dari berbagai macam sisi kehidupan. Dan bertambah mudah suatu pembelajaran jika kita menikmati cara-cara yang diambil merupakan kegiatan yang berhubungan erat dengan kebutuhan hidup kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan apakah yang saya lakukan untuk bisa berbahasa Inggris:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepertinya untuk sampai pada tingkat mahir butuh waktu yang agak lama jika &lt;span style="font-style: italic;"&gt;partner incrime&lt;/span&gt; untuk belajar bahasa Inggris di lingkungan sekitar sangat sedikit. Untuk itu (seperti yang saya katakan di atas) saya mulai membeli buku-buku dengan teks bahasa Inggris, pinjam (secara diam-diam) kaset &lt;span style="font-style: italic;"&gt;listening&lt;/span&gt; pembelajaran bahasa Inggris milik bapak kos hehehe, dan join di situs-situs yang menawarkan cara-cara berbahasa Inggris di &lt;a href="http://www.englishclub.com/"&gt;sini&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengatur waktu. Dan sepertinya bulan Ramadhan adalah saat yang tepat untuk memulai. Saya pilih bulan Ramadhan karena (mungkin) saya akan punya sedikit waktu luang untuk dialokasikan dalam waktu belajar saya di tengah kesibukan. Sengaja saya menghindari memasukkan lagu sebagai media belajar bahasa Inggris soalnya bisa lupa suasana jika sudah menyanyi. Pengalaman menunjukkan bahwa jika menyanyi, dunia seakan hening mendengarkan suara &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Giant&lt;/span&gt; (baca: Jayen, tokoh di serial Doraemon). Tahu kan maksudnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;So, English is very important to your future. Let's learn, speak, and tray to make English as a part of our life. Cheers!!! ;=)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1335694336556267037-228913354444983748?l=adieriyanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adieriyanto.blogspot.com/feeds/228913354444983748/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adieriyanto.blogspot.com/2010/06/episode-19-belajar-bahasa-inggris.html#comment-form' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1335694336556267037/posts/default/228913354444983748'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1335694336556267037/posts/default/228913354444983748'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adieriyanto.blogspot.com/2010/06/episode-19-belajar-bahasa-inggris.html' title='Episode #21: Belajar Bahasa Inggris'/><author><name>Adie Riyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06465449405250198684</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/-5PdaIiunQcU/TZByeps3XRI/AAAAAAAAAqw/meKszx5FhgE/s220/IMG_1819.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1335694336556267037.post-8964545028625720377</id><published>2010-06-17T08:31:00.020+07:00</published><updated>2010-11-22T08:47:02.996+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Proses Kreatif'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='June Blogging Series'/><title type='text'>Episode #20: Belajar (menjadi) Kreatif</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TE-TPCEAq5I/AAAAAAAAAjM/BDwfuw90sFE/s1600/DSCN0443.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TE-TPCEAq5I/AAAAAAAAAjM/BDwfuw90sFE/s400/DSCN0443.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5498775556503677842" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Akhir-akhir ini saya merasa energi kreatif dalam diri berkurang dan terus-menerus berkurang. Buku di rak banyak sekali yang belum terbaca. Tulisan yang ingin ditulis juga beberapa kali malah urung untuk dituliskan. Saya jadi bertanya-tanya, ada apa dengan diri saya? Terlalu banyak pikiran, terlalu banyak yang diurusi, (seolah-olah) begitu terbatasnya waktu. Suatu ketika, saya ingin sekali keluar dari segala kungkungan rutinitas yang membelenggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berteman dengan orang-orang kreatif memang menyenangkan. Kadang saya agak iri dengan kebebesan ekspresi yang mereka miliki. Sepertinya mereka tak pernah kekeringan ide untuk melakukan aktivitas yang membuat hidupnya kian berwarna. Saya mengetahuinya dari situs-situs jejaring sosial yang menampakkan status-status dari para figur kreatif tersebut. Dan lebih mencengangkan buat saya karena beberapa orang yang saya anggap kreatif tersebut, tahun ini, sudah mengeluarkan hasil kreativitas mereka. Saya hanya berpikir sejenak, kok bisa ya mereka sebegitu efektifnya membagi waktu dan berkontemplasi dengan dirinya sendiri untuk menikmati &lt;span style="font-style: italic;"&gt;me time&lt;/span&gt; dan melakukan kegiatan produktif yang (tak jarang) menginspirasi. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="font-family: georgia;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TE-Rmhtr8YI/AAAAAAAAAjE/HklVXXb4Hec/s1600/120920092803.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 150px; height: 200px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TE-Rmhtr8YI/AAAAAAAAAjE/HklVXXb4Hec/s200/120920092803.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5498773761113715074" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Tahun lalu saya ketemu dengan Dewi 'Dee' Lestari saat peluncuran buku terbarunya yaitu &lt;/span&gt;&lt;a style="font-family: georgia;" href="http://adieriyanto.blogspot.com/2009/09/perahu-kertas-bukan-kisah-cinta-biasa.html"&gt;Perahu Kertas&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;. Sebelumnya saya juga mengikuti proses kreatif dari &lt;/span&gt;&lt;a style="font-family: georgia;" href="http://dee-55days.blogspot.com/"&gt;blognya&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;. Dunia menulis sepertinya memang dunia yang menurut saya menarik. Pernah dalam satu momen perenungan, saya ingin suatu saat nanti (&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;at least&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; dalam 2 tahun mendatang) saya punya buku yang diterbitkan. Dunia kreativitas merupakan dunia yang menuntut diri kita mengerahkan segenap upaya baik fisik maupun pikiran, mencari, membuat, dan menciptakan suatu bentuk &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;masterpiece&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; yang mampu menunjukkan identitas diri si pencipta karya kreativitas tadi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Namun demikian, seorang pekerja kreatif juga dituntut untuk mempertanggungjawabkan buah pikirnya itu kepada masyarakat. Artinya, jika seseorang berani untuk menunjukkan karya kreativitasnya kepada khayalak, karya itu setidaknya harus orisinal, bukan jiplakan. Blog pun bagi saya merupakan karya kreativitas yang dapat menunjukkan identitas dari penulis blog itu. Oleh karena itu, tulisan di blog juga harus orisinal. Kalaupun ada tulisan bagus yang layak untuk disebarkan dan menurut si empunya blog layak untuk ditampilkan dalam blognya, hal itu tidak termasuk penjiplakan asal saja dicantumkan sumber dari mana data tersebut diambil.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Minggu kemarin saya baru saja menyelesaikan membaca buku &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;Oh My Goodness, Buku Pintar Seorang Kreatif Junkies &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;karya Yoris Sebastian. Buku itu menurut saya dapat menumbuhkan sisi-sisi kreatif dari seorang yang tak kreatif sekalipun, menjadi orang yang dapat memunculkan ide-ide kreatifnya jika mau secara tekun melakukan setiap latihan yang ditunjukkan dalam buku. Berangkat dari ide, kreativitas menuntut untuk dilakukan secara bertahap, diasah pelan-pelan secara periodik, dan dilatih secara teratur dan terencana.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Setelah membaca buku tersebut, saya jadi ingat dengan proyek menulis buku saya yang pertama (yang sampai sekarang belum selesai-selesai). Saya jadi bertanya(-tanya), ke manakah energi kreatif saya selama ini? Kok sepertinya menguap tanpa jejak. Waktu hilang berganti dan kesempatan datang dan pergi seolah tak kenal kata permisi. Dari dulu, menulis buku merupakan salah satu mimpi saya. Sudah banyak inspirasi datang dan pergi layaknya teman lama yang bertamu setelah pergi berpisah, dulu. Tapi, semangat untuk menuangkan ide dalam kata-kata seperti tersedat di kata pertama dan teraborsi begitu saja tanpa merasa pernah ingin untuk lahir ke alam biner.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Mungkin juga karena saya suka jalan-jalan, yang membuat saya kurang fokus untuk menciptakan karya kreativitas. Tapi kalau boleh dibilang, &lt;/span&gt;&lt;a style="font-family: georgia;" href="http://naked-traveler.com/"&gt;Trinity&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; juga suka jalan-jalan dan dia rajin menulis pengalaman jalan-jalannya di blog. Alhasil, setelah sekian lama masa jalan-jalannya ke berbagai daerah, dia sudah menerbitkan buku sebanyak 3 judul. Keren kan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; font-family: georgia;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left; font-family: georgia;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TE-RE-UfH1I/AAAAAAAAAi8/m6D3jYZ3_pI/s1600/240620103862.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 250px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TE-RE-UfH1I/AAAAAAAAAi8/m6D3jYZ3_pI/s320/240620103862.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5498773184677093202" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Jadi yang paling penting untuk menciptakan karya kreatif adalah menumbuhkan niat dan minat, terus fokus pada apa yang kita niatkan itu. Ada banyak alasan yang mungkin membenarkan dan menyuguhkan beragam ide untuk beralasan agar kita selalu menunda-nunda kegiatan menulis. Tapi, jika hari minggu tiba dan teman-teman saya (baik kenal di dunia nyata maupun maya) memberitahukan jika tulisannya dimuat di media cetak nasional, perasaan 'tertusuk' dan tergugah semangat menulis kembali hadir.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="font-family: georgia;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TE-OygHMRGI/AAAAAAAAAi0/k7A3F0ChmCo/s1600/DSCN0448.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 150px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TE-OygHMRGI/AAAAAAAAAi0/k7A3F0ChmCo/s200/DSCN0448.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5498770668307367010" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Apalagi bulan ini. Mungkin, bulan Juni atau bulan yang ada di sekitarnya (Mei dan Juli), banyak sekali teman saya yang meluncurkan buku terbarunya. Seperti saya perlihatkan di sebagian gambar yang saya &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;uplod&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; di blog ini menunjukkan bahwa teman-teman saya tersebut sangat produktif, mampu menggunakan waktu luangnya di sela-sela kesibukannya yang juga padat seperti saya. Dari kenyataan itu, saya jadi berpikir ulang. Bagaimana mereka bisa membuat waktu menjadi sangat efektif untuk dijalani, sehingga bisa melakukan hampir semua urusan yang harus dikerjakan tanpa mengurangi minat sedikitpun untuk selalu konsisten dalam berkarya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Masih dari buku &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;Oh My Goodness&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;, saya jadi paham bahwa menjadi 'beda' itu memang penting. Memang tahap selanjutnya setelah kita memilih menjadi orang yang 'beda', orang akan menilai negatif, menjadi lain, dan akan dianggap aneh. Tapi kalau saya pikir, menjadi orang kreatif adalah saat kita mampu membuat sesuatu yang 'lain' dari apa yang sudah ada kebanyakan. Dan untuk itulah orang-orang yang ingin menjadi orang kreatif harus sedikit berpikir di luar kebiasaan. Karena tidak semua orang mampu berpikiran sejalan, bisa jadi tingkat akseptasi dari buah karya yang dihasilkan oleh seorang pekerja kreatif mendapatkan respon bermacam-macam dalam masyarakat. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Saat ini, saya sedang belajar bagaimana orang-orang (yang menurut saya) kreatif berkarya. Saya sedang membaca bukunya Andrea Hirata, Ayu Utami, Raditya Dika, dan beberapa penulis lain yang baru saja menerbitkan buku mereka. Dan sepertinya, karya Andrea Hirata layak untuk dijadikan pembelajaran. Satu hal yang juga layak dicontoh setelah saya membaca karya-karya Andrea Hirata, jika ingin menjadi orang kreatif, terutama di bidang tulis-menulis, kita hendaknya mau mengamati keadaan yang ada di sekeliling. Hal-hal yang oleh mata kebanyakan orang dianggap biasa saja, bisa jadi merupakan sumber inspirasi yang mampu membangkitkan semangat untuk terus menulis.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="font-family: georgia;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TE-L-zWQAXI/AAAAAAAAAik/k9T8o4FXo84/s1600/SESAMA+PENULIS%28348%29.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TE-L-zWQAXI/AAAAAAAAAik/k9T8o4FXo84/s400/SESAMA+PENULIS%28348%29.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5498767581094347122" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Terus terang saya agak kagum dengan Andrea Hirata. Memang sih, pada beberapa bagian tulisannya agak membosankan, di bagian yang lain ia bisa mendiskripsikan sesuatu secara filmis, di bagian lainnya lagi kerja editornya sangat acak-acakan, tapi secara umum, untuk tulisan-tulisan cerita edukatif inspiratif , namanya layak untuk dimasukkan dalam daftar. Ya sudahlah, daripada saya ngoceh ngalor ngidul, mending saya melanjutkan utang membaca buku-buku yang sampai saat ini belum terselesaikan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;PS: Membaca juga merupakan kerja kreatif. Dan menulis serta membaca merupakan saudara kembar, jadi musti dilakukan secara seimbang jika ingin menjadi pribadi kreatif secara total. OK, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;happy reading&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;. ;=)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1335694336556267037-8964545028625720377?l=adieriyanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adieriyanto.blogspot.com/feeds/8964545028625720377/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adieriyanto.blogspot.com/2010/06/belajar-menjadi-kreatif.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1335694336556267037/posts/default/8964545028625720377'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1335694336556267037/posts/default/8964545028625720377'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adieriyanto.blogspot.com/2010/06/belajar-menjadi-kreatif.html' title='Episode #20: Belajar (menjadi) Kreatif'/><author><name>Adie Riyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06465449405250198684</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/-5PdaIiunQcU/TZByeps3XRI/AAAAAAAAAqw/meKszx5FhgE/s220/IMG_1819.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TE-TPCEAq5I/AAAAAAAAAjM/BDwfuw90sFE/s72-c/DSCN0443.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1335694336556267037.post-5647788695960099676</id><published>2010-06-16T08:58:00.010+07:00</published><updated>2010-11-22T08:48:03.809+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jejak Langkah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='June Blogging Series'/><title type='text'>Episode #19: Wisata Kuliner = Makan-Makan Enak</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TEeoeTIKLeI/AAAAAAAAAiM/bF6fgqOhvI8/s1600/IMG_1263.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 267px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TEeoeTIKLeI/AAAAAAAAAiM/bF6fgqOhvI8/s400/IMG_1263.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5496547108713016802" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Polisi, dokter, atau pegawai pajak. Kalau dulu waktu kecil sudah ada acara televisi yang namanya Wisata Kuliner, saya mungkin kalau ditanya apa cita-citanya waktu SD akan menjawab pengen sekali menjadi Pak Bondan (Winarno).&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; Sejak menonton acara itu saya langsung menjadi penonton setia. Jadi, sampai sekarang setiap Sabtu pagi jam 7.30 WIB, saya sudah &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;standby&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; di depan tipi hanya untuk melihat Pak Bondan ngomong 'mak nyus' sambil menikmati sarapan pagi saya yang gak ada &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;mak nyus-mak nyus&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;nya sama sekali. Apakah semua makanan yang dinikmati sama Pak Bondan itu memang benar-benar &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;mak nyus&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;. Kadang iya kadang tidak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Karena sekarang (sedikit-sedikit) sudah punya duit sendiri buat jalan-jalan, jadi (kebetulan) tahu tempat-tempat yang dikunjungi Pak Bondan. Saya katakan, tidak semuanya makanan yang dinikmati Pak Bondan itu enak. Saya gak tahu ya, mungkin karena dikunjungi Pak Bondan, warung atau rumah makan itu jadi laris. Karena laris, pelayanan dan kualitas rasa kurang diperhatikan. Padahal kan kalau dipikir, orang pergi ke warung atau rumah makan kan untuk membeli 'rasa' bukan membeli 'bekas' kunjungan Pak Bondan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="font-family: georgia;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TEemVz8OW2I/AAAAAAAAAiE/k9taqYULYsw/s1600/100120103493.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TEemVz8OW2I/AAAAAAAAAiE/k9taqYULYsw/s200/100120103493.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5496544763879250786" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Kalau saya mau jalan-jalan biasanya suka &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;browsing&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; dulu makanan-makanan apa yang &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;khas&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; di daerah yang akan saya kunjungi. Karena gak setiap hari bisa ke daerah situ, rugi kan kalau tidak mencobanya. Sampai saat ini, makanan yang selalu mengundang saya untuk terus datang berkunjung adalah es krim ragusa di Jalan Veteran, Jakarta. Selain gak jauh-jauh dari tempat tinggal, harganya murah, esnya uenak, dan rasanya tetap terjaga meskipun udah lama gak dateng-dateng lagi ke situ. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;Unrecommended&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; buat makanan-makanan yang dijual di emperannya. Udah (di)mahal(-mahalin), gak enak pula rasanya (kecuali mungkin otak-otaknya ya yang agak lumayan). Yang paling unik, pas mau bayar di kasir, ternyata masin kasirnya masih pakai 'kalkulator' jaman Belanda. Sayang gak sempat foto-foto di sana. Selain tempatnya sempit, takut dikira norak, hehehe.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Makanan yang menjadi favorit saya yang lain adalah pisang ijo. Ini asalnya dari Sulawesi Tenggara. Saya mencicipinya pertama kali waktu acara perayaan daerah pas jaman kuliah. Karena yang jualan teman-teman sendiri, saya akhirnya bisa mendapatkan hidangan spesial ini. Saya hanya berharap suatu saat bisa menikmati pisang ijo di tempat asalnya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Kalau lagi ngumpul dengan keluarga atau ikut acara perpisahan orang-orang kantor, tempat makan yang dijabanin paling-paling restoran Sunda. Dan seperti sudah bisa ditebak, menunya sih sudah sangat &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;familier&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; saking seringnya dinikmati. &lt;/span&gt;&lt;a style="font-family: georgia;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TEellv2oCjI/AAAAAAAAAh8/CItQuEPb1ho/s1600/300620092245.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TEellv2oCjI/AAAAAAAAAh8/CItQuEPb1ho/s200/300620092245.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5496543938148305458" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Saya selalu menikmati gurami asem manisnya. Daripada digoreng, gurami lebih terasa mak nyus kalau dibumbu. Selain itu cumi dan udang goreng cocok juga dicocol dengan sambel pedasnya. Hhhhmmm ... &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;yummy&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;. Tapi, dari sekian kali 'pesta' makan-makan yang pernah saya ikuti, saya selalu ketiban sial untuk menghabiskan menu. Alasannya klise. Saya orangnya paling anti tidak menghabiskan makanan. Dari kecil 'pengetahuan' dari orang tua ditanamkan ke kepala saya agar selalu menghabiskan makanan yang sudah dipesan. Mubazir kalau dibuang percuma. Awalnya sih asik-asik saja. Tapi, suatu ketika kok menu di meja makan masih banyak sekali, sementara menu pesanan saya yang terdiri dari udang goreng, tempe mendoan, gurami asem manis, dan jus alpukat belum habis. Alhasil, saya diam-diam membujuk teman-teman kantor yang cewek untuk membungkusnya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Memang sih, untuk ukuran standar, menu makanan Sunda bisa dikatakan murah meriah. Apalagi kalau yang diajak makan 'bangsa kurawa'. Saya pernah trip bareng teman-teman ke Bandung. Dan setiap kali mau makan selalu ke restoran Sunda. Sudah bosan rasanya perut ini kemasukan makanan serupa yang itu-itu saja. Kalau tidak cermat menghitungnya, bisa-bisa jebol ni isi kantong. Tapi, karena itu trip kita pertama bisa rame-rame dalam jumlah formasi lengkap, selalu ada &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;excuse&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; untuk sebuah kebersamaan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; font-family: georgia;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TEegiYuCr6I/AAAAAAAAAh0/xdIT9KmkrvA/s1600/050720092427.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TEegiYuCr6I/AAAAAAAAAh0/xdIT9KmkrvA/s400/050720092427.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5496538382840541090" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Saya, makan di daerah Dago, Bandung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Kalau diceritakan semuanya, makan-makan emang selalu nikmat. Karena bagi saya menu makan apa saja, asal halal ya langsyung masuk saja. Tapi, lidah memang tak bisa bohong. Saya pernah ke Belitong dan membuktikan rasa kopi manggar yang katanya enak banget. Karena dari kecil suka mencicipi kopi (belajar dari mulai nenek sampai ibu), saya kok menilai kopi manggar itu kayak &lt;span style="font-style: italic;"&gt;uyuh jaran&lt;/span&gt; (kencing kuda). Maaf lo ya bagi yang suka kopi manggar. Menurut ajaran kopi dari nenek, kopi manggar mempunyai kriteria seperti itu. Jangan tanya apakah saya sudah pernah minum kencing kuda, tapi kopinya itu benar-benar encer. Pokoknya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;I just knew it&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara makan-makan yang paling tidak enak adalah ketika kita masuk ke warung kejut. Tahun baru 1997 saya dan keluarga menginap dan berlibur di kota Malang. Kami semua mau menikmati acara pergantian tahun di alun-alun kota. Ibu saya yang pengin sekali makan bakso akhirnya mengajak kita makan bakso di salah satu warung tenda. Mungkin karena melihat kami kelihatan bukan orang Malang, kami merasa terkejut ketika mau bayar. Harga sebuah pentol bakso jadi Rp. 5000,00. Busyet. Benar-benar gak jadi ngerasa kenyang deh. Makanya, pelajaran berharga buat saya saat udah gede seperti sekarang, kalau mau makan yang aman dengan kemampuan isi kantong ya masuk aja warung atau tempat makan yang menunya udah ada daftar harganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang paling pusing adalah kalau trip ke tempat yang kebanyakan penduduknya nonmuslim. Memikirkan masalah halal haram memang jadi hal krusial sesuai dengan agama yang saya peluk. Dan, saya agak rewel mengenai makan ini waktu trip ke Bali. Terus terang walaupun Bali itu tempatnya luas, tapi waktu kunjungan yang pertama, saya hampir selalu khawatir saat mau makan. Takut ada babinya, takut nyembelihnya gak baca bismillah, pokoknya agak ribetlah. Nyari amannya, saya biasanya meminta teman-teman untuk nyari makan ke tempat-tempat standar seperti KFC. Tapi, makan ayam goreng begituan terus-terusan kan bosen juga. Akhirnya supaya aman, kita biasanya milih menu-menu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;seafood&lt;/span&gt;. Selain enak, semua barang laut kan halal di makan. Saya hanya berdoa semoga saja menu-menu lezat tersebut tidak mengandung minyak babi waktu masaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makan di dalam ruangan memang mengasyikkan. Tapi makan di luar ruangan, apalagi di tepi pantai sungguh mengesankan dan menyenangkan. Walaupun sering makan di tepi pantai, tidak semuanya menawarkan kesenangan dan pengalaman yang sama. Saya pernah makan di tepi pantai di Pulau Tidung, Kepulauan Seribu. Menunya sih standar &lt;span style="font-style: italic;"&gt;seafood&lt;/span&gt;, mulai dari dari ikan bakar dan udang atau ikan goreng. Tapi kok ya gak elit banget. Anginnya kenceng banget. Dan musti pakai jaket tebal biar gak kedinginan. Ini sebelas dua belas dengan pantai di Pangandaran. Walaupun lebih enak dari menu Pulau Tidung, tetep aja suasananya kurang mengena.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makan di Angke pun juga enak. Namanya juga ditraktir apa sih yang gak enak coba. Walaupun menunya lezat, tapi melihat sampah dan penjual ikan lalu-lalang di pasar ikan, kok ya jadi jiper sekali melihatnya. Apalagi lalat-lalat ijo seperti menari-nari di depan kita. hihihi. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Yikes&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang paling berkesan memang makan di Pantai Jimbaran. Menunya sih sama. Rasanya juga tidak jauh beda dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;seafood&lt;/span&gt; masakan Sunda atau Pangandaran. Tapi menurut saya suasananya yang paling membuat makan di sini terkesan 'mahal'. Kami makan di atas pasir pantai yang putih dan lembut, dihembus angin pantai yang sepoi-sepoi (tapi anehnya gak dingin tuh), dan yang paling asik ni, ada pengamen yang memainkan musik dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;classy&lt;/span&gt;nya. Saya berasa seperti orang kaya menikmati makan di situ. Apalagi waktu saya request lagunya Jason Mraz yang berjudul &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Lucky&lt;/span&gt;, mereka memainkannya dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;soulfull&lt;/span&gt;. Bener-benar &lt;span style="font-style: italic;"&gt;lucky&lt;/span&gt; sekali saya bisa menikmati makan-makan yang enak-enak. Mengutip kata-kata salah satu teman saya di kantor, saya hanya berdoa agar makanan-makanan yang saya makan tidak jadi penyakit.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a style="font-family: georgia;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TEeqopQvS9I/AAAAAAAAAic/FELqmq_ZfH0/s1600/IMG_1264.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 214px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TEeqopQvS9I/AAAAAAAAAic/FELqmq_ZfH0/s320/IMG_1264.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5496549485476531154" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Saya, makan malam di Pantai Jimbaran, Bali&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1335694336556267037-5647788695960099676?l=adieriyanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adieriyanto.blogspot.com/feeds/5647788695960099676/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adieriyanto.blogspot.com/2010/06/episode-19-wisata-kuliner-makan-makan.html#comment-form' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1335694336556267037/posts/default/5647788695960099676'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1335694336556267037/posts/default/5647788695960099676'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adieriyanto.blogspot.com/2010/06/episode-19-wisata-kuliner-makan-makan.html' title='Episode #19: Wisata Kuliner = Makan-Makan Enak'/><author><name>Adie Riyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06465449405250198684</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/-5PdaIiunQcU/TZByeps3XRI/AAAAAAAAAqw/meKszx5FhgE/s220/IMG_1819.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TEeoeTIKLeI/AAAAAAAAAiM/bF6fgqOhvI8/s72-c/IMG_1263.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1335694336556267037.post-6317413990324388814</id><published>2010-06-15T07:26:00.015+07:00</published><updated>2010-07-19T16:56:16.455+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jejak Langkah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='June Blogging Series'/><title type='text'>Episode #18: Kolam Renang yang Membuat Kangen</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TEBPM8i6rzI/AAAAAAAAAhU/W8l6Re9YXdA/s1600/IMG_1149.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 267px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TEBPM8i6rzI/AAAAAAAAAhU/W8l6Re9YXdA/s400/IMG_1149.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5494478629221609266" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Ok ngaku. Saya memang tidak (baca: belum) bisa berenang. Tapi, nasib baik memberikan kesempatan kepada saya untuk mencicipi kolam renang-kolam renang terbaik (dan mewah) yang ada di negeri ini. Ceritanya begini, karena saya suka &lt;span style="font-style: italic;"&gt;traveling&lt;/span&gt;, karena &lt;span style="font-style: italic;"&gt;budget&lt;/span&gt; saya tidak banyak, karena saya doyan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;blusak-blusuk&lt;/span&gt; ke tempat-tempat yang jarang dikunjungi orang, dan yang terpenting, karena saya tidak tahu malu. Yang terakhir itu tips bego-begoan dari saya. Soalnya, bagi kaum yang berduit tidak banyak, kapan lagi coba bisa &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;nyemplung&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; kolam renang mewah, kalau enggak menyasarkan diri ke &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;resort-resort&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; yang disediakan untuk para bule. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Suatu ketika saya ke Bali rame-rame bareng teman-teman kantor. Dari awal saya memang selalu siap dengan baju ganti kalau mengunjungi suatu tempat. Alasannya, kalau baju kena najis bisa langsung ada gantinya dan tidak perlu harus repot-repot minta tolong teman untuk minjam baju ganti. Dan saya baru tahu kalau supir yang membawa mobil kami mengantarkan rombongan orang-orang &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;eror&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; ini ke suatu tempat 'mewah' yang belum kami dengar sebelumnya. Begitu lihat tempatnya, lah kok besar banget, lah kok kayak hotel gini, langsunglah pertanyaan paling krusial muncul. Bayar gak ya masuk ke tempat ini? Selidik punya selidik ternyata gratis. Wah, senangnya. Langsung deh &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;blusak-blusuk&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; ke dalam ruangan. Ternyata &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;hall&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; tersebut tersambung dengan ruang belakang yang ada kolam renangnya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="font-family: georgia;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TEBO5110dlI/AAAAAAAAAhM/5ePmgYNwOwM/s1600/IMG_1147.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 134px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TEBO5110dlI/AAAAAAAAAhM/5ePmgYNwOwM/s200/IMG_1147.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5494478301004330578" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Terbitlah tingkah &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;ndeso&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; saya. Tadinya saya agak sedikit canggung. Pasalnya, yang ada di situ kebanyakan adalah orang-orang &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;bule&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Jepang dan Korea (atau sejenisnya yaitu Taiwan, Hongkong, dan lain-lain&lt;/span&gt;. &lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Saya tidak tahu bedanya). Teman saya yang 'usil' langsung nanyain, mana Miyabinya? Memang sih, ada cewek putih seksi asal Jepang yang kulitnya putih banget, baik yang ketutup, maupun kebuka, kayak susu. Persis susu. Heran, kok bisa ya kulitnya putih merata seperti itu. Tapi sayang, seribu sayang dia bareng ibunya. Jadi tak bisa diganggu-ganggu. Karena hari sudah mulai sore dan akan segera hujan, saya langsung &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;nyemplung&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; saja. Saya pikir, karena yang kenal dengan saya di area itu cuma teman-teman saya, maka beranilah saya buka baju dan nyebur ke kolam bersama para &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;bule&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;. Wah senangnya. Saya satu-satunya pribumi yang ada di kolam itu. hehehe. Kolamnya nyaman sekali karena selain airnya bening, lokasinya ada di atas tebing. Jadi kalau difoto, seperti berbatasan langsung dengan laut. Jika kita duduk menghadap laut, serasa jadi raja yang melihat negerinya dari atas singgasana. Ih, senangnya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="font-family: georgia;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TEBGkPTfcoI/AAAAAAAAAgk/nEeSs0oL-FU/s1600/100120103482.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TEBGkPTfcoI/AAAAAAAAAgk/nEeSs0oL-FU/s200/100120103482.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5494469133789524610" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Kolam renang lain yang enak (dan indah) menurut saya ada di Belitung. Januari lalu saya sempat 'kabur' ke negerinya Laskar Pelangi. Dan setelah pergi sana-sini nyari penginapan, akhirnya kami memutuskan untuk patungan menginap di hotel yang dekat dengan pantai. Pertimbangannya, selain dekat dengan lokasi syuting film di Pantai Tanjung Tinggi yang banyak batu granit besar-besar, dekat pula dengan pantai yang garis pantainya panjang. Jadi, bangun pagi waktu udara segar, bisa langsung &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;jogging&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; di pantai. Sebuah &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;compliment&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; bagi kami, ternyata hotel tersebut juga ada kolam renang pinggir pantai yang asik banget sehingga setelah capek berenang (baca: main air) di laut bisa langsung main air dan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;leyeh-leyeh&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; di pinggir kolam sambil menikmati indahnya laut di depan mata.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Yang paling menarik dari jalan-jalan adalah bergaul dengan orang setempat yang belum pernah kita kenal sebelumnya. Selain bisa belajar tentang kebiasaan suatu daerah, juga bisa tahu tentang tempat-tempat wisata yang tidak masuk dalam kategori &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;turisme&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; artinya tempat wisata tersebut tidak masuk atau tidak disebutkan dalam brosur-brosur pariwisata atau di web-web tentang objek wisata.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="font-family: georgia;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TEBHDsHYIqI/AAAAAAAAAgs/aaCRnLCUZDI/s1600/090120103453.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TEBHDsHYIqI/AAAAAAAAAgs/aaCRnLCUZDI/s200/090120103453.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5494469674099286690" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Saya pernah merasakannya waktu di Belitong. Ada satu sungai atau lebih tepatnya rawa yang dibedeng dengan suatu pukat besar dari besi untuk menyaring sampah atau menghindari buaya. Konon, rawa-rawa di Belitong masih suka ada buayanya. Ingat kan film Laskar Pelangi. Yang menyenangkan dari 'kolam renang' itu adalah airnya bener-bener air sungai yang mengalir dari sumbernya. Dasar sungainya pun berupa pasir putih yang lembut. Jadi bukan batu kerikil yang bergeronjal. Kebayang kan betapa segarnya mandi di situ. Serasa ada di &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;jacuzy&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; yang nyaman. Cuma saya kadang keburu parno dengan adanya buaya yang bebas jalan-jalan. Ini akibat sering nonton film &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;Hollywood&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; jaman dulu yang judulnya &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;Crocodile. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Takut dimakan buaya, kan saya belum kawin. ;=)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Orang Jakarta kalau pusing dan penat larinya kalau gak ke Puncak ya belanja-belanji ke Bandung. Kalau saya sih males harus macet-macetan untuk ke tempat tersebut kecuali kalau rame-rame bareng teman dan sekaligus ada acara. Tempat asyik saya untuk 'ngabur' kalau sedang penat adalah ke Garut. Kenapa Garut? Karena tempatnya sepi, agak 'desa' dengan nuansa pegunungan dan sawah membentang. Dan yang membuatnya semakin menggoda adalah adanya pemandian air panasnya. &lt;/span&gt;&lt;a style="font-family: georgia;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TEBNxPYjCNI/AAAAAAAAAg0/brww2ONHW3Q/s1600/100_5486.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TEBNxPYjCNI/AAAAAAAAAg0/brww2ONHW3Q/s200/100_5486.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5494477053730425042" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Tadinya kami mau mencoba kolam renang air panas. Tapi begitu melongok tempatnya ternyata harus bayar dan banyak banget orang yang mandi di sono, kami mengurungkan niat untuk ikutan nyebur di kolam. Tambah &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; lagi saat kami tahu kalau orang-orang yang nyebur di kolam air panas adalah mereka-mereka yang sedang mengikuti terapi penyembuhan penyakit kulit. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;Jiper. Bleaght&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;. Jijik banget kan. Akhirnya kita patungan nyewa &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;bungalow&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; yang ada pemandian air panasnya. Wah, karena jarang-jarang ketemu dengan yang begian di Jakarta, saya sampai betah berlama-lama berendam di kolam air panas sempai magrib menjelang. Beruntung pula jadi umat muslim. Belum puas berendam sampai sore, paginya setelah sholat subuh saya bela-belain berendam air panas saat yang masih &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;ngorok&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;. Badan rasanya jadi &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;fresh&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;. Pikiran dan segala penat lenyap. Otot-otot jadi tidak kaku. Benar-benar serasa di&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt; spa&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; walaupun cuma berendam dan leyeh-leyeh. Tapi, saya gak bosan tuh. ;=)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Lain lagi ceritanya kalau saya pulang kampung. Lebaran merupakan momen wajib buat kumpul-kumpul dengan keluarga dan kerabat. Tapi kalau tiap hari cuma kumpul-kumpul kan gak asik. Akhirnya musti cabut keluar dari rumah. Tempat di Nganjuk yang layak buat disatroni mana lagi kalau bukan air terjun Sedudo. Airnya duingin banget sampai membuat badan saya jadi menggigil. Sangat kontras dengan mata air panas di Garut yang &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;cozy&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; banget. Tapi karena ini kampung halaman dan saya merasa terpanggil untuk menyebarkannya kepada orang lain, akhirnya mandi dan berfotolah saya di sini. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; font-family: georgia;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TEPSqA767NI/AAAAAAAAAhk/4lQkDkB7woM/s1600/220920092892.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TEPSqA767NI/AAAAAAAAAhk/4lQkDkB7woM/s320/220920092892.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5495467589569801426" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Saya di Air Terjun Sedudo&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Entah mengapa saya senang sekali kalau jalan-jalan ke Sedudo. Serasa ada momen magis yang selalu menarik saya untuk mengunjungi air terjun itu. Dan katanya nih, sekali katanya, mungkin karena mitos atau apa, kalau mandi di Sedudo jadi awet muda. Bagi saya yang selalu berpikiran logis, terang aja jadi awet muda, kalau pikiran tenang (&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;rileks&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;), badan bersih dan segar otomatis gak gampang sakit. Kalau gak gampang sakit, tentulah kelihatan awet muda. Tapi gak tahu juga sih jika memang ada kekuatan supranatural yang mempengaruhinya. Kalau untuk kebaikan, saya amini saja deh. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Selain Air Terjun Sedudo, jika liburan ke Nganjuk, saya biasanya menyempatkan diri untuk naik sepeda ke hutan yang jaraknya tidak begitu jauh dari rumah. Selain terhibur dengan hijaunya pepohonan, putih buih sungai, hamparan sawah membentang, pohon kelapa menjulang di berbagai tempat, terakhir saya akan mandi di sebuah sumber air yang jernih di tengah hutan. Namanya sumber air Ubalan. &lt;/span&gt;&lt;a style="font-family: georgia;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TEPR8sPna2I/AAAAAAAAAhc/QevqDXiWm0U/s1600/13.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TEPR8sPna2I/AAAAAAAAAhc/QevqDXiWm0U/s200/13.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5495466810921151330" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Sumber air ini dimanfaatkan penduduk sekitar untuk keperluan sehari-hari seperti sumber air minum (&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;fyi&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;: sumber air ini sudah diolah oleh PDAM) dan mengairi sawah. Pantas saja, dalam setahun bisa panen padi sampai 3 kali. Belum lagi bawang merahnya. Pokoknya, hasil pertanian dan kehutanan di daerah ini banyak dirasakan manfaatnya oleh orang-orang di daerah saya. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;Gemah ripah loh jinawi&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; deh pokoknya. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;Ijo royo-royo&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; menikmati panorama hutan jati di kanan kirinya. Serasa ada di tengah tempat yang dikelilingi gunung. Sebuah bonus, dekat tempat sumber air itu ada gua. Tapi saya bosan pergi ke gua itu. Selain harus &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;ngesot&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; lagi sejauh 1 km lagi secara menanjak, begitu nyampe gua, tempatnya serem banget. Serasa ikut uka-uka. Makanya saya lebih tertarik untuk mandi di kolamnya saja daripada &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;jungle tracking&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; ke gua.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Jalan-jalan memang tidak harus mahal. Mandi di kolam renang pun tidak harus yang mewah-mewah. Tapi kalau beruntung dan mau &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;blusak-blusuk&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;, ya nikmatnya seperti yang saya ceritakan di atas. Terakhir saya baru nyadar kalau di hotel tempat saya menginap waktu di Bali ada kolam renang yang Ok banget. Tapi berhubung kolam tersebut penuh dengan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;bule&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; cewek, tante-tante yang &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;notabene&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; suka &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;ngorok&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;, minum bir, dan duduknya &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;ngangkang&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;, saya menikmatinya pas hanya mau berangkat trip keliling pulau saja. Selebihnya ogah kalau musti nyebur bareng bule itu. Zina mata. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;Aih&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;. Gak usah banyak omong. Saya mau &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;leyeh-leyeh&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; dulu. Hehehe. Mumpung kolam renangnya sepi. ;=)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a style="font-family: georgia;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TEPT643xSbI/AAAAAAAAAhs/iLSTfZNakfo/s1600/leyeh-leyeh.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 266px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TEPT643xSbI/AAAAAAAAAhs/iLSTfZNakfo/s400/leyeh-leyeh.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5495468978974312882" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Leyeh-leyeh di pinggir kolam renang. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Kangen dengan suasana ini. ;=)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1335694336556267037-6317413990324388814?l=adieriyanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adieriyanto.blogspot.com/feeds/6317413990324388814/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adieriyanto.blogspot.com/2010/06/episode-18-kolam-renang-yang-membuat.html#comment-form' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1335694336556267037/posts/default/6317413990324388814'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1335694336556267037/posts/default/6317413990324388814'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adieriyanto.blogspot.com/2010/06/episode-18-kolam-renang-yang-membuat.html' title='Episode #18: Kolam Renang yang Membuat Kangen'/><author><name>Adie Riyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06465449405250198684</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/-5PdaIiunQcU/TZByeps3XRI/AAAAAAAAAqw/meKszx5FhgE/s220/IMG_1819.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TEBPM8i6rzI/AAAAAAAAAhU/W8l6Re9YXdA/s72-c/IMG_1149.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1335694336556267037.post-1739844280371135787</id><published>2010-06-14T08:42:00.009+07:00</published><updated>2010-07-19T16:50:11.895+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='June Blogging Series'/><title type='text'>Episode #17: Komunitas Blogger</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TD5grwrofJI/AAAAAAAAAgU/JdZRMSuvPNg/s1600/Blogger-logo.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 199px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TD5grwrofJI/AAAAAAAAAgU/JdZRMSuvPNg/s200/Blogger-logo.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5493934900357135506" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Kegiatan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;blogging&lt;/span&gt; yang saya lakukan berawal dari kegiatan iseng-iseng.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; Awalnya, saya tahu dari koran Sindo tentang &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;link&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; dari blog &lt;/span&gt;&lt;a style="font-family: georgia;" href="http://dee-idea.blogspot.com/"&gt;Dewi 'Dee' Lestari&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;. Membaca blognya Dee dan adanya &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;spirit&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; yang sama untuk menuangkan gagasan, saya (iseng-iseng pula) mulai membuat blog sederhana yang isi awalnya berupa puisi-puisi saya yang tercecer di catatan sekolah dan tulisan-tulisan yang pernah saya tulis untuk koran kampus. Seiring berjalannya waktu, saya mulai &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;blogwalking&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; juga ke beberapa blog yang menurut saya isinya bermutu dan layak untuk dijadikan mitra belajar dalam &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;ngeblog&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;. Beberapa blog yang menurut saya isinya bagus, sudah saya &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;link&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; di blog ini. Silakan dilihat di &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;sidebar&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; dari blog ini. Daftar tersebut bisa jadi akan terus bertambah seiring dengan bertambahnya jumlah blog yang saya lihat cocok dengan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;spirit&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; menulis dan kreativitas yang saya jalani untuk menulis di media blog.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Sampai saat ini, saya sudah menjalin komunikasi dan saling bertukar pendapat mengenai soal-soal yang sudah ditulis di blog, baik di blog ini maupun di blog teman-teman saya. Tapi, saya baru tahu jika di suatu daerah yang menurut saya 'kecil' ada suatu komunitas yang suka &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;ngeblog&lt;/span&gt; juga. &lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Awalnya membuat blog ini, saya memutuskan untuk tetap menuliskan Nganjuk sebagai alamat tempat tinggal walaupun saya sudah tidak tinggal di Nganjuk lagi. Alasan saya, di Nganjuk itu tidak ada toko buku layaknya di kota besar. Perpustakaan umum pun susah untuk diandalkan sebagai rujukan mencari informasi tentang suatu hal. Bayangkan saja, buku Ayat-Ayat Cinta baru&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;happening&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; di Nganjuk ketika filmnya mau beredar di bioskop. Sedangkan di Jakarta, buku itu sudah saya baca kira-kita 3 tahun sebelumnya. Melalui blog ini saya ingin sedikit berbagi (jika mau membacanya) ide-ide yang menurut saya penting namun luput dari pandangan orang kebanyakan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Kembali ke soal komunitas blog. Menulis jika ada teman atau mitra bisa menjadi semangat atau pemacu untuk selalu rajin membuat postingan. Mitra ini pun bisa menjadi rujukan untuk belajar tentang bagaimana &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;ngoblog&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; yang baik. Pasalnya, jika punya teman yang suka menulis juga, kita bisa membandingkan kualitas dan kuantitas tulisan dari masing-masing individu. Melalui proses apresiasi itu dimungkinkan adanya koreksi, penyesuaian, proses mencari bentuk-bentuk ideal dari sebuah postingan yang unik, menarik, tidak membosankan, dan kalau boleh ditambahkan, dapat menginspirasi banyak orang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Satu hal sebenarnya ingin saya lakukan adalah kopdar alias kopi darat. Ajang ketemu langsung dengan para &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;blogger&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;, yang isinya dari berbagai macam latar belakang usia, pekerjaan, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;background&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; pendidikan. Saya ingin sekali berkumpul dengan para &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;blogger&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; yang ada di daerah Nganjuk, ngopi-ngopi bareng, duduk-duduk sambil diskusi ringan dan saling bertukar pemikiran tentang kegiatan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;ngeblog&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; yang dilakukan. Dari kegiatan tersebut bukan tidak mungkin akan tumbuh ide-ide segar dan baru untuk membuat kegiatan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;ngeblog&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; menjadi semakin menarik dan menambah semangat membuat postingan yang bermutu. Saya yakin dari sekian juta penduduk Nganjuk, banyak sekali potensi-potensi yang menarik untuk dikembangkan. Hanya saja di daerah tersebut, fasilitas yang mendukung orang untuk maju, sangat susah ditemukan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Di era digital seperti sekarang ini, keberadaan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;blogger&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; sudah diperhitungkan. Terbukti jika ada acara-acara seperti peresmian tentang suatu objek wisata, pembukaan perusahaan, atau pembukaan jalur baru rute penerbangan, keberadaan para &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;blogger&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; biasanya tak luput dari jatah undangan dari perusahaan yang mengadakan acara tersebut. Hal itu tentu ada kriteria khusus yang membuat si perusahaan pengundang mempunyai keuntungan saat mengundang &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;blogger&lt;/span&gt; yang bersangkutan. Jika saya perhatikan, di Nganjuk sudah banyak menjamur bisnis warnet. Namun, yang datang ke situ kebanyakan adalah anak sekolah yang mau main &lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;games&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; dan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;facebook&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;. Jarang sekali saya temukan ada anak sekolahan yang menulis blog. Orang dewasa yang menulis blog pun kebanyakan adalah wartawan bodrek yang isi beritanya kalau tidak untuk menyoroti pemerintahan yang sedang berjaya, paling-paling tentang berita 'kelas tiga' seperti pemerkosaan, pelacuran, dan persoalan rumah tangga.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Saya hanya berharap, jika suatu saat ada kopi darat para blogger dari Nganjuk dan bertempat di Nganjuk, semoga menghasilkan kata sepakat yang bertujuan membuat kegiatan menulis di blog kian semarak, menyepakati tentang manfaat dari menulis blog dan berusaha untuk menularkan kebiasaan baik tersebut kepada teman, kerabat, saudara, maupun anggota keluarga. Saya selalu berpikiran bahwa jika fasilitas tak memadai, selalu ada celah yang bisa diambil jika niatannya adalah untuk bersama-sama menyongsong kemajuan. Jangan sampai daerah yang fasilitasnya kurang memadai seperti Kabupaten Nganjuk, menjadi pembatas yang memampatkan potensi dari masyarakatnya. Pun, kalau bisa, media blog juga bisa digunakan untuk menyuarakan aspirasi kita kepada pemerintah dan wakil rakyat yang menaungi saat ini. Tidak ada salahnya kita menulis &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;uneg-uneg&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; kita, asalkan mematuhi koridor norma yang berlaku dalam masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Akhir kata, salam untuk sesama &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;blogger&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;. Semoga apa yang kita lakukan bukan hanya berisi &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;diaryis&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; atau diare kata-kata yang encer dan tanpa makna, tapi merupakan suatu hasil kreatif yang mempunyai nilai guna, setidaknya untuk mengingatkan diri pribadi menuju manusia kreatif yang menginspirasi orang lain. Semoga.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1335694336556267037-1739844280371135787?l=adieriyanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adieriyanto.blogspot.com/feeds/1739844280371135787/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adieriyanto.blogspot.com/2010/06/episode-17-komunitas-blogger.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1335694336556267037/posts/default/1739844280371135787'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1335694336556267037/posts/default/1739844280371135787'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adieriyanto.blogspot.com/2010/06/episode-17-komunitas-blogger.html' title='Episode #17: Komunitas Blogger'/><author><name>Adie Riyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06465449405250198684</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/-5PdaIiunQcU/TZByeps3XRI/AAAAAAAAAqw/meKszx5FhgE/s220/IMG_1819.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TD5grwrofJI/AAAAAAAAAgU/JdZRMSuvPNg/s72-c/Blogger-logo.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1335694336556267037.post-8043127857845965186</id><published>2010-06-13T10:16:00.005+07:00</published><updated>2010-07-14T20:31:03.560+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='June Blogging Series'/><title type='text'>Episode #16: Senioritas</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TD2Scf9v3BI/AAAAAAAAAgM/PJXPjhz803U/s1600/berantem.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 298px; height: 225px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TD2Scf9v3BI/AAAAAAAAAgM/PJXPjhz803U/s400/berantem.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5493708138776353810" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Agak sensitif untuk diungkapkan, tapi penting untuk ditulis. Hah, senioritas? &lt;span style="font-style: italic;"&gt;hare geneh&lt;/span&gt;? Benar. Topik ini saya rasa hangat di mana-mana, mulai di sekolahan, di kampus, dan di kantor. Di sekolahan dan di kampus mungkin sudah agak basi dibahas, secara tahun ajaran baru berarti ada murid atau mahasiswa baru. Sang kakak kelas mulai pongah dan jadi agak sok bertingkah kepada mereka-mereka yang disebut &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;newbe&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Yang paling menarik justru di kantor. Sejak saya masih sekolah, saya selalu mempunyai pemikiran bahwa yang layak saya sebut senior adalah mereka-mereka yang menunjukkan sikap profesional, bertanggung jawab, menguasai bidangnya, dan 'jantan' dalam mengakui kekhilafannya. Setidaknya itu yang selalu ada dalam pemikiran saya. Namun, jauh di lubuk hati saya, sebenarnya sistem tersebut jauh sekali dengan saya, artinya jika memungkinkan sistem tersebut tidak perlu disebut, saya akan dengan senang hati untuk bungkam. Paham kan? Saya benci dengan istilah itu. Apakah tidak lebih mudah menyetarakan sesuatu, membuat semuanya seimbang dan serba sederhana. Tapi, saya selalu menyadarinya. Aneka celupan manusia pasti berupa-rupa sifat dan perilakunya. Dan paling menyebalkan dari suatu hari jika bertemu dengan orang yang sok dan berlagak punya kuasa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Jika berada dalam suatu tingkatan, misalnya bos, mungkin saya masih mempunyai toleransi, karena bagaimanapun juga &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;bos is BOS&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;. Mereka pun saya kira layak untuk berlaku demikian walaupun kesemena-menaan juga selalu saya tentang dalam praktiknya. Tapi jika sama-sama masih 'jongos' tapi udah pongah, saya mending adu mulut. Bagi saya, orang yang sok &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;sak enak udele dewe &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;harus segera 'diingatkan' dari sifat kesombongannya itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Sekarang kalau dipikir, apa coba untungnya? Paling banter juga tambah malas saja. Ayo kita pilah. Orang yang sok biasanya tidak mau kerja berat. Kerjaan inginnya yang mudah, ringan, dan sederhana. Sudah gitu, pengennya digaji yang tinggi. Nyuruh sana, nyuruh sini sekehendak hati. Coba dipikir agak tenang. Kalau minim kerja, maunya nyuruh sana-sini, maunya jalan-jalan sekehendak hatinya, berarti kan tidak produktif kerjanya. Orang yang tidak produktif (biasanya) cenderung punya pemikiran yang pendek, analisis masalah yang lemah, dan sering mengambil jalan pintas yang seringkali tidak menguntungkan banyak pihak. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Saya kadang sering kasihan melihat jenis orang seperti ini. Tapi, saya juga berusaha agar orang-orang tipe seperti itu jauh dari pekerjaan yang mengusung kekuasaan dan mengandung kepentingan orang banyak. Coba bayangkan lagi, bagaimana jadinya jika kekuasaan diamanatkan pada orang yang salah. Saya kadang sering beranalisis sendiri jika siapa dikasih wewenang apa dan efeknya seperti apa?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Main-main pemikiran seperti itu kadang membuat saya paranoid juga. Tapi mempertimbangkan seseorang untuk menduduki jabatan apa dan melakukan tugas apa, biasanya kerap saya lakukan sebagai salah satu bahan masukan positif kepada atasan agar suatu tugas (yang banyaknya minta ampun itu) bisa merata dan dapat diselesaikan dengan sebaik-baiknya tanpa ada bentuk penyalahgunaan wewenang yang menimbulkan kesenjangan. Soalnya, saya agak khawatir jika dalam pembagian tugas tersebut, kepala atau bos kita yang tidak menguasai karakteristik semua anak buahnya mendapat masukan dari orang yang sok itu. Saya pikir, masukan dari seseorang yang notabene merasa senior, merasa berkuasa, merasa harus mendapat perhatian lebih itu sangat tendensif. Sudah tidak murni lagi berupa usulan untuk membuat bagaimana setiap orang mendapat tugas dan mampu bekerja dengan nyaman sesuai dengan kemampuan. Jika pembagian tugas tersebut jatuh ke tangan orang yang pandai mencari muka, saya yakin, kebobrokan suatu tugas tinggal menunggu gongnya dipukul.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Saya menulis ini sebenarnya bukan karena ada suatu sentimen tertentu pada seseorang. Dari awal niatan saya bekerja adalah mencari makan demi menyambung hidup. Saya percaya bahwa rejeki sudah ada yang mengatur, tapi jika ada tangan-tangan jahil yang berusaha tidak &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;fair&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; dan tidak profesional dalam bekerja, baik dengan bermuka dua atau melakukan tindakan lain terselubung yang berpotensi untuk memengaruhi 'asap dapur' saya, maka saya akan mengambil tindakan untuk meluruskan apa-apa yang tidak lurus dan membenarkan apa yang selama ini kurang benar. Saya menghormati hak setiap orang. Baik itu orang tua atau masih muda, baik itu pegawai lama atau pegawai baru, selama dia menghormati saya dan bersikap wajar, maka saya akan berlaku juga seperti itu. Namun, jika ada pegawai lama yang soknya minta ampun atau pegawai baru yang pongahnya &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;sak enak udele dewe&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;, maka adu argumen pun akan saya lakukan. Tapi, untuk yang terakhir saya terus berharap tidak kejadian.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Jadi, senioritas dalam arti positif masih bisa diterima. Contohnya soal kepangkatan atau kedudukan yang diperoleh karena masa kerja atau sekolah yang tinggi. Tapi, soal senioritas yang menonjolkan hanya kuasa saja, musti segera dibuat penyesuaiannya. Intinya, saya hanya mengakui seseorang itu senior kalau dia sudah menunjukkan kematangan emosi, tingkat profesionalitas yang lebih baik dari saya, tidak pasang muka palsu, tidak membuat 'jalur lain' demi mencari perhatian atasan, dan tidak berusaha menghalalkan segala cara untuk mencapai prestasi, sekalipun dia lebih muda dari saya dan sekalipun dia adalah pegawai baru alias &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;newbe&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;. Selain itu, gak janji deh. ;=)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar dipinjam dari &lt;a href="http://stopdoingthatplease.blogspot.com/2010_03_01_archive.html"&gt;sini&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1335694336556267037-8043127857845965186?l=adieriyanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adieriyanto.blogspot.com/feeds/8043127857845965186/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adieriyanto.blogspot.com/2010/06/episode-16-senioritas.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1335694336556267037/posts/default/8043127857845965186'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1335694336556267037/posts/default/8043127857845965186'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adieriyanto.blogspot.com/2010/06/episode-16-senioritas.html' title='Episode #16: Senioritas'/><author><name>Adie Riyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06465449405250198684</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/-5PdaIiunQcU/TZByeps3XRI/AAAAAAAAAqw/meKszx5FhgE/s220/IMG_1819.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TD2Scf9v3BI/AAAAAAAAAgM/PJXPjhz803U/s72-c/berantem.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1335694336556267037.post-7015612116757818483</id><published>2010-06-12T10:28:00.004+07:00</published><updated>2010-07-13T17:36:35.205+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='June Blogging Series'/><title type='text'>Episode #15: Cuti</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TDwNcKSV7zI/AAAAAAAAAgE/w-sXwhMtWU0/s1600/cuti.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TDwNcKSV7zI/AAAAAAAAAgE/w-sXwhMtWU0/s400/cuti.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5493280422933950258" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Cuti. Pengen sekali sebenarnya mengambil cuti. Tapi semua mengandung konsekuensi. Sejak resmi menjadi abdi negara, perkara cuti menjadi sesuatu yang sangat krusial bagi saya. Paling tidak, menjadi sedkit ribet untuk mengatur jadwal. Sudah menjadi aturan yang baku bahwa dalam satu tahun, seorang pegawai mempunyai hak cuti sebanyak 12 hari. Tapi, tunggu dulu. Dari 12 hari itu tidak boleh diambil sekaligus dan jumlah itu masih harus dikurangi dengan jumlah cuti bersama sebanyak 3-4 hari dalam. Jadi, sebenarnya dalam satu tahun, seorang pegawai hanya mempunyai 7-8 hari cuti yang bisa diambil atas kemauan sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya katakan demikian karena cuti bersama itu menurut saya sangat tidak &lt;span style="font-style: italic;"&gt;fair&lt;/span&gt;. Pasalnya, sebenarnya kita tidak ingin cuti tapi dipaksa untuk cuti. Saya agak kurang suka dengan sistem ini karena cuti yang saya miliki jadi terasa sangat terbatas kalau diitung-itung. Pertama, saat liburan Idul Fitri adalah saat yang sangat nyaman untuk kumpul-kumpul dengan keluarga dan teman-teman (yang kebetulan satu agama dan mempunyai pemikiran serupa). Saya suka jika harus berlama-lama liburan Idul Fitri. Inginnya tidur seharian di rumah, jalan-jalan naik sepeda ke hutan atau keliling bukit, baca buku, nonton VCD, atau ngobrol dengan saudara-saudara. Parahnya, saya harus (terpaksa) membatasi cuti saya karena kepentingan-kepentingan lain yang sifatnya insidental atau adanya kepentingan untuk menuruti &lt;span style="font-style: italic;"&gt;alter ego&lt;/span&gt; saya sebagai seorang remaja akhir yang suka &lt;span style="font-style: italic;"&gt;traveling&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah mengapa saya sangat tidak suka dengan konsep cuti bersama. Jika tidak ada cuti bersama, paling tidak saya punya 2-3 hari jatah cuti yang bisa saya manfaatkan sesuai dengan keinginan saya sendiri. Sebenarnya alasannya sederhana. Saya ingin mengikuti acara summer course di Belanda yang biasanya diselenggarakan tiap bulan Juli setiap tahunnya. Lama kegiatan tersebut adalah 2 minggu. Maka paling tidak saya harus punya tabungan cuti sebanyak 10 hari. Karena pengambilan cuti tidak boleh dilakukan sekaligus, maka saya harus punya jatah cuti lebih dari 10 hari. Ribet kan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tambah lagi ini. Saya punya teman yang suka &lt;span style="font-style: italic;"&gt;traveling&lt;/span&gt; juga. Dia itu inginnya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;traveling&lt;/span&gt; harus waktu yang lama. Sementara saya bisanya hanya pas akhir pekan saja. (Saya tidak ingin buang jatah cuti saya hanya untuk kelayaban yang gak jelas. Catat!!!). Dan parahnya, pengambilan cuti hanya disetujui untuk minimal 3 hari. Lah? Pemaksaan cuti lagi. Jadi, saya harus rela mengambil 2 hari ekstra (yang menurut saya tidak perlu) hanya untuk melengkapi syarat pengajuan cuti. Tidak&lt;span style="font-style: italic;"&gt; fair&lt;/span&gt; banget kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka dari itu, sebagai seorang abdi negara (yang ganteng dan rajin), saya dituntut untuk pandai-pandai membagi waktu cuti saya. Pertama, cuti lebaran perlu diamankan. Ini satu alasan bagus untuk 'pasang muka' dengan kerabat. hohoho. Kedua, tahun depan musti rela ambil cuti buat nikahan saudara. Ini juga perlu. Satu alasan cerdas untuk tetap dianggap sebagai saudara yang sayang pada kakak. Halah. Dan ini menurut saya yang penting: cuti untuk ikutan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;summer course&lt;/span&gt;. Dari dulu saya ingin sekali terbang ke Eropa, dan ikut mencicipi sistem pendidikan di sana. Negara yang ingin saya kunjungi untuk ikutan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;summer course&lt;/span&gt; adalah Belanda dan Inggris. Pertama, karena kedua negara tersebut menyediakan beasiswa yang memungkinkan saya ke sana untuk belajar (dan jalan-jalan) gratis. Maklum, sebagai kaum 'proletar' yang bekerja sebagai 'jongos' di dalam kabinet suatu negara, saya dituntut untuk selalu profesional dalam menjalankan tugas saya. Tapi karena uang saya terbatas, maka jalur beasiswa (baca: gratisan) adalah jalur yang sangat ideal untuk diraih. Kedua, negara tersebut ada liga sepakbolanya. Saya ingin nonton sepakbola di klub-klub terkenal Eropa di tempatnya langsung. Ingin sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka dari itu, saya hanya berharap, semoga tidak ada aral melintang. Semoga saya tidak (harus) mengambil cuti yang tidak penting. Semoga semua sehat. Semoga pemerintah merevisi cuti untuk pegawai di instansi saya untuk mendapat cuti secara utuh sebanyak 12 hari dalam setahun tanpa harus dikurangi dengan cuti bersama. Semoga ada revisi peraturan yang memperbolehkan pegawai untuk mengambil cuti minimal 1 hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cuti memang hak. Cuti juga merupakan kewajiban. Artinya orang punya hak untuk mengambil cuti dan punya kewajiban untuk mengabil cuti jika cuti tersebut tidak pernah diambil-ambil. Saya suka agak gemes sekali jika ada orang yang (berani-berani) tidak mengambil cuti. Apa tidak bosan coba di kantor terus menghadapi komputer secara terus-menerus sejumlah hari kerja. Kalau pikiran saya sudah sampai pada pemikiran yang menanyakan begini: '&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Hey dude, when was the last time you did something for the first time&lt;/span&gt;', dan parahnya saya tidak bisa menjawabnya, maka saat itulah saya mempunyai kewajiban untuk mengambil cuti. Itu tandanya otak saya sudah 'buntu'. Dan saya butuh liburan. Saya bukan orang yang gila kerja, tapi kalau kita diberi jatah cuti, kenapa juga tidak diambil, kan sayang. Benar kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan menurut saya, langkah yang paling bijaksana adalah menabung cuti sebanyak-banyaknya, tidak mengambil cuti jika tidak perlu, dan cuti yang agak lama sekalian untuk refreshing sambil belajar. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;That's a good idea&lt;/span&gt;. ;=)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar dipinjam dari &lt;/span&gt;&lt;a style="font-family: georgia;" href="http://hatiperantau.wordpress.com/2009/05/07/cuti-dan-dot-dot-dot/"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1335694336556267037-7015612116757818483?l=adieriyanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adieriyanto.blogspot.com/feeds/7015612116757818483/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adieriyanto.blogspot.com/2010/06/episode-15-cuti.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1335694336556267037/posts/default/7015612116757818483'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1335694336556267037/posts/default/7015612116757818483'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adieriyanto.blogspot.com/2010/06/episode-15-cuti.html' title='Episode #15: Cuti'/><author><name>Adie Riyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06465449405250198684</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/-5PdaIiunQcU/TZByeps3XRI/AAAAAAAAAqw/meKszx5FhgE/s220/IMG_1819.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TDwNcKSV7zI/AAAAAAAAAgE/w-sXwhMtWU0/s72-c/cuti.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1335694336556267037.post-378184087391560675</id><published>2010-06-11T10:02:00.013+07:00</published><updated>2010-07-13T09:02:13.615+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='June Blogging Series'/><title type='text'>Episode #14: World Cup 2010: Dunia Seru Sepak Bola</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;22 pemain, 1 wasit, 2 hakim garis, dan 1 bola. Berjuta pasang mata seakan takzim menikmati sihir tak nampak sekalipun mudah dirasakan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;ueforia&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;nya. Tak ada yang pernah tahu, sihir apa yang membius berjuta-juta manusia di bumi ini untuk duduk dalam satu kesepakatan, menyaksikan pentas olahraga (sepakbola) bertaraf dunia tanpa sekalipun mengeluh terlalu capek untuk mengikuti jalannya pertandingan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="font-family: georgia;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TCqRp6ZnFbI/AAAAAAAAAf0/UVYJ6vQjik0/s1600/world-cup-2010.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 282px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TCqRp6ZnFbI/AAAAAAAAAf0/UVYJ6vQjik0/s320/world-cup-2010.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5488359245141710258" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Badan pegal-pegal, kurang tidur, jadwal jadi (agak) berantakan, kimiawi tubuh jadi kacau balau. Mungkin jika bisa ditambahkan, berangkat ke kantor jadi sering kesiangan, alhasil bisa dimarah-marahi bos gara-gara kerjaan jadi tidak beres.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Saya sendiri baru mengikuti jalannya Piala Dunia sejak tahun 1998. Waktu itu saya masih SD. Dan saya ingat benar, yang menang Perancis. Yang jadi pertanyaan, mengapa sekarang Perancis mainnya jelek banget ya?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Ngomong-ngomong masalah Piala Dunia, hal yang terjadi masih sama, dari dulu hingga sekarang. Banyak yang begadang (jika negara penyelenggara beda zona waktunya jauh sekali dengan Indonesia) untuk bela-belain nonton. Bagi yang tajir mampus, bisa sekalian &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;traveling&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; (ini yang saya suka). Bagi yang suka judi, ajang ini bisa jadi momen panen untuk mengeruk keuntungan dengan tebak-tebakan mulai tebak skor, tebak siapa yang menang dalam setiap pertandingan, dan puncaknya menebak negara mana yang akan menggondol pulang trofi Piala Dunia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="font-family: georgia;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TCqP3igcAUI/AAAAAAAAAfU/2boF3Pkndv8/s1600/piala+bola.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 260px; height: 194px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TCqP3igcAUI/AAAAAAAAAfU/2boF3Pkndv8/s400/piala+bola.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5488357280222806338" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Yang membuat saya penasaran selain pertandingan yang seru, cerita-cerita lucu yang melingkupi jalannya piala dunia, negara yang menjadi tuan rumah, dan siapa yang menjadi juaranya, adalah tentang bola itu sendiri. Mengapa? Bola memang bundar (atau bulat). Jadi bagi saya, eksentriknya sebuah bola terletak pada kemisteriusan bola itu sendiri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Waktu saya kecil, sering sekali dicekoki dengan informasi yang menurut saya sahih kebenarannya. Bola Piala Dunia katanya berasal dari Indonesia. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;Sumpe lo?&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; Informasi itu sebelumnya saya telan mentah-mentah. Seiring dengan berkurangnya usia, saya jadi tahu (karena berusaha mencari tahu) bahwa informasi tersebut tidak sepenuhnya tepat. Saya iseng-iseng buka wiki(pedia) dan saya dapati informasi bahwa bola tersebut dibuat di China dengan bahan lateks yang asalnya dari Taiwan. Tak ada informasi yang jelas kalau China sebagai produsen si bundar Jabulani melakukan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;outsouching&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; ke Indonesia. Kalau kurang jelas, silakan baca link berikut ini tentang &lt;/span&gt;&lt;a style="font-family: georgia;" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Adidas_Jabulani"&gt;Adidos Jabulani&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="font-family: georgia;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TCrFxFKQJYI/AAAAAAAAAf8/LioL_jp7mys/s1600/bola.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 318px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TCrFxFKQJYI/AAAAAAAAAf8/LioL_jp7mys/s320/bola.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5488416542893811074" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Perhelatan besar seperti piala dunia selalu menarik minat saya. Karena menyukai traveling, saya biasanya mencari-cari informasi tentang segala sesuatu yang berkaitan dengan dunia sepak bola dan tempat di mana perhelatan akbar tersebut berlangsung. Sejak Piala Dunia tahun 2002, saya sedikit membuka 'mata' tentang isu-isu yang berkembang selama berlangsungnya Piala Dunia. Sebenarnya sederhana saja. Saya suka melihat bangunan dan arsitektur yang unik-unik dan 'lain'. Dan kalau kesampaian di lokasinya, saya tidak sabar untuk berfoto tentu saja.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Tapi, untuk saat ini, hal-hal tersebut baru bisa saya nikmati lewat koran, televisi, dan internet saja. Karena mengikuti perkembangannya, saya jadi tahu bahwa pembangunan stadion yang megah dan menghabiskan dana jutaan dolar itu mempunyai beragam dilema. Tentu saja, di mana-mana yang namanya pembangunan selalu menyisakan cerita sedih dan pahit. Di baik genggap gempita dan sorak sorai selalu meninggalkan tragedi air mata. Tapi, daripada berlarut-larut tenggelam dalam kesedihan, mending diambil sikap positifnya. Afrika Selatan sebagai negara penyelenggara Piala Dunia tentu saja diuntungkan, selain karena devisa dan pemasukan negara, juga pembangunan stadion-stadion megah kelas dunia. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Saya jadi berharap suatu saat Indonesia bisa menjadi tuan rumah perhelatan ini. Jika saat ini belum sanggup masuk kualifikasi kompetisi yang menyedot hampir tatapan mata seluruh manusia di bumi ini, menjadi tuan rumah bisa membuat Indonesia memiliki stadion yang kelasnya buka &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;ecek-ecek&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;. Soalnya kalau saya pikir, stadion paling baik di Indonesia dan punya kualitas kok hanya Senayan saja. Itu pun bangkunya sederhana saja.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="font-family: georgia;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TCqQEtX6pfI/AAAAAAAAAfc/qusMg3GVMrM/s1600/2010collage.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 236px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TCqQEtX6pfI/AAAAAAAAAfc/qusMg3GVMrM/s320/2010collage.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5488357506478155250" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Dan ngomong-ngomong tentang Piala Dunia, saya sudah jauh-jauh hari mengosongkan jadwal traveling saya selama sebulan, hanya untuk bisa tenang duduk manis menonton bola tanpa harus pusing nyari-nyari tivi di warung pas ada di jalan. Jadi, saya ingin menikmati perhelatan ini dengan nyaman. Saya yakin semua pasti setuju, untuk menikmati &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;event&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; empat tahunan ini, paling tidak perlu dijadwal dengan baik mengenai kapan saat tidur, kapan harus menyelesaikan pekerjaan, kapan harus selesai membaca buku, kapan harus nonton film (&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;hadewh&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;, kayaknya saya absen ke bioskop selama sebulan), dan tentu saja stamina yang prima agar sistem kimiawi dalam tubuh tidak terganggu. Kan jadi ribet kalau gara-gara nonton bola akhirnya jatuh sakit.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Bola memang seru. Dari mulai permainannya, suporternya, tebak skornya, taruhannya, sampai siapa yang jadi pemenangnya. Makanya jangan sampai melewatkannya ya. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tsa mina mina it's time for Africa. Viva Espana&lt;/span&gt;. ;=)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1335694336556267037-378184087391560675?l=adieriyanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adieriyanto.blogspot.com/feeds/378184087391560675/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adieriyanto.blogspot.com/2010/06/world-cup-2010-dunia-seru-sepak-bola.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1335694336556267037/posts/default/378184087391560675'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1335694336556267037/posts/default/378184087391560675'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adieriyanto.blogspot.com/2010/06/world-cup-2010-dunia-seru-sepak-bola.html' title='Episode #14: World Cup 2010: Dunia Seru Sepak Bola'/><author><name>Adie Riyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06465449405250198684</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/-5PdaIiunQcU/TZByeps3XRI/AAAAAAAAAqw/meKszx5FhgE/s220/IMG_1819.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TCqRp6ZnFbI/AAAAAAAAAf0/UVYJ6vQjik0/s72-c/world-cup-2010.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1335694336556267037.post-4915060671758803715</id><published>2010-06-10T07:56:00.011+07:00</published><updated>2010-07-19T16:52:10.511+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jejak Langkah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='June Blogging Series'/><title type='text'>Episode #13: Membaca Buku</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Mungkin tulisan ini agak kurang menarik bagi Anda, tapi bagi saya selalu merupakan topik yang sangat menarik dan layak untuk terus-menerus diperbincangkan. Topik yang saya maksud adalah kegiatan membaca. Saya merasa topik ini penting mengingat banyak sekali pertanyaan dari teman-teman saya tentang bagaimana membiasakan diri menyukai membaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ceritanya, waktu liburan ke Pulau Tidung minggu kemarin, ada salah satu teman saya yang bertanya-tanya mengapa saya masih saja sempat membaca walaupun dalam acara liburan. Saya hampir selalu membaca satu atau dua buku sebagai 'teman' jalan saat merencakan mau liburan ke mana. Alasannya cukup simpel. Tak selamanya dalam acara perjalanan kita akan menghabiskan waktu dengan bergosip atau ngobrol tentang suatu hal. Ada kalanya mulut ini capek kan kalau seharian cuma cuap-cuap tidak jelas juntrungannya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TCnGxUkyMGI/AAAAAAAAAfM/7IPAOdGhupc/s1600/IMG_0873.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 214px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TCnGxUkyMGI/AAAAAAAAAfM/7IPAOdGhupc/s320/IMG_0873.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5488136171566542946" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Membaca Buku karena Pesawatnya Delay ;=(&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Saya katakan kepada teman saya itu, membaca itu sungguh mengasyikkan. Daripada kita bengong kayak '&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;kethek ketulup&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;', kan lebih baik melakukan kegiatan produktif (dan kreatif) dengan membaca. Ada banyak hal yang bisa didapatkan dari kegiatan membaca. Saya bisa menghabiskan waktu liburan saya di hari Sabtu Minggu hanya dengan membaca dan tidak perlu pergi ke mana-mana. Selain irit pengeluaran yang tidak perlu, saya jadi bisa beristirahat lebih banyak. Soalnya jika sudah terasa ngantuk, bisa langsung &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;tepar&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; di kasur. Enaknya. Selain itu, saya juga lebih senang untuk membaca buku daripada tidur di pesawat. Kan sayang kalau perjalanan yang cuma sebentar itu musti dihabiskan dengan tidur. Secara pemandangan dari dalam pesawat begitu indah dan menawan. Apalagi kalau daerah yang akan kita kunjungi ini merupakan daerah yang baru kita datangi untuk pertama kali.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Lalau bagaimana memulainya? Sebenarnya saya agak bingung dengan pertanyaan ini. Soalnya, saya tidak tahu pasti mengapa saya menjadi orang yang suka sekali membaca. Yang saya tahu, awalnya saya rutin membaca buku di setiap waktu senggang yang saya miliki. Awalnya memang agak berat jika pada mulanya memang tidak suka membaca dan baru akan mulai menyukai membaca.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; font-family: georgia;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TClpIiSRfnI/AAAAAAAAAek/l18hcqkt3rE/s1600/DSCN0444.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TClpIiSRfnI/AAAAAAAAAek/l18hcqkt3rE/s400/DSCN0444.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5488033216290979442" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Membaca saat berada di atas perahu, di tengah laut :=)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Menumbuhkan kegiatan membaca perlu dilakukan pelan-pelan dengan penuh keteraturan. Cara yang paling mudah adalah dengan memilih jenis bacaan yang secara personal dekat dengan kita. Misalkan, jika kita suka film, maka bacalah ulasan-ulasan tentang film, buku, majalah atau segala sesuatu yang berkaitan dengan film seperti buku yang akan, sudah, atau sedang difilmkan. Atau bagi yang suka olahraga, seperti bola misalnya, bisa memulai kegiatan membaca melalui topik-topik yang mengangkat isu dan tema bola. Memilih bahan bacaan (awal) untuk menumbuhkan minat baca ini merupakan poin penting yang (bisa jadi) menentukan mau tidaknya, atau berjalan tidaknya kegiatan menyukai membaca buku. Hal itu karena jika dari awal sudah mendapatkan kesan bahwa membaca itu membosankan dan hanya buang-buang waktu, maka sudah dipastikan jika buku akan menjadi rivalnya dalam menjalani kehidupan. Maka, pandai-pandailah dan berkreatiflah dalam menentukan bahan bacaan yang bagus dan cocok untuk kita baca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda merasa kesulitan untuk menentukan buku seperti apa yang cocok untuk dipakai menumbuhkan minat baca, tanyalah kepada teman dekat Anda, buku apa yang bagus untuk dibaca, kemudian mulailah membaca. Jika malu untuk bertanya kepada teman karena takut diolok-olok bahwa sudah segede gambreng baru mau belajar membaca, datanglah ke perpustakaan atau toko buku terdekat, pilih salah satu dari 10 judul buku yang masuk jajaran &lt;span style="font-style: italic;"&gt;best seller&lt;/span&gt; dan Anda rasa paling menarik dan paling mudah dimengerti, kemudian mulailah membaca.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TCm-OQC-_qI/AAAAAAAAAe8/I16ANF5D_uU/s1600/04102008310.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TCm-OQC-_qI/AAAAAAAAAe8/I16ANF5D_uU/s320/04102008310.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5488126772962590370" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Saya dan koleksi buku-buku saya ;=)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Jauhkan diri Anda dari pergaulan dengan orang-orang yang tidak suka membaca. Bukan dengan menjauh secara langsung dan permanen tapi usahakan jika Anda sedang ingin membaca, carilah tempat yang asyik dan nyaman sekaligus jauh dari gangguan teman-teman yang bisa datang kapan saja dan mengajak kita &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;hang out&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; di luar. Percayalah, orang-orang seperti ini tidak akan membawa kemajuan bagi kehidupan kreatif Anda dalam menikmati literasi. Biasanya, saya katakan biasanya, orang-orang yang jarang atau tidak suka membaca akan lebih cenderung menyukai budaya lisan. Maka tak jarang, saya pikir, orang-orang yang banyak omong adalah orang yang tidak suka membaca.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Jika Anda merasa orang paling malas membaca, mulailah dijadwal dan diatur untuk membagi lembar-lembar dalam buku, tentang jumlah lembar yang harus selesai dibaca dalam satu hari, tentang kapan harus mulai membaca, dan tempat yang paling asyik untuk menikmati sebuah buku. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Membaca merupakan kegiatan personal yang tidak dapat dipaksakan. Jika memang dari awal Anda niat, maka tinggal membiasakan saja kegiatan tersebut untuk dilakukan secara teratur. Seperti halnya makan, minum, dan buang air, membaca bisa menjadi semacam kebutuhan hidup yang mencandu dalam diri kita saat kita sendiri mau dan berusaha menjadikan virus kreatif tersebut menggerogoti tubuh dan pikiran kita. Jadi, apalagi yang Anda tunggu, inilah saat yang baik untuk memulai membaca buku. Berangkat!!! ;=)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1335694336556267037-4915060671758803715?l=adieriyanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adieriyanto.blogspot.com/feeds/4915060671758803715/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adieriyanto.blogspot.com/2010/06/episode-13-membaca-buku.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1335694336556267037/posts/default/4915060671758803715'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1335694336556267037/posts/default/4915060671758803715'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adieriyanto.blogspot.com/2010/06/episode-13-membaca-buku.html' title='Episode #13: Membaca Buku'/><author><name>Adie Riyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06465449405250198684</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/-5PdaIiunQcU/TZByeps3XRI/AAAAAAAAAqw/meKszx5FhgE/s220/IMG_1819.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TCnGxUkyMGI/AAAAAAAAAfM/7IPAOdGhupc/s72-c/IMG_0873.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1335694336556267037.post-3253834657224898257</id><published>2010-06-09T21:40:00.017+07:00</published><updated>2010-07-19T16:52:45.986+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jejak Langkah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='June Blogging Series'/><title type='text'>Episode #12: Cerita Foto (Bagian I)</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: georgia;font-family:georgia;" &gt;Karena setiap gambar punya ceritanya masing-masing, sangat layak memasukkan sesuatu dalam blog ini yang berkaitan dengan fenomena dan kenyataan, ironi dan kepahitan hidup, kemegahan dan kekumuhan, serta segala sesuatu yang 'bersuara' sekalipun berasal dari sebuah gambar sederhana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah gambar atau sebentuk karya fotografi seringkali secara tersirat menyampaikan pesan yang dapat dengan gamblang terbaca maksudnya atau membutuhkan sedikit penjelasan dan penerjemahan dalam mengartikulasikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan di kawasan Teluk Jakarta, saya mencoba untuk menangkap sesuatu yang (menurut saya) penting melalui lensa kamera SLR Canon EOS 50D I EF-S 18-200mm f/3.5-5.6 IS. Inilah foto-foto hasil (percobaan memotret) yang saya lakukan di atas perahu motor milik nelayan Angke yang bertolak dari Pelabuhan Muara Angke menuju Pulau Tidung, Kabupaten Administratif Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. Dari iseng-iseng itu, saya jadi berpikir satu hal. Ternyata kota Jakarta menyimpan eksotika objek foto yang memikat pemula seperti saya untuk mengeksplorasi keunikannya melalui kelincahan berkamera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center; font-family: georgia;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TCR1FiEbc4I/AAAAAAAAAeU/TqkhSuu5sFo/s1600/IMG_2767.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 267px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TCR1FiEbc4I/AAAAAAAAAeU/TqkhSuu5sFo/s400/IMG_2767.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5486638983949284226" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;1. Berangkat Melaut&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="font-family: georgia;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TCRxed1KnbI/AAAAAAAAAeM/NOE8xjaLCIc/s1600/IMG_2769.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 186px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TCRxed1KnbI/AAAAAAAAAeM/NOE8xjaLCIc/s320/IMG_2769.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5486635014261743026" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;font-family:georgia;" &gt;2. Antri Berlayar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="font-family: georgia;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TCRuO1YIwiI/AAAAAAAAAeE/s_6t_1qANek/s1600/IMG_2782.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 320px; height: 154px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TCRuO1YIwiI/AAAAAAAAAeE/s_6t_1qANek/s320/IMG_2782.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5486631447169647138" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;font-family:georgia;" &gt;3. Menjulang Sekoloni&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; font-family: georgia;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center; font-family: georgia;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TCR9grbStnI/AAAAAAAAAec/GVOYYSCdFRk/s1600/IMG_2879.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 98px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TCR9grbStnI/AAAAAAAAAec/GVOYYSCdFRk/s400/IMG_2879.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5486648246410589810" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;4. Pesona Pulau Berjembatan Cinta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: georgia;font-family:georgia;" &gt;Dan itulah sekelumit hasil tangkapan kamera yang (menurut saya) masih terasa seperti jepretan amatiran. Ya, saya akui, saya masih baru dalam hal penggunaan kamera digital model SLR.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;font-family:georgia;" &gt;Namun demikian, gambar sederhana itu saya niatkan untuk mencari atau menangkap cerita dari balik suatu gambar alam yang tersaji di depan mata saya. Sungguh menarik sekali kegiatan fotografi itu. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;font-family:georgia;" &gt;Dan saya baru mengerti sekarang. ;=)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1335694336556267037-3253834657224898257?l=adieriyanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adieriyanto.blogspot.com/feeds/3253834657224898257/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adieriyanto.blogspot.com/2010/06/episode-12-cerita-foto-bagian-i.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1335694336556267037/posts/default/3253834657224898257'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1335694336556267037/posts/default/3253834657224898257'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adieriyanto.blogspot.com/2010/06/episode-12-cerita-foto-bagian-i.html' title='Episode #12: Cerita Foto (Bagian I)'/><author><name>Adie Riyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06465449405250198684</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/-5PdaIiunQcU/TZByeps3XRI/AAAAAAAAAqw/meKszx5FhgE/s220/IMG_1819.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TCR1FiEbc4I/AAAAAAAAAeU/TqkhSuu5sFo/s72-c/IMG_2767.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1335694336556267037.post-5134015738079004125</id><published>2010-06-08T11:53:00.019+07:00</published><updated>2010-07-19T16:53:06.145+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jejak Langkah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='June Blogging Series'/><title type='text'>Episode #11: Teman Jalan-Jalan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TCM1cLoxNuI/AAAAAAAAAd0/zN9WEO3Q3RM/s1600/SDC11653.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TCM1cLoxNuI/AAAAAAAAAd0/zN9WEO3Q3RM/s320/SDC11653.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5486287529343792866" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Jika disuruh milih, saya lebih suka untuk jalan-jalan secara mandiri. Saya orangnya malas menunggu, tidak sabaran kalau disuruh ngantri, dan terbiasa jalan cepat-cepat. Untuk yang terakhir itu mungkin karena efek saya orang gunung, yang harus selalu mengejar angkutan umum untuk pergi ke kota. Jadi, kebayang kan kalau saya jalannya &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;klemak-klemek&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; bisa-bisa telat dapat angkutan. Tapi karena dengan berangkat ramai-ramai, biaya jalan-jalan jadi lebih murah, saya pun asyik-asyik saja jalan bareng dengan beberapa orang asalkan cocok dengan teman tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Awal mula saya suka jalan adalah karena undangan (secara iseng-iseng) untuk mencoba naik pesawat terbang ke Belitung dari Ari Subagja. Hantu laut satu itu memang tiada duanya. Dia saya nilai OK kalau urusan mengatur-atur acara jalan kita. Saya tinggal bayar sekian, semua-muanya sudah diurusi dengan baik olehnya mulai dari tiket pesawat, taksi ke bandara, kue-kue kecil dan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;soft drink&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; untuk sarapan, akomodasi di tempat tujuan mulai dari penginapan dan segala &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;tetek bengek&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;nya, sampai urusan kaos untuk &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;dresscode&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;. Yang belakang ini agak najis. Jalan-jalan dengan pakaian serupa emang memudahkan untuk mencari satu sama lain di keramaian. Tapi karena sekarang teknologi komunikasi sudah canggih, pakai seragam seperti ini kok rasanya seperti anak panti ya? Saya serasa dilayani kalau jalan bareng dia. Yang paling tidak saya sukai dari dia adalah suka merokok, selalu minta sesuatu yang eksklusif (&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;tracking&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; ke gunung dan sejenisnya gak cocok buat dia), dan mulutnya yang '&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;agak beracun&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;'.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Maksudnya agak beracun di sini adalah dia suka sekali ngata-ngain orang dengan seenak udelnya. Marah-marah kalau saya tidak &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;on time&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;, tapi giliran dia yang telat alasannya panjang banget. Kelakuan ini sebelas dua belas dengan Bambang aka &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;Benk&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;. Si Benk ini tipe anak yang gendut gembur persis kayak arca gupala. Kebiasaan kentutnya yang di sembarang tempat (&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;mostly&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; di depan saya) sungguh memuakkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="font-family: georgia;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TCLGGNggSjI/AAAAAAAAAdU/fE4hzEXjHf8/s1600/img_0104.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TCLGGNggSjI/AAAAAAAAAdU/fE4hzEXjHf8/s200/img_0104.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5486165106098194994" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Enaknya dia itu tidak ada masalah dengan duit. Jadi patungan sama dia tidak perlu itung-itungan masalah kembalian. Yang parah, mulutnya itu kadang lebih tajam dari silet. Maksudnya becanda (dan saya tahu itu) tapi jika orang lain yang tidak tahu sifat becandaanya bakal menilai dengan serius omongannya. Dan salah satu orang yang selalu termakan 'bualan' si Benk ini adalah bosnya sendiri. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;Hadewh&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Teman saya yang lain yaitu Rinaldi dan Suhaidi. Rinaldi ini anak Bogor. Sangat tidak mandiri untuk memutuskan sesuatu (biasanya selalu meminta petunjuk si Ari). Angka ikut yang selalu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sendiko dawuh&lt;/span&gt; pada bos Ari-nya yang eksklusif. Sedangkan Suhaidi adalah anak Belitung yang nyasar ke Jakarta. Kebiasaannya yang paling parah adalah tidur. Di mana-mana dia selalu tidur. Di pesawat, di perahu, atau bus, hampir selalu menghabiskan waktunya dengan tidur. Tidurnya pun sangat tidak anggun alias selalu terbuka menganga mulutnya hahaha. Saya tidak habis pikir, untuk acara jalan-jalan singkat ke Bali, waktunya dihabiskan untuk tidur saja. Waduh sayang sekali ya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Dari Rinaldi saya jadi kenal dengan teman jalan yang lain. Namanya &lt;a href="http://dhyankaaardig.multiply.com/"&gt;Dhian Khaerani&lt;/a&gt;. Saya kenal dia pas mau jalan-jalan ke Bali. &lt;/span&gt;&lt;a style="font-family: georgia;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TCMuQIKMtnI/AAAAAAAAAds/XaSh4inNyYs/s1600/CIMG0422.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TCMuQIKMtnI/AAAAAAAAAds/XaSh4inNyYs/s200/CIMG0422.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5486279625670440562" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Cewek gila yang suka bangat &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;traveling&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; ke mana saja &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;ala backpacker&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;. Rekor jalan-jalannya lebih luas daripada saya. Dia sudah pernah jalan ke Raja Ampat (Papua) tempat yang sudah lama saya impikan untuk saya kunjungi. Terakhir dia baru saja pulang dari Jerman. Dan pada suatu kesempatan, dia mengajak saya untuk mengunjungi Pulau Sikuai atau jalan-jalan ke Belanda. Orangnya &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;easy going&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;, dan kita nyambung ngobrol &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;ngalor-ngidul&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; tentang apa saja. Kerjaannya membuat dirinya bebas pergi ke mana saja tanpa pusing memikirkan budget dan acara cuti. Tidak seperti saya yang jadi 'pejabat negara' yang agak ribet ngurusi ini itu jika akan ada niat untuk jalan-jalan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; font-family: georgia;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TCLB8jDhuHI/AAAAAAAAAdE/89XyqiCGyVg/s1600/IMG_1322.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 214px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TCLB8jDhuHI/AAAAAAAAAdE/89XyqiCGyVg/s320/IMG_1322.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5486160542037031026" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Teman paling asyik buat jalan-jalan ;=)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Ada satu lagi teman yang asyik diajak jalan. Namanya Andriansyah. Saya ketemu dia waktu mau jalan-jalan ke Bali. Orangnya benar-benar gila. Santai, humornya tidak garing, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;easy going&lt;/span&gt;, dan mau diajak jalan sampai pagi. Maklum, di Bali kalau &lt;span style="font-style: italic;"&gt;weekend&lt;/span&gt; kehidupan baru mulai agak &lt;span style="font-style: italic;"&gt;on &lt;/span&gt;menginjak pukul 9 malam ke atas. Sayang kan kalau momen menikmati dunia gemerlap itu dilewatkan begitu saja. Karena dia dan Rinaldi ini doyan minum juga, alhasil pas jalan malam, jalannya seperti melayang hehehe. Hidup alkohol. ;=)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya saya suka jalan-jalan dengan siapa saja. Selama orang tersebut memiliki kriteria seperti berikut:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="font-family: georgia;"&gt;&lt;li&gt;Tidak ribet, maksudnya bisa membawa diri, tidak menyusahkan orang lain, dan tahu kebutuhannya sendiri. Jika sudah tahu kalau mau jalan seminggu ya membawa baju gantinya jangan hanya satu jika malas mencuci.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mau diajak patungan dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sharing&lt;/span&gt; soal tempat tidur, makan, dan semua-muanya saat jalan-jalan. Tidak itung-itungan sampai uang receh pun diitung-itung juga.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bukan tipe anak mami, yang harus minta disiapin ini itu, disediakan ini itu, apalagi sampai harus ditelepon di setiap kesempatan. Idih, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;gengges&lt;/span&gt; banget melihatnya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tidak lelet, artinya bisa jalan cepat. Ini penting untuk mengejar saat-saat genting untuk &lt;span style="font-style: italic;"&gt;boarding&lt;/span&gt; ke pesawat atau naik perahu. Seperti saya katakan di atas, saya paling tidak suka menunggu.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bersih dan rapi. Sebenarnya saya tidak mempermasalahkan penampilan, tapi kalau teman kita itu bengek, ingusnya keluar terus, selalu memproduksi dahak dan sering meludah sembarangan kan ganggu banget jadinya. Maka dari itu, kebersihan sebagian dari iman memang layak dijunjung tinggi, di dunia jalan-jalan sekalipun.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Memang gampang-gampang susah menemukan teman yang cocok untuk diajak jalan bareng sesuai dengan cita rasa yang sama-sama kita inginkan. Maka, jika ketemu dengan teman 'di jalan' sebenarnya lebih &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;adventurous&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; sekali. Cuma, di dunia yang tingkat kriminalitasnya membuat diri terhenyak seperti sekarang, rasanya saya lebih suka jalan bareng dengan orang yang sudah saya kenal sebelumnya. Paling tidak, jika saya belum kenal, ada teman saya yang sudah mengenalnya. Ini tidak berlaku untuk orang-orang yang saya ajak ngobrol di tempat tujuan. Dan jika ada beda pendapat untuk menentukan lokasi mana dulu yang 'dijajah' biasanya saya mengusulkan dan mendorong teman-teman saya menuju ke lokasi yang diinginkan duluan, dan janjian untuk ketemu kembali di suatu tempat yang sudah disepakati berikut jam berapa sudah harus ada di situ. Lebih adil untuk semuanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; font-family: georgia;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TCK67sbI8aI/AAAAAAAAAcs/Luj3Z63M5Pw/s1600/IMG_2792.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 267px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TCK67sbI8aI/AAAAAAAAAcs/Luj3Z63M5Pw/s400/IMG_2792.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5486152830790726050" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;teman &lt;span style="font-style: italic;"&gt;traveling&lt;/span&gt; saya yang terakhir&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;(sebelum saya menulis catatan ini)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Yang dicari saat kita sedang jalan-jalan adalah ketenangan dan keasyikan menikmati acara jalan-jalan itu sendiri. Jika ternyata ketemu dengan teman yang cocok, acara &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;traveling&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; akan jadi riang gembira penuh canda tawa. Artinya tidak membosankan. Tapi, jika ada satu saja anggota jalan-jalan kita ada yang 'lain' sifatnya, biasanya acara jalan-jalan menjadi ajang untuk perang batin dan korban perasaan. Hal yang sangat tidak menyenangkan untuk dialami. Karena kalau keadaan itu terjadi, pengennya segera berpisah dari rombongan atau segera pulang sambil berharap bahwa acara jalan-jalan berikutnya dia tidak ikut. Memilih teman jalan itu sama seperti memilih baju. Jika cocok ya dipakai terus, jika tidak cocok ya sudah dibuang saja. Jadi, pandai-pandailah memilih teman jalan. :=)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1335694336556267037-5134015738079004125?l=adieriyanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adieriyanto.blogspot.com/feeds/5134015738079004125/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adieriyanto.blogspot.com/2010/06/episode-11-teman-jalan-jalan.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1335694336556267037/posts/default/5134015738079004125'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1335694336556267037/posts/default/5134015738079004125'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adieriyanto.blogspot.com/2010/06/episode-11-teman-jalan-jalan.html' title='Episode #11: Teman Jalan-Jalan'/><author><name>Adie Riyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06465449405250198684</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/-5PdaIiunQcU/TZByeps3XRI/AAAAAAAAAqw/meKszx5FhgE/s220/IMG_1819.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TCM1cLoxNuI/AAAAAAAAAd0/zN9WEO3Q3RM/s72-c/SDC11653.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1335694336556267037.post-4839091897300455309</id><published>2010-06-07T13:31:00.011+07:00</published><updated>2010-07-19T16:53:31.049+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jejak Langkah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='June Blogging Series'/><title type='text'>Episode #10: Traveler atau Tourist</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: georgia;font-family:georgia;" &gt;Saat &lt;span style="font-style: italic;"&gt;blogwalking&lt;/span&gt;, saya tahu dan penasaran dengan sebuah nama seseorang. Nama itu adalah Jimmy Wales. Apakah Anda pernah dengar sebelumnya? Nama aslinya Jimmy Donal 'Jimbo' Wales. &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Jimbo_Wales"&gt;Jimmy Wales&lt;/a&gt; adalah pendiri Wikipedia, sebuah ensiklopedia virtual sekaligus kamus dan juga perpustakaan yang berisi artikel atau informasi apapun, dapat dibaca dan di&lt;span style="font-style: italic;"&gt;copy paste&lt;/span&gt; secara gratis. Bahkan, tanpa iklan. &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Main_Page"&gt;Wikipedia&lt;/a&gt; merupakan tempat enak untuk mencari dan menemukan informasi yang dapat diakses dengan bebas oleh siapa saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan saya baru saja jalan-jalan ke wikipedia untuk mencari arti yang dapat mendefinisikan kata yang (menurut saya) penting. Kata itu itu adalah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;traveler&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;tourist&lt;/span&gt;. Dua kata yang mulai akrab di telinga saya sejak sekitar enam bulanan yang lalu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div  style="text-align: center; font-family: georgia;font-family:georgia;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TCGcro-ShOI/AAAAAAAAAcU/i-QBroKQd5k/s1600/IMG_1792.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 214px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TCGcro-ShOI/AAAAAAAAAcU/i-QBroKQd5k/s320/IMG_1792.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5485838094660961506" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Welcome to Paradise&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;Menurut om wiki, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Traveler"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;traveler&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; commonly refers to one who travels, especially to distant lands&lt;/span&gt;. Sedangkan menurut The World Tourism Organization (juga dimuat di wiki) &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Tourist"&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;tourist&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; berarti &lt;span style="font-style: italic;"&gt;people who travel to and stay in places outside their usual environment for more than twenty-four (24) hours and not more than one consecutive year for leisure, business and other purposes not related to the exercise of an activity remunerated from within the place visited. &lt;/span&gt;Kalau saya mendasarkan pada definisi dari wiki berarti saya sudah termasuk keduanya. Sedangkan definisi itu sudah berkembang sekarang karena ada istilah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;backpacking&lt;/span&gt;. Masih menurut wiki, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Backpacking_%28travel%29"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;backpacking&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; is a term that has historically been used to denote a form of low-cost.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="font-family: georgia;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TCHXjdJhzrI/AAAAAAAAAcc/IvdM61xO3j0/s1600/IMG_0885.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 200px; height: 134px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TCHXjdJhzrI/AAAAAAAAAcc/IvdM61xO3j0/s200/IMG_0885.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5485902825233960626" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: georgia;font-family:georgia;" &gt;Jadi, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: georgia;font-family:georgia;" &gt;backpacking&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;font-family:georgia;" &gt; adalah jalan-jalan dengan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: georgia;font-family:georgia;" &gt;budget&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;font-family:georgia;" &gt; terbatas. Saya sendiri jadi lebih suka untuk jalan-jalan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: georgia;font-family:georgia;" &gt;ala backpacking&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;font-family:georgia;" &gt; ini, soalnya selain berbiaya rendah, kita bisa menentukan sendiri kapan, harus di mana, dan sampai kapan kita mau jalan-jalan tanpa harus dibatasi oleh waktu (selain uang tentunya) dan diatur oleh semacam panitia yang tugasnya menyiapkan segala sesuatunya mulai dari akomodasi, reservasi penginapan, sampai dengan urusan makan. Dengan jalan-jalan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: georgia;font-family:georgia;" &gt;ala backpacking&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;font-family:georgia;" &gt; ini, kita bisa tahu tentang sesuatu yang biasanya tidak ditawarkan oleh paket-paket wisata dan (biasanya pula) tidak terdapat dalam brosur-brosur wisata. Menarik bukan? Karena selain dituntut untuk selalu &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: georgia;font-family:georgia;" &gt;self service&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;font-family:georgia;" &gt;, juga mendorong kita untuk lebih &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: georgia;font-family:georgia;" &gt;adventurous&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;font-family:georgia;" &gt; dalam jalan-jalan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="font-family: georgia;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TCGaL-YUgoI/AAAAAAAAAcM/5mDqtopdZPI/s1600/IMG_0900.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 187px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TCGaL-YUgoI/AAAAAAAAAcM/5mDqtopdZPI/s320/IMG_0900.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5485835351628219010" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: georgia;font-family:georgia;" &gt;Mungkin, saya belum termasuk kategori &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: georgia;font-family:georgia;" &gt;backpacker&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;font-family:georgia;" &gt; kelas berat seperti mbak &lt;/span&gt;&lt;a style="font-family: georgia;" href="http://naked-traveler.com/"&gt;Trinity&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: georgia;font-family:georgia;" &gt; atau mas &lt;/span&gt;&lt;a style="font-family: georgia;" href="http://avgustin.net/blog/"&gt;Agustinus Wibowo&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: georgia;font-family:georgia;" &gt;. Jangkauan mereka berdua sudah lebih jauh melintasi batas negara dan benua. Kalau saya, masih sebatas lingkup dalam negeri saja. Tapi, saya banyak belajar dari mereka berdua. Dan dari mereka juga saya mendapat 'ilmu' dan keberanian untuk mulai keluyuran juga. Di samping ini adalah keadaan saya waktu jalan-jalan. Tas hitam itu barang wajib yang perlu dibawa. Selain muat untuk tempat baju, juga untuk tempat barang-barang lainnya yang saya perlukan selama jalan-jalan seperti handuk, buku, dan lain-lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;font-family:georgia;" &gt;Saya lebih suka bawa tas kecil ini daripada ransel, soalnya kalau bawa ransel kok kesannya turis banget dan harus ditaruh di bagasi kalau naik pesawat. Saya pikir, bawa ransel lebih ribet, lebih banyak membutuhkan tenaga untuk membawanya, dan lebih banyak memakan uang jalan jika dititipkan. Belum lagi resiko hilang, ketukar penumpang lain, atau tertinggal di bandara keberangkatan jika ternyata ada pindah pesawat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;font-family:georgia;" &gt;Selain baju ganti dan peratan mandi &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: georgia;font-family:georgia;" &gt;make up&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;font-family:georgia;" &gt;, barang yang selalu saya bawa ke mana-mana saat jalan-jalan adalah buku, sandal jepit, obat-obatan seperlunya, tas kresek dan cemilan. Buku bagi saya adalah untuk membunuh waktu luang saat ada di jalan (di pesawat, di bus, atau di perahu). Kan bosan juga jika harus &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: georgia;font-family:georgia;" &gt;ngecipris&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;font-family:georgia;" &gt; terus sama teman-teman. Tapi, biasanya karena teman-teman saya lebih suka tidur, itu kesempatan saya untuk membaca. Sandal jepit memudahkan saya untuk jalan pas di pantai atau waktu mau mandi dan sholat. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div face="georgia" style="text-align: center; font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TBWynaNp7zI/AAAAAAAAAaE/Y1MSUX1x3Kc/s1600/110620103843.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TBWynaNp7zI/AAAAAAAAAaE/Y1MSUX1x3Kc/s400/110620103843.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5482484511514685234" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://adieriyanto.blogspot.com/2010/06/episode-6-sandal-petualang.html"&gt;Sandal Petualang&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: georgia;font-family:georgia;" &gt;Untuk acara buru-buru pun cukup &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: georgia;font-family:georgia;" &gt;available&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;font-family:georgia;" &gt; soalnya jika tertinggal tidak terlalu rugi. Maklum, harganya murah dan bisa dibeli di mana-mana. Tapi saya lebih suka bawa dari rumah saja. Itulah mengapa sandal jepit wajib dibawa ke mana-mana. Obat-obatan ya standar saja. Paling obat flu, minyak kayu putih, dan tas kresek untuk muntahan jika kepepet. Tas plastik bisa untuk membungkus baju kotor dan handuk basah biar baunya tidak kecampur dengan baju bersih. Sedangkan cemilan bagi saya penting soalnya pesawat terbang biasanya tidak menyediakan sajen untuk penerbangan domestik. Kecuali kayaknya maskapai Sriwijaya Air yang masih royal memberikan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: georgia;font-family:georgia;" &gt;snack&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;font-family:georgia;" &gt; dan minum. Kebayang kan bisa-bisa kelaparan jika harus ngejar pesawat pagi-pagi dan belum sarapan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="font-family: georgia;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TCHm8Eau0hI/AAAAAAAAAck/pNS9l3IYcQc/s1600/SDC11559.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TCHm8Eau0hI/AAAAAAAAAck/pNS9l3IYcQc/s200/SDC11559.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5485919740766376466" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: georgia;font-family:georgia;" &gt;Yang paling menyebalkan jika harus jalan-jalan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: georgia;font-family:georgia;" &gt;ala backpacking&lt;/span&gt; adalah acara oleh-oleh. Saya tidak tahu sejak kapan tradisi oleh-oleh ini ada.&lt;span style="font-family: georgia;font-family:georgia;" &gt; Saat saya berencana mengunjungi suatu tempat dan (kebetulan) ada teman kantor yang tahu saya mau jalan-jalan (&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: georgia;font-family:georgia;" &gt;mostly&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;font-family:georgia;" &gt; sih ibu-ibu), mereka pasti bilang 'jangan lupa bawain oleh-oleh ya'. Dalam pikiran saya, emang saya turis sampai sempat-sempatnya beli oleh-oleh. Kebiasaan orang Indonesia yang 'kelewat' ramah ini terus terang sangat mengganggu saya. Soalnya, walaupun kadang hanya basa-basi doang, tapi ketika saya benar-benar tidak sempat membeli oleh-oleh (karena niatnya memang tidak untuk membeli oleh-oleh), raut muka dan olok-olok yang saya dapatkan sungguh tidak mengenakkan hati. Saya selalu berpikir bahwa orang mau nitip kok menyusahkan orang lain. Yang pergi jalan-jalan saya, kok yang banyak maunya dia. Prinsip saya, kalau memang tidak ada oleh-oleh ya tidak perlu minta, apalagi sampai sewot. Saya rasa orang-orang tipe seperti ini yang sangat menyusahkan. Maunya enak saja, tinggal modal mulut ama lidah yang beracun. Siap ngomong yang berpotensi membunuh karakter orang lain. Maka dari itu saya biasanya diam-diam saja kalau mau jalan-jalan. Ribet kalau banyak orang tahu. Ada yang nitip ini itu, pesan ini itu, yang jelas sangat menyusahkan dan mau enaknya saja kayak raja. Menurut saya, ya kalau mau nitip terserah saya mau dibelikan atau tidak, soalnya bisa jadi saya tidak sempat beli ini itu karena harus mengejar &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: georgia;font-family:georgia;" &gt;boarding&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;font-family:georgia;" &gt; di bandara. Ya, kalau sudah begitu, dari awal saya akan menyebutkan bahwa saya tidak akan beli oleh-oleh. Kok kesannya turis banget gitu. Datang ke suatu tempat, foto ceprat-cepret, beli oleh-oleh, dan pulang. Datang bawa satu tas, pulang bawa tiga tas. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: georgia;font-family:georgia;" &gt;Owh, it's not so me&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;font-family:georgia;" &gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;font-family:georgia;" &gt;Jalan-jalan memang mengasyikkan. Anda bisa memilih menjadi seperti apa yang Anda inginkan. Bisa menjadi turis atau menjadi &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: georgia;font-family:georgia;" &gt;backpacker&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;font-family:georgia;" &gt;. Tergantung di mana dan seperti apa tipe jalan-jalan yang paling membuat Anda nyaman. Dan, sampai saat ini, jalan-jalan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ngeteng&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ala backpacker&lt;/span&gt; yang lebih nyaman buat saya. Karena selain lebih murah, lebih &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: georgia;font-family:georgia;" &gt;adventurous&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;font-family:georgia;" &gt;. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Selamat jalan-jalan dan berpetualang. ;=)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; font-family: georgia;"&gt;&lt;a style="font-family: georgia;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TCGSosHRVAI/AAAAAAAAAb8/-SYzTic7Vfk/s1600/050620103822.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TCGSosHRVAI/AAAAAAAAAb8/-SYzTic7Vfk/s400/050620103822.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5485827048848053250" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: georgia;"&gt;Saya, di atas perahu, di antara karung beras, tumpukan sembako, &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: georgia;"&gt;bau kecut pelaut, dan bau asin air laut&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1335694336556267037-4839091897300455309?l=adieriyanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adieriyanto.blogspot.com/feeds/4839091897300455309/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adieriyanto.blogspot.com/2010/06/episode-10-traveler-atau-tourist.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1335694336556267037/posts/default/4839091897300455309'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1335694336556267037/posts/default/4839091897300455309'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adieriyanto.blogspot.com/2010/06/episode-10-traveler-atau-tourist.html' title='Episode #10: Traveler atau Tourist'/><author><name>Adie Riyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06465449405250198684</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/-5PdaIiunQcU/TZByeps3XRI/AAAAAAAAAqw/meKszx5FhgE/s220/IMG_1819.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TCGcro-ShOI/AAAAAAAAAcU/i-QBroKQd5k/s72-c/IMG_1792.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1335694336556267037.post-2257571686151698665</id><published>2010-06-06T12:35:00.014+07:00</published><updated>2010-07-19T16:54:42.639+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jejak Langkah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='June Blogging Series'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita-Cerita'/><title type='text'>Episode #9: Cerita Pulau (2) Keceriaan Anak-Anak Negeri Seribu Pulau</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Suatu ketika saya pernah berpikir untuk membotolkan masa kanak-kanak. Sepertinya enak sekali jika kita bisa kembali menikmati keceriaan masa kecil ketika kenyataan menyebutkan bahwa dunia yang kita jalani sudah penuh dengan jenggot dan permasalahan tetek bengek orang dewasa. Teteknya sih enak, bengeknya itu yang membuatnya jadi susah. Tapi tentu saja, kegiatan membotolkan masa kanak-kanak itu hanya mungkin terjadi di dunia Harry Potter. Dunia fantasi Harry Potter memang tumbuh bersamaan dengan masa kecil saya hingga saya menginjak bangku kuliah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenangan tersebut muncul kembali saat minggu lalu saya main-main ke Pulau Tidung, pulau terbesar dalam gugusan pulau di wilayah Kepulauan Seribu, Jakarta. Saya melihat banyak sekali anak-anak dengan senyum dan keceriaan khas mereka yang lucu, gaya bercanda mereka yang polos, dan tingkah polah mereka yang hampir selalu mengundang senyum. Sungguh suatu dunia dalam masa kehidupan manusia yang tak kan pernah berulang. Kadang saya berpikir bahwa sungguh bahagianya berada di masa kehidupan tersebut. Hidup rasanya hanya ada dua hal yaitu bermain dan belajar. Walaupun saya sudah segede gambreng seperti sekarang, di mana teman-teman saya sudah banyak yang menikah dan punya anak, saya justru masih kepikiran betapa menyenangkannya tetap bisa menikmati dunia mereka. Dunia anak-anak yang saya rindukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a style="font-family: georgia;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TBd6uf3-zzI/AAAAAAAAAbU/DuEI9fpBQYk/s1600/IMG_2877.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 134px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TBd6uf3-zzI/AAAAAAAAAbU/DuEI9fpBQYk/s200/IMG_2877.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5482986010595741490" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Liburan bagi saya adalah waktu yang enak buat refleksi diri, melihat dari dekat kehidupan orang-orang yang sama sekali tidak saya kenal. Saya biasanya menyempatkan diri untuk bergaul dengan penduduk asli dari suatu tempat yang saya kunjungi dan ngobrol sesuatu baik tentang kehidupan yang dijalaninya maupun suatu topik pembicaraan yang tersebar luas dan sama-sama kami ketahui karena menonton televisi. Dan di antara jenis orang yang selalu menarik untuk diajak ngobrol adalah anak-anak. Mengapa anak-anak? Karena mereka mempunyai jawaban yang polos dan apa adanya. Mereka tidak akan membuat-buat jawaban yang dilontarkannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Saya 'menemukan' banyak cerita dengan anak-anak Pulau Tidung yang seru-seru. Ketika saya ke sana (pas hari Sabtu) mereka baru saja pulang dari sekolah. Mereka ada yang masih mengenakan seragam saat bermain atau waktu membantu orang tuanya melayani pengunjung. Dengan pakaian pramuka, mereka lari sana-sini untuk mencari persediaan sepeda yang masih bisa disewakan untuk pengunjung pulau. Ada pula sekumpulan anak-anak lucu yang membantu orang tuanya menawarkan penginapan di rumahnya. Mereka ini memang sudah ganti baju dan lebih siap menyambut pendatang. Dengan gaya polosnya mereka menawarkan rumah-rumah orang tua mereka untuk menginap. Baju mereka pun lucu-lucu. &lt;/span&gt;&lt;a style="font-family: georgia;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TBd5Jz_JvQI/AAAAAAAAAa8/UyOHTs1nhRg/s1600/IMG_2831.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 134px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TBd5Jz_JvQI/AAAAAAAAAa8/UyOHTs1nhRg/s200/IMG_2831.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5482984280827739394" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Ada sekumpulan anak yang memakai kostumnya Persija dan Persib. Di kostumnya Jakmania itu ada ungkapan yang bisa membuat suporter Persib telinganya merah. Tapi anehnya mereka rukun-rukun saja tuh. Senang sekali melihat mereka hidup damai seperti itu. Lebih senang lagi kalau suporter Persija dan Persib juga serukun mereka. Soalnya biar kalau nonton bola di Sanayan jadi aman dan tenang sentosa. Soalnya tiap ada pertandingan bola, kok bawaannya parang, sangkur, gir motor, samurai, dan sejenisnya. Ini mau berangkat nonton bola atau mau perang ya? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Selain itu saya menemui ada anak-anak yang dari penampilannya terlihat kucel dan jarang mandi. Ia jalan bareng adiknya yang kebetulan membawa pianika. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;Busyet&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;, anak sekecil itu, di sebuah pulau yang tidak terlalu besar, mainannya sudah pianika. Saya waktu seumuran dia mainannya baru kelereng dan gedebok pisang. Saya baru main piano saat kelas 5 SD, waktu mau lomba Siswa Teladan tingkat Kabupaten. &lt;/span&gt;&lt;a style="font-family: georgia;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TBd5eCYY9bI/AAAAAAAAAbE/dqKEe0hBlBM/s1600/IMG_2919.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 200px; height: 134px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TBd5eCYY9bI/AAAAAAAAAbE/dqKEe0hBlBM/s200/IMG_2919.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5482984628289074610" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Kebayang kan, kalau saya waktu itu tidak ikut lomba, sepertinya juga tidak bakalan punya piano. Kedua anak ini saya ajak ngobrol, ternyata sang kakak baru kelas 2 SD, dan ia sengaja main-main dengan adiknya ke Pulau Tidung kecil sehabis sekolah. Sayang adik rupanya. Dan melihat penampilan yang kelihatannya jarang diperhatikan orang tuanya ini, akhirnya mereka saya ajak untuk foto bersama. Dengan wajah sumringah berseri-seri mereka kelihatan senang. Walaupun sudah main pianika sejak usia itu, sang adik ternyata tidak bercelana hehehe. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Setelah berjalan lagi beberapa lama, kami akhirnya sampai di sebuah jembatan. Kata acara televisi &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;Celebrity on Vacation&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; jembatan itu dinamakan Jembatan Cinta. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;What&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;? Tidak ada cerita dan petunjuk yang mengarah ke situ kok. Jadi, saya abaikan saja. Toh, bagi saya jembatan itu lebih asyik tanpa nama. Dan karena keasyikannya, saya sampai suka berlama-lama berada di jembatan itu (terutama di bagian yang jembatannya menggembung ke atas). &lt;/span&gt;&lt;a style="font-family: georgia;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TBd79VBIqSI/AAAAAAAAAbk/SAjcSBURP0Q/s1600/IMG_2876.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 200px; height: 134px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TBd79VBIqSI/AAAAAAAAAbk/SAjcSBURP0Q/s200/IMG_2876.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5482987364891011362" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Soalnya di bawah situ suka ada anak-anak kecil yang berenang dan berteriak memanggil orang-orang lewat di jembatan dengan 'cepek om, cepek om'  yang artinya meminta uang receh. Mereka mengharapkan pengunjung pulau yang lewat di situ melemparkan uang receh ke laut dan mereka akan dengan sigap menyelam untuk mencari uang tersebut. Cukup menghibur dan menurut saya mereka adalah anak-anak yang pandai berenang secara alami. Secara saya sudah gede gini tidak bisa berenang. Dan saya lihat, beberapa dari mereka ada yang masih memakai baju seragam artinya begitu jam pulang sekolah mereka langsung nyebur ke situ untuk 'bekerja'.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Menurut Pak Asmari, penduduk Pulau Tidung yang kebetulan satu perahu dengan saya, mengatakan bahwa pulau ini baru mulai ramai sekitar tiga bulanan yang lalu. Jadi, bisa dikatakan bahwa pulau ini baru saja bergeliat sebagai salah satu kunjungan wisata. Dan bisa dipastikan ke depannya akan banyak sekali kesempatan bagi penduduknya mendapatkan penghasilan melalui pariwisata ini. Tidak dapat disangkal pula bahwa anak-anak di sini juga mengalami ancaman yang tak terlihat dari menggeliatnya iklim pariwisata Pulau Tidung itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Karena sekolah di pulau ini sangat terbatas, walaupun ada SD, SMP, dan SMK, tapi tetap saja ada ancaman anak-anaknya bisa malas sekolah jika uang yang berusaha orang tua mereka dapatkan mendadak berdatangan. Bisa-bisa anak bisa menjadi aset untuk membantu orang tua dan malah tidak bersekolah karena sudah mampu diajak mencari uang. Ini penting menjadi konsen bagi Dinas Pariwisata DKI Jakarta, Kementerian Urusan Peranan Wanita dan Perlindungan Anak, dan Komnas Perlindungan Anak ke depannya. Semoga tidak terjadi. Tapi saya agak khawatir jika itu terjadi. Kehilangan masa kanak-kanak itu sangat menyakitkan. Saya tidak mau anak-anak ini merasakan sesuatu yang tidak mengenakkan dalam kehidupan mereka yang seharusnya tidak perlu mereka rasakan. Saya tetap ingin anak-anak ini bermain dan belajar sesuai dengan tingkat usia mereka. Dan ketika sudah capek keliling pulau, saya bertemu dengan senyum polos anak-anak di bawah ini, yang mengajarkan kepada saya bahwa kebahagian hidup itu sebenarnya terletak dekat sekali dengan kita, hadir dalam setiap waktu yang kita lalui dalam bentuk kehidupan sederhana yang mengasyikkan. Saya jadi tersenyum sendiri dan merenung, mengapa saya begitu jauh-jauh mencari ketenangan hidup dan penghilang stres jika solusinya sudah ada di depan mata. Tapi saya kira, saya memang harus ke sini dulu untuk mendapatkan jawaban itu. Dan anak-anak inilah yang mengajarkannya kepada saya. Dengan kesederhanaan dan kepolosan mereka. Kesederhanaan dan kepolosan dunia anak-anak yang selalu saya rindukan. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;Duh&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;, senangnya menjadi anak-anak dan menikmati berada di usia itu. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a style="font-family: georgia;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TBd9g5A2XeI/AAAAAAAAAb0/OXgQA9MM--g/s1600/IMG_2996.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 267px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TBd9g5A2XeI/AAAAAAAAAb0/OXgQA9MM--g/s400/IMG_2996.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5482989075360538082" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Anak-anak pulau dengan kesederhanaan dan kepolosannya,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;begitu senang saat saya foto ;=)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1335694336556267037-2257571686151698665?l=adieriyanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adieriyanto.blogspot.com/feeds/2257571686151698665/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adieriyanto.blogspot.com/2010/06/episode-9-cerita-pulau-2-keceriaan-anak.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1335694336556267037/posts/default/2257571686151698665'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1335694336556267037/posts/default/2257571686151698665'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adieriyanto.blogspot.com/2010/06/episode-9-cerita-pulau-2-keceriaan-anak.html' title='Episode #9: Cerita Pulau (2) Keceriaan Anak-Anak Negeri Seribu Pulau'/><author><name>Adie Riyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06465449405250198684</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/-5PdaIiunQcU/TZByeps3XRI/AAAAAAAAAqw/meKszx5FhgE/s220/IMG_1819.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TBd6uf3-zzI/AAAAAAAAAbU/DuEI9fpBQYk/s72-c/IMG_2877.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1335694336556267037.post-8644983323993101427</id><published>2010-06-06T12:34:00.016+07:00</published><updated>2010-07-19T16:54:16.616+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jejak Langkah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='June Blogging Series'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita-Cerita'/><title type='text'>Episode #8: Cerita Pulau (1) Orang-Orang Pulau yang Dekat dengan Laut</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Akhirnya perjalanan pun dimulai. Seperti postingan saya sebelumnya, dari awal niatan saya jalan-jalan adalah tanpa ikut paket &lt;span style="font-style: italic;"&gt;tour&lt;/span&gt; yang banyak ditawarkan melalui situs jejaring sosial &lt;span style="font-style: italic;"&gt;facebook&lt;/span&gt; maupun Kaskus. Sebelumnya saya sempat tertarik dengan paket yang ditawarkan oleh seseorang yang melakukan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;tagging&lt;/span&gt; foto panorama Pulau Tidung di &lt;span style="font-style: italic;"&gt;facebook&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; Tapi setelah dipikir-pikir kok ternyata mahal ya jika diitung dengan akomodasi yaitu taksi dan perahu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TBYLHabhSiI/AAAAAAAAAas/74IRAp3d9mY/s1600/050620103821.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TBYLHabhSiI/AAAAAAAAAas/74IRAp3d9mY/s200/050620103821.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5482581818351897122" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Maka, dengan pertimbangan bahwa kalau pun tidak dapat penginapan, kita rela untuk tidur di emper pelabuhan, emper sekolah, atau masjid. Bahkan salah satu teman saya sudah ngomong, jika terpaksa tidak mendapatkan penginapan, ia rela untuk camping dan tidur seadanya di tepi pantai. Mendengar hal itu, saya jadi semakin yakin karena menemukan teman yang mau diajak jalan dengan budget pas-pasan. Saya pikir, perjalanan saya kali ini akan lebih terasa suasana &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;adventurous&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;nya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Kami tiba di pelabuhan Angke saat lampu-lampu jalanan masih terang. Langit di angkasa menyala merah akibat radiasi lampu-lampu ibukota yang menyala kelewat terang. Setelah sholat subuh dan melakukan ritual pagi (saya termasuk yang suka kena &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;morningsick&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; alias hoek-hoek kalau pagi), teman-teman pun saya giring untuk segera masuk ke pelabuhan. Di situ ternyata sudah ramai pengunjung. Ada berderet kapal-kapal nelayan dengan berbagai tujuan di Kepulauan Seribu di antaranya yaitu ke Pulau Tidung, Pulau Pramuka, Pulau Bidadari, Pulau Unrust, dan lainnya. Perahu tujuan kami yaitu ke Pulau Tidung ternyata sudah siap dan hampir penuh. Melihat buritan yang masih lega saya pun mengode teman-teman untuk lewat perahu yang lagi parkir menuju perahu yang menuju ke Pulau Tidung.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Setelah semua mendapat tempatnya masing-masing, kami pun sibuk sendiri-sendiri untuk membuat tempatnya paling nyaman sendiri. Saya lebih memilih di bangku pinggir paling belakang. Selain bisa melihat laut lepas tanpa penghalang, saya pikir melihat buih hasil baling-naling menarik juga. Dan setelah perahu mencukupi untuk membuat nahkodanya untung, akhirnya berangkat juga.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Awalnya saya masih berkutat ngobrol ngalor ngidul dengan teman-teman saya, mengambil gambar dengan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;background&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; yang bagus untuk diuplod di &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;facebook&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;. Setelah saya rasa cukup, saya pun pindah tempat duduk dan mencari teman ngobrol yang bukan dari gerombolan saya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TBYPQks4c_I/AAAAAAAAAa0/cv_PNJRnvfc/s1600/DSCN0435.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TBYPQks4c_I/AAAAAAAAAa0/cv_PNJRnvfc/s200/DSCN0435.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5482586373774406642" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Inilah yang saya sukai saat jalan-jalan. Mengenal orang-orang baru yang sama sekali asing dan belum pernah saya kenal sebelumnya. Orang 'asing' pertama yang saya ajak ngobrol bernama Pak Asmari. Berawal dari tanya-tanya tentang nama-nama pulau dan jaring-jaring atau tempat pembudidayaan kerang yang kami lalui, akhirnya obrolan merembet ke topik tentang kehidupan pribadi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Dan coba tebak apa pekerjaan Pak Asmari ini? Beliau ini adalah seorang trantib. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;What&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;? trantib. Pertama kali mendengarnya saya langsung berdesir hehehe. Secara kata itu selalu mendengungkan konotasi orang-orang yang 'membersihkan' manusia-manusia tak tahu aturan dan memanfaatkan jalanan umum untuk 'jualan' baik arti sebenarnya maupun arti kiasan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Pak Asmari sudah menikah tapi belum memiliki momongan dan ketika saya tanya ternyata beliau ini sedang ada acara di lapangan Monas dari satu minggu lalu. Baru bisa pulang setelah acara selesai. Beliau mengikuti acara gladi bersih untuk pergantian pemerintahan seorang petinggi pemerintahan di Pemda DKI. Tak jelas saya DKI bagian mana. Yang jelas, beliau diundang untuk mengamankan prosesi acara tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;"Saya sudah seminggu ada di Jakarta, dan baru pulang sekarang. Kalau dinas ke luar pulau seperti ini, saya berat di ongkos mas, soalnya antara uang jalan dengan pengeluaran selama di kota gak imbang", kata Pak Asmari berkeluh kesah. Jika tidak sedang bertugas, Pak Asmari melaut. Dan ketika kita enak-enaknya ngobrol, tiba-tiba perahu yang kita tumpangi berhenti mendadak. Saya sudah khawatir saja. Soalnya perahu tersebut mogok, terombang-ambing di tengah laut, karena ada sampah yang nyangkut di baling-baling. Tak berapa lama, ada satu bapak-bapak yang tiba-tiba &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;nyemplung&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; ke laut dan menyelam, membersihkan sampah di baling-baling dengan peralatan selam seadanya. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;Wadew, apa gak takut tenggelam ya? Secara kan lautnya dalem&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;. Mungkin karena hidup matinya ada di laut akhirnya menjadi biasa saja melakukan hal-hal yang menurut saya ekstrim seperti itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Setelah dicek dan ternyata tak ada apa-apa, akhirnya perahu pun jalan kembali. Dan bapak-bapak penyelam (saya lupa tidak sempat menanyakan namanya) dengan santainya duduk di sebelah saya dan menyalakan rokok. Sesimpel itu kehidupan mereka. Jika belum jelas, mana Pak Asmari dan mana Pak Penyelam silakan cek foto saya yang paling atas, yang pakai topi adalah Pak Penyelam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TBYChcF64ZI/AAAAAAAAAak/PVzuoaYyhqI/s1600/060620103835.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TBYChcF64ZI/AAAAAAAAAak/PVzuoaYyhqI/s320/060620103835.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5482572369870119314" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Pak Penyelam memang kegiatan sehari-harinya adalah ojek perahu seperti ini yang bertugas untuk membersihkan baling-baling yang tersangkut sampah. Saya jadi berpikir, orang-orang ini berjalan hilir mudik setiap hari mengarungi lautan dengan resiko yang tidak biasa. Mereka bekerja dengan ketulusan demi menghidupi keluarga mereka di pulau.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Dan dari obrolan singkat itu, saya iseng-iseng untuk menanyakan bahwa bolehkah saya menginap di rumahnya. Kali ini Pak Asmari yang saya tanya. Tadinya beliau menjawab tidak bisa soalnya rumahnya memang tidak diniatkan untuk penginapan. Tapi beliau mencoba membantu saya dengan menanyakan rumah saudaranya kalau-kalau bisa digunakan untuk menginap saya dan teman-teman. Saya bilang saya perlu melihat rumahnya dulu soalnya bisa jadi saya cocok dengan suasana dan harganya, namun teman-teman saya kurang cocok. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Saya jadi tahu bahwa meskipun hidupnya kelihatan susah, orang-orang pulau hobi banget untuk menelepon. Soalnya ketika saya tawarkan pulsa saya untuk menelepon saudaranya itu, beliau dengan cepat menjawab bahwa pulsanya masih banyak. Busyet. Trantib banyak pulsa rupanya. Akhirnya, biar tidak ribet dan menghindari sikap tidak enak (terus terang saya jadi tidak enak jika ternyata rumah yang ditawarkan tidak cocok setelah pulsanya keluar) saya akhirnya ngomong saja begini, Pak daripada bapak habis pulsa, mending kita tunggu saja, sebentar lagi perahu segera berlabuh, kita lihat saja dulu rumahnya. Eh si bapaknya jawab, gak apa-apa mas, santai saja sama saya. Wow, betapa ramahnya. Semoga bukan keramahan yang dibuat-buat. Dan akhirnya, kita kembali ke obrolan dengan grup masing-masing. Saya dengan teman-teman saya dan Pak Asmari dengan Pak Penyelam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Dari obrolan singkat tersebut saya jadi tahu bahwa hidup di pulau tidak selalu menemui fasilitas-fasilitas yang memudahkan kita untuk hidup. Di manapun kita tinggal, kita akan selalu menemui bentuk perjuangan untuk bertahan hidup. Tinggal bagaimana kita menjadikan bentuk perjuangan tersebut menjadi enak untuk dinikmati. Ketulusan menghargai orang lain kadangkala bisa diberikan dengan cara sederhana yaitu dengan memberikan informasi sejelas-jelasnya tanpa ada pretensi apa-apa. Jika informasi tersebut tidak mengandung efek yang membahayakan, tak ada salahnya berbagi informasi kepada sesama. Transfer ilmu yang paling efektif kadang kala bisa terjadi melalui obrolan ringan yang sama sekali tidak kita sadari bahwa sebenarnya mempunyai arti yang tidak biasa bagi kehidupan kita.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Saya jadi berpikir, bahwa apa yang saya lakukan belum apa-apa karena saya mudah mendapatkan fasilitas yang saya inginkan asal punya uang. Tidak perlu menunggu sampai besok untuk bisa pergi ke mana-mana gara-gara tempat tinggal saya tak terpisahkan lautan untuk sampai ke ibukota. Saya sebenarnya lebih 'bebas' daripada kedua bapak-bapak yang saya temui di perahu. Dengan pemikiran tersebut akhirnya perahu yang kami tumpangi merapat di dermaga Pulau Tidung yang sudah ramai dengan penduduk yang menjemput orang-orang yang sudah memesan rumah mereka untuk penginapan. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;Welcome to Tidung Island, welcome to a little piece of heaven&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;PS: Pada perjalanan kali ini saya cukup beruntung bisa melihat ikan lumba-lumba di laut lepas dan ikan cucut yang meluncur-luncur di atas permukaan air. Senangnya. ;=)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1335694336556267037-8644983323993101427?l=adieriyanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adieriyanto.blogspot.com/feeds/8644983323993101427/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adieriyanto.blogspot.com/2010/06/episode-8-cerita-pulau-1-orang-orang.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1335694336556267037/posts/default/8644983323993101427'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1335694336556267037/posts/default/8644983323993101427'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adieriyanto.blogspot.com/2010/06/episode-8-cerita-pulau-1-orang-orang.html' title='Episode #8: Cerita Pulau (1) Orang-Orang Pulau yang Dekat dengan Laut'/><author><name>Adie Riyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06465449405250198684</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/-5PdaIiunQcU/TZByeps3XRI/AAAAAAAAAqw/meKszx5FhgE/s220/IMG_1819.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TBYLHabhSiI/AAAAAAAAAas/74IRAp3d9mY/s72-c/050620103821.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1335694336556267037.post-6894143397474914534</id><published>2010-06-05T04:32:00.018+07:00</published><updated>2010-07-19T16:55:07.225+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jejak Langkah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='June Blogging Series'/><title type='text'>Episode #7: Melihat Laut, Menuju Pulau</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TBWU25NOylI/AAAAAAAAAZ8/ZYZYnlVYcY8/s1600/050620103819.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TBWU25NOylI/AAAAAAAAAZ8/ZYZYnlVYcY8/s400/050620103819.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5482451792183609938" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Sangat awal sekali saya membuat jeda untuk proyek &lt;span style="font-style: italic;"&gt;June &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;Blogging Series&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; ini. Bukannya apa-apa tapi kadang-kadang berondongan kegiatan yang datang bertubi-tubi dan semuanya menuntut untuk segera diselesaikan membuat pikiran saya lelah juga. Akhirnya minggu ini saya memutuskan untuk melihat laut menuju pulau.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Tak ada persiapan apapun, langsung jalan. Ini adalah perjalanan pertama saya di mana jalan-jalan tanpa reservasi apapun, tinggal bawa baju dan uang secukupnya, langsung jalan tanpa ada orang yang sudah menjemput atau sekadar memesankan penginapan. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;Weekend&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; ini memang saya pengen melihat laut dan karena laut paling dekat dari tempat tinggal saya adalah teluk Jakarta, maka saya putuskan untuk pergi saja ke Pulau Seribu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Beberapa hari sebelumnya ada teman saya yang di&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;tag&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; sebuah foto tentang panorama Pulau Tidung, pulau terbesar dari gugusan pulau di Kepulauan Seribu. Setelah saya tanya sama mbah Google ternyata dari gambar-gambar yang muncul memang menarik sekali untuk dikunjungi, dan tentu saja, foto-foto. Dari gambar-gambar itu saya ketahui bahwa pulau tersebut tidak terlalu besar, air lautnya berwarna biru, hijau, dan kombinasinya, serta ada jembatan menarik yang menghubungkan antara Pulau Tidung Besar dan Pulau Tidung Kecil. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;Wah menarik sekali kelihatannya&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;, begitu pikir saya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Karena niatan awalnya ingin mengasingkan diri dari kebisingan ibukota, menyingkir sejenak dari keruwetan kerjaan, dan menjauh sebentar dari rutinitas, saya memberanikan diri mengoordinasi beberapa teman yang menurut saya asik diajak jalan. Orang-orang yang saya tawari untuk ikutan (paling tidak menurut saya) adalah orang-orang yang tidak lelet, mau diajak jalan-jalan 'susah', memiliki humor yang baik, agak 'gila', dan mau patungan kalau bayar apa-apa artinya mau berbagi dan tidak berusaha untuk mengeksklusifkan diri. Biasanya sih saya suka jalan sendiri, tapi karena alasan budget yang pas-pasan, pergi ramai-ramai jelas membuat biaya lebih murah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Membawa baju dan uang secukupnya, obat-obatan untuk jaga-jaga, buku yang menarik untuk mengisi waktu luang dan membunuh kebosanan di perjalanan, dan cemilan yang enak buat nyam-nyam pengganjal perut merupakan langkah standar yang selalu saya lakukan sebelum bepergian. Kali ini saya membawa bukunya Yoris Sebastian yaitu &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;Oh My Goodness&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;, Buku Pintar Seorang &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;Creative Junkies&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; dan buku terbarunya Raditya Dika yaitu Marmut Merah Jambu. Alasannya sederhana, saya bawa bukunya Yoris karena memang tujuan saya ke laut adalah untuk braindstorming ide, merilekskan pikiran sementara, sambil menggali ide-ide kreatif untuk menulis blog edisi &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;June Blogging Series&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; dan sekaligus (kalau bisa) ide untuk buku saya. Saya bawa bukunya Raditya juga karena alasan sederhana yaitu karena buku itu baru terbit dan saya pikir sekali-kali kita patut untuk belajar bodoh dari suatu hal untuk bisa mengerti apa artinya menjadi pandai. Tahu kan maksud saya?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Menuju ke tempat-tempat yang belum pernah saya kunjungi memang sangat &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;exited&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;. Saya selalu menyambutnya dengan suka cita, berdebar-debar apa yang bakal saya temui di tempat asing tersebut, siapa yang bakal saya temui dan kenal di wilayah asing itu. Dan karena dari awal memang tidak ada persiapan, tidak ikutan paket &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;tour&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; yang banyak ditawarkan akhir-akhir ini, maka asumsi kita jika toh tidak kebagian rumah penduduk untuk penginapan, kita akan tidur di pantai, atau di masjid, atau di emper sekolahan, atau di mana saja yang penting bisa tidur. Hal itu karena jika sudah menjejak pulau, kapal yang ada untuk membawa balik kita ke Pelabuhan Muara Angke baru ada lagi besok pagi. Jadi mau tidak mau harus menginap semalam di pulau. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Dari internet saya ketahui bahwa untuk menuju Pulau Seribu, akomodasi yang paling murah adalah naik perahu nelayan dari Pelabuhan Muara Angke. Dan menurut info dari teman-teman gosip yang suka keluyuran juga, perahu tersebut berangkatnya pukul enam pagi. Waduh pagi sekali. Makanya jam empat saya dan teman-teman sudah merencanakan untuk bersiap-siap berangkat, agar jam setengah enam sudah &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;standby&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; di pelabuhan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Ok, sampai di sini dulu postingan kali ini. Cerita selanjutnya akan saya beri subjudul Cerita Pulau, yang akan berisi kisah keluyuran saya di Kepulauan Seribu. Saat ini saya mau menikmati dulu keindahan laut pada pagi hari. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;Keep stay tune ;=)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1335694336556267037-6894143397474914534?l=adieriyanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adieriyanto.blogspot.com/feeds/6894143397474914534/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adieriyanto.blogspot.com/2010/06/episode-6-melihat-laut-menuju-pulau.html#comment-form' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1335694336556267037/posts/default/6894143397474914534'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1335694336556267037/posts/default/6894143397474914534'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adieriyanto.blogspot.com/2010/06/episode-6-melihat-laut-menuju-pulau.html' title='Episode #7: Melihat Laut, Menuju Pulau'/><author><name>Adie Riyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06465449405250198684</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/-5PdaIiunQcU/TZByeps3XRI/AAAAAAAAAqw/meKszx5FhgE/s220/IMG_1819.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TBWU25NOylI/AAAAAAAAAZ8/ZYZYnlVYcY8/s72-c/050620103819.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1335694336556267037.post-7841014271976842549</id><published>2010-06-05T04:32:00.016+07:00</published><updated>2010-06-14T12:49:32.070+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='June Blogging Series'/><title type='text'>Episode #6: Sandal Petualang</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TBWynaNp7zI/AAAAAAAAAaE/Y1MSUX1x3Kc/s1600/110620103843.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TBWynaNp7zI/AAAAAAAAAaE/Y1MSUX1x3Kc/s400/110620103843.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5482484511514685234" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Akhirnya sandal kesayangan saya memasuki masa pensiun. Sandal jepit. Kelihatannya sepele sekali, tapi bagi para pekerja ibukota merupakan sebuah identitas. Sebuah simbol yang menunjukkan bahwa pemakainya merupakan orang kantoran. Saya menyebutnya demikian karena berdasarkan pengamatan saya, mas-mas dan mbak-mbak kantoran yang biasa berangkat bareng saya ke kantor kok lebih suka memakai sandal jepit daripada memakai sepatu saat berangkat dan pulang kantor.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Alasannya adalah karena praktis saja. Sandal jepit memang praktis dibawa ke mana-mana dan cocok dalam segala kondisi. Saat panas melanda, sandal jepit mampu melindungi telapak kaki kita dari panas. Saat hujan melanda, sandal jepit juga merupakan sarana paling ampuh untuk menghindari becek, apalagi kalau tidak ada ojek. Sandal jepit juga alas kaki paling efektif buat para pekerja kantoran yang harus lari-lari saat mengejar angkutan umum seperti kopaja, kereta api listrik (KRL), dan bus kota. Bayangkan saja jika seorang mbak-mbak kantoran yang kerjaannya menuntutnya untuk memakai &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: georgia;"&gt;high hill&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt; harus memakai sepatu &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: georgia;"&gt;hag&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt; tingginya saat kejar-kejaran dengan keberangkatan KRL. Susah kan. Maka dari itu sandal jepit merupakan penyelamat di segala situasi. Bahkan, berdasarkan cerita-cerita yang beredar di kalangan jongos-jongos kantor di ibukota, mereka lebih suka dan lama saat memakai sandal jepit di dalam kantor daripada memakai sepatu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Saya sendiri, selama tidak ada kepentingan yang mengharuskan saya untuk pindah dari tempat duduk, AC ruangan tidak kelewat dingin, dan tidak ada bos-bos yang patroli memeriksa kerapian para pegawainya, lebih suka memakai sandal jepit daripada sepatu. Soalnya saya sering ke kamar mandi sehingga harus selalu lepas sepatu biar tidak basah, ke ruangan server sehingga harus lepas sepatu biar lantainya steril, dan harus sholat di masjid sehingga lepas sepatu biar sepatunya tidak diembat orang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Bahkan ada teman saya, si Benk Aimar, teman keluyuran saya ke mana-mana, hanya memakai sepatu saat akan menghadap bos besar saja, selebihnya ia memakai sandal jepit &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: georgia;"&gt;all day&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;. Ajib bener kan khasiat sandal jepit.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Kembali ke topik sandal jepit saya. Sandal jepit ini saya beli di Hypermart, mall WTC Serpong. Cukup murah walaupun bermerk Bata. Sandal ini merupakan sandal yang sangat memorable dan penuh kenangan bagi saya. Soalnya hampir ke mana-mana saya selalu bersama sandal ini. Mau ke masjid, mall, kantor, jalan-jalan ke luar kota, baik ke Belitong, Bali, Pangandaran, bahkan pulang kampung ke Nganjuk, Jawa Timur sanapun sandal ini tidak pernah absen untuk menjadi alas kaki saya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Sandal ini juga sudah pernah mampir ke mana-mana. Pernah dipakai tanpa izin, pernah saya kira hilang, dan pernah hanyut di pantai. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Saat ini, sandal ini sudah tidak saya pakai lagi karena bolongan pengait sandalnya sudah longgar. Maklum sandal ini sudah lama dan pemakaiannya pun tergolong punya jam terbang yang tinggi karena yang memakai tidak hanya saya. Ada banyak kaki yang pernah memperkosa sandal ini. Jika tak percaya, silakan lihat saja bodi sandal saya yang sudah cekung dan menghitam di bagian tungkainya. Sandal murahan dan bermerk ini akhirnya rusak juga. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Sebenarnya ada niatan untuk memperbaiki sandal jepit tersebut. Bukan karena tidak mampu membeli yang baru tapi karena nilai &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: georgia;"&gt;historical&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt; dari sandal itu yang bagi saya sangat berharga. Lebay dot com ya untuk perhatian terhadap sandal jepit. Tapi ya itu tadi, nilai sandal jepit bagi saya sangat berarti selain nyaman kalau kita mau jalan-jalan, praktis tak perlu takut becek, dan mudah dibersihkan jika kotor. Saya sendiri lebih suka memakai kombinasi sandal jepit, celana jeans, dan kaos oblong saat keluyuran. Menurut saya kombinasi itu menunjukkan kalau &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: georgia;"&gt;mobile&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;, muda, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: georgia;"&gt;smart&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;, dan 'gila'. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: georgia;"&gt;Hhmm, I'm happy being single and happy&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;. Sayang sekali waktu sekolah atau kuliah dulu tidak diperkenankan memakai kombinasi baju seperti itu. Saya pun tak pernah juga untuk mencobanya. Selain takut dikira tidak patuh aturan, saya juga tidak suka dibilang gila. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Sandal jepit memang kelihatannya retro sekali, murahan, dan ndeso, tapi sandal jepit jika penggunaannya tepat sesuai dengan tempat dan waktu justru akan mempermudah kita melakukan aktivitas apapun tanpa diganggu hal-hal ribet seperti susah membersihkan alas kaki dan lain-lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Saya jadi kangen dan keingat dengan pengalaman saya dengan sandal jepit ini. Ya sudahlah, saya sudah punya sandal jepit baru. Dan petualangan baru. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1335694336556267037-7841014271976842549?l=adieriyanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adieriyanto.blogspot.com/feeds/7841014271976842549/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adieriyanto.blogspot.com/2010/06/episode-6-sandal-petualang.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1335694336556267037/posts/default/7841014271976842549'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1335694336556267037/posts/default/7841014271976842549'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adieriyanto.blogspot.com/2010/06/episode-6-sandal-petualang.html' title='Episode #6: Sandal Petualang'/><author><name>Adie Riyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06465449405250198684</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/-5PdaIiunQcU/TZByeps3XRI/AAAAAAAAAqw/meKszx5FhgE/s220/IMG_1819.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TBWynaNp7zI/AAAAAAAAAaE/Y1MSUX1x3Kc/s72-c/110620103843.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1335694336556267037.post-4437313803321836752</id><published>2010-06-04T08:21:00.005+07:00</published><updated>2010-06-04T17:59:50.621+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='June Blogging Series'/><title type='text'>Episode #5: Artificial Hospitality</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TAhVmcXee_I/AAAAAAAAAZ0/aI727To7Wtk/s1600/canvas.png"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TAhVmcXee_I/AAAAAAAAAZ0/aI727To7Wtk/s400/canvas.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5478723065634257906" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Minggu kemarin saya mencoba makan di salah satu restoran Italia yang ada di kawasan BSD City, Serpong. Bukannya mau sok-sokan tapi karena waktu itu hujan deras dan tempat yang nyaman untuk menunggu angkot dan hujan reda adalah di situ, akhirnya saya masuk dan menikmati suasananya. Tempatnya bersih, hangat, rapi, dan enak digunakan sebagai 'tempat ngabur' untuk membaca buku.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Setelah duduk, saya pun disodori buku menu dan segala tetek bengek ucapan selamat datang serta tawaran menu-menu yang menjadi andalan restoran itu. Saya sih senang-senang saja dan merasa terlayani dengan baik, dalam artian kedatangan saya ke situ dianggap istimewa layaknya sambutan untuk seorang raja. Namun demikian, setelah si pelayan tadi meninggalkan meja  untuk memberikan kesempatan kepada saya untuk memilih menu, tiba-tiba saja datang pelayan lain yang juga memberikan keramahan yang sama, menawarkan menu yang sama, menggunakan kalimat yang juga sama (yang sepertinya sudah dilatihkan untuk seluruh pelayan di situ). Saya agak kaget ketika menghadapinya. Begitu si pelayan tadi selesai cuap-cuap dan meninggalkan meja saya, datang lagi pelayan serupa dengan jenis keramahan yang serupa pula. Saya sempat agak bingung dan mau angkat kaki saja dari tempat itu. Maksudnya, saya suka dilayani dengan ramah seperti pelayanan pertama. Namun ketika bentuk keramahtamahan seperti itu dilakukan secara berulang-ulang dalam jeda waktu yang tidak lama, maka yang terasa bukan lagi kenyamanan tapi jadi kebosanan dan kebetean.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Pengalaman kedua terjadi kemarin malam saat saya akan membeli celana pendek di sebuah &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: georgia;"&gt;departement store&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;. Ketika saya datang ke tempat tersebut, mulai dari resepsionis yang ada di depan pintu toko sampai semua mbak-mbak yang akan melayani pembeli di setiap &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: georgia;"&gt;counter merk&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt; memberikan keramahan yang layak didapatkan oleh seorang (calon) pembeli. Saya dilayani untuk memilih dan mencocokkan ukuran celana yang pas untuk badan saya. Sampai saat saya akan membayar di kasir ternyata terdengarlah pintu alarm yang menandakan kalau toko tersebut akan segera tutup. Dan mendadak saja, keramahan yang tadi disodorkan kepada saya serempak lenyap dan berubah menjadi kehirukpikukan para karyawan toko tersebut untuk berkemas. Saya pun disuruh untuk menuju ke kasir. Dan anehnya, saat sampai di kasir, komputernya sudah keburu dimatikan. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: georgia;"&gt;What&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Lain lagi halnya dengan kejadian di atas, saya kerap melihat (atau lebih tepatnya menebak-nebak) karakter orang yang mempunyai sifat muka dua. Catat!!! Bukan bermuka dua dalam arti sebenarnya, tapi menampakkan muka ramah saat ada dihadapan seseorang, tapi mengumpat-umpat saat orang yang bersangkutan tidak ada dihadapannya. Orang-orang yang saya temui mempunyai karakter seperti ini adalah orang yang berprofesi sebagai resepsionis, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: georgia;"&gt;custumer service&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;, atau pekerjaan semacamnya. Sungguh menyebalkan jika menghadapi manusia-manusia seperti ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Sampai suatu ketika saya berpikir, apakah jenis keramahtamahan seperti ini yang lazim ada di dalam masyarakat Indonesia dewasa ini. Dari kecil saya kerap dicekoki pengetahuan bahwa Indonesia merupakan sarangnya orang paling ramah di dunia. Memang, kalau kita berada di suatu daerah pelosok tanah air, mungkin masih menemukan karakter keramahan khas Indonesia yang tulus tanpa pretensi apa-apa. Tapi ketika kita setiap hari bersinggungan dengan kehidupan kota yang kerap mengedepankan sifat individualis, keramahan artifisial mudah sekali kita temui dalam kehidupan sehari-hari.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Apakah penetrasi gaya hidup dan budaya barat dalam sendi-sendi kehidupan di kota modern seperti Jakarta, yang akhirnya ditransfer ke seluruh lapisan masyarakat melalui media komunikasi dan transfer kebudayaan melalui interaksi orang perorang, yang menjadikan sikap keramahan artifisial menjadi sesuatu yang mutlak dan lazim ada dalam ranah pergaulan? Saya tidak tahu pasti, yang jelas keramahan palsu sudah mulai membumi layaknya virus meme yang menyebar secara perlahan-lahan tanpa kita merasa sadar telah terasuki. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Atau malah jangan-jangan Anda sendiri orang yang mempunyai karakter muka dua, menerapkan jenis keramahan artifisial yang sungguh memuakkan. Maka, siap-siaplah untuk mempelajari jenis ilmu baru di dunia ini yaitu ilmu muka dua. Tapi, berdasarkan pengalaman saya, lebih enak menggunakan muka satu, menampakkan keramahan yang tulus dari hati, dan senyum yang (tidak palsu) dibuat-buat. Percayalah, orang akan lebih menyukai Anda membencinya secara terang-terangan daripada menyuguhkan senyum merekah namun palsu sepalsu-palsunya. Akan lebih sakit rasanya. Silakan bereksperiman dengan kehidupan di sekitar Anda. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Gambar dipinjam dari &lt;/span&gt;&lt;a style="font-family: georgia;" href="http://www.deviantart.com/print/9154249/?itemids=193"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1335694336556267037-4437313803321836752?l=adieriyanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adieriyanto.blogspot.com/feeds/4437313803321836752/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adieriyanto.blogspot.com/2010/06/episode-5-artificial-hospitality.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1335694336556267037/posts/default/4437313803321836752'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1335694336556267037/posts/default/4437313803321836752'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adieriyanto.blogspot.com/2010/06/episode-5-artificial-hospitality.html' title='Episode #5: Artificial Hospitality'/><author><name>Adie Riyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06465449405250198684</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/-5PdaIiunQcU/TZByeps3XRI/AAAAAAAAAqw/meKszx5FhgE/s220/IMG_1819.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TAhVmcXee_I/AAAAAAAAAZ0/aI727To7Wtk/s72-c/canvas.png' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1335694336556267037.post-7330885768232416632</id><published>2010-06-03T17:02:00.005+07:00</published><updated>2010-06-03T18:38:04.927+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='June Blogging Series'/><title type='text'>Episode #4: Busy Bossy</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TAd-iK-TU5I/AAAAAAAAAZk/scfK1WpwHQc/s1600/stress.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 293px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TAd-iK-TU5I/AAAAAAAAAZk/scfK1WpwHQc/s400/stress.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5478486597245817746" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Judulnya memang agak aneh dan tidak terlalu &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: georgia;"&gt;familier&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt; dengan telinga orang Indonesia. Tapi saya belum menemukan kata yang tepat untuk menerjemahkan istilah tersebut. Maka dari itu, judulnya tetap saya pertahankan dalam bahasa Inggris. Ok, kita abaikan saja perihal judul. Postingan kali ini saya ingin membagi sedikit pengamatan saya akan beberapa kejadian yang kerap ada di kantor. Tak peduli apa nama kantornya baik kantor pemerintah atau swasta pasti akan ada hal-hal yang akan saya jelaskan dalam postingan ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Pertama-tama, pernahkah Anda melihat ada orang yang sangat sibuk (atau kelihatan sibuk) terus setiap hari? Biasanya orang-orang seperti ini akan selalu kelihatan mondar-mandir kesana kemari, menjawab telepon hampir setiap waktu, berada di depan layar komputer seolah-olah tak ada waktu lain untuk bercengkerama dengan piranti digital itu, dan yang paling menyebalkan adalah suka marah-marah tanpa alasan bila pekerjaannya diinterupsi sebentar untuk sesuatu yang lain. Pernahkah Anda melihat ada orang yang begitu sok tahunya sehingga menganggap apa yang dilakukan oleh orang lain itu salah dan harus menggunakan formula yang dia yakini benar baru mendapat pengakuan kalau cara tersebutlah yang memang tepat untuk menyelesaikan permasalahan yang sedang dihadapi. Atau jangan-jangan, sifat yang saya deskrepsikan tadi ada dalam diri Anda. Saya tidak tahu dan tak ingin menebak-nebak. Jawaban yang pasti ada dalam hati Anda.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Yang saya yakini dari dulu jika melihat orang seperti itu, saya hanya berpikir bahwa saya baru saja bertemu dengan orang paling tidak berguna sedunia. Pecundang kelas teri yang patut untuk disingkirkan dari perhelatan kerjaan kantor. Dan percaya atau tidak, sebenarnya orang seperti itu adalah tipe orang yang paling tidak sibuk. Ia hanya akan melakukan suatu &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: georgia;"&gt;art of doing nothing&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;. Kelihatan sibuk padahal santai, kelihatan kerjaannya paling penting padahal biasa saja, mau dibilang produktif tetapi hasilnya tak jarang nihil, dan jika mau dihitung antara hasil dengan biaya yang dikeluarkan, saya yakin bahwa hasilnya adalah lebih besar pasak daripada tiang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Parahnya adalah apabila hal-hal itu terjadi pada diri kita. Jika suatu ketika (saya pikir) sedang berada pada posisi demikian, langkah yang biasa saya ambil adalah rehat sejenak. Keluar dari medan lagi kesibukan dan mulai merenung. Berpikir dan berhitung. Menimbang dan memperhitungkan. Berefleksi sejenak untuk menengok ke belakang. Menilai apakah ada hasil kerja produktif yang telah dihasilkan pada saat (merasa) sibuk. Jika hasil perenungan itu menunjukkan bahwa saya cenderung melakukan suatu art of doing nothing maka saya akan coba untuk merombak kebiasaan. Mengubah pola yang menjadi rumus baku sebagai rutinitas yang mengikat menjadi rumus baru yang sedikit lebih longgar dan rileks. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Saya biasa mengekspolasi hal-hal baru melalui beberapa langkah coba-coba. Melakukan sesuatu yang saya anggap baru, memaksimalkan kegiatan yang selalu ingin saya lakukan, dan memberikan penilaian secara periodik untuk kerja yang telah saya kerjakan. Jika formula baru itu bekerja baik untuk jenis kehidupan yang saya jalani, maka rumus tersebut akan saya adopsi dalam hidup saya sepanjang relevan dengan gaya hidup yang sedang saya jalani. Dan jika sudah mulai bosan dengan pola tersebut, maka saya mulai dari awal lagi untuk melakukan koreksi dan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: georgia;"&gt;brainstorming&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt; dari awal lagi. Begitu seterusnya. Seperti proyek yang sedang saya kerjakan ini yaitu June Blogging Series, sebenarnya adalah salah satu pola yang sedang saya coba padu padankan dengan kehidupan yang saya jalani saat ini. Proyek ini juga menjadi semacam tantangan bagi saya untuk dapat melakukan bermacam-macam pekerjaan dalam waktu saya hampir bersamaan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Saya berpikirnya begini. Setiap kita memiliki jatah waktu yang sama setiap hari selama kurang lebih 24 jam. Jika saya lihat ada orang yang bisa memaksimalkan waktunya untuk melalukan sesuatu yang menghasilkan artinya dia lebih produktif dari saya, terbersit satu pemikiran mengapa saya tidak bisa? Dari situ mengalirlah proses evaluasi dan refleksi diri. Memikirkan kendala-kendala yang menyebabkan saya tidak produktif dan mencari cara untuk menyingkirkan kendala tersebut dalam hidup saya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Maka dari itu, saya selalu berusaha untuk melakukan sesuatu seefektif dan seefisien mungkin. Jika berada di kantor maka kalau memang sibuk saya juga kelihatan sibuk artinya tidak dibuat-buat. Jika memang santai ya kelihatan santai. Namun, untuk beberapa hal saya sering mengombinasikannya menjadi kelihatan santai walaupun sedang sibuk. Hal ini memang ada implikasinya yaitu adanya penambahan tugas baru dari atasan. Kata teman saya, bekerja di kantor saya ini memiliki prinsip 3 M yaitu jika kamu &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: georgia;"&gt;M&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;ampu melakukan sesuatu dan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: georgia;"&gt;M&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;au untuk melakukan sesuatu tersebut, maka yang akan kamu temui selanjutnya adalah &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: georgia;"&gt;M&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;ampus. Mungkin agak ekstrem juga istilahnya. Cuma saja, memang manajeman di kantor saya agak kacau. Namun, karena saya tidak berada dalam posisi &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: georgia;"&gt;top management&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt; kantor maka saya hanya bisa mengoreksi sedikit-sedikit sesuai dengan kemampuan yang saya miliki dan sebisa mungkin membuat penyesuaian-penyesuaian yang tidak memberatkan orang-orang kantor.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Jadi, apapun tipe Anda, jika merasa menjadi orang paling sibuk sedunia, sudah waktunya berpikir bahwa sebetulnya Anda sedang tidak melakukan apa-apa? Sudah waktunya bagi Anda untuk duduk tenang dan mulai berefleksi. Selamat mengalami. Selamat menemukan DIRI Anda yang sebenarnya tanpa harus kehilangan jati diri Anda sebagai pribadi yang memang sibuk (pada waktunya) dan bukan kelihatan sibuk di semua waktu. Anda sendiri yang paling tahu orang seperti apa sebenarnya diri Anda? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Gambar dipinjam dari &lt;/span&gt;&lt;a style="font-family: georgia;" href="http://incekrajo.wordpress.com/2010/05/10/kali-ini-tanpa-judul/"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1335694336556267037-7330885768232416632?l=adieriyanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adieriyanto.blogspot.com/feeds/7330885768232416632/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adieriyanto.blogspot.com/2010/06/episode-4-busy-bossy.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1335694336556267037/posts/default/7330885768232416632'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1335694336556267037/posts/default/7330885768232416632'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adieriyanto.blogspot.com/2010/06/episode-4-busy-bossy.html' title='Episode #4: Busy Bossy'/><author><name>Adie Riyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06465449405250198684</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/-5PdaIiunQcU/TZByeps3XRI/AAAAAAAAAqw/meKszx5FhgE/s220/IMG_1819.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TAd-iK-TU5I/AAAAAAAAAZk/scfK1WpwHQc/s72-c/stress.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1335694336556267037.post-7982398401997969190</id><published>2010-06-02T18:53:00.012+07:00</published><updated>2010-06-03T13:33:59.431+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='June Blogging Series'/><title type='text'>Episode #3: Buku Terjemahan</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Sekarang ini, tak sedikit buku-buku karya penulis Indonesia yang dialihbahasakan ke bahasa Inggris. Selain untuk menjaring pasar yang lebih luas, penerjemahan buku-buku berbahasa Indonesia ke bahasa asing patut diapresiasi dan didukung penuh. Namun demikian, ada beberapa catatan yang menurut saya perlu diperhatikan dari proses penerjemahan buku-buku tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Maksud penerjemahan itu biasanya didasari oleh keyakinan bahwa isi buku yang bersangkutan memang mempunyai potensi untuk diterima oleh masyarakat luar negeri. Untuk itu, penerjemah yang dipilih selayaknya harus memiliki kriteria paling tidak mengerti bahasa Indonesia yang baik dan benar, memiliki kemampuan bahasa asing yang akan menjadi alihbahasa dari isi buku, dan yang paling penting adalah memiliki &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;sense&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; terhadap karya yang akan diterjemahkan. Mengapa hal ini penting? Karena keberhasilan sebuah buku terjemahan ditentukan oleh proses transfer informasi yang berjalan mulus antara isi dalam teks bahasa asli menjadi teks bahasa terjemahan. Maka dari itu, penting bagi seorang penerjemah untuk memiliki nilai rasa bahasa yang akhirnya mampu memberikan warna dari buku yang akan diterjemahkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Pengalaman saya menikmati buku-buku terjemahan dimulai dari kisah-kisah Lima Sekawan karya Enid Blyton saat SLTP dulu. Setelah besar, orang-orang seumuran saya akhirnya menikmati buku terkenal Harry Potter. Terjemahan buku-buku Harry Potter di Indonesia menurut saya adalah terjemahan paling bagus untuk kategori novel yang bahasa aslinya adalah bahasa Inggris. Buku tersebut diterjemahkan dengan konsistensi dan menuruti &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;passion&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; dari penerjemahnya yaitu Listiana Srisanti (yang belakangan saya ketahui ternyata sudah sepuh, soalnya bayangan saya itu orangnya masih muda dan cantik, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;pis mommy, but I love your creativity on translating all Harry Potter's book&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Lain halnya buku bahasa Inggris yang diterjemahkan menjadi bahasa Indonesia, selama beberapa tahun terakhir saya jadi menyukai buku-buku bahasa Indonesia yang dialihbahasakan ke dalam bahasa Inggris. Buku-buku tersebut saya beli dengan satu alasan yaitu meningkatkan kemampuan bahasa Inggris saya. Saya pikir karena sudah pernah membaca buku versi bahasa Indonesianya maka menikmati buku-buku bahasa Inggris tersebut menjadi semakin mudah. Namun kenyataannya sangat jauh terasa. Setelah menganalis hal-hal yang menjadi kendala (kekurangnyamanan) menikmati buku terjemahan adalah masalah nilai rasa sebuah bahasa. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Maksudnya begini, buku Harry Potter yang bahasa aslinya adalah bahasa Inggris dialihbahasakan ke dalam bahasa Indonesia memang dimaksudkan untuk pembaca yang mengerti bahasa Indonesia. Nilai-nilai bahasa terjemahan disesuaikan dengan konsumen yang memang mengerti dan paham berkomunikasi dengan bahasa Indonesia. Hal yang sama juga terjadi untuk buku bahasa Indonesia yang dialihbahasakan ke bahasa Inggris. Buku-buku tersebut memang dari awal ditujukan untuk orang-orang yang mengerti dan paham (memiliki kedekatan personal) dengan bahasa Inggris. Maka dari itu, saya akhirnya sampai pada satu kesimpulan sederhana tentang mengapa saya agak kurang nyaman membaca buku terjemahan yaitu karena buku terjemahan dibuat untuk dinikmati oleh orang yang memiliki kedekatan personal tadi. Jadi, nilai rasa bahasa yang ditampilkan dalam teks terjemahan tersebut sudah diatur dan disamaratakan sesuai dengan nilai rasa bahasa yang dimiliki oleh si penerjemah buku tadi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TAc0Gz6jprI/AAAAAAAAAZc/O4wxVgnpBOE/s1600/020620103800.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TAc0Gz6jprI/AAAAAAAAAZc/O4wxVgnpBOE/s400/020620103800.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5478404763339171506" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Jendela-Jendela karya Fira Basuki dan versi bahasa Inggrisnya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Saat menikmati buku Fira Basuki yang berjudul Jendela-Jendela, tak ada kesulitan bagi saya untuk memahami maksud dari cerita yang ingin disampaikan oleh penulisnya. Pesan-pesan yang dalam buku ini disampaikan dalam tiga bahasa yaitu bahasa Indonesia, bahasa Jawa, dan bahasa Inggris. Karena ketiga bahasa tadi memiliki kedekatan personal dengan saya (dalam artian hampir tiap hari saya memakai sebagai bahasa komunikasi) maka hampir tidak ada kesulitan yang berarti untuk memahami maksud dari informasi yang ingin disampaikan oleh Fira Basuki. Bahasa Inggris maupun Jawa diselipkan dalam dialog atau narasi cerita dalam komposisi yang mudah untuk dipahami. Namun ketika saya membaca versi bahasa Inggrisnya, ada sedikit (semacam) &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;miscommunication&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; akibat terjadi perbedaan nilai rasa bahasa. Mungkin karena penerjemahnya adalah orang asing maka nilai rasa bahasa (dan juga tujuan penerjemahan) dalam buku tersebut adalah untuk dinikmati oleh orang-orang yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pokoknya dalam berkomunikasi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TAcPoxpmrEI/AAAAAAAAAZM/IGhbxJk1J70/s1600/020620103807.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TAcPoxpmrEI/AAAAAAAAAZM/IGhbxJk1J70/s400/020620103807.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5478364664916520002" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;The Rainbow Troops&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; dan versi aslinya (Laskar Pelangi) karya Andrea Hirata&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Tadinya saya berpikir bahwa hal tersebut terjadi hanya pada buku Fira Basuki, ternyata setelah saya membaca buku &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;The Rainbow Troops &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;yang merupakan versi bahasa Inggris untuk novel laris berjudul Laskar Pelangi karya Andrea Hirata hal itu juga saya rasakan. Berarti memang nilai rasa yang ditimbulkan oleh buku-buku terjemahan adalah untuk orang-orang yang bahasa pokoknya adalah bahasa Inggris. Bukan orang yang bahasa pokoknya bahasa Indonesia namun bisa berbahasa Inggris. Tapi bukan pula berarti bahwa buku terjemahan tidak bisa dinikmati oleh orang Indonesia yang mengerti bahasa Inggris. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Untuk menghindari kekurangnyamanan tersebut, saya lebih senang membaca buku dalam versi aslinya asalkan bahasa asli dari buku terjemahan tersebut saya mengerti. Misalnya, ketika dihadapkan pada dua buku yaitu Laskar Pelangi atau &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;The Rainbow Troops&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; maka saya akan langsung memilih Laskar Pelangi. (Saya membeli &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;The Rainbow Troops&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; untuk belajar bahasa Inggris saja, catat!!!). Jika ada buku Harry Potter dan Batu Bertuah dengan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;Harry Potter and The Philosopher's Stone&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; sebagai sandingannya, maka saya lebih suka menikmati yang kedua.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Betapa menariknya buku terjemahan tetap lebih menarik buku-buku versi aslinya. Kita tak perlu ribet mencocokkan nilai rasa bahasa dan tak perlu dibatasi oleh kemampuan bahasa penerjemah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TAcMalX3zzI/AAAAAAAAAZE/B1IEfqCRGsE/s1600/020620103808.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 400px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TAcMalX3zzI/AAAAAAAAAZE/B1IEfqCRGsE/s400/020620103808.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5478361122567868210" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Versi terjemahan dan Versi Asli&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;PS: Karena buku-buku berbahasa Inggris itu mahal harganya, saya banyak membeli buku terjemahan. Namun, jika sangat ingin membeli buku versi aslinya sedapat mungkin untuk menabung jauh-jauh hari. Supaya bisa kebeli semuanya. Bahasa Indonesia atau bahasa Inggris yang penting sesuai &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;budget&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; ya ayuk ajah ;=)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1335694336556267037-7982398401997969190?l=adieriyanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adieriyanto.blogspot.com/feeds/7982398401997969190/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adieriyanto.blogspot.com/2010/06/episode-3-buku-terjemahan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1335694336556267037/posts/default/7982398401997969190'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1335694336556267037/posts/default/7982398401997969190'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adieriyanto.blogspot.com/2010/06/episode-3-buku-terjemahan.html' title='Episode #3: Buku Terjemahan'/><author><name>Adie Riyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06465449405250198684</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/-5PdaIiunQcU/TZByeps3XRI/AAAAAAAAAqw/meKszx5FhgE/s220/IMG_1819.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TAc0Gz6jprI/AAAAAAAAAZc/O4wxVgnpBOE/s72-c/020620103800.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1335694336556267037.post-1503096533124480378</id><published>2010-06-01T14:29:00.009+07:00</published><updated>2010-07-19T16:55:42.754+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jejak Langkah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='June Blogging Series'/><title type='text'>Episode #2: (tentang) Jalan-Jalan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TAS3Nr4TTTI/AAAAAAAAAY8/XLiHLasodQg/s1600/JEJAK.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 248px; height: 203px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TAS3Nr4TTTI/AAAAAAAAAY8/XLiHLasodQg/s400/JEJAK.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5477704492534418738" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Apakah yang orang cari dari kegiatan jalan-jalan? Seseorang pernah berkata, jalan-jalan itu bagaikan candu, jika sudah mengunjungi suatu tempat, kamu akan memiliki keinginan untuk mengunjungi tempat-tempat yang lainnya. Dan terus begitu. Hal itu karena jalan-jalan itu menyenangkan. Kamu akan menemukan hal-hal baru dan unik yang mungkin jarang kamu temui dalam kehidupanmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama kali memutuskan untuk menyukai jalan-jalan sebenarnya berawal dari kebebasan keluar rumah yang saya dapatkan saat lulus SMU. Bukannya sewaktu SMU saya tidak bebas, tapi karena saat SMU saya masih tinggal dengan orang tua, jadi ketika jam bubaran sekolah udah usai dan saya belum juga sampai di rumah, otomatis orang rumah selalu khawatir akan keberadaan saya. Waktu itu belum jamannya anak sekolah bawa &lt;span style="font-style: italic;"&gt;handphone&lt;/span&gt; dan (kebetulan) rumah saya belum dipasang telepon rumah. Catat!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah memasuki dunia kuliah dan kuliahnya ada di ibukota pula, saya semakin bebas untuk keluyuran ke mana-mana. Sebenarnya saya senang jalan-jalan sendirian. Hal itu karena saya orangnya tidak mau ribet, malas menunggu, tidak mau antri, dan maunya yang serba cepat. Dan saya biasanya jarang memberikan toleransi kepada teman yang dari awal kelihatan sudah merepotkan. Terkadang, saya lebih suka begini. Jika susah menemukan teman yang cocok dan si teman itu memaksa untuk ikutan jalan-jalan, biasanya kita membuat perjanjian untuk jalan sendiri-sendiri lalu ketemuan di mana dan jam berapa di suatu tempat yang sudah kita setujui bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, suatu ketika ketemulah saya dengan teman-teman senasib yang mau diajak jalan-jalan tanpa harus ribet, yang tidak perlu itung-itungan masalah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;budget&lt;/span&gt;, dan tidak perlu ngotot-ngototan saat menentukan tempat untuk jalan-jalan. Kalau ketemu dengan teman-teman yang cocok, seiya sekata, dan punya kesukaan yang sama untuk sama-sama senang jalan-jalan dengan biaya seadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalan-jalan tidak harus ke luar negeri atau ke luar daerah. Kalau pikiran lagi budreg maka saya biasanya langsung kepikiran untuk jalan-jalan ke suatu tempat yang membuat pikiran saya nyaman. Ke taman kota, mal, toko buku, bioskop, atau ke pegunungan, pantai, atau bahkan ke kolam pemancingan ikan bisa menjadi alternatif pilihan tempat yang bisa dijadikan zona rekreasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menyenangkan dari acara jalan-jalan sebenarnya adalah pengalaman baru mengalami hal-hal yang jarang kita temui di lingkungan kebiasaan, bahasa yang berbeda, adat kebiasaan yang berbeda, dan harga makanan yang (kadang) juga berbeda. Saya jarang sekali &lt;span style="font-style: italic;"&gt;shopping&lt;/span&gt; kalau pas jalan-jalan. Begitu pula teman-teman keluyuran saya. Yang menarik lainnya dari jalan-jalan adalah pengalaman untuk mengejar-ngejar ketinggalan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;boarding&lt;/span&gt; di bandara atau menunggu pesawat karena &lt;span style="font-style: italic;"&gt;delay&lt;/span&gt;, bermacet-macet ria di jalanan, menebak-nebak yang menjaga pintu tol cakep atau tidak, dan senam jantung jika ternyata sopir yang kita sewa ternyata ugal-ugalan. Selain itu pengalaman yang paling mengasyikkan karena di samping memalukan dan juga lucu adalah kebiasaan kami untuk 'mencoba' bermacam-macam jenis toilet yang ditawarkan oleh penginapan-penginapan di tempat yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Toilet ini juga termasuk hal yang unik dan sekaligus membuka aib masing-masing. Beberapa dari anggota geng keluyuran saya ternyata lebih suka toilet jongkok daripada toilet duduk. Jadi meskipun yang tersedia di penginapan atau tempat wisata adalah toilet duduk, kalau lagi kebelet panggilan alamnya untuk segera setor ya terpaksa nangkring di atas kloset (catatan: adegan tersebut tidak dianjurkan bagi yang tidak terbiasa dan dilarang keras untuk dibayangkan). Hampir semua dari anggota geng saya juga jauh lebih suka dan nyaman saat berada di dalam toilet basah daripada toilet kering. Maklum, kita semua orang Indonesia yang (hampir semuanya) belum pernah tinggal atau memiliki gaya hidup layaknya bule, masih suka makan nasi daripada roti, dan lebih mudah ngobrol dalam bahasa Indonesia daripada cas cis cus pakai bahasa Inggris. Untuk yang terakhir, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;yaiyalah&lt;/span&gt;. Tapi yang paling tidak saya sukai dari teman-teman saya adalah kebiasaannya untuk ngobrol dalam bahasa Sunda. Yups, Anda benar, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;mostly&lt;/span&gt; teman-teman saya adalah orang Sunda. Bukannya apa-apa, tapi mendengar mereka ngobrol pakai bahasa Sunda sementara saya tak paham sama sekali bahasa tersebut serasa berada di planet antah berantah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Jadi begitulah, jika ada yang bertanya mengenai mengapa saya begitu suka jalan-jalan jawabannya bisa sangat panjang. Tapi jika diringkas, ya karena semua orang butuh jalan-jalan. Butuh bertransformasi. Berpindah tempat dari tempat yang satu ke tempat yang lain. Dari zona yang satu merambat ke zona yang lain. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Saya sampai terheran-heran jika mengetahui ada orang yang tidak suka jalan-jalan. Efek baiknya dari kegiatan jalan-jalan salah satunya yang terasa bagi saya adalah bisa menimbang-nimbang dan evaluasi diri jika melihat kebiasaan atau budaya orang lain. Saya biasanya merefleksikan apa yang saya tangkap saat jalan-jalan tersebut untuk saya bandingkan dengan pengetahuan yang sudah saya miliki. Jika ternyata apa yang saya dapatkan saat jalan-jalan lebih baik maka nilai-nilai tersebut saya adopsi dalam hidup yang saya jalani. Namun, jika nilai-nilai yang sudah saya imani ternyata (menurut pemikiran dan penilaian saya) masih lebih bagus, maka hal itu akan semakin menambah ketebalan nilai-nilai yang sudah saya tahu dan secara periodik saya kerjakan dalam hidup.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Maka dari itu, tidak ada salahnya jika Anda yang (semula) tidak suka jalan-jalan mulai merencanakan diri untuk jalan-jalan ke suatu tempat yang belum pernah dikunjungi sebelumnya. Dengan harga akomodasi yang sudah jor-joran banting harga, mestinya jalan-jalan jadi semakin mudah dan murah. So, tunggu apalagi, selamat jalan-jalan. Selamat bertemu dengan hal-hal baru dalam hidup. Mumpung masih punya waktu buat jalan-jalan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Gambar dipinjam dari &lt;/span&gt;&lt;a style="font-family: georgia;" href="http://bubinlantang.wordpress.com/2008/08/01/gelandangan-petualang/"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1335694336556267037-1503096533124480378?l=adieriyanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adieriyanto.blogspot.com/feeds/1503096533124480378/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adieriyanto.blogspot.com/2010/06/episode-2-tentang-jalan-jalan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1335694336556267037/posts/default/1503096533124480378'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1335694336556267037/posts/default/1503096533124480378'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adieriyanto.blogspot.com/2010/06/episode-2-tentang-jalan-jalan.html' title='Episode #2: (tentang) Jalan-Jalan'/><author><name>Adie Riyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06465449405250198684</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/-5PdaIiunQcU/TZByeps3XRI/AAAAAAAAAqw/meKszx5FhgE/s220/IMG_1819.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TAS3Nr4TTTI/AAAAAAAAAY8/XLiHLasodQg/s72-c/JEJAK.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1335694336556267037.post-7803345021690373081</id><published>2010-06-01T11:47:00.006+07:00</published><updated>2010-06-01T13:04:58.799+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='June Blogging Series'/><title type='text'>Episode #1: Alohomora, (Semacam) Mantra Pembuka</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TASSDOSw-nI/AAAAAAAAAYs/FdEd8zxnJU4/s1600/pintu.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 267px; height: 400px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TASSDOSw-nI/AAAAAAAAAYs/FdEd8zxnJU4/s400/pintu.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5477663630863432306" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Semua langkah yang kita lakukan, tak luput dari pengalaman sebuah langkah pertama. Tulisan ini juga akan mengawali episode kegiatan kreatif saya dalam menulis di blog. Sesuai dengan tulisan saya sebelumnya, bahwa saya ingin membuat tantangan untuk diri sendiri dalam satu bulan ke depan untuk secara teratur menulis sesuatu di blog ini setiap hari. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Awalnya saya merasa agak canggung, apakah ide ini terlalu berat nantinya untuk bisa saya laksanakan secara teratur mengingat saya itu orangnya mempunyai kebiasaan jelek yang berpotensi untuk menjadi pemalas. Melihat atensi teman-teman saya dalam menulis di blognya, saya jadi ingin seperti mereka, menulis secara teratur, disiplin dalam membuat postingan, dan (tiba-tiba saja) sudah menerbitkan sebuah buku.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Sama halnya dengan membuka sebuah lembaran baru, tulisan ini mengawali sebuah langkah personal yang saya ambil untuk menemui kemungkinan-kemungkinan yang ditawarkan oleh kesempatan dalam hidup. Kita tidak pernah tahu misteri apa yang akan hadir dalam perjalanan mengisi jatah waktu dalam hidup ini. Kita tidak juga pernah menyangka kejadian apa yang akan kita alami dalam hidup ini. Kejutan-kejutan kecil (mungkin saja) akan muncul untuk memberi warna. Pengalaman-pengalaman sederhana bisa jadi juga turut andil memberikan sejengkal perenungan yang baik dijadikan bahan introspeksi diri. Mozaik-mozaik seperti itulah sebenarnya yang ingin saya abadikan dalam tulisan-tulisan saya di blog (yang sangat tidak penting) ini. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Karena ketidakpastian itulah, saya yakin bahwa dalam 30 hari ke depan (jika tidak ada halangan apapun) saya akan mempunyai pengalaman lain yang menarik untuk selalu dituliskan di sini. Alohomora mungkin akan menjadi kata-kata omong kosong bagi orang lain. Namun, kata itu bagi saya cukup untuk mewakili sebuah proses terbukanya suatu pintu yang telah lama dikunci dan menanti untuk segera di buka. Dalam kasus ini, saya adalah pemegang kunci itu. Saya yang mempunyai niatan dan kemampuan untuk menciptakan takdir yang akan saya buat sendiri dalam menulis di blog ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Ah, perkara menulis blog kok jadi kompleks begini. Dan memang, kunci yang ada di tangan saya merupakan kunci untuk membuka sebuah pintu agung yang menawarkan langkah-langkah untuk membuat (semacam) penyelesaian atas kompleksitas-kompleksitas dalam hidup yang saya yakin merupakan implikasi dari pilihan-pilihan yang sudah saya tentukan dalam menjalani hidup ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Ok lah kalau begitu, daripada saya ngoceh ke sana-sini, lebih baik saya sudahi saja tulisan pertama yang menjadi mantra pembuka dari proyek menulis di blog yang saya lakukan untuk 30 hari mendatang. Saya akan mulai brainstorming ide dulu, siapa tahu dalam beberapa jam lagi saya sudah siap dengan tulisan saya yang kedua. Jadi, tunggu saja. Saya juga sudah tidak sabar, ide apa yang akan menjadi tamu dalam pikiran saya kali ini. Saya jadi tak sabar untuk segera menulis lagi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Selamat datang ide (gila). Selamat bersemayam dalam bahasa biner yang dapat dinikmati oleh semua manusia di muka bumi ini. Melalui blog (yang tidak penting) ini. Selamat mengalami. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Gambar dipinjam dari &lt;/span&gt;&lt;a style="font-family: georgia;" href="http://www.deviantart.com/print/5682543/?itemids=17"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1335694336556267037-7803345021690373081?l=adieriyanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adieriyanto.blogspot.com/feeds/7803345021690373081/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adieriyanto.blogspot.com/2010/06/episode-1-alohomora-semacam-mantra.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1335694336556267037/posts/default/7803345021690373081'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1335694336556267037/posts/default/7803345021690373081'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adieriyanto.blogspot.com/2010/06/episode-1-alohomora-semacam-mantra.html' title='Episode #1: Alohomora, (Semacam) Mantra Pembuka'/><author><name>Adie Riyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06465449405250198684</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/-5PdaIiunQcU/TZByeps3XRI/AAAAAAAAAqw/meKszx5FhgE/s220/IMG_1819.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TASSDOSw-nI/AAAAAAAAAYs/FdEd8zxnJU4/s72-c/pintu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1335694336556267037.post-2888056064190643289</id><published>2010-05-31T17:19:00.004+07:00</published><updated>2010-05-31T17:53:38.625+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Personal Note'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Blogging'/><title type='text'>30 Days Blogging</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TAON9YNxoHI/AAAAAAAAAYk/KnUCojZOsUY/s1600/i_love_blogging.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TAON9YNxoHI/AAAAAAAAAYk/KnUCojZOsUY/s400/i_love_blogging.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5477377657424420978" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Bulan Mei sebentar lagi berakhir. Dan saya mulai bertanya-tanya tentang kegiatan saya dalam ber-ngeblog ria sampai saat ini. Beberapa hal yang sudah (pernah) saya dapatkan, termasuk di antaranya penghargaan, hadiah berupa bingkisan, pujian, dan kritikan sepertinya menguap tanpa arti. Memang, segala hal yang telah tergerus waktu seperti tanpa arti yang dapat menjentik untuk menerbitkan semangat baru.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Saya menyadari bahwa akhir-akhir ini, kehidupan dan kreativitas saya dalam menulis blog seperti stagnan alias jalan di tempat. Saya merasa postingan saya dalam satu bulan tidak mengalami peningkatan. Hal ini menunjukkan bahwa saya adalah blogger yang tidak produktif dalam menulis blog. Ingin rasanya hati ini untuk selalu setia menulis di blog sesibuk apapun dan sesempit apapun waktu yang saya punyai. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Untuk itu, bulan Juni nanti (berarti mulai besok) saya akan membuat sebuah tantangan untuk diri saya. Tantangan itu berupa kegiatan untuk menulis blog seproduktif atau sesering mungkin selama 30 hari nonstop. Artinya dalam satu bulan, setiap harinya saya harus membuat paling tidak satu tulisan. Dalam satu hari, boleh diisi beberapa tulisan. Jadi, jika dihitung secara kasar, maka di akhir program yang akan menjadi tantangan saya dalam 30 hari ke depan adalah saya akan mendapatkan paling tidak 30 tulisan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Lalu, apa yang mendasari saya untuk membuat tantangan menulis di secara rutin selama 30 hari ini. Hal yang paling penting tentu saja adalah masalah produktivitas. Dan produktivitas ini tidak akan muncul jika tidak 'dipaksa'. Saya membuat tantangan ini supaya saya mempunyai suatu disiplin diri untuk tetap menulis walaupun saya sedang sibuk atau waktu yang saya miliki sangat sedikit. Maka dari itu, saya dituntut untuk pandai-pandai membagi waktu dan pikiran, mencari bahan tulisan yang sekiranya cocok untuk ditulis cepat dan informatif, dan mampu menyelesaikan tugas-tugas pokok saya di kantor sebagai seorang karyawan yang tentunya mempunyai seorang bos dan tugas-tugas yang harus dipertanggungjawabkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Tak ada alasan lain yang mendasari niat saya ini selain memberikan stimulus bagi diri pribadi untuk membentuk suatu sikap disiplin dalam menulis. Saya tidak mau memikirkan bahwa tulisan saya nantinya tidak akan dibaca oleh orang banyak. Yang terpenting, saya hanya ingin menulis dan menulis. Menumbuhkan sikap kreatif saya dan terus-menerus menggali ide-ide yang selama ini luput dari pengamatan saya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Topik-topik yang akan saya tulis mungkin adalah topik-topik yang tidak terlalu berat. Bahkan mungkin hal-hal sederhana yang ada di sekitar kehidupan pribadi saya. Bisa jadi saya akan menulis banyak tentang cerita pengalaman dan pengamatan saya selama berangkat atau pulang kantor. Saya akan menuliskan pengalaman dan pengamatan saya tersebut yang sekiranya menjentik pemikiran (setidaknya menurut pemikiran saya). &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Bisa jadi apa yang saya angkat dalam tulisan-tulisan saya selama 30 hari mendatang merupakan tulisan yang sangat membosankan dan tidak menarik untuk dibaca. Dan seperti saya katakan di awal niatan saya untuk memulai proyek ini, tantangan ini saya niatkan untuk menumbuhkan daya kreativitas dan kedisiplinan dalam menulis. Semoga apa yang menjadi niatan saya bisa menjadi modal dasar yang baik untuk membentuk suatu sikap hidup berkreativitas yang berdisiplin dan juga bisa diikuti oleh semua orang yang mempunyai niatan serupa. Karena saya yakin bahwa kreativitas itu bisa tumbuh dari ilham yang muncul tiba-tiba, bisa juga timbul karena suatu proses pembelajaran yang dilakukan secara terus-menerus dan berulang-ulang secara rutin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Salam semangat. Semoga kreativitas senantiasa mendatangi orang-orang yang giat berlatif dan selalu mengeksplorasi kemampuan diri. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Gambar dipinjam dari &lt;/span&gt;&lt;a style="font-family: georgia;" href="http://hermanyudiono.wordpress.com/2009/05/16/dolar-dari-blog/"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1335694336556267037-2888056064190643289?l=adieriyanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adieriyanto.blogspot.com/feeds/2888056064190643289/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adieriyanto.blogspot.com/2010/05/30-days-blogging.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1335694336556267037/posts/default/2888056064190643289'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1335694336556267037/posts/default/2888056064190643289'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adieriyanto.blogspot.com/2010/05/30-days-blogging.html' title='30 Days Blogging'/><author><name>Adie Riyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06465449405250198684</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/-5PdaIiunQcU/TZByeps3XRI/AAAAAAAAAqw/meKszx5FhgE/s220/IMG_1819.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/TAON9YNxoHI/AAAAAAAAAYk/KnUCojZOsUY/s72-c/i_love_blogging.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1335694336556267037.post-3557578510917080892</id><published>2010-05-21T17:01:00.007+07:00</published><updated>2010-05-24T18:34:20.603+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Personal Note'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Introspeksi'/><title type='text'>Imajinasi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/S_ZbqcHmuEI/AAAAAAAAAXU/JfVzaeBRazI/s1600/imagination.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 326px; height: 400px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/S_ZbqcHmuEI/AAAAAAAAAXU/JfVzaeBRazI/s400/imagination.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5473663181776140354" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Seperti kata Ralph Waldo Emerson pada gambar di atas, hidup saya saat ini mungkin sedang diliputi dengan dunia imajinasi. Bukan dunia imajinasi seperti yang tertuang dalam film-film fantasi tapi imajinasi tentang suatu peristiwa atau keadaan yang akan terjadi dalam kehidupan yang saya jalani. Entah namanya apa, yang jelas akhir-akhir ini pikiran saya sering diliputi oleh khayalan-khayalan yang semula saya yakini akan terjadi dalam hidup ternyata bernilai nisbi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup yang saya jalani selalu berlandaskan pada perasaan percaya diri dan optimisme. Itulah sihir ampuh yang mampu menjadi semacam kafein bagi pikiran saya untuk senantiasa bergerak maju, berkreatif dalam taraf yang (mungkin) mencengangkan bagi sebagian orang. Tapi, setelah melalui proses pengendapan dan serangkaian perenungan, ternyata apa yang saya imajinasikan ternyata memang sulit (setidaknya belum) untuk diwujudkan dalam kenyataan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua kali mengalami kekalahan dalam kompetisi blog yang memiliki taraf internasional membuat saya jadi berpikir ulang, mungkin memang taraf saya baru tingkat nasional saja. Namun demikian, ketika saya membaca buku Profesor Yohanes Surya yang berjudul Mestakung, ada satu teori yang saya ingat dan sepertinya terpatri dalam memori saya ini, bahwa jika kita bekerja, berpikir, dan melakukan sesuatu sehingga segala apa yang kita lakukan sepertinya mengarah pada hal yang kita pikirkan, seluruh semesta ini seperti tertarik suatu gaya atau energi yang dapat membantu mewujudkan apa yang sedang kita lakukan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Misalnya seperti ini, dulu sewaktu saya mengikuti lomba menulis tingkat dunia yang panitianya berpusat di Jerman, dunia kehidupan yang saya lalui seolah-oleh juga mengarah pada Jerman semata. Mulai dari kejadian yang tiba-tiba mengarahkan saya ke gantungan kostum klub sepak bola Jerman, melakukan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: georgia;"&gt;blogwalking&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt; yang ternyata tersasar ke blog seorang temannya teman saya yang sudah ke Jerman, pergi ke toko buku dan pameran buku pun seolah-olah ada yang mendorong kaki saya dan mengarahkan mata saya untuk melihat buku-buku tentang latihan bahasa Jerman. Terakhir yang menjadi gong dan pukulan besarnya adalah salah satu teman keluyuran saya tiba-tiba saja mengabari kalau dirinya sudah berada di Jerman dan dengan sengaja memameri saya foto-fotonya di &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: georgia;"&gt;facebook&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Apakah saya termasuk orang yang obsesif?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Mungkin juga. Tapi saya selalu berpegang pada prinsip dan hukum kekuatan energi seperti dalam Mestakung. Kejadian serupa pun terjadi juga beberapa minggu yang lalu yaitu ketika saya sedang konsentrasi dan giat-giatnya untuk mengejar beasiswa &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: georgia;"&gt;summer course&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt; di Utrech University, Belanda. Semuanya terasa seolah-olah mendukung langkah saya dan mencoba memberikan 'tanda' bahwa apa yang saya lakukan sudah berada di jalannya. Contohnya bukan hal yang disengaja ketika berada di salah satu &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: georgia;"&gt;mart&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt; besar ibukota, apa yang tampak oleh mata saya pertama kali adalah kostum sepak bola nasional Belanda. Ketika membaca-baca buku atau surat kabar, yang muncul adalah informasi atau berita yang ada sangkut pautnya dengan Belanda, baik kultur masyarakatnya, pesona daerahnya, sekolah dan sistem pendidikannya, sampai dengan maskapai penerbangan menuju Belanda berikut informasi bagaimana proses pengajuan visanya. Sebagian yang saya tulis di atas merupakan beberapa renik yang seolah-olah 'menghantui' langkah saya untuk bisa dan terus semangat dalam mendapatkan hadiah studi di Belanda.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Namun apa daya, keputusan juri tidak dapat diganggu gugat. Segala yang terjadi sudah berlalu. Dan saya mendapat sedikit pemikiran yang menjentik diri ini untuk sejenak berefleksi atas potongan-potongan kejadian yang menjadi mozaik dan memberikan warna bagi hidup yang saya jalani. Saya jadi berpikir bahwa mungkin saya harus lebih mempersiapkan modal saya untuk pergi ke luar negeri. Persiapan materi tentu bukan persoalan biasa yang menjadi catatan dan PR tersendiri bagi saya. Yang kedua adalah soal bahasa. Walaupun mampu berbahasa Inggris namun kenyataannya waktu ketemu langsung dengan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: georgia;"&gt;bule&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt; Jerman saat keluyuran di Bali dan Pangandaran, bahasa Inggris saya bisa dikatakan berantakan. Ini yang patut jadi catatan merah juga, mungkin saya hanya &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: georgia;"&gt;pede&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt; bicara Inggris dengan orang Indonesia saja. Atau &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: georgia;"&gt;pede&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt; ngomong Inggris dengan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: georgia;"&gt;bule&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt; hanya pada saat &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: georgia;"&gt;chatting&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt; di &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: georgia;"&gt;facebook&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt; saja, tapi ketika bertatap muka langsung, ada semacam perasaan nervous atau apa yang membuat lidah ini kelu sehingga tak sanggup untuk menjawab pertanyaan sederhana tentang di mana letak &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: georgia;"&gt;money changer&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt; berada. Padahal pada saat santai, untuk menunjukkan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: georgia;"&gt;direction&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt; ke suatu tempat bisa &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: georgia;"&gt;ngecipris ngalor ngidul&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Yang lebih penting dari itu semua, sepertinya saya diajari untuk tidak terlalu bergantung kepada orang lain dan lebih bisa hidup mandiri. Termasuk dalam berkreatif dalam dunia blog. Meminta-minta komentar dari orang yang kadang tidak kenal, walaupun mengasyikkan, kok sepertinya &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: georgia;"&gt;cheapshit&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt; sekali. Itu mungkin nanti yang (tidak) akan saya lakukan jika mengikuti suatu kompetisi lagi. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Saya hanya terus berdoa dan berusaha bahwa setiap apa yang saya lakukan murni dari hati dan bersumber dari hasrat pribadi, bukan karena bujukan dari seorang teman atau orang lain. Saya senang dengan apa yang saya lakukan. Namun, saya mulai agak mempertanyakan segala sesuatu yang dipetakan oleh imajinasi saya. Sepertinya, jika imajinasi ini terlalu liar dan tak terbendung, beban pikiran yang akan disangga pun juga terlalu berat. Saya tidak ingin melakukannya lagi. Tapi, terlebih dari itu semua, saya menyenangi imajinasi. Jadi, dilema traumatis untuk tidak mau distir imajinasi juga tercampur dengan keinginan kuat untuk berimajinasi. Pusing kan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Saya juga pusing karena jangan-jangan apa yang saya ocehkan dari tadi tak lebih dari omong kosong yang di&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: georgia;"&gt;setting&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt; oleh makhluk tak bernama namun terasa ada yaitu imajinasi. Silakan merayakan imajinasi Anda sendiri. Selamat mengalami. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Gambar dipinjam dari &lt;/span&gt;&lt;a style="font-family: georgia;" href="http://thinksmart.typepad.com/photos/convergence_highlights/imagination_quote.html"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1335694336556267037-3557578510917080892?l=adieriyanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adieriyanto.blogspot.com/feeds/3557578510917080892/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adieriyanto.blogspot.com/2010/05/imajinasi.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1335694336556267037/posts/default/3557578510917080892'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1335694336556267037/posts/default/3557578510917080892'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adieriyanto.blogspot.com/2010/05/imajinasi.html' title='Imajinasi'/><author><name>Adie Riyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06465449405250198684</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/-5PdaIiunQcU/TZByeps3XRI/AAAAAAAAAqw/meKszx5FhgE/s220/IMG_1819.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/S_ZbqcHmuEI/AAAAAAAAAXU/JfVzaeBRazI/s72-c/imagination.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1335694336556267037.post-5103912167459928979</id><published>2010-05-17T09:27:00.002+07:00</published><updated>2010-05-17T19:13:52.169+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Personal Note'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Blogging'/><title type='text'>Blog Terbaik</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/S_Cpr0tBMQI/AAAAAAAAAXM/eMHbTUY3v18/s1600/bestblog.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 224px; height: 225px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/S_Cpr0tBMQI/AAAAAAAAAXM/eMHbTUY3v18/s400/bestblog.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5472060117602087170" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Blog seperti apa yang menurut Anda baik sehingga layak untuk menyandang predikat Blog Terbaik? Baru-baru ini saya melihat pengumuman tentang &lt;a href="http://www.thebobs.com/?s=1154893190771544ZWFAYZBB"&gt;blog-blog terbaik&lt;/a&gt; dari kompetisi blog yang berpusat di Jerman. Sebelumnya, saya juga mengikuti lomba ini. Berangkat dari iseng-iseng, saya mencoba peruntungan dengan mengikuti lomba ini, berharap bisa jalan-jalan ke Jerman untuk memenuhi hasrat jalan-jalan. Namun, apa daya, berdasarkan keputusan dewan juri yang tidak dapat diganggu gugat itu (sebenarnya saya sangat tidak suka dengan poin aturan ini), blog saya tidak dapat masuk ke tahap yang lebih tinggi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Memang, pengalaman saya dalam ngeblog mungkin masih bisa dikatakan amatir. Saya akui bahwa saya aktif menulis di blog baru sekitar setahun yang lalu. Jika dihitung dari jumlah postingan, tiap bulan sangat sedikit jumlah postingan yang bisa saya tampilkan di blog ini. Hal itu karena saya hanya menulis tentang segala sesuatu yang menarik minat saya saja. Dan juga, jika kesibukan pekerjaan memang menuntut saya untuk bekerja ekstra, otomatis kegiatan menulis blog sudah selayaknya digeser untuk diganti dengan tidur. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Berangkat dari kebiasaan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: georgia;"&gt;blogwalking&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt; (istilah yang digunakan untuk menjelaskan aktivitas berkunjung dari satu blog ke blog yang lain), saya jadi mempunyai pandangan sendiri tentang apa itu konsep blog yang baik. Bagi saya, blog paling baik tetap saja blog saya ini (narsis dikit boleh kan hehehe). Blog yang baik adalah blog yang mempunyai keunikan tersendiri, tidak terlalu neko-neko tapi &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: georgia;"&gt;berisi&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;, tidak terlalu mencolok tapi bisa menarik perhatian, tidak terlalu rumit dilihat, dan tidak terlalu rame ini itu. Maksudnya rame ini-itu adalah bentuk blog yang rame di design, ada banner bertabur bintang, gambar-gambar menyala, atau apapun yang disertakan di blog walaupun niat awalnya adalah untuk mempercantik atau membuat blog menarik, tapi jatuhnya malah membuat blog tersebut sangat membosankan untuk dikunjungi. Saya pernah tidak sengaja tersasar ke blog demikian. Dan anehnya juga blog tersebut menang di kompetisi blog yang diadakan oleh salah satu perusahaan rokok besar di Indonesia. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Kalau beberapa orang menganggap bahwa blog yang banyak komentarnya itu sangat menarik, saya justru menganggapnya biasa saja. Hal itu karena tujuan untuk menulis blog adalah untuk membagi informasi. Walaupun tulisan tersebut tak banyak komentarnya, namun jika isi tulisannya berbobot, saya akan lebih memilihnya sebagai blog yang baik. Contohnya adalah blog &lt;/span&gt;&lt;a style="font-family: georgia;" href="http://metrotvnews.com/blog/indra/"&gt;wartawan Metro TV&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt; dan &lt;/span&gt;&lt;a style="font-family: georgia;" href="http://andikahendramustaqim.blogspot.com/"&gt;wartawan Sindo&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt; ini. Kebetulan keduanya merupakan teman '&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: georgia;"&gt;ketemu di facebook&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;' saya. Namun, saya selalu menilai tulisan seseorang bukan dari sosoknya, tapi dari tulisan-tulisan yang dihasilkannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Blog yang unik dan menurut saya baik (khususnya di Indonesia) adalah blognya:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol style="font-family: georgia;"&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://radityadika.com/"&gt;Raditya Dika&lt;/a&gt; karena blog ini memiliki konsep yang jelas akan blognya. Pertama adalah untuk menuangkan ide-ide dan kegiatan yang dilakukannya sehari-hari dengan dibumbui unsur komedi dan kekonyolan dari penulisnya. Selain itu juga digunakan untuk '&lt;span style="font-style: italic;"&gt;jualan&lt;/span&gt;' karya-karyanya yang sudah dicetak menjadi sebuah buku. Silakan intip dan Anda akan mendapati bahwa blognya justru tidak menginginkan adanya komentar.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://ndorokakung.com/"&gt;Ndoro Kakung&lt;/a&gt;. Saya tidak tahu apakah Anda &lt;span style="font-style: italic;"&gt;familier&lt;/span&gt; dengan nama ini. Yang jelas, beliau ini termasuk &lt;span style="font-style: italic;"&gt;blogger&lt;/span&gt; yang sudah mendapat nama di kalangan para &lt;span style="font-style: italic;"&gt;blogger&lt;/span&gt; di tanah air. Dan lihat saja bentuk desain blognya. Sangat sederhana. Dan itu yang membuat saya sangat appreciate dengan blog beliau, bahwa blog yang baik sebenarnya tidak ditentukan oleh seberapa rame atau unik tamplate dari blog, tapi tetap saja dari isi yang membuat blog itu dianggap menarik.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://dee-idea.blogspot.com/"&gt;Dewi 'Dee' Lestari&lt;/a&gt;. Ini merupakan salah satu blog favorit saya. Entah mengapa saya menyukainya. Mungkin karena tatanan bahasanya menarik, isinya bagus, tertata rapi, dan kalimatnya rancak. Isu-isu yang menjadi topik tulisannya pun sangat khas dan '&lt;span style="font-style: italic;"&gt;in&lt;/span&gt;' dengan apa yang ada di masyarakat.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Hal itu merupakan salah sedikit contoh dari blog yang secara periodik saya kunjungi entah hanya untuk sekadar '&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: georgia;"&gt;pelesiran&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;' atau malah untuk &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: georgia;"&gt;brainstorming.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt; Blog lain yang menurut saya menarik dan unik linknya sudah saya tautkan di bagian samping kiri blog ini. Beberapa dari blog tersebut saya mengenal dengan baik pemiliknya. Memang kriteria blog bagus yang saya pasang linknya di samping itu sangat subyektif (sesuai dengan kesukaan saya) tapi saya yakin cukup mewakili untuk kriteria blog bagus. Jika Anda mempunyai blog menarik, silakan saja tulis tautannya di kolom komentar. Jika ternyata memang unik dan '&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: georgia;"&gt;lain&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;' maka tidak segan-segan saya akan dengan senang hati menaruh linknya di blog saya ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Kembali ke topik blog terbaik versi pemenang kompetisi. Saya jadi sedikit banyak beranalisis mengenai pemenang blog terbaik versi pilihan juri. Jika jurinya itu orang Indonesia, maka banyaknya jumlah komentar akan menjadi salah satu pertimbangan. Ini katanya membuktikan bahwa blog tersebut populer. Saya kira pendapat ini tidak selalu tepat. Bahkan seperti saya katakan di atas, blog yang jarang komentarnya bukan tidak menarik, bahkan kadang isinya jauh lebih bermutu. Saya sempat agak mual ketika tidak sengaja kesasar di blog salah satu artis terkenal ibukota. Blognya sangat tidak bermutu, bahasanya kacau, dan bener-bener &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: georgia;"&gt;unrecomended blog to read&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt; pokoknya. Tapi, sekalinya dia memosting tulisan, komentar yang mengikutinya bisa ratusan. Benar-benar sampah buat mata saya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Dan jika jurinya adalah orang luar (negeri) maka jumlah komentar dalam setiap postingan ini bukan pertimbangan. Tapi yang menjadi poin pentingnya adalah tetap isi postingan itu sendiri. Contohnya adalah blognya &lt;/span&gt;&lt;a style="font-family: georgia;" href="http://blog.ushahidi.com/"&gt;Ushahidi&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;, blog terbaik tingkat dunia versi The BOBs Blog Award. Silakan tengok blognya maka Anda akan mendapati bahwa tulisan yang dipostingnya hanya akan mendapat respon sedikit saja. Tapi mengapa blog ini yang ditetapkan sebagai pemenang? Ya karena blog ini memenuhi kriteria sebagai blog terbaik seperti yang saya jelaskan di awal tulisan ini. Dan bandingkan dengan pemenang Blog Terbaik Indonesia versi The BOBs blog Award &lt;/span&gt;&lt;a style="font-family: georgia;" href="http://blogombal.org/"&gt;ini&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;. Walaupun, sama-sama ber&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: georgia;"&gt;design&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt; sederhana, namun tetap saja jumlah komentar menjadi poin utama dari kriteria penilaiannya. Bandingkan pula dengan blog terbaik dari sejumlah negara yang diakomodasi untuk mengikuti kompetisi ini di &lt;/span&gt;&lt;a style="font-family: georgia;" href="http://www.thebobs.com/?s=1154893190771544ZWFAYZBB"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Itulah sekelumit pandangan saya tentang kriteria blog yang baik. Apapun bentuk &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: georgia;"&gt;design&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;nya, apapun warna tampilannya, blog yang baik tetap saja blog yang sederhana dalam tampilan tapi &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: georgia;"&gt;nendang&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt; dalam isi. Blog-blog seperti ini saya kira yang akan tetap mendapat tempat bagi pelancong dunia maya. Dan di atas semuanya, blog yang baik adalah blog yang dimiliki oleh orang yang selalu semangat menulis dan berkreatif di blog. Jadi, jangan menyerah dan patah semangat jika mendapati bahwa blog Anda tidak lebih menarik daripada blog ini atau blog yang saya beri linknya di tulisan ini. Berlatihlah terus dan selalu percaya bahwa suatu saat, Anda akan menemukan titik 'aha' yang menunjukkan bahwa blog Anda merupakan blog yang layak disebut sebagai Blog Terbaik. Setidaknya dari Anda sendiri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Salam semangat ;=)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Gambar dipinjam dari &lt;/span&gt;&lt;a style="font-family: georgia;" href="http://sweet-as-a-candy.blogspot.com/2009/08/best-blog-award.html"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1335694336556267037-5103912167459928979?l=adieriyanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adieriyanto.blogspot.com/feeds/5103912167459928979/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adieriyanto.blogspot.com/2010/05/blog-terbaik.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1335694336556267037/posts/default/5103912167459928979'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1335694336556267037/posts/default/5103912167459928979'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adieriyanto.blogspot.com/2010/05/blog-terbaik.html' title='Blog Terbaik'/><author><name>Adie Riyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06465449405250198684</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/-5PdaIiunQcU/TZByeps3XRI/AAAAAAAAAqw/meKszx5FhgE/s220/IMG_1819.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/S_Cpr0tBMQI/AAAAAAAAAXM/eMHbTUY3v18/s72-c/bestblog.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1335694336556267037.post-7431639762231995249</id><published>2010-04-28T16:18:00.008+07:00</published><updated>2010-04-28T19:29:44.318+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Proses Kreatif'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Personal Note'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kuali Kenangan'/><title type='text'>'Buku yang Baik' Berbuah Hadiah Buku</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Minggu kemarin saya iseng-iseng menanggapi pengumuman yang dilakukan oleh teman &lt;span style="font-style: italic;"&gt;'ketemu di facebook'&lt;/span&gt; yang mengatakan kalau ada yang berminat menulis harapan terhadap suatu buku yang dia tawarkan akan mendapatkan buku yang dimaksud, lengkap dengan tanda tangan penulisnya. Teman tersebut bernama &lt;a href="http://rampa-maega.blogspot.com/"&gt;Rampa Maega&lt;/a&gt;. Berasal dari Tanah Toraja, Sulawesi Selatan. Seorang kristiani yang 'jatuh cinta' dengan sosok Nabi Muhammad SAW. Pengumuman tersebut seperti ini bunyinya "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Buat teman2 yang ingin mendapatkan novel &lt;a href="http://muhammad-a-novel.blogspot.com/"&gt;Muhammad, Lelaki Penggenggam Hujan Hujan (by Tasaro GK)&lt;/a&gt;, silakan kirimkan catatan pendek tentang harapan atau yg sejenisnya pada buku ini ke inbox FB saya. 5 catatan 'terbaik' akan mendapatkan 1 novel M,LPH lengkap dengan TTD penulisnya dan akan dikirimkan langsung ke alamat masing2. ... Gratiisss..!!! Ditunggu hingga Senin pagi, 19 Apr 2010.&lt;/span&gt;'' Pengumuman itu diposting tanggal 17 April 2010 jam 10.03 pagi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Karena berbagai kesibukan pekerjaan, saya baru bisa membuat tulisan hari Senin pagi tanggal 19 April 2010, sehabis sholat subuh. Mendekati &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;deadline&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; pula. Saya sudah berpikir bahwa periode kompetisi ini akan terlewatkan karena saya baru akan mengikutinya secara mendadak. Namun begitu akhirnya saya putuskan untuk ikut saja. Memang benar kalau ada istilah bahwa &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;necessity is the mother of invention&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;. Maka, di saat-saat genting seperti itulah mungkin otak saya jadi bekerja agak sedikit maksimal demi mengakuisisi apa yang disebut sebagai naluri kompetitif. Tulisan itu berjudul &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:georgia;" &gt;Buku yang Baik&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;. Dan inilah tulisan saya yang saya ikutan untuk menanggapi tantangan dari Rampa Maega. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote  style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;Buku yang Baik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;Saya suka membaca sejak kecil. Kebiasaan ini terus termobilisasi hingga akhirnya menjadi kebutuhan hidup layaknya makan, minum, dan buang air. Berangkat dari kesukaan akan bahan bacaan dan (beberapa kali) memberikan &lt;/span&gt;&lt;a style="color: rgb(51, 51, 51);" href="http://adieriyanto.blogspot.com/search/label/Lemari%20Buku"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;review&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt; untuk sebuah buku, saya jadi sering beranalisis tentang indikasi sebuah buku dikatakan baik melalui cetakan pertama. Mengapa? Karena cetakan pertama merupakan representasi dari kinerja tiga elemen yang menjadi 'dalang' terbitnya sebuah buku. Penulis yang menyajikan konsep cerita, editor yang memberikan koreksi, dan penerbit yang berlaku sebagai akselerator. Maka saya agak mempertanyakan kredibilitas sebuah buku berikut kru di belakangnya jika di cetakan pertama banyak terjadi kesalahan teknis baik salah ketik, salah ejaan, salah tanda baca, dan lain-lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;Mengikuti proses penulisan novel Muhammad, Lelaki Penggenggam Hujan melalui blog Tasaro GK rasa-rasanya buku ini dipersiapkan dengan serius. Soal kualitas, saya belum tahu karena belum membacanya. Mengingat subyek yang dibahas adalah sosok yang 'agung', di luar masalah teknis yang saya sebutkan di atas, saya hanya berharap bahwa deskripsi dalam buku ini tidak berpotensi menggiring pembaca (Muslim) justru menisbatkan atau mengagungkan secara berlebihan sosok Muhammad sebagai Nabi daripada Allah SWT sebagai Rabb seluruh alam semesta. Buku-buku tipe seperti ini hanya berpotensi menjadi dua macam, menggiring kepada kecintaan dan penguatan iman Islam atau malah berpotensi menyesatkan dan mendorong pada pengkhultusan seorang 'utusan'. Termasuk golongan yang manakah novel ini? Ah, saya tak sabar untuk segera membacanya. &lt;/span&gt;&lt;a href="http://muhammad-a-novel.blogspot.com/"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Itulah tulisan yang saya kirimkan. Dan kira-kira dua jam setelah saya kirim di inbox Rampa Maega, saya mendapat notivikasi di &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;facebook&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; yang mengatakan kalau nama Adie Riyanto merupakan salah satu penerima buku tersebut. Wah senang sekali rasanya mendapatkan buku yang baru saja dilempar di pasaran. Bertanda tangan penulisnya pula. Beginilah berita gembira itu hadir "&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;Selamat kpd Axn Azhar, Indra J. Santoso, Wianti Aisyah, Dedi Setiawan, &amp;amp; Adie Riyanto. Masing2 akan mendapatkan satu novel Muhammad, Lelaki Penggenggam Hujan by Tasaro Gk. Silakan mengirimkan alamat lengkap beserta nomor tlpn yang bisa dihubungi ke inbox FB saya. Terima kasih buat partisipasi teman2 semua dan mohon maaf bila ada yang kurang berkenan.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Dan, dengan ajaibnya dua hari setelah pengumuman, novel bertanda tangan itu sampai juga ke tangan saya. Inilah buku tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/S9gJl0KyhGI/AAAAAAAAAXE/0qjMpQ4pSq0/s1600/230420103744.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/S9gJl0KyhGI/AAAAAAAAAXE/0qjMpQ4pSq0/s400/230420103744.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5465128693077804130" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Muhammad, Lelaki Penggenggam Hujan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;(&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;baru saja diberi baju&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/S9gIhVpZqAI/AAAAAAAAAW8/69e4_Ciro3w/s1600/230420103745.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/S9gIhVpZqAI/AAAAAAAAAW8/69e4_Ciro3w/s320/230420103745.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5465127516653594626" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Menanti untuk dibaca dan diapresiasi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Sebenarnya buku-buku di kamar saya masih banyak yang belum (sempat) terbaca. Biasanya saya selalu membuat antrian buku mana yang dibaca lebih dulu. Tapi, karena buku ini saya rasa masih 'hangat' dan sepertinya menarik untuk dibaca, akhirnya antrian menjadi tergeser sedikit setelah buku ini datang. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Saya belum tahu apakah kesan yang akan saya dapat. Paling tidak jika bukunya tidak menarik, buku itu akan tetap saya perlakukan dengan baik. Saya pernah tahu seseorang yang ketika membaca buku dan buku tersebut karya penulis terkenal, namun karena isinya sangat banyak terdapat kesalahan tulis, salah cetak, salah ejaan, dan kesalahan editorial yang lain, buku yang ia baca langsung dilempar ke tempat sampah. Dan tahukah kamu kalau buku tersebut bertanda tangan penulisnya pula. Sayang banget kan sebenarnya. Tulisan itu bisa dibaca di &lt;/span&gt;&lt;a style="font-family: georgia;" href="http://alamanda.blogspot.com/2009/01/surat-untuk-editor-buku-buku-andrea.html"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;. Semoga hal-hal seperti itu tidak akan terjadi dalam kehidupan saya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/S9gGVHIcGTI/AAAAAAAAAW0/80XmpZksk2M/s1600/230420103748.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 400px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/S9gGVHIcGTI/AAAAAAAAAW0/80XmpZksk2M/s400/230420103748.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5465125107575560498" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Spesial untuk Adie Riyanto&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;(&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;jangan ngiri ya semuanya&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Dengan datangnya buku ini, selain membawa pemikiran tentang kegiatan membaca yang akan saya lakukan ke depan, juga memberikan sentilan terhadap kelangsungan kehidupan kreatif yang saya jalani. Saya jadi bertanya-tanya, kapan buku saya selesai ditulis ya? Sebuah tamparan personal yang (kadang) menyakitkan ketika berhadapan dengan kenyataan. Sering saya malam-malam sebelum tidur masih disibukkan dengan pemikiran seperti ini, berhari-hari. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Melihat proses kreatif yang dilakukan oleh teman-teman saya (dari status yang mereka tulis di &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;facebook&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;) saya jadi agak sedikit iri dengan produktivitas yang mereka miliki. Setidaknya ada tiga atau empat orang yang &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;draft&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; tulisannya sudah siap untuk dicetak menjadi buku. Bahkan ada yang sudah tinggal menunggu waktu edar saja. Mantab sekali. Mungkin, saya sedang disibukkan dengan kerjaan kantor sehingga sering mengabaikan apa yang menjadi kesukaan saya yaitu menulis. Ditambah lagi persiapan masuk kuliah lagi juga cukup menyita waktu untuk menulis.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Tapi, biar bagaimanapun, saya tetap akan berusaha untuk menyelesaikan apa yang sudah saya rencanakan yaitu menulis. Fokus, tekun, dan bekerja keras. Itu mungkin jawaban dari ini semua. Saya hanya berharap bahwa kriteria 'buku yang baik' seperti saya tulis di atas bisa juga saya wujudkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Selain membaca, saat ini saya lagi konsentrasi untuk mengikuti lomba blog yang diadakan oleh &lt;/span&gt;&lt;a style="font-family: georgia;" href="http://www.nesoindonesia.com/"&gt;Neso Indonesia&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;. Siapa tau kalau menang saya bisa ikut mencicipi kuliah di Belanda. Yah, namanya juga ikhtiar, semoga saja saya bisa. Amin. Tulisan saya yang diikutkan lomba bisa dibaca di &lt;/span&gt;&lt;a style="font-family: georgia;" href="http://adieriyanto.blogspot.com/2010/04/oeroeg-dan-jalan-panjang-humanisasi.html"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;. Silakan tinggalkan komentar, tanggapan, atau apalah. Semoga berkenan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Sekarang saatnya untuk berproses kreatif. Semoga banyak ide bermunculan datang. Terima kasih sekali lagi untuk Rampa Maega dan Tasaro Gk untuk hadiah bukunya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;PS: pada saat menulis catatan ini, saya sudah menikmati buku Muhammad, Lelaki Penggenggam Hujan sampai dengan halaman 76, bab 12. Desas Desus. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1335694336556267037-7431639762231995249?l=adieriyanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adieriyanto.blogspot.com/feeds/7431639762231995249/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adieriyanto.blogspot.com/2010/04/buku-yang-baik-berbuah-hadiah-buku.html#comment-form' title='12 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1335694336556267037/posts/default/7431639762231995249'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1335694336556267037/posts/default/7431639762231995249'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adieriyanto.blogspot.com/2010/04/buku-yang-baik-berbuah-hadiah-buku.html' title='&apos;Buku yang Baik&apos; Berbuah Hadiah Buku'/><author><name>Adie Riyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06465449405250198684</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/-5PdaIiunQcU/TZByeps3XRI/AAAAAAAAAqw/meKszx5FhgE/s220/IMG_1819.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/S9gJl0KyhGI/AAAAAAAAAXE/0qjMpQ4pSq0/s72-c/230420103744.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>12</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1335694336556267037.post-4301095440934407663</id><published>2010-04-19T15:08:00.009+07:00</published><updated>2010-04-27T17:10:25.809+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Studi di Belanda'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kompetiblog'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lemari Buku'/><title type='text'>Oeroeg dan Jalan Panjang Humanisasi</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://kompetiblog2010.studidibelanda.com/"&gt;&lt;img title="Kompetiblog 2010" src="http://kompetiblog2010.studidibelanda.com/banner/kompetiblog2010.png" width="215" height="215" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Entah mulai kapan saya jadi suka membaca. Karena kurangnya fasilitas di kota tempat saya tinggal, rasanya tidak ada kegiatan yang lebih menarik selain membaca atau naik sepeda keliling kampung. Berinteraksi dengan teman-teman dan orang-orang yang mayoritas berasal dari keluarga petani yang hidup pas-pasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan membaca sendiri bermetamorfosis menjadi kebutuhan layaknya makan, minum, dan buang air karena keisengan orang tua yang selalu membawa pulang buku-buku dari kantornya yang sudah tidak digunakan. Alhasil, buku menjadi semacam candu yang mampu mengisi hari-hari membosankan dalam hidup yang saya jalani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat sudah besar dan mulai mencicipi udara ibukota, saya berpikir bahwa betapa beruntungnya dapat menikmati 'kemewahan' membaca buku yang tidak semua teman-teman sepermainan saya dapat merasakannya. Namun begitu, apakah akhirnya saya 'berbeda' dengan teman-teman saya dulu, yang setia main kelereng bersama, mandi di sungai, mencuri tebu di perkebunan atau bahkan memanen buah pisang entah milik siapa, bersama-sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenangan akan indahnya persahabatan masa kecil di suatu kampung yang jauh dari 'peradaban' tersebut kembali terusik ketika awal bulan lalu saya menghadiahi diri sendiri dengan buku berjudul Oeroeg karya Hella S. Haasse. Buku tersebut saya beli sebagai kompensasi atas kerja keras yang membuat saya naik &lt;span style="font-style: italic;"&gt;grade&lt;/span&gt; di kantor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku tersebut bercerita tentang kisah persahabatan Oeroeg dan seorang anak Belanda yang dideskripsikan sebagai sosok yang disebut 'Aku'. Keduanya mempunyai tipe kehidupan yang hampir serupa. Lahir dan menghabiskan masa kecil bersama di suatu kampung yang jauh dari fasilitas dan keramaian kota besar. Saat usia tidak lagi mengijinkan mereka untuk disebut anak-anak, timbul perasaan bahwa yang satu lebih 'tinggi' daripada yang lain. Anggapan itu muncul karena perbedaan status sosial. Si Aku anak seorang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;administrateur&lt;/span&gt; perkebunan, berkulit putih, dan sangat Eropa, sedangkan Oeroeg hanya anak seorang mandor, berkulit cokelat,  dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;inlander&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/S8wRQja6CmI/AAAAAAAAAWs/dlUrakvKrIA/s1600/Oeroeg..jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 194px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/S8wRQja6CmI/AAAAAAAAAWs/dlUrakvKrIA/s400/Oeroeg..jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5461759424177244770" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Perbedaan itu terkatalisasi akibat larangan dari ayah si Aku yang berusaha membatasi pergaulan putranya dan Oeroeg dengan mengirim putranya ke sekolah khusus anak Belanda dan membiayai Oeroeg ke sekolah rendahan biasa, khusus untuk orang-orang pribumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai suatu ketika, kegelisahan si Aku mendapat pencerahan dari Gerald Stokman, seorang pegawai perkebunan dan guru privat si Aku, yang kebetulan suka berburu binatang. Gerald Stokman mengatakan 'Macan kumbang berbeda dari monyet, tapi apakah yang satu lebih rendah daripada yang lain? Bagimu ini pertanyaan bodoh, dan kau benar. Pertanyaan ini tetap sama bodohnya bila menyangkut manusia. Perbedaan itu biasa. Setiap orang berbeda. Aku juga berbeda darimu. Tetapi, lebih tinggi atau lebih rendah karena warna kulit wajahmu atau karena siapa ayahmu--itu omong kosong. Oeroeg kawanmu, kan? Kalau memang ia kawanmu--bagaimana bisa ia &lt;span style="font-style: italic;"&gt;lebih rendah&lt;/span&gt; dibanding kau atau yang lain?' (hal. 64)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang dialami oleh Oeroeg sampai saat ini masih terjadi. Diskriminasi dalam hal pendidikan pun kerap terjadi baik di Indonesia maupun di Belanda akibat latar belakang sosial dari calon peserta didik. Namun begitu, sebagai negara maju, Belanda sudah lebih dulu 'bangun' dari kesalahan masa lalu seperti ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, Belanda adalah salah satu pemimpin dunia yang menjamin pelaksanaan hak asasi manusia dan kebebasan berekspresi. Dalam peringatan hari Hak Asasi Manusia (HAM) International pada tanggal 10 Desember 2009 lalu, Menteri Luar Negeri Belanda, Maxime Verhagen menyatakan bahwa 'Pria, wanita, anak-anak, tidak peduli siapa mereka, tidak peduli di mana mereka tinggal, tidak peduli apa yang mereka lakukan, memiliki hak-hak dasar sebagai manusia yang tidak dapat diganggu gugat. Pemerintah di seluruh dunia memiliki kewajiban untuk melindungi dan mempromosikan hak-hak universal ini. Tetapi, dalam banyak contoh, mereka gagal melindungi hak warganya. Tanggal 10 Desember menandai perayaan hari Hak Asasi Manusia Internasional di seluruh dunia. Ini bukan hari di mana kita bisa membiarkannya berlalu begitu saja tanpa sedikitpun kita sadari. Hari ini, kita menghormati orang-orang yang berani membela hak-hak mereka dan hak orang lain meskipun perjuangan yang mereka hadapi di banyak negara, dalam situasi yang sangat sulit dan resiko yang besar. Mereka layak mendapat dukungan penuh dari kami.'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal-hal yang menjadi kampanye perlindungan HAM tersebut juga dimanifestasikan dalam suatu Pedoman Nasional Sistem Perlindungan Hak Asasi Manusia. Suatu sistem yang dirancang untuk mengaktifkan perlindungan HAM yang efektif dan mengintervensi pembangunan dengan fokus pada infrastruktur HAM. Untuk menjangkau lingkup yang lebih luas, Pemerintah Belanda akan bekerjasama dengan divisi HAM Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan masyarakat sipil untuk membantu dalam perencanaan dan memperkuat penggunaan sistem ini melalui penggunaan ikhtisar manual mengenai indikator praktis, pedoman standar, dan referensi yang menggambarkan Sistem Perlindungan Nasional Hak Asasi Manusia. Melihat kenyataan tersebut, tak heran jika Belanda merupakan pusat dari beberapa Lembaga Internasional Hak Asasi Manusia. Bahkan, salah satu kota di Belanda, Den Haag, Dewan Kotanya berencana membuat kota tersebut sebagai Ibukota Hukum Dunia serta Kota Internasional Perdamaian dan Keadilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain, apa yang dikatakan oleh Menteri Luar Negeri Belanda di atas juga diimplementasikan dalam dunia pendidikan. Pemerintah melalui '&lt;a href="http://www.innovatieplatform.nl/en/"&gt;Platform Inovasi&lt;/a&gt;'-nya merekomendasikan tiga hal yaitu meningkatkan pemasaran pendidikan internasional Belanda sejajar dengan misi-misi ekspansi hubungan perdagangan dengan negara lain, memperluas kesempatan untuk menawarkan kurikulum berbasis Sistem Pendidikan Belanda, dan memfasilitasi pendirian sekolah internasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mencapai tujuan tersebut, kebijakan ilmu pengetahuan Belanda memfokuskan diri pada tiga hal yaitu akuisisi penambahan ruang lingkup dan sumber daya untuk riset fundamental, strategi untuk mempromosikan inovasi, dan memperkuat kekuasaan mengatur diri sendiri dari komunitas ilmiah melalui peningkatan kesempatan karier bagi para peneliti muda terutama perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sini, dapat diketahui bahwa isu-isu kesetaraan gender juga menjadi fokus perjuangan penegakan HAM di Belanda selain persamaan hak dari komunitas warga negara yang berbeda warna kulit, agama, dan status sosial yang lain. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/S8wOsI5TRAI/AAAAAAAAAWU/RVWsV8kv8QQ/s1600/nhrps.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 314px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/S8wOsI5TRAI/AAAAAAAAAWU/RVWsV8kv8QQ/s400/nhrps.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5461756599558423554" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Saya selalu percaya bahwa pendidikan yang baik dan merata akan membawa masyarakat ke dalam persepsi yang positif dalam memandang suatu hal. Maksudnya, jika suatu masyarakat memiliki pendidikan yang layak, kesejahteraan hidup yang memadai, dan pengakuan yang besar terhadap hak-hak dasar yang dimilikinya oleh negara maupun anggota masyarakat yang lain, bukan hal yang mustahil jika masyarakat seperti ini akan mudah untuk diberi pemahaman rasional mengenai isu-isu penghormatan dan penghargaan hak-hak universal yang dimiliki oleh setiap insan di manapun orang tersebut berada. Sangat penting dikembangkan persamaan persepsi bahwa tidak ada komentar negatif yang dibuat untuk mendiskreditkan suatu pihak manapun. Setiap manusia, baik laki-laki maupun perempuan, mempunyai hak-hak universal yang sama.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Jika pemahaman yang 'benar'  tersebut telah terpatri dalam pola pikir seseorang, maka kecenderungan untuk melabeli  sesuatu dengan stereotip tertentu, perlahan-lahan akan terkikis. Seperti misalnya, mengapa warna pink selalu diidentikkan dengan perempuan dan warna biru identik dengan laki-laki? Mengapa anak gadis hanya pantas belajar menari atau balet dan dianggap &lt;span style="font-style: italic;"&gt;lain&lt;/span&gt; jika hobinya sepak bola? Atau, mengapa perempuan dianggap tidak perlu berpendidikan tinggi sebab kembalinya juga bakal ke dapur? Mengapa orang kulit hitam hanya pantas menjadi budak? Mengapa orang-orang berkulit cokelat hanya cocok menjadi 'warga kelas dua'?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Pandangan-pandangan tradisional yang bersembunyi di balik pembenaran akan kodrat dan dogma dari pemikiran masa lalu, sebenarnya sudah bukan menjadi PR lagi bagi relevansi perkembangan pembangunan dewasa ini. Dari zaman Kartini hingga era reformasi seperti sekarang ini, setiap tanggal 21 April, isu-isu yang diangkat tak jauh-jauh adalah isu tentang kesetaraan gender dan emansipasi. Kalau dipikir lagi, perjuangan yang dilakukan selama ini ternyata masih jalan di tempat jika isu yang diangkat setiap tahun relatif sama.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Memang, dijajah selama 350 tahun oleh Belanda meninggalkan trauma tersendiri bagi sebagian rakyat Indonesia. Namun, kita tidak boleh menutup mata bahwa Belanda sudah lebih dulu 'bangun' dan mengejar ketertinggalannya dan bahu-membahu membangun bangsanya melalui inovasi-inovasi dari kebijakan pemerintahnya. Oleh karena itu, bukan hal mustahil jika pendidikan di Belanda menempati posisi lima besar dalam skala internasional dan akan terus ditingkatkan untuk berada di posisi peringkat di atas lima pada tahun 2015.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Melihat kenyataan itu, kita sebagai bangsa Indonesia harus belajar banyak dari inovasi-inovasi yang dikembangkan oleh pemerintah Belanda untuk diadopsi dengan sistem negeri ini demi terwujudnya kesejahteraan lahir batin seluruh warga negara di mana hak-hak setiap warga negara benar-benar dijamin dan dijunjung tinggi, bukan hanya tertulis dengan rapi dalam format hitam di atas putih, yang biasa kita kenal dengan sebutan Undang-Undang Dasar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Sanggupkah kita?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Gambar dipinjam dari &lt;/span&gt;&lt;a style="font-family: georgia;" href="http://kompetiblog2010.studidibelanda.com/resources/"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;a style="font-family: georgia;" href="http://bukuygkubaca.blogspot.com/2009/11/oeroeg-hella-s-haasse.html"&gt;sono&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;, dan &lt;/span&gt;&lt;a style="font-family: georgia;" href="http://translate.googleusercontent.com/translate_c?hl=id&amp;amp;langpair=en%7Cid&amp;amp;u=http://www.nlembassy.org.mk/news_archive/promotion_of_the&amp;amp;rurl=translate.google.co.id&amp;amp;usg=ALkJrhhnV28m-kwrO0ctpNSWgc9C_7QQ0g"&gt;sana&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1335694336556267037-4301095440934407663?l=adieriyanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adieriyanto.blogspot.com/feeds/4301095440934407663/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adieriyanto.blogspot.com/2010/04/oeroeg-dan-jalan-panjang-humanisasi.html#comment-form' title='51 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1335694336556267037/posts/default/4301095440934407663'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1335694336556267037/posts/default/4301095440934407663'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adieriyanto.blogspot.com/2010/04/oeroeg-dan-jalan-panjang-humanisasi.html' title='Oeroeg dan Jalan Panjang Humanisasi'/><author><name>Adie Riyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06465449405250198684</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/-5PdaIiunQcU/TZByeps3XRI/AAAAAAAAAqw/meKszx5FhgE/s220/IMG_1819.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/S8wRQja6CmI/AAAAAAAAAWs/dlUrakvKrIA/s72-c/Oeroeg..jpg' height='72' width='72'/><thr:total>51</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1335694336556267037.post-773764164388743357</id><published>2010-03-24T18:58:00.007+07:00</published><updated>2010-04-13T17:27:08.890+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lemari Buku'/><title type='text'>Room to Read, Kisah John Wood Menemukan 'Kesejatian'</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/S8Kj45L7xAI/AAAAAAAAAWM/3UDR4TfYKhE/s1600/rtr.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 181px; height: 280px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/S8Kj45L7xAI/AAAAAAAAAWM/3UDR4TfYKhE/s400/rtr.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5459105896145339394" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: georgia;font-family:georgia;" &gt;Seorang &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: georgia;font-family:georgia;" &gt;backpacker&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;font-family:georgia;" &gt; legendaris pernah berkata, "&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: georgia;font-family:georgia;" &gt;Certainly, travel is more than the seeing of sights; it is a change that goes on, deep and permanent. in the ideas of living.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;font-family:georgia;" &gt;" Mungkin perjalanan seperti itulah yang dilakukan oleh John Wood. Perjalanannya yang dilakukan secara &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: georgia;font-family:georgia;" &gt;backpacker&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;font-family:georgia;" &gt; ke Nepal telah membawanya pada pengalaman yang akan mengubah hidupnya selamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;font-family:georgia;" &gt;John Wood adalah seorang eksekutif senior di perusahaan Microsoft yang rela untuk meninggalkan kenyamanan hidup--kedudukan dan imbalan yang baik, mobil dan pengemudi sehari penuh, pilihan saham, keliling dunia dengan biaya perusahaan--untuk mendedikasikan dirinya, membantu pendidikan anak-anak di dunia ketiga khususnya pada ketersediaan sarana dan prasarana seperti buku-buku, perpustakaan, gedung sekolah, dan lain-lain.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;font-family:georgia;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertimbangan yang menjadi alasan kuat untuk membenarkan ide 'gila'nya itu adalah 'Apakah sungguh-sungguh penting berapa banyak salinan Windows yang kami jual di Taiwan bulan ini ketika jutaan anak tak memiliki akses pada buku? Bagaimana saya bisa siap mengenai proyek e-commerse kami di Hongkong atau usaha antipembajakan di China, saat tujuh dari sepuluh anak di Nepal menghadapi kebutahurufan seumur hidup. Apakah pekerjaan saya sungguh-sungguh penting? Satu tahun yang sukses hanya akan membantu sebuah perusahaan kaya menjadi semakin kaya. Saya akan menambahkan rekening di bank melebihi apapun yang mungkin saya mimpikan pada usia 35. ... Lihat, kau seharusnya mengakui kepada dirimu sendiri bahwa Microsoft akan kehilangan kau selama satu atau dua bulan. Seseorang akan dengan cepat mengisi tempat kosong itu. Itu berarti seakan kamu tidak pernah bekerja di sana. Tanyakan kepada dirimu sendiri, apakah ada ribuan orang yang mengantri untuk membantu desa-desa miskin membangun sekolah dan perpustakaan? Tak ada yang melakukan pekerjaan itu. Kamu harus bangkit menghadapi tantangan ini." (hal. 53-54).&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;font-family:georgia;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berawal dari keprihatinannya melihat semangat para siswa dan guru di Nepal untuk belajar, namun di sisi lain sarana dan prasarana yang mereka miliki begitu minim, John Wood tergerak untuk menghimpun bantuan dari koleganya melalui sebuah email dengan harapan mereka akan ikut berpartisipasi. Seiring berjalannya waktu, kegiatan donasi untuk membantu pendidikan anak-anak di dunia ketiga tersebut berkembang pesat sehingga pada tahun 1999 didirikanlah sebuah organisasi nirlaba dengan nama Room to Read.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;font-family:georgia;" &gt;Kalau kita lihat postingan terbaru dari website Room to Read di &lt;/span&gt;&lt;a style="font-family: georgia;" href="http://www.roomtoread.org/"&gt;www.roomtoread.org&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: georgia;font-family:georgia;" &gt; hingga postingan ini diterbitkan, Room to Read telah membantu 1.129 sekolah, mendirikan 9.196 perpustakaan, menerbitkan 433 buku dengan total oplah sebanyak 4,1 juta eksemplar, mendonasikan 7,1 juta buku berbahasa Inggris, mendanai 8.725 beasiswa jangka panjang untuk anak perempuan, dan memberikan kelayakan kehidupan bagi 4,1 juta anak-anak di Banglades, Kamboja, India, Laos, Nepal, Afrika Selatan, Srilanka, Vietnam, dan Zambia.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;font-family:georgia;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat pencapaian yang dilakukan oleh John Wood melalui Room to Read, rasanya tidak masuk akal jika kita tahu bahwa awal mula dari organisasi nirlaba yang mendunia dan mempunyai tempat terhormat di kalangan internasional tersebut dimulai dari sebuah email beruntun yang dikirim oleh John Wood kepada para koleganya.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;font-family:georgia;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku peraih &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: georgia;font-family:georgia;" &gt;Academy for Educational Development 'Breaktrough Ideas in Education ' Award 2007&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;font-family:georgia;" &gt; ini memaparkan tentang kisah sukses John Wood membangun organisasi nirlaba Room to Read. Pada dasarnya untuk 'menjual' usaha nirlaba seperti ini diperlukan dua prinsip utama yaitu kemampuan menjual visi dan transparansi dalam pengelolaan dana dari para donatur.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;font-family:georgia;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman bekerja di Microsoft menuntun John Wood untuk membawa organisasi nirlaba ini sesuai dengan apa yang dicita-citakannya pertama kali saat dia melakukan perjalanan secara &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: georgia;font-family:georgia;" &gt;backpacker&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;font-family:georgia;" &gt; ke Nepal. Rekruitmen pegawai yang gigih dalam menghimpun dana dan memiliki loyalitas dan integritas tinggi, menjual visi dengan menampilkan foto-foto yang memberikan energi positif bagi masyarakat, dan memberikan laporan secara berkala terhadap semua pencapaian yang telah dilakukan dari dana donasi merupakan beberapa langkah strategis John Wood untuk membuat Room to Read menjadi kredibel sebagai organisasi nirlaba bertaraf dunia.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;font-family:georgia;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang dilakukan John Wood adalah salah satu potret dari usaha seseorang untuk menemukan jalan hidup yang mendatangkan kebahagiaan hakiki. Sesuatu yang oleh Paulo Coelho disebut sebagai pencarian legenda pribadi dalam hidup. Melalui Room to Read, John Wood menemukan legenda pribadi itu. Sebuah media yang menyalurkan bantuan untuk menghadirkan kemungkinan untuk anak-anak di dunia ketiga menikmati pendidikan yang layak demi perkembangan diri pribadi dan kemajuan suatu bangsa di kemudian hari.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;font-family:georgia;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam suatu kesempatan, John Wood menulis di buku hariannya: "Tidaklah penting jika kita memiliki kekayaan materi. Apa yang sesungguhnya penting adalah apa yang kita lakukan dengan kekayaan itu? Saya telah mencapai kesuksesan finansial pada usia muda, tetapi itu sebagian besar karena keberuntungan. Saya kebetulan bergabung dengan perusahaan yang tepat. Fakta bahwa saya mempunyai uang tidak menjadikan saya orang yang lebih baik. Yang sungguh-sungguh penting adalah apa yang saya lakukan dengan uang itu." (hal. 18-19) &lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family: georgia;font-family:georgia;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasrat John Wood yang besar untuk berbagi, menghadirkan secercah harapan untuk membantu menghadirkan pendidikan yang layak bagi anak-anak di dunia ketiga, telah memancarkan energi positif yang menggerakkan ribuan orang di seluruh dunia untuk menjadi bagian dari solusi yang dia tawarkan.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;font-family:georgia;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya, hal-hal besar yang mendunia seperti telah terjadi pada Room to Read tersebut tak jarang disanksikan oleh banyak orang untuk menjadi kenyataan. Namun, bukti-bukti yang ada mengatakan bahwa optimisme yang disandingkan dengan kerja keras dan kerjasama yang baik, dapat menghasilkan sesuatu yang bermakna menjadi kenyataan. Maka, tidak salah jika ada peribahasa yang mengatakan bahwa tiada kebahagiaan yang lebih besar daripada kita dapat melakukan sesuatu yang menurut orang lain tidak dapat kita lakukan. &lt;/span&gt;   &lt;span style="font-family: georgia;font-family:georgia;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar dipinjam dari &lt;/span&gt;&lt;a style="font-family: georgia;" href="http://dyhary.wordpress.com/2009/06/09/mantan-eksekutif-yang-berkhidmat-pada-dunia-pendidikan/"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: georgia;font-family:georgia;" &gt;.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1335694336556267037-773764164388743357?l=adieriyanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adieriyanto.blogspot.com/feeds/773764164388743357/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adieriyanto.blogspot.com/2010/03/room-to-read-kisah-john-wood-menemukan.html#comment-form' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1335694336556267037/posts/default/773764164388743357'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1335694336556267037/posts/default/773764164388743357'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adieriyanto.blogspot.com/2010/03/room-to-read-kisah-john-wood-menemukan.html' title='Room to Read, Kisah John Wood Menemukan &apos;Kesejatian&apos;'/><author><name>Adie Riyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06465449405250198684</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/-5PdaIiunQcU/TZByeps3XRI/AAAAAAAAAqw/meKszx5FhgE/s220/IMG_1819.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/S8Kj45L7xAI/AAAAAAAAAWM/3UDR4TfYKhE/s72-c/rtr.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1335694336556267037.post-1448096722609542472</id><published>2010-03-03T17:40:00.021+07:00</published><updated>2010-07-19T16:57:17.416+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jejak Langkah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kuali Kenangan'/><title type='text'>Jejak Langkah Sang Petualang</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Seorang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;backpacker&lt;/span&gt; legendaris pernah berkata, "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Certainly, travel is more than the seeing of sights; it is a change that goes on, deep and permanent, in the ideas of living&lt;/span&gt;."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Dan sampai saat ini, saya belum tergoda untuk menggunakan jasa &lt;span style="font-style: italic;"&gt;travel agent&lt;/span&gt; untuk memenuhi hasrat untuk jalan-jalan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;I think the world is like a book. Those who do not travel only read one page. So yes, I would have been a traveller.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; And a reader, of course.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Karena tergolong baru, inilah beberapa foto yang mewakili daerah atau tempat 'keluyuran' saya selama ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/S7M_7mUo0nI/AAAAAAAAAV8/dAs-xE1kyxE/s1600/27042008%28052%29.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/S7M_7mUo0nI/AAAAAAAAAV8/dAs-xE1kyxE/s400/27042008%28052%29.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5454773866807743090" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Keluyuran ke Bundaran HI, waktu masih &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;ndeso&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;, kurang &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;afdhol&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; kalau belum ke sini&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/S7M_ZLSXfBI/AAAAAAAAAV0/yvTO8LM6RqU/s1600/090520091988.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/S7M_ZLSXfBI/AAAAAAAAAV0/yvTO8LM6RqU/s320/090520091988.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5454773275434908690" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Wisata Kota Tua, Jakarta&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Ikutan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;World Book Day&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;, sekalian pelesiran ;=)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/S7M-xN82K-I/AAAAAAAAAVs/guAdzQ-AUXI/s1600/251020093103.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/S7M-xN82K-I/AAAAAAAAAVs/guAdzQ-AUXI/s320/251020093103.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5454772588955184098" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Di kebun buah Mekarsari&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Serasa jadi &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;Poison Ivy&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; ... lol&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/S7M-Dus6lwI/AAAAAAAAAVk/M7FKbc49sto/s1600/110820092662.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/S7M-Dus6lwI/AAAAAAAAAVk/M7FKbc49sto/s320/110820092662.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5454771807472752386" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Di pantai Anyer, Serang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Akhirnya nama Adie tertulis juga di pantai&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;(www.gakpenting.com)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/S7M8PzVLKNI/AAAAAAAAAVc/WWIK0LkJUoM/s1600/DSC01649.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/S7M8PzVLKNI/AAAAAAAAAVc/WWIK0LkJUoM/s320/DSC01649.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5454769815850526930" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Ikutan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;rafting&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; di Citarik bareng emak-emak dan om-om hehehe&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;(dengan sangat terpaksa, tapi seru juga kok)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/S7CAITHbKPI/AAAAAAAAAVU/GwEXOVSRGVg/s1600/050720092382.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/S7CAITHbKPI/AAAAAAAAAVU/GwEXOVSRGVg/s320/050720092382.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5454000028804393202" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Mengeyahkan diri dari kepenatan ibukota&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;saya kabur ke Garut&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/S7B_oJ0ArGI/AAAAAAAAAVM/cM9yNaPzBxY/s1600/050720092427.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/S7B_oJ0ArGI/AAAAAAAAAVM/cM9yNaPzBxY/s320/050720092427.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5453999476551232610" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Udah lama pengen ke Bandung, akhirnya kesampaian juga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;Welcome to Dago street handsome hehehe&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/S7B-DRMiakI/AAAAAAAAAVE/KjGeSL-24lI/s1600/220920092892.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/S7B-DRMiakI/AAAAAAAAAVE/KjGeSL-24lI/s320/220920092892.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5453997743366367810" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Obyek wisata kebanggaan Kota Nganjuk&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Air Terjun Sedudo&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;(katanya sih kalau mandi di sini bisa awet muda &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;xixixixi&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/S7B2zCjiN-I/AAAAAAAAAU8/X-akjQctlt8/s1600/SDC11805.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/S7B2zCjiN-I/AAAAAAAAAU8/X-akjQctlt8/s320/SDC11805.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5453989767976990690" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Pengalaman pertama keluar pulau Jawa, selain ke Madura&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Belitong Island, Buminya Laskar Pelangi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/S7BzNCpIMhI/AAAAAAAAAU0/IzU6IpPeoPU/s1600/IMG_1149.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 214px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/S7BzNCpIMhI/AAAAAAAAAU0/IzU6IpPeoPU/s320/IMG_1149.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5453985816630538770" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Berasa jadi orang kaya hehehe,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;mencicipi kolam renang mewahnya Om Tommy Suharto di Bali&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/S7ByXyOQ7hI/AAAAAAAAAUs/CBw9LYQvFGI/s1600/IMG_1819.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 267px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/S7ByXyOQ7hI/AAAAAAAAAUs/CBw9LYQvFGI/s400/IMG_1819.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5453984901689830930" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Dan ini dia, terakhir kalinya saya &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;traveling&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;, sebelum kembali disibukkan dengan pekerjaan,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;ke &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;Green Canyon&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; di Pangandaran&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Pengen &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:georgia;" &gt;traveling&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; lagi sebenarnya, tapi belum menemukan waktu yang tepat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Semoga segera terlaksana. Amin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1335694336556267037-1448096722609542472?l=adieriyanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adieriyanto.blogspot.com/feeds/1448096722609542472/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adieriyanto.blogspot.com/2010/03/jejak-langkah-sang-petualang.html#comment-form' title='7 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1335694336556267037/posts/default/1448096722609542472'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1335694336556267037/posts/default/1448096722609542472'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adieriyanto.blogspot.com/2010/03/jejak-langkah-sang-petualang.html' title='Jejak Langkah Sang Petualang'/><author><name>Adie Riyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06465449405250198684</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/-5PdaIiunQcU/TZByeps3XRI/AAAAAAAAAqw/meKszx5FhgE/s220/IMG_1819.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/S7M_7mUo0nI/AAAAAAAAAV8/dAs-xE1kyxE/s72-c/27042008%28052%29.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1335694336556267037.post-2389125260491378041</id><published>2010-03-01T17:43:00.003+07:00</published><updated>2010-03-15T18:08:18.920+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Meditasi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Introspeksi'/><title type='text'>Saraswati dan Penghormatan terhadap Buku</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/S54Gv3bu77I/AAAAAAAAAUM/DU1HcE_jybs/s1600-h/saraswati.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 221px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/S54Gv3bu77I/AAAAAAAAAUM/DU1HcE_jybs/s400/saraswati.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5448800018568769458" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Bulan Februari lalu saya sempat 'keluyuran' ke Bali. Segala sesuatu yang tadinya hanya saya tahu dari obrolan dengan teman, akhirnya dapat saya saksikan dengan mata kepala sendiri. Bali dengan segala kompleksitas akan benturan dengan alam global, masyarakatnya masih setia untuk memegang teguh tradisi yang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Saya cukup terkejut ketika membaca sebuah berita mengenai perayaan Saraswati yang berlangsung pada hari Sabtu tanggal 27 Februari 2010 lalu. Perayaan yang ada di pikiran saya adalah sebatas bentuk doa-doa dan penghormatan kepada Yang Maha Kuasa. Ternyata esensi dari perayaan Saraswati lebih dari sekadar penghargaan dan penghormatan kepada ilmu pengetahuan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Masyarakat Bali melakukan upacara penghormatan terhadap ilmu pengetahuan melalui penghormatan kepada Dewi Saraswati, nama suci dewi ilmu pengetahuan yang digambarkan mempunyai empat lengan yang masing-masing membawa buku, ganitri, wina, dan bunga teratai. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Simbol-simbol tersebut mempunyai arti dan filosofi tersendiri. Buku atau dalam hal ini bisa berarti lontar merupakan representasi dari kitab suci Wedha yang berarti bahwa pengetahuan bersifat universal dan abadi. Ganitri atau tasbih diartikan sebagai simbol kekuatan spiritual melalui meditasi, sebuah penyatuan diri dengan alam semesta. Hal ini dapat dipahami bahwa usaha untuk mempelajari suatu khasanah ilmu pengetahuan haruslah bertujuan sebagai upaya untuk mendekatkan diri kepada Sang Khalik, bukan untuk menyebar teror dan kerusakan alam semesta.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Wina berarti kecapi, merupakan simbol dari keindahan atau nilai estetika yang dikandung dalam suatu ilmu pengetahuan. Sedangkan bunga teratai sendiri merupakan simbol kesucian yang mengandung arti dari sebuah esensi kesucian ilmu pengetahuan. Keempat benda yang dipegang Dewi Saraswati tersebut merupakan aspek yang menjadi simbol akan hakikat manusia dalam mempelajari ilmu pengetahuan yakni mampu mengombinasikan nilai-nilai intelektualitas dengan nilai-nilai spiritual penyatuan dengan alam semesta untuk menghikmati suatu keindahan dan kesucian dari ilmu pengetahuan yang akan mendorong pada satu konsepsi tentang hakikat kemanusiaan seseorang di hadapan Tuhan. Bahwa ilmu tak ubahnya merupakan sarana untuk mendekatkan diri kepada Tuhan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Saya cukup beruntung diberi satu kalender penanggalan Bali oleh supir saya,  yang walaupun kelihatan agak ruwet tapi menarik untuk dipelajari. Hari raya Saraswati diperingati setiap 210 hari yang jatuh setiap Sabtu Umanis Watugunung yang salah satunya jatuh pada tanggal 27 Februari 2010. Pada hari itu kegiatan membaca dan menulis ditiadakan untuk memberikan penghormatan terhadap buku. Semua lontar dan bahan-bahan literasi seperti Kitab Suci Wedha, buku, novel, koran, komik, dan lain-lain dikumpulkan jadi satu untuk dibersihkan dan diberi sesaji seperti beras wangi, air kembang dari tujuh mata air, dan tumpeng.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Pada hari Minggunya, yaitu Minggu Paing wuku Sinta adalah Banyu Pinaruh yang merupakan kelanjutan dari perayaan Saraswati. Sebelum memanjatkan doa, umat Hindu di Bali melakukan ritual mandi suci dan memotong rambut sebagai wujud penyucian diri. Setelah itu, acara pemanjatan doa dilakukan sebelum matahari tegak lurus dengan bumi, memohon agar buku yang disucikan dapat membawa pencerahan, sumber kebajikan dan pengetahuan. Ritual tersebut ditutup dengan prosesi minum air dari tujuh mata air dan jamu yang mengandung enam rasa sebagai wujud ilmu pengetahuan. Terakhir yaitu mandi di laut sebagai simbol untuk pembersihan diri lahir dan batin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Kalau kita pikir, ribet sekali untuk merawat buku. Tapi bukan itu esensinya. Tradisi merawat buku di Bali merupakan bagian dari ritual agama yang dimanifestasikan dalam perayaan Saraswati. Saya pikir informasi ini penting untuk diketahui oleh masyarakat luas agar lebih peka untuk memerhatikan siklus hidup dari sebuah buku. Bukan ritual minum, mandi, dan pemberian sesaji yang perlu kita teladani sebagai masyarakat umum, namun sikap masyarakat Hindu Bali yang peka terhadap kelangsungan hidup siklus suatu media literasi itulah yang patut kita teladani dan kembangkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Jika kita pernah mendengar bahwa koleksi buku sebuah perpustakaan X rusak akibat di makan rayap atau lusuh karena tidak dirawat, sudah saatnya kita membuka mata untuk peka terhadap perawatan buku, berawal dari perhatian bagi buku-buku yang kita miliki atau biasa kita pinjam di perpustakaan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Saya pernah menulis sebuah catatan tentang sikap saya terhadap buku. Tulisan tersebut berjudul &lt;/span&gt;&lt;a style="font-family: georgia;" href="http://adieriyanto.blogspot.com/2008/12/bersahabat-dengan-buku-sebuah-ritual.html"&gt;Bersahabat dengan Buku: Sebuah Ritual Kecil Menghargai Buku&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;. Setelah mengetahui seluk beluk tradisi Saraswati, akhirnya saya berpikir bahwa yang saya lakukan tidak jauh berbeda maksudnya dengan apa yang dilakukan masyarakat Bali. Saya jadi berpikir dan sedikit terhenyak. Pantas saja ada keluarga-keluarga tertentu di Bali yang memiliki koleksi lontar atau bahan-bahan literasi kuno yang diwariskan dari generasi ke generasi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Saya jadi ingat tentang pelajaran sejarah waktu SMU dulu (s&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: georgia;"&gt;aya lulus SMU tahun lalu sih ... xixixixi ... hayah&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;) yang menyatakan bahwa ketika Majapahit runtuh, banyak prajurit, brahmana, maupun budayawan yang lari menyelamatkan diri ke arah timur menuju Bali hingga Lombok dengan membawa lontar-lontar penting untuk diselamatkan. Bahkan, kalau tidak salah, lontar Kitab Negara Kertagama pun ditemukan di Puri Pamotan Cakranegara, Gianyar. Melihat kenyataan tersebut bahwa lontar-lontar 'penting' itu masih terawat hingga kini membuktikan bahwa ada usaha keras dan berkesinambungan untuk merawat suatu bahan literasi. Seperti yang saya katakan di atas bahwa merawat buku tidak harus dengan ritual mantra doa seperti dalam perayaan Saraswati, namun perayaan Saraswati dapat dijadikan cerminan bahwa memberikan sedikit perhatian kapada buku dan membuat siklusnya menjadi panjang dengan merawatnya adalah sebuah langkah luhur sebagai bagian dari pengagungan ilmu pengetahuan. Suatu sarana yang dapat mengajarkan dan mengantarkan kita untuk mendekatkan diri kepada Yang Maha Kuasa. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Gambar dipinjam dari &lt;/span&gt;&lt;a style="font-family: georgia;" href="http://www.jatihs.com/index,shop.htm"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1335694336556267037-2389125260491378041?l=adieriyanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adieriyanto.blogspot.com/feeds/2389125260491378041/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adieriyanto.blogspot.com/2010/03/saraswati-dan-penghormatan-terhadap.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1335694336556267037/posts/default/2389125260491378041'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1335694336556267037/posts/default/2389125260491378041'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adieriyanto.blogspot.com/2010/03/saraswati-dan-penghormatan-terhadap.html' title='Saraswati dan Penghormatan terhadap Buku'/><author><name>Adie Riyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06465449405250198684</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/-5PdaIiunQcU/TZByeps3XRI/AAAAAAAAAqw/meKszx5FhgE/s220/IMG_1819.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/S54Gv3bu77I/AAAAAAAAAUM/DU1HcE_jybs/s72-c/saraswati.gif' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1335694336556267037.post-9122046805444215040</id><published>2010-02-14T05:44:00.012+07:00</published><updated>2010-03-15T16:57:30.739+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Personal Note'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Introspeksi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lemari Buku'/><title type='text'>Buku, Pesta, dan Cinta ... bersama Soe Hok Gie, Sekali Lagi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/S5dpVziWPBI/AAAAAAAAATs/4fH5BzWnbgg/s1600-h/BUKU,+PESTA,+%26+CINTA.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 291px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/S5dpVziWPBI/AAAAAAAAATs/4fH5BzWnbgg/s400/BUKU,+PESTA,+%26+CINTA.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446938097660345362" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Hari ini di&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;peringati sebagai Hari Kasih Sayang. Sebagian warga di seluruh penjuru dunia menghikmatinya dengan merayakan hari istimewa ini bersama pasangannya, lengkap dengan kado seikat mawar merah atau sebatang cokelat. Ekspresi kasih sayang dapat berupa apa saja dan dapat ditujukan kepada siapa saja. Termasuk kepada tanah air tercinta.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Menghindari acara hiruk pikuk euforia perayaan Hari Valentine di ibukota Jakarta, saya justru belajar mengenai hangatnya sebuah ekspresi cinta kasih melalui sebuah buku. Memang bukan melulu cinta kasih antar insan yang berusaha ditekankan dalam buku ini, melainkan cinta kasih seorang manusia kepada bangsa dan negara tercinta yaitu Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Manusia itu bernama Soe Hok Gie, pemuda keturunan Tionghoa yang lahir pada tanggal 16 Desember 1942 di Jakarta yang kemudian dikenal sebagai seorang aktivis mahasiswa. Ia digambarkan sebagai sosok idealis dan berani menentang segala ketidakbenaran, kesewenang-wenangan sikap penguasa dan menyerukan tentang nilai luhur sebuah penghargaan atas nilai-nilai kemanusiaan dan indahnya kejujuran.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Buku yang diterbitkan oleh Kepustakaan Populer Gramedia, bekerjasama dengan Universitas Indonesia, ILUNI Universitas Indonesia, dan Kompas, serta mendapat dukungan dari berbagai pihak ini, bertujuan untuk menghadirkan kembali sosok Gie yang pernah ada di era tahun 1960-an yang berani melawan tindakan yang dianggap menyengsarakan rakyat, buah dari &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: georgia;"&gt;tingkah polah&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt; pemerintah. Keinginan untuk menghadirkan lagi sosok Gie tersebut dilandasi pemikiran bahwa kondisi sosial politik pada saat ini tidak jauh berbeda dengan keadaan di tahun 1960-an. Banyak kebijakan pemerintah yang dianggap tidak pro-rakyat, aparat penegak hukum yang mempermalukan kredibilitasnya, anggota parlemen yang sibuk dengan urusan partai dan kepentingan pribadinya, lupa bahwa mereka duduk di sana dititipi suatu amanah untuk menyalurkan aspirasi rakyat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="font-family: georgia;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/S52Kfse8hFI/AAAAAAAAAUE/Mm2_PRFm2cs/s1600-h/soe-hok-gie.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 238px; height: 298px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/S52Kfse8hFI/AAAAAAAAAUE/Mm2_PRFm2cs/s400/soe-hok-gie.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5448663401309701202" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: georgia;"&gt;Kuali Kenangan tentang Soe Hok Gie&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Sebagai sebuah cerita kenangan tentang seseorang dan suatu peristiwa yang terjadi di masa lampau, buku setebal 512 halaman ini dibagi menjadi menjadi lima bagian yang tersusun berdasarkan kedekatan dari kontributor penulis dengan sosok Soe Hok Gie yang menjadi sentral pembahasan baik mengenai kehidupan pribadinya maupun sikap dan pandangannya terhadap suatu permasalahan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Bagian pertama berisi kenangan Rudy Badil tentang sepak terjangnya bersama teman-teman seperjuangannya yang akan 'keluyuran' menaklukkan gunung Semeru termasuk Soe Hok Gie. Di bagian ini diceritakan tentang lika-liku perjalanan rombongan tersebut mulai dari Jakarta yang naik kereta gerbong barang menuju Surabaya hingga kesulitan-kesulitan yang ditemui saat mendaki Gunung Semeru hingga akhirnya diketahui bahwa Soe Hok Gie dan Idhan Lubis (anggota pendaki yang lain) meninggal di puncak Semeru akibat menghirup gas beracun. Cerita berlanjut tentang proses evakuasi jenasah dari Puncak Semeru yang melibatkan banyak pihak dan mengandung banyak cerita haru dan decak kagum dengan perhatian masyarakat terhadap almarhum Soe Hok Gie.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Bagian kedua berisi tentang Soe Hok Gie dalam kaitannya dengan Gunung Semeru. Di bagian ini diceritakan tentang prosesi pemakaman jenazah Soe Hok Gie setelah berhasil dievakuasi dari Gung Semeru. Selain itu dijelaskan tentang keadaan geografis Gunung Semeru dalam kaitannya untuk menggali ingatan-ingatan tentang Soe Hok Gie saat napak tilas lagi rute pendakian.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Bagian ketiga agak lebih menarik. Di sini banyak kejutan-kejutan yang akhirnya membuka tabir tokoh-tokoh yang namanya disamarkan karena alasan privasi dalam buku Catatan Seorang Demonstran (CSD)-nya daniel Dhakidae. Sebut saja Nurmala Kartini Pandjaitanatau lebih dikenal dengan Kartini Sjahrir dan panggilan akrab Ker. Namanya disamrkan menjadi Sunarti. Di buku ini beliau ingin semuanya menjadi jelas, termasuk kedekatannya dengan Gie. "&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: georgia;"&gt;Siapa yang ganti nama gue jadi Sunarti di buku itu? Gue pernah berteman dengan Gie sejak 1968, karena kita kan pernah jadi mahasiswa Gie tahun 1969&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;" (hal. 147).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Selain hobi membaca buku, Gie juga menyukai film. Selain rajin memutar film di kampusnya, Fakultas Sastra UI Rawamangun (sekarang Universitas Negeri Jakarta). Gie juga sering ke bioskop atau menyatroni kedutaan-kedutaan asing seperti kedutaan Ceko, Rumania, dan Perancis untuk menonton film. (hal. 173).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Bagian keempat berisi tulisan dari '&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: georgia;"&gt;the angry young man&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;', orang-orang yang tidak secara langsung mengenal Soe Hok Gie karena hidup dalam masa yang berbeda, namun mengagumi kisah hidup dan terinspirasi oleh buah pemikirannya sehingga dapat menggerakkan mereka untuk bertindak dan mengambil peran dalam masyarakat. Yang masuk kategori kontributor penulis ini antara lain ada Riri Riza, sutradara yang pernah mengangkat kisah hidup Soe Hok Gie je layar lebar (hal. 267). Aktor Nicholas Saputra juga turut menyumbangkan tulisan. Tulisannya di sini patut diperhitungkan baik dari segi maupun diksi yang dipilihnya (hal. 277). Selain itu ada Mira Lesmana (hal. 283), N. Riantiarno (hal. 289), dan lain-lain yang isinya antara lain tentang pandangan betapa buah pikiran Soe Hok Gie mampu memberikan inspirasi untuk bergerak menentang segala ketidakadilan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Bagian kelima adalah tulisan-tulisan Soe Hok Gie yang pernah dimuat di surat kabar era 1960-an. Tulisan-tulisan ini walaupun isinya masih relevan dengan keadaan sekarang, namun sudah tidak terlalu 'berbahaya' saat dipublikasikan sekarang. Namun, ketika kita bicara pada konteks di zaman tulisan tersebut dipublikasikan di media masa, kita akan paham betapa beraninya dan betapa 'gila'-nya Soe Hok Gie dalam menentang segala bentuk ketidakadilan yang melecehkan nilai-nilai luhur kemanusiaan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: georgia;"&gt;Soe Hok Gie ... (bukan) Dewa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Dalam buku ini Soe Hok Gie menjadi tokoh sentral dalam pembahasannya. Ia dikenang sebagai pribadi yang idealis dan berani menentang ketidakadilan. Dan sepertinya, hal itu telah menjadi pilihan dalam hidupnya. "&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: georgia;"&gt;Di Indonesia hanya ada dua pilihan. Menjadi idealis atau apatis. Saya sudah lama memutuskan harus menjadi idealis sampai batas sejauh-jauhnya. Kadang, saya takut apa jadinya saya kalau saya patah-patah ...&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;" (hal. xiii).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Pilihan untuk menjadi idealis tak jarang mendorongnya untuk melakukan penentangan. Hal-hal yang berlaku tidak wajar dan mengandung sesuatu yang menyalahi nilai-nilai kebenaran dan kejujuran menjadi sasaran empuknya untuk melakukan aksi protes. Dan sepertinya sikap seperti ini sudah mulai sejak kecil. Soe Hok Gie pernah memprotes gurunya karena suatu materi yang diajarkan menurutnya tidak benar. Karena didebat, guru tersebut naik pitam dengan buntut diturunkannya nilai Soe Hok Gie dalam mata pelajaran tersebut. Dalam catatan hariannya, Soe Hok Gie menulis: "&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: georgia;"&gt;Guru model begituan, yang tidak tahan dikritik boleh masuk keranjang sampah. Guru bukan dewa dan selalu benar. Dan murid bukan kerbau.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;" (hal. 99).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Sama seperti pendapatnya bahwa guru bukan dewa, Soe Hok Gie pun juga bukan manusia sempurna. Segala bentuk diskripsi dalam buku ini yang mengatakan bahwa Soe Hok Gie merupakan pemuda yang luar biasa, luar biasa dalam segala hal, cerdas, brilian, jujur dan terbuka, seorang idealis murni dengan perasaan keadilan yang tajam, bukan bermaksud untuk mengkultusindividukan, tidak juga memaksakan, melainkan menawarkan nilai-nilai keteladanan, terutama integritas dan kebersihan hati. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Sisi lain Soe Hok Gie selain menyukai buku, debat serius tentang politik, adalah betah nongkrong di asrama mahasiswa, 'ngomong jorok', dan nonton &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: georgia;"&gt;blue film&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt; yang tak berjudul (hal. 301). Itu sangat manusiawi. Dalam ketegasan dan kekonsistenannya, Soe Hok Gie juga menyimpan kegalauan dalam hati akibat protes-protes yang dilakukannya dan penentangan orang lain terhadap protes itu. Orang jadi menganggapnya 'lain'. Namun, Soe Hok Gie tetap jalan terus, menuntun keidealisannya sampai sejauh-jauhnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;"&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: georgia;"&gt;Saya berpikir-pikir, mengapa saya harus selalu menjadi orang baik. Sometimes I just want to be myself. Saya tak mau peduli dengan basa-basi. Saya pikir sekali-kali, orang juga harus mengerti perasaan saya. Mengapa harus selalu saya?&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;" (hal. 182).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Kegalauan-kegalauan seperti itu kadang kala membuatnya agak berpikir kembali dengan kritik-kritik yang dilakukannya. Ia merasa kritik-kritiknya tidak mengubah keadaan dan malah membuatnya banyak musuh. Dalam suatu catatan hariannya, kadang-kadang ia merasa kesepian. Kegalauannya ini mendapat reaksi positif dari teman Amerikanya yang mengatakan bahwa "&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: georgia;"&gt;Gie, seorang intelektual yang bebas adalah seorang pejuang yang sendirian. Selalu. Mula-mula, kau membantu menggulingkan suatu kekuasaan yang korup untuk menegakkan kekuasaan lain yang lebih bersih. Tetapi, sesudah kekuasaan baru ii berkuasa, orang seperti kau akan terasing lagi dan akan terlempar keluar dari sistem kekuasaan. Ini akan terjadi terus-menerus. Bersedialah menerima nasib ini, kalau kau mau bertahan sebagai seorang intelektual yang merdeka: sendirian, kesepian, penderitaan.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;" (CSD hal. 2-3).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Mungkin, surat dari teman Amerikanya inilah yang kemudian memantabkan hatinya sehingga pendiriannya menjadi teguh untuk memegang prinsip '&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: georgia;"&gt;lebih baik diasingkan daripada menyerah pada kemunafikan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;'. Prinsip yang selalu ia pegang hingga raga di kandung tanah. Tanah yang diperjuangkan dan dicintainya. Indonesia. Selamanya. Sekalipun banyak orang mengata-ngatainya China. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Gambar dipinjam dari &lt;/span&gt;&lt;a style="font-family: georgia;" href="http://haxims.blogspot.com/2010/02/seni-unik-dari-buku-yang-mengagumkan.html"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt; dan &lt;/span&gt;&lt;a style="font-family: georgia;" href="http://farahhidayati.wordpress.com/2009/12/14/membaca-soe-hok-gie-sekali-lagi/"&gt;sono&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1335694336556267037-9122046805444215040?l=adieriyanto.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://adieriyanto.blogspot.com/feeds/9122046805444215040/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://adieriyanto.blogspot.com/2010/02/buku-pesta-dan-cinta-bersama-soe-hok.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1335694336556267037/posts/default/9122046805444215040'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1335694336556267037/posts/default/9122046805444215040'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://adieriyanto.blogspot.com/2010/02/buku-pesta-dan-cinta-bersama-soe-hok.html' title='Buku, Pesta, dan Cinta ... bersama Soe Hok Gie, Sekali Lagi'/><author><name>Adie Riyanto</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06465449405250198684</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/-5PdaIiunQcU/TZByeps3XRI/AAAAAAAAAqw/meKszx5FhgE/s220/IMG_1819.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/S5dpVziWPBI/AAAAAAAAATs/4fH5BzWnbgg/s72-c/BUKU,+PESTA,+%26+CINTA.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1335694336556267037.post-5562514413429650272</id><published>2010-01-31T21:56:00.008+07:00</published><updated>2010-03-12T18:23:14.019+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Personal Note'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel'/><title type='text'>Pilihan Buku dan Kecenderungan P(em)ikiran</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/S5c41ZxmkcI/AAAAAAAAATk/xTBepRg20U4/s1600-h/tumpukan+buku.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_5mJvE-AFJqo/S5c41ZxmkcI/AAAAAAAAATk/xTBepRg20U4/s400/tumpukan+buku.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5446884764431061442" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: georgia;font-family:georgia;" &gt;Pilihan buku menunjukkan orang seperti apa orang itu? Waktu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;surfing&lt;/span&gt; di internet untuk &lt;span style="font-style: italic;"&gt;blog walking&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;, saya membaca postingan dari sebuah blog yang mengatakan bahwa buku yang menjadi pilihan kita menunjukkan karakter seperti apa kita. Karakter yang di maksud di sini a
